NovelToon NovelToon
SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang_Magenta

"Hanya karena aku miskin, kau membuangku seperti sampah?"

Andra, seorang kurir yang bekerja keras 14 jam sehari, baru saja diusir dari kontrakannya dan diputuskan oleh kekasihnya demi pria bermobil mewah. Namun, di saat titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Saldo Tak Terbatas Diaktifkan!]
[Level 1: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis.]
[Saldo saat ini: Rp 1.000... Rp 2.000...]

Dalam satu menit, ia mendapatkan Rp 60.000. Dalam satu jam, jutaan rupiah masuk ke rekeningnya tanpa melakukan apa pun. Dunia yang dulu menghinanya kini harus bersiap. Siapa pun yang pernah memandangnya rendah akan bersujud di bawah kakinya.

Bagi Andra, satu-satunya masalah sekarang bukan lagi cara mencari uang, tapi bagaimana cara menghabiskannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang_Magenta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Suara dari Mars

Kegelapan di dalam ruang perawatan Nemesis hanya dipecah oleh lampu indikator medis yang berkedip pelan. Andra terbangun dengan rasa pening yang luar biasa, seolah kepalanya baru saja dihantam palu godam seberat sepuluh ton. Bau antiseptik dan logam dingin menyeruak ke hidungnya. Dia mencoba menggerakkan tangan kanannya, tapi rasanya kaku.

"Jangan dipaksa dulu, Bos," suara berat Jagal terdengar dari sudut ruangan. Jagal sedang duduk di kursi lipat, sibuk mengasah pisau komandonya—kebiasaan buruknya kalau sedang cemas. "Tadi kamu hampir saja jadi abu kalau Siska tidak menarikmu keluar dari jalur arus balik energi itu."

Andra menghela napas panjang, menatap langit-langit kapal yang bergetar halus. "Berapa lama aku pingsan?"

"Hampir dua puluh jam," jawab Jagal sambil berdiri dan mendekati tempat tidur. "Kita sudah bergabung kembali dengan armada utama di koordinat rahasia. Siska sedang menjaga Elara. Anak itu masih tidur, tapi kondisinya stabil. Sepertinya dia cuma kelelahan mental setelah membantu kamu menghancurkan 'Mata' itu."

Andra mencoba duduk, rasa sakit di punggungnya membuatnya meringis. "Vex mana?"

"Dia di anjungan. Kamu harus melihat ini, Andra. Begitu satelit itu hancur, 'The Void' tidak diam saja. Mereka baru saja merilis siaran global ke seluruh koloni manusia, mulai dari Bumi sampai sabuk luar."

Andra turun dari tempat tidur dengan langkah gontai. Dia memakai jaketnya yang sudah koyak di bagian bahu dan berjalan menuju anjungan bersama Jagal. Di sana, Vex sedang berdiri di depan layar raksasa yang menampilkan siaran propaganda dari Mars.

Seorang pria dengan setelan holografik yang sangat rapi berdiri di podium mewah. Di belakangnya, logo 'The Void' bersinar terang. Pria itu adalah Archon, pemimpin eksekutif yang mengelola seluruh infrastruktur Mars.

"...Tindakan terorisme yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Bintang Besi di orbit Jupiter bukan hanya serangan terhadap properti kami, tapi serangan terhadap stabilitas kemanusiaan," suara Archon terdengar sangat tenang, berwibawa, dan meyakinkan. "Satelit 'Eye of Sauron' adalah alat navigasi dan komunikasi vital. Dengan menghancurkannya, mereka telah memutus jalur bantuan logistik untuk jutaan orang di koloni luar. Kami tidak akan tinggal diam atas kejahatan perang ini."

Andra mengepalkan tangannya. "Kejahatan perang? Mereka yang hampir memanggang otak semua orang dengan 'The Great Reset', sekarang mereka berlagak jadi korban?"

"Itulah politik, Andra," sahut Vex tanpa menoleh. "Mereka punya kendali atas media. Orang-orang di koloni bawah tidak tahu soal 'The Great Reset'. Yang mereka tahu adalah sekarang sinyal komunikasi mereka terganggu, dan mereka diberitahu bahwa itu adalah salah kita."

"Kita harus membalas siaran itu," kata Siska yang tiba-tiba muncul di pintu anjungan dengan wajah lelah tapi teguh. "Kita punya bukti data dari laboratorium Antartika dan rekaman dari Jupiter. Kita harus menunjukkan pada dunia siapa mereka sebenarnya."

"Itu tidak mudah, Siska," Vex menghela napas. "Sinyal mereka jauh lebih kuat. Tapi, kita punya sesuatu yang mereka tidak punya. Kita punya Andra, sang 'Benih Pertama' yang mereka klaim sudah mati bertahun-tahun lalu."

Andra menatap tangannya yang sesekali masih mengeluarkan percikan emas tipis. "Mereka ingin menjadikanku penjahat? Baik. Aku akan jadi penjahat yang paling mereka takuti. Vex, siapkan tim peretas. Kita tidak akan cuma mengirim video. Kita akan masuk ke dalam jaringan keuangan mereka."

[Ding! Mendeteksi Niat Strategis Pengguna.] [Membuka Menu Baru: Serangan Ekonomi Skala Global.] [Biaya Operasi: 80.000 Kristal.]

Andra tersenyum pahit. "Aku punya saldo yang belum sempat aku pakai untuk foya-foya. Kalau mereka ingin main kotor dengan narasi, aku akan main kotor dengan uang mereka."

Andra duduk di kursi kendali utama. Dia mulai mengakses sistem perbankan terpusat yang dikelola oleh 'The Void' di Mars. Dengan bantuan algoritma dari Sistem-nya, dia mulai melihat jutaan transaksi yang mengalir setiap detiknya.

"Apa yang akan kamu lakukan, Andra?" tanya Siska khawatir.

"Aku akan membekukan aset para petinggi mereka, lalu membagikan saldo itu ke akun-akun warga sipil yang mereka klaim sedang 'menderita' karena perbuatan kita," jawab Andra. "Mari kita lihat seberapa setia rakyat mereka kalau tiba-tiba mereka mendapat 'bonus' dari kantong bos mereka sendiri."

Selama beberapa jam berikutnya, suasana di anjungan menjadi sangat tegang. Andra bekerja seperti orang kesurupan. Keringat membanjiri keningnya saat dia bertarung melawan sistem pertahanan siber Mars yang sangat canggih.

Tap! Tap! Enter!

"Selesai," bisik Andra.

Dalam sekejap, di seluruh layar publik di koloni-koloni Mars dan Bumi, angka-angka saldo warga mulai melonjak drastis. Sebuah pesan muncul di setiap perangkat pribadi: 'Hadiah dari Bintang Besi. Kami tidak menghancurkan masa depan kalian, kami mengembalikan apa yang mereka curi dari kalian.'

Kekacauan pecah di Mars. Bukan kekacauan senjata, tapi kekacauan sosial. Para penjaga keamanan mulai bingung saat warga yang biasanya tunduk tiba-tiba berani melawan karena merasa punya jaminan ekonomi.

"Itu langkah yang gila, Andra," Vex tertawa kecil, sesuatu yang jarang dia lakukan. "Kamu baru saja memulai revolusi dari dalam dompet mereka."

Namun, kemenangan kecil itu segera terhenti saat layar utama anjungan berubah menjadi merah darah. Sebuah wajah muncul di sana. Bukan Archon, melainkan seorang pria tua yang sangat dikenal Andra dari foto di Antartika.

"Anakku... kamu selalu punya cara yang kreatif untuk menghabiskan uang," suara Dr. Adrian terdengar dingin dan bergema.

Andra membeku. Jantungnya serasa berhenti berdetak. "Ayah?"

"Berhenti memanggilku dengan sebutan sentimental itu, Andra. Kamu adalah eksperimen yang terlalu mahal untuk dibiarkan bebas," kata Dr. Adrian. Di sampingnya, terlihat sebuah tabung raksasa berisi otak manusia yang dihubungkan dengan ribuan kabel perak. "Kamu pikir kamu sudah menang di Jupiter? Satelit itu hanya satu dari sekian banyak 'Mata' yang kami punya. Tapi terima kasih sudah menunjukkan lokasimu. Kami tidak perlu lagi mencarimu lewat sinyal."

Layar radar Nemesis tiba-tiba dipenuhi dengan titik-titik merah yang muncul dari balik bulan-bulan Jupiter.

"Penyergapan!" teriak petugas radar. "Kapal-kapal kelas Destroyer! Mereka keluar dari mode stealth!"

Andra langsung berdiri, amarahnya membakar rasa lelahnya. "Semua ke posisi tempur! Vex, lakukan lompatan acak sekarang! Jagal, aktifkan semua meriam otomatis!"

"Andra, kita tidak bisa melompat! Mereka menggunakan jangkar gravitasi!" seru Vex panik.

Andra menatap ke luar jendela. Sebuah kapal raksasa berbentuk cakram hitam perlahan muncul dari kegelapan, jauh lebih besar dari Nemesis. Kapal itu adalah The Void One, kapal pribadi milik Dr. Adrian.

"Selamat datang di babak eliminasi, Andra," suara ayahnya kembali terdengar. "Kembalikan Proyek 02 padaku, dan aku akan membiarkan teman-temanmu mati dengan cepat."

Andra menarik napas panjang. Dia menoleh ke arah ruang medis, di mana Elara baru saja terbangun dan menatapnya dengan mata ketakutan melalui monitor internal.

"Tidak akan pernah," desis Andra.

Dia mengepalkan tangannya, dan kali ini, cahaya emas yang keluar bukan hanya dari tangannya, tapi menyelimuti seluruh ruangan anjungan. "Sistem, aktifkan Protokol Terakhir: Zirah Galaksi. Habiskan semua saldoku kalau perlu. Hari ini, aku akan membunuh masa laluku."

1
Sebut Saja Chikal
nanti saya mampir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!