NovelToon NovelToon
Zee Dan Kamera Tua

Zee Dan Kamera Tua

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: _SyahLaaila

Setelah bertahun-tahun tak pernah dibuka, gudang tua di belakang rumah akhirnya kembali disentuh Zee. Dia hanya berniat merapikan peninggalan kedua orang tuanya yang telah lama tiada. Di antara debu dan kardus usang, Dia menemukan sebuah kamera analog tua yang tak pernah Dia ingat sebelumnya, kamera itu masih menyimpan satu gulungan film.

Karena penasaran, Zee mencoba memotret halaman belakang rumahnya, tempat sumur lama yang sudah kering berdiri sunyi di dalam pagar, tidak ada yang aneh saat Dia menekan tombol rana. Namun saat hasil cetaknya muncul, Dia terkejut.

Di dekat sumur kering itu, tampak sebuah pintu tua transparan, berdiri tegak tanpa dinding, seolah-olah mengarah tepat ke bibir sumur, pintu itu tidak ada saat Dia memotret.

Zee bingung apa maksud dari jepretan kamera tua itu? Penasaran lanjutan cerita nya? Yukk ikutin kelanjutan ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _SyahLaaila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5.

Sejak sore itu, sesuatu dalam diri Zee berubah. Rumah yang sebenarnya terasa hangat dan hidup, kini menyimpan sudut yang membuatnya enggan sendiri. Terutama bagian belakang rumahnya, tepat di bangunan kecil yang menutupi sumur tua.

Meski dari luar tampak biasa saja, Zee tau apa yang Dia lihat bukan sekedar bayangan. Itu nyata dan sejak saat itu, Dia tidak pernah lagi membuka pintu kecil di sumur.

Malam-malam berikutnya terasa lebih panjang. Zee mulai merasa gelisah saat sendirian, setiap suara kecil terdengar lebih jelas dan setiap hembusan angin terasa berbeda. Dan Dia tidak mau terus seperti ini.

"Aku nggak bisa terus sendiri," gumamnya.

Akhirnya, Zee mulai mencari orang yang bisa membantunya di rumah, bukan hanya untuk pekerjaan, tapi juga agar rumahnya tidak lagi terasa kosong dan sunyi.

Pagi itu, setelah merapikan diri, Zee keluar rumah dan berjalan menyusuri kompleks tempat tinggalnya. Dia bertanya dari satu rumah ke rumah lain, untuk mencari informasi.

Ada beberapa orang menyarankan nama, beberapa hanya menggeleng. Namun Zee tidak menyerah, hingga akhirnya Dia bertemu dengan dengan seorang ibu yang sedang menyapu halaman.

"Maaf, Bu... saya mau tanya," ucap Zee sopan. "Di sekitar sini, ada yang sedang butuh pekerjaan tidak ya? Soalnya saya lagi cari ART dan tukang kebun Bu."

Ibu itu berhenti menyapu, lalu berpikir sejenak. "Kalau ART, mungkin ada Nak. Ada tetangga saya yang sedang cari kerja. Untuk kebun kebetulan ada juga, Dia biasa bantu bersih-bersih halaman."

Mata Zee berbinar. "Boleh saya ketemu dengan mereka Bu?"

"Boleh, nanti saya bantu sampaikan ya Nak."

Tidak butuh waktu lama, sore harinya, dua orang datang ke rumah Zee. Seorang wanita usia 40 tahun sebagai IRT dan seorang pria yang terlihat kuat usia 45 tahun sebagai tukang kebun dan ternyata mereka adalah sepasang suami istri.

Zee menyambut mereka dengan ramah, "terima kasih sudah datang," ucap Zee

"Kalau boleh tau nama Bapak dan Ibu siapa ya,?"

"Saya Ali non," jawab Pak Ali

"Saya Maya non," jawab Bu Maya

"Oke, Pak Ali dan Bu Mila, kenalkan saya Zee ya."

Setelah selesai perkenalan singkat itu. Mereka duduk di teras, berbincang singkat mengenai pekerjaan. Zee pun menjelaskan dengan jelas apa yang akan mereka kerjakan.

"Saya butuh bantuan Bu Maya untuk bersih-bersih rumah setiap hari, datang pagi jam enam, pulang jam enam sore dan tidak perlu menginap."

Bu Maya menganggu, "Baik, Nona."

Zee pun lalu menoleh ke Pak Ali. "Untuk kebun, saya ingin halaman belakang dirapikan, saya juga ingin di buat taman bunga kecil dan juga beberapa tanaman buah."

"Lahannya cukup luas, nanti jaraknya sekitar satu meter dari gudang dan dua meter dari bangunan sumur ya Pak." kata Zee

"Bisa, Nona." Jawab Pak Ali

Zee tersenyum tipis. "Untuk gaji, ART dua juta per bulan dan untuk tukang kebun dua juta lima ratus, karena nanti juga sekaligus membangun taman dari awal."

Keduanya saling pandang sebentar, lalu mengangguk. "Kami bersedia Nona, dan terima kasih banyak Nona sudah mau memberikan kami pekerjaan ini." Jawab Bu Maya dengan mata yang berkaca-kaca.

Zee menghela nafas lega. "Sama-sama Bu, Pak, kita saling membutuhkan" jawab Zee dengan tersenyum tipis.

"Baik lah, besok pagi mulai berkerja ya."

Keesokan harinya, rumahnya kembali terasa hidup, jam enam pagi tepat keduanya sudah datang. Suara sapu terdengar dari dalam rumah, air mengalir di dapur dan di halaman belakang tanah mulai di bersihkan.

Rumput liar dicabut, tanah diratakan perlahan, bentuk taman mulai di rancang. Zee berdiri di pintu belakang mulai memperhatikan, dan untuk pertama kalinya setelah beberapa hari itu, Dia merasa tenang.

Namun, saat matanya tanpa sadar melirik ke arah bangunan kecil di sumur, perasaan itu kembali muncul. Dan Zee tau, meskipun kini ada orang lain dirumahnya, apa pun yang ada di dalam sumur itu masih ada belum pergi.

Sejak kehadiran Bu Maya dan Pak Ali, suasana yang dulu sunyi perlahan berubah menjadi lebih hidup. Tepat pukul enam pagi, gerbang kecil sudah terbuka. Bu Maya masuk terlebih dahulu, membawa tas kecil berisi perlengkapan pribadinya, sementara Pak Ali menyusul dengan topi dan peralatan kebunnya.

"Pagi Nona," sapa Bu Maya.

"Pagi Bu," jawab Zee, yang kini sudah mulai terbiasa dengan kehadiran orang lain di rumahnya.

Bu Maya langsung menuju ke dapur, menyiapkan sarapan sederhana, lalu membersihkan seluruh bagian rumah. Lantai yang dulu hanya di sapu seadanya kini di pel bersih. Perabotan disusun kembali dan jendela dibuka agar cahaya masuk lebih leluasa.

Di sisi lain, Pak Ali mulai bekerja di halaman belakang. Ia mencabut rumput liar, menggemburkan tanah, dan menandai area yang akan dijadikan taman. Dengan ukuran yang sudah ditentukan, sekitar satu meter dari gudang dan dua meter dari bangunan sumur, Ia mulai membagi lahan.

Beberapa bagian disiapkan untuk bunga, beberapa lagi untuk tanaman buah. Setiap gerakan Pak Ali terlihat cekatan seperti sudah berpengalaman.

Tanah yang awalnya kering dan tak terurus perlahan berubah menjadi lahan yang siap ditanami.

Zee beberapa kali memperhatikan dari pintu belakang, Dia merasa tenang melihat aktivitas itu, tapi tetap saja Dia tidak pernah benar-benar menatap lama ke arah bangunan kecil itu.

Hari berlalu begitu saja, rutinitas berjalan dengan stabil. Hingga suatu pagi, Zee berdiri di ruang tengah sambil memegang ponselnya. Dia berpikir cukup lama. "Aku nggak bisa terus bergantung sama ojek terus." gumamnya.

Akhirnya, Dia memutuskan untuk keluar hari ini, untuk pergi ke sebuah showroom mobil di kota.

Dia berjalan pelan di antara deretan mobil yang rapi, matanya memperhatikan satu per satu, hingga akhirnya berhenti pada sebuah mobil berwarna netral, tidak mencolok, terlihat nyaman dan praktis.

Dia mulai berbicara dengan petugas, menanyakan spesifikasi, mencoba duduk di dalamnya dan merasa setir ditangannya.

"Saya ambil yang ini," ucapnya mantap.

"Siap Nona," jawab petugasnya

Proses pembelian berjalan lancar dan tidak memakan waktu lama. Zee tersenyum tipis saat kunci mobil berada di tangannya.

Sekarang Dia tidak perlu lagi bergantung pada tukang ojek maupun angkutan umum. Namun Zee tidak berhenti di situ.

Dalam perjalanan pulang, Dia kembali berpikir, tentang Bu Maya dan Pak Ali. Tentang bagaimana mereka setiap hari harus berjalan atau naik angkutan umum hanya untuk bekerja dan berbelanja kebutuhan dapur serta perkebunan.

Sore itu juga, Zee mampir ke dealer motor. Dia memilih dua motor matic sederhana, mudah digunakan dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Keesokan paginya, Zee sudah menunggu di halaman depan. Bu Maya dan Pak Ali datang seperti biasanya.

"Selamat datang kembali Pak, Bu, boleh kita bicara sebentar sebelum Bapak dan Ibu bekerja." ujar Zee dengan tersenyum kecil.

"Boleh Non," jawab mereka kompak.

"Jadi begini Pak Ali dan Bu Maya, kalian pasti sudah melihat dua motor matic di parkiran itu kan. Motor itu nanti digunakan untuk Bapak sama Ibu untuk belanja kebutuhan yang di butuhkan. Agar tidak perlu lagi menunggu angkutan umum lewat ataupun ojek. Dan satunya juga bisa digunakan untuk kendaraan pulang pergi Bapak dan Ibu ya." Ucap Zee dengan nada lembut.

Bu Maya menutup mulutnya, terkejut. "Nona... ini terlalu berlebihan Non."

"Nggak apa-apa kok Bu, anggap saja ini bagian dari kerja." potong Zee lembut

Sedangkan Pak Ali menggaruk kepalanya, masih tidak percaya. "Tapi, Nona_"

"Di pakai saja, yang penting kerjaannya tetap rapi dan terus semangat ya." lanjut Zee

Akhirnya, keduanya mengangguk masih dengan rasa terharu yang tidak bisa disembunyikan.

Aktivitas pun kembali berjalan, dengan suasana lebih ringan dan hangat. Pak Ali mulai bekerja di taman dengan semangat baru. Ia bahkan mulai menanam beberapa bibit bunga di sisi yang sudah siap.

Sedangkan Bu Maya di dalam rumah bersenandung pelan sambil membersihkan dapur.

Zee berdiri di ambang pintu, memperhatikan semuanya. Senyum kecil terukir di wajahnya, untuk sesaat, Dia merasa semuanya lebih hidup.

Namun tanpa Dia sadari, angin pelan kembali berhembus dari arah belakang. Dingin, samar dan saat matanya tanpa sengaja melirik ke arah bangunan kecil itu, pintu masih tertutup rapat seolah tidak terjadi apa-apa.

Tapi jauh di dalam hatinya, Zee tau kehidupan di rumahnya memang tidak terasa sunyi lagi, namun sesuatu disana seakan selalu menunggunya.

1
Ida Kurniasari
Doble up thorr
Ida Kurniasari
Doble up thor
Ida Kurniasari
Doble up dong thorr😍
keyza formoza
lanjut thoorr
Ida Kurniasari
sangat sangat menarik thor
SyahLaaila: siap kak☺️
total 1 replies
Ida Kurniasari
bagus banget thorr,lanjutt up😍
Ida Kurniasari
😍
Chen Nadari
The best Thorr
SyahLaaila: makasih kak☺️
total 1 replies
Ida Kurniasari
baru bab satu aja udah deg degan thor,ceritamu bikin penasaran
Musdalifa Ifa
menguji kesabaran
Andira Rahmawati
mau nabung dulu biar puas entar bacanya👍👍💪💪💪
Andira Rahmawati
trusss semangat💪💪💪 lanjuttt
Andira Rahmawati
lama amattt jadi penasaran...
Andira Rahmawati
hadir thorr
Twis G
semangat author 🌹🌹🌹
Narina
lanjut thor semakin penasaran 😍😍
Narina
cerita nya seru thor lanjut 🌷🌷🌷
SyahLaaila: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!