NovelToon NovelToon
DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.

​Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.

​Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 : Pembalsan dan kelahiran Alkemis terlarang

Langit di ufuk barat mulai memerah, semburat warna jingga dan ungu tua menciptakan bayang-bayang panjang di antara pepohonan Lembah Hijau. Wang Tian bergerak dengan kecepatan yang tidak biasa bagi seorang murid pelayan. Setiap langkahnya tidak lagi berat; ia merasa seolah-olah tanah di bawah kakinya memberikan dorongan ekstra melalui elemen Tanah, sementara elemen Angin yang baru saja ia serap dari pertarungan melawan Harimau Angin membantu membelah hambatan udara.

Di dalam sakunya, botol giok berisi Rumput Roh Api bergetar pelan, memancarkan kehangatan yang merambat ke paha Wang Tian. Namun, pikirannya tidak tertuju pada rumput itu, melainkan pada sosok Lin Xia, Ratu Kegelapan, yang baru saja menghilang seperti asap. Siapa sebenarnya wanita itu? Mengapa ia menyebut Wang Tian sebagai "kunci"? Dan yang paling penting, mengapa ia memberikan kristal pengikat aura kepada Lin Xuelan, sang jenius dari Sekte Angin Timur?

Wang Tian menggelengkan kepalanya, mencoba mengusir pertanyaan yang belum bisa ia jawab. Fokus utamanya sekarang adalah kembali ke Sekte Awan Putih sebelum Li Chen kehilangan kesabaran. Namun, ia tidak akan kembali sebagai korban yang sama seperti pagi tadi.

Sesampainya di gerbang belakang sekte, Wang Tian sengaja mengacak-acak rambutnya, merobek sedikit bagian jubahnya, dan mengoleskan lumpur ke wajahnya. Ia harus kembali ke peran "sampah" yang malang. Dengan langkah gontai dan napas yang sengaja dibuat tersengal-sengal, ia berjalan menuju asrama murid luar tempat Li Chen berada.

"Heh! Lihat siapa yang merangkak kembali!" teriak salah satu pengikut Li Chen saat melihat Wang Tian muncul dari kegelapan lorong.

Li Chen sedang duduk di atas kursi kayu jati, memutar-mutar sebuah belati perak di tangannya. Ia menatap Wang Tian dengan pandangan merendahkan yang sangat tajam. "Lama sekali, Budak. Aku hampir berpikir kau sudah menjadi kotoran di perut serigala. Mana rumputnya?"

Wang Tian gemetar, menyerahkan botol giok itu dengan tangan yang tampak sangat lemah. "I-ini, Kakak Senior Li... Saya hampir mati mencarinya."

Li Chen merebut botol itu, membukanya, dan mencium aroma panas dari Rumput Roh Api. Senyum puas muncul di wajahnya yang kasar. "Bagus. Ternyata sampah sepertimu masih punya kegunaan. Tapi..." Li Chen tiba-tiba berdiri, lalu menendang dada Wang Tian dengan keras.

DUAK!

Wang Tian terlempar ke belakang, punggungnya menghantam pilar kayu. Ia memuntahkan sedikit ludah, berpura-pura kesakitan luar biasa, padahal secara diam-diam ia telah melapisi dadanya dengan elemen Logam sesaat sebelum benturan. Tendangan Li Chen yang berada di Ranah Pembersihan Tubuh Tingkat 4 itu bagi Wang Tian sekarang hanya terasa seperti dorongan ringan.

"Tapi kau terlambat dua jam!" bentak Li Chen. "Karena keterlambatanmu, aku kehilangan waktu meditasiku yang berharga. Sebagai hukumannya, semua jatah nasi bulananmu akan diserahkan kepadaku. Sekarang, pergi dari sini sebelum aku memutuskan untuk mematahkan tanganmu benar-benar!"

Wang Tian merangkak bangun, kepalanya tetap menunduk. "Terima kasih atas kemurahan hati Kakak Senior," bisiknya dengan suara serak. Ia berbalik dan berjalan pergi. Di balik bayangan rambutnya, mata Wang Tian berkilat dengan kedinginan yang mematikan. Li Chen, nikmatilah saat-saat terakhirmu sebagai penguasa kecil. Karena malam ini, aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku.

Malam itu, di dalam Perpustakaan Terlarang yang sunyi, Wang Tian tidak tidur. Ia duduk bersila di tengah ruangan yang berantakan, dikelilingi oleh buku-buku kuno. Di depannya terdapat beberapa bahan yang ia kumpulkan secara rahasia dari Lembah Hijau: beberapa helai Rumput Roh Api tambahan, sisa empedu Ular Bersisik Baja, dan yang paling berharga, Inti Energi dari Harimau Angin yang ia sembunyikan di balik bajunya.

"Sutra Kaisar menyebutkan bahwa kekuatan murni hanya bisa dicapai melalui pemurnian sempurna," gumam Wang Tian. Ia mengingat kembali bab tentang Alkimia Primordial di dalam gulungan terlarang itu.

Biasanya, seorang Alkemis membutuhkan tungku perunggu yang mahal dan api jiwa yang stabil untuk meramu pil. Wang Tian tidak memiliki keduanya. Namun, ia memiliki sesuatu yang jauh lebih hebat: Api Primordial.

Wang Tian mengangkat kedua tangannya. Ia memusatkan elemen Api di tangan kanan dan elemen Kayu di tangan kiri. Menurut teori alkimia umum, kayu akan terbakar habis oleh api. Namun, di bawah kendali energi primordial abu-abu miliknya, elemen kayu bertindak sebagai bahan bakar abadi yang menstabilkan suhu api.

Perlahan, sebuah api kecil berwarna pelangi—putih, kebiruan, dan emas—muncul di antara kedua telapak tangannya. Inilah Api Primordial, api yang bisa membakar habis racun bahan obat tanpa merusak khasiat intinya.

"Sekarang, tungku..." Wang Tian memusatkan elemen Tanah dan Logam untuk membentuk kubah energi transparan di sekitar api tersebut. Ini adalah tungku virtual, sebuah teknik yang hanya bisa dilakukan oleh Alkemis tingkat Ilahi.

Ia memasukkan Rumput Roh Api ke dalam tungku energi itu. Seketika, rumput itu meleleh menjadi cairan merah murni. Wang Tian kemudian memasukkan empedu ular dan inti energi harimau. Prosesnya sangat melelahkan; keringat mengucur deras dari dahi Wang Tian, dan Pusaran Primordial di Dantiannya berputar liar untuk menyuplai energi yang sangat besar.

Bzzzt... Bzzzt...

Suara desisan keluar dari tungku energinya. Asap hitam berbau busuk—yang merupakan ampas beracun dari bahan obat—dibuang ke luar, sementara di tengah api pelangi itu, sebuah butiran kecil mulai mengeras.

Dua jam kemudian, cahaya terang memenuhi ruangan. Sebuah pil berwarna emas pucat dengan sembilan garis perak di permukaannya terbentuk.

"Pil Pembersih Sumsum Sembilan Unsur," bisik Wang Tian dengan mata berbinar. Di dunia luar, pil dengan satu atau dua garis dianggap sebagai harta karun. Pil dengan sembilan garis? Itu adalah legenda yang bahkan 12 Klan Kuno pun mungkin tidak memilikinya.

Tanpa ragu, Wang Tian menelan pil tersebut.

BOOM!

Seolah-olah sebuah gunung meledak di dalam perutnya. Energi yang sangat masif mengalir ke setiap kapiler, setiap serat otot, dan setiap sel di tubuhnya. Rasa sakitnya sepuluh kali lebih hebat dari saat ia menghancurkan Dantiannya. Tubuh Wang Tian mulai retak, mengeluarkan darah dari pori-porinya, namun segera disembuhkan oleh elemen kayu yang ada di dalam pil tersebut.

Ini adalah proses rekonstruksi total. Tulang-tulangnya yang tadinya putih kini perlahan berubah warna menjadi kuning keemasan yang redup—tanda ia telah menembus Ranah Penguatan Tulang secara instan, melompati sisa tingkat di Ranah Pembersihan Tubuh.

Tingkat 1... Tingkat 2... Tingkat 5... Tingkat 9!

Energi itu tidak berhenti sampai Wang Tian mencapai puncak Ranah Penguatan Tulang. Seluruh kotoran yang tersisa di sumsum tulangnya dipaksa keluar, menjadikannya manusia dengan tubuh yang paling mendekati kesempurnaan dewa.

Saat fajar menyingsing, Wang Tian membuka matanya. Auranya kini meledak keluar, menghancurkan rak buku di sekitarnya sebelum ia sempat menariknya kembali. Ia merasakan kekuatan yang luar biasa mengalir di setiap gerakannya. Jika kemarin ia harus bersusah payah membunuh harimau angin, sekarang ia merasa bisa menghancurkan binatang itu hanya dengan satu jentikan jari.

"Li Chen, saatnya menagih hutang," ucap Wang Tian dengan nada dingin.

Ia berdiri dan berjalan menuju pintu. Namun, langkahnya terhenti saat melihat sebuah bayangan di jendela. Sosok Lin Xia berdiri di sana, menatapnya dengan senyum tipis yang penuh teka-teki.

"Cepat sekali... kau memang menarik, Wang Tian," ucap Lin Xia. "Tapi jangan terlalu sombong. Di luar sekte kecil ini, ada klan-klan yang memiliki pemuda sebaya denganmu yang sudah mencapai Ranah Nascent Soul. Jika kau ingin melindungi apa yang akan menjadi milikmu, kau harus belajar lebih dari sekadar memukul."

Lin Xia melemparkan sebuah gulungan kecil berwarna hitam. "Itu adalah teknik pergerakan Langkah Bayangan Kematian. Pelajarilah. Aku ingin melihatmu menghancurkan Li Chen tanpa ada satu pun saksi yang tahu bahwa itu adalah kau."

Wang Tian menangkap gulungan itu. "Kenapa Anda terus membantuku?"

Lin Xia mendekat, wajahnya kini hanya berjarak beberapa senti dari wajah Wang Tian. Aroma kayu cendana yang dingin menyelimuti indra penciuman Wang Tian. "Karena aku tidak sabar melihat wajah para kaisar klan kuno saat mereka menyadari bahwa dunia mereka akan dihancurkan oleh seorang pelayan yang mereka buang."

Lin Xia menghilang kembali ke dalam bayang-bayang, meninggalkan Wang Tian dengan teknik baru dan kemarahan yang terkendali.

Pagi itu, di lapangan latihan sekte, Li Chen sedang memamerkan kekuatannya kepada murid-murid baru. Ia tidak tahu bahwa di balik tembok perpustakaan, seseorang yang ia panggil sampah telah berubah menjadi monster yang akan menyeretnya ke dalam kegelapan abadi. Wang Tian berjalan perlahan menuju lapangan, mengenakan topeng pelayannya untuk terakhir kali sebelum ia memulai pembersihan pertamanya.

Dunia kultivasi akan segera mendengar nama Wang Tian, bukan sebagai sampah, melainkan sebagai penguasa yang berjalan di atas hukum Dao Terlarang.

Statistik Bab 5:

* Karakter: Wang Tian, Li Chen (Target), Lin Xia (Mentor Misterius).

* Pencapaian: Menciptakan Pil Sembilan Garis, Kelahiran Alkemis Ilahi.

* Status Kultivasi: Terobosan ke Ranah Penguatan Tulang Tingkat 9 (Puncak).

* Teknik Baru: Alkimia Primordial, Langkah Bayangan Kematian.

1
septian arista
ke mana lin sia?
septian arista
cerita pertemuannya dengan naga kok berbeda sama bab yang sebelumnya
Abai Shaden: author lagi pusing,,maaf ya,,,
kurang ngopi
total 2 replies
septian arista
Baru kali ini ada cultivator yang melakukan terobosan di penginapan yang dan menghancurkan penginapan itu karena terobosannya
septian arista
selalu saja ada tuan muda sebuah klan yang bersikap arogan dan sangat angkuh
Abai Shaden
terimakasih masukkan nya
Abai Shaden
nanti di season II nya,,,
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah
Joe Maggot Curvanord
terlalu cepat op thor ga ada ber darah2nya
Abai Shaden: kita bikin berdarah nanti di NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL
total 1 replies
Nanik S
Mantap
Nanik S
ikut Tes Lagi
septian arista: cepat banget kenaikan kultivasinya
total 1 replies
Nanik S
Sama sama bermarga Lin
Nanik S
Pertemuan awal
Nanik S
Oky Lanjut
Nanik S
Awal yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!