NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35# Rumah opa oma

Karin mengambil napas dan menghembuskannya perlahan, dia tidak ingin terlihat sedih di depan keluarganya. Karin mengabaikan pesan yang di kirim Nala padanya, hari itu dia ingin melepas rindu pada mama dan papanya. Meskipun tempat tinggal Karin tidaklah jauh dari rumah kedua orang tuanya, tetap saja Karin tidak bisa berkunjung setiap hari. Terlebih ada mertuanya, sudah pasti mama Ayu mengoceh tiada henti.

Alvian turun lebih dulu dari mobil, bocah itu sudah berlari menuju pintu masuk ke dalam rumah keluarga Darmawan.

“Oma! Pian belkunjung,” teriaknya dari luar mencari keberadaan sang oma.

“Suara den ganteng ya, bu? Apa Marni salah dengar?” sayup-sayup Marni seperti mendengar suara cucu keluarga nyonyanya tersebut.

Mama Nirma dan Marni kebetulan sedang membuat puding di dapur saat Alvian dan Karin datang.

“Oma ... “ suara Alvian menggelegar memenuhi ruang tamu. “Di mana cih olang-olang? Ini cucu telkece datang lho,” gerutunya saat tidak mendapati oma dan opanya.

Karin terkekeh mendengar putranya sedang menggerutu. “Oma mungkin sedang istirahat, jadi adek tidak boleh teriak-teriak. Kita lihat di belakang, yuk! Mungkin oma sedang istirahat di sana,” ajak Karin masuk ke dalam ruang keluarga yang diangguki putranya.

Sementara itu di dapur, mama Nirma dan Marni melebarkan telinganya.

“Beneran den ganteng sama mbak Karin itu, bu. Anak sama cucu bu Nirma datang itu,” ucap Marni.

“Kamu lanjutin dulu, Marni! Aku mau lihat cucu dulu,” mama Nirma melepaskan celemek dan menaruhnya di meja, dia bergegas menuju ruang keluarga untuk memastikan kalau yang datang adalah Karin dan Alvian.

Mama Nirma langsung menghambur meraih sang cucu begitu melihat Karin dan Alvian yang baru saja sampai di ruang keluarga.

“Cucu oma!” mama Nirma langsung menggendong Alvian, membuat bocah tiga tahun tersebut terkikik geli karena sang oma menciumi pipinya berulang kali.

“Ihihi. Geli oma, lemak pipinya Pian nanti lontok cemua ini.” Alvian berusaha menyingkirkan wajah sang oma yang mencium pipinya.

“Kalau habis nanti kita isi lagi. Oma punya banyak persediaan jajan untuk cucu oma ini,” mama Nirma mendekap gemas Alvian.

“Ya cudah kalo oma makca. Pian ndak bica menolak, kacihan oma cudah capek ciapin jajan buat Pian. Jadi haluc Pian habickan,” celetuknya membuat mama Nirma dan Karin tertawa.

“Papa sama Karin masih di kantor, ma?” Karin meletakkan tas ransel milik Vian dan tas miliknya di sofa, baru setelah itu Karin ikut duduk di sana. Sementara Alvian ada di pangkuan sang oma.

“Sebentar lagi papamu pulang makan siang. Kalian sudah makan siang?” tanya mama Nirma pada putrinya.

“Belum, ma. Tadi dari sekolah Vian langsung ke sini,”

Mama Nirma terkejut, dia baru menyadari kalau cucunya memakai seragam sekolah. “Cucu oma sudah sekolah ya ini, hmm?” Alvian mengangguk. “Bial pintal dan celdac cepelti onty Lhea,” jawab Alvian membuat mama Nirma berubah menjadi sendu.

Karin tersenyum tipis melihat itu, dia tahu kalau mamanya merindukan Rhea. Namun gengsi mama Nirma memang setinggi langit, bahkan niat minta maaf gagal karena gengsinya tersebut. Padahal tinggal bilang kalau mama Nirma minta maaf dan merindukan putri angkatnya tersebut, tapi saat bertemu dan berhadapan dengan Rhea justru mlempem seperti kerupuk kena air.

“Kalau kangen mbak Rhea telepon dia, ma! Tapi saat ini mbak Rhea sedang sibuk, dia ada acara amal Hasafa di luar kota. Tiga hari lagi baru kembali ke Badung,” ucap Karin.

“Siapa yang kangen Rhea? Mama tidak kangen dia,” kilah mama Nirma.

“Ekhee ... bu gulu bilang ndak boleh bohong, lho! Nanti hidungnya cepelti pinokio,” sahut Alvian. “Lindu bilang lindu ndak ucah gengcilah oma ini,” imbuhnya membuat mama Nirma gemas di buatnya.

“Ini cucu oma pintar sekali sih. Vian bobok di sini saja ya!”

Alvian menggeleng. “Ndak bica oma, Pian haluc jagain mama. Di lumah ada Cumala lampil cama nenek lombeng yang jahat,” polos Alvian memberitahu sang oma.

Mama Nirma langsung menatap putrinya. “Siapa yang di maksud Vian, Rin?”

Kalau sudah begini tidak mungkin untuk Karin menyembunyikan dari sang mama. “Mama Ayu, ma. Mama tahu sendiri kan bagaimana mamanya mas Aiden,” mama Nirma memang sudah tahu tentang Ayu yang ikut tinggal di rumah Karin, namun Karin tetap tidak ingin memberitahu kalau ada mantan tunangan Aiden yang juga ikut tinggal bersama mereka.

Mama Nirma menghela napas, dia meraih tangan putrinya. “Jangan  sembunyikan apapun dari mama, nak! Mama tetap akan tahu apa yang sedang kamu rasakan,”

Karin menepuk tangan sang mama. “Mama tidak perlu khawatir! Aku masih bisa mengatasi semuanya, ma. Karin pasti akan datang pada mama dan papa jika memang butuh bantuan dan sudah mentok tidak lagi ada solusi,” Karin mencoba menenangkan mama Nirma. “Aku dan mas Aiden baik-baik saja, ma. Nanti dia ke mari,” imbuhnya.

“Jangan ragu cerita atau minta tolong mama dan papa, nak! Kamu memang sudah jadi mama dan istri, mama tidak bisa mencampuri urusan rumah tanggamu. Tapi, meskipun begitu kamu tetap masih seorang anak dari mama dan papa. Kamu masih punya tempat pulang lain selain suamimu, nak. Pulang ke mari kalau dia menyakitimu,” mama Nirma mengusap pipi putrinya.

Karin mengangguk. “Pasti, ma.”

Alvian terus memperhatikan mama dan omanya bergantian, bocah itu bingung karena tidak tahu apa yang sedang keduanya bicarakan.

“Oma cayank. Pian lapal ini, ngoblol cama mamanya nanti lagi ya!” bocah tiga tahun itu mengedip-ngedip lucu pada sang oma.

Mama Nirma tergelak melihat tingkah sang cucu, dia menangkup wajah lucu Alvian. “Ya ampun, oma sampai lupa kalau cucu oma belum makan siang. Baiklah kita makan siang sekarang,”

“Vian biar ganti baju dulu, ma! Nanti seragamnya kotor,” Karin hendak mengambil alih putranya, namun mama Nirma mencegah. “Biar mama yang gantikan baju Vian, Rin. Kamu ambil minum sana! Di kulkas ada jus favoritmu sama Vian”

Karin mengangguk, dia lantas pergi ke dapur sementara putranya sedang ganti baju di bantu sang oma.

Tidak lama kemudian papa Andi pulang, dia belum tahu kalau cucunya sedang berkunjung. Mobil Karin juga sudah kembali pulang karena supir mau mengantarkan mama Ayu yang entah ada acara apa, Karin tidak tahu.

Papa Andi masuk ke dalam rumah, sayup-sayup dia mendengar canda tawa anak kecil dari ruang tamu. Dia tersenyum begitu tahu siapa si pemilik suara, papa Andi bergegas masuk ke ruang keluarga. Dia menaruh jasnya begitu saja pada sofa dan hendak memeluk sang cucu.

“Papa jangan langsung pegang apalagi peluk cucu! Papa habis dari luar bawa bakteri sama virus,” cegah mama Nirma.

“Iya-iya, ma.” Papa Andi langsung menuju kamarnya untuk ganti baju, setelah beberapa saat dia kembali ke lantai bawah dan duduk di samping sang istri yang masih bermain dengan Alvian.

“Vian tidak kangen sama opa nih?” papa Andi merentangkan kedua tangannya.

Alvian berdiri. “Pian lindu cekali cama opa,” bocah itu memeluk sang opa.

Papa Andi memeluk cucu kesayangannya di ruang keluarga, sementara mama Nirma dan Karin menyiapkan makan siang yang sudah sangat terlambat itu. Karin terharu melihat putranya makan siang dengan gembira saat bersama opa dan omanya, kapan lagi dia bisa makan dengan tenang seperti itu tanpa ada drama.

1
Nur Asiatun
Alhamdulillah... sudah kenal semua Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 pokoknya terimksh untuk dkgnnnya ❤️❤️
total 1 replies
muthia
maaf jarang buka hp soalnya lg pulkam 🙏❤
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤❤❤🙏🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Niken Dwi Handayani
Hiiiii.. gregetan banget sama sumala dan Mak Lampir 😤😤
partini
dah sat set lah Aiden ga usah di ulur lagi go cari rumah baru ayo Yo lelet
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 lg nyari rmh biara sumala g bs kesana
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Serba salah Karin dibuat nya atas kerandoman Alvian 😩
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wwkwk... serba slh mo marahin tp yg kshnide vian itu baby mochi, nala pasti jg tdk terima. ngasih th vian jg g bs keras hrs lmbutsoalnya msh bocil. mmg disini aiden yg pny peran pntg
total 1 replies
partini
aihhh tuan rumah kaya yg ngontrak yg ngontrak ga punya otak 🤦
a yulaela_fa(Ayu Anfi): emg mrk pgn nguasain rmh it sm aiden
total 1 replies
partini
bocil cadel ga ada duanya 👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🫣🤭🤭🤭 tp bneran susah ya bikin adegan bocil2 tu kk, aq tkt g sesuai espektasi pmbaca & g bs bikin mrk gemes ... aq saluit sm kakak2 senior yg bs bikin adegan sm narasi perbocilan yg bs bikin kt pembca gemes.
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waaahhhh ditunggu nich hasil kreatifnya dou bocil random🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aq kira ckp 1 eps. ternyta engga 🤣🤣🤣🫣
total 1 replies
muthia
mimpinya cumala ketinggian
muthia: boleh jg itu🤣🥰
total 2 replies
Nur Asiatun
serakah banget sih bu Ayu, semangat Author ke 👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): dl anknya dtinggal, skrg mau kuasai anaknya...

kk jg smgt
total 1 replies
muthia
nah gitu dong Aiden
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 lelet tp nya di papa nya pian
total 1 replies
muthia
betul yg Alya blg👍
Nur Asiatun
Alhamdulillah, semoga bahagia terus Karin Aiden... semangat terus Author
Nur Asiatun
Alhamdulillah... semoga bahagia terus keluarga Aiden karin.semangat Author 👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aamiin... thank kk sll suport aq 💗💗💗
total 1 replies
partini
ck ck Mak Lampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 mari kt basmi lampir2 sist wkwkwk
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah, semoga kedepan nya selalu bersama menghadapi ujian dalam rumah tangga, bahagia terus ya Aiden Karin dan si pintar dek Pian
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aamiin... thanks kk 💗💗💗💗
total 1 replies
partini
good story 👍👍👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terima acih kk ❤️❤️💗💗💗...
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah... semangat Author
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk...kk jgsmgt, trmksh sll mendkgq... karin sm aiden tetap nnti aq rampungkan smpai tamat. mgkn 10 an episode lg
total 1 replies
muthia
nah gitu dong Aiden laki laki tu harus tegas
Niken Dwi Handayani
Lha..Aiden hanya seperti itu ngomong nya? ketegasan nya kurang banget dong😩 yang adamamanya dan sumala masih stay disana aja. Dan itu mamanya Aiden udah ada suami ditinggal lama ga diurusin bisa - bisa suaminya melipir lho🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk biar th rasa karin sm vian ngambek...

maknya punya bisnis sm nala, jd biar perusahaan suaminya dpt asupan dsna ters
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!