"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengapa Kamu Percaya Aku?
Kini wajah mereka saling berhadapan dan tampak sangat dekat, Kiara merasa tak karuan sedangkan Eyden seperti menikmati situasi ini.
Kiara melepas tangan Eyden dari dagunya dan menjauh.
“ Langsung saja beri tau tidak perlu banyak drama seperti ini.” Ucap Kiara cuek.
Eyden tersenyum, dan mulai bercerita.
“Dulu Kota ini sangatlah menyenangkan dan hangat akan kebahagiaan, tawa setiap orang terdengar. Kebahagiaan tercipta, namun semua hilang saat pemimpin kota ini diganti karena meninggal. Pewaris untuk memimpin kota pergi entah kemana, hingga terjadi perebutan tahta. Pertumpahan darah dimana – mana, yang memimpin yang terkuat dan Dia adalah Ryon tangan kanan Pemimpin. Dia sangat kejam dan serakah hingga tak ada yang menyukainya. Itulah alasan mengapa orang – orang sedih dan sejujurnya kami mencari penerus Pemimpin agar Kota ini kembali seperti dulu.” Jelas Eyden membuat Kiara hanya terdiam tak percaya.
Apa mungkin Eyden berkata sejujurnya, Kiara merasa cerita itu seperti dongeng perebutan tahta dan tidak menyangka ada dikehidupan nyata.
“ Lalu mengapa kamu tidak dingin seperti mereka? Apa kamu ada di pihak Ryon?” Tanya Kiara penasaran.
Eyden tersenyum mendengar pertanyaan Kiara.
“ Keluargaku berusaha menerima kenyataan dan ikhlas dengan semuanya namun mereka yang diluar sana masih belum menerimanya. Aku dan keluargaku berusaha mencari Penerus tahta namun belum ada petunjuk.” Jelas Eyden serius.
Entah kenapa Kiara seperti terhipnotis dengan cerita Eyden dan percaya akan kisahnya.
Tiba – tiba mobil berhenti, dan Eyden turun membuka pintu. Kiara turun Dia pikir sudah sampai dipenginapan, namun dihadapannya terdapat toko baju yang sangat luas.
“ Ayo masuk!” Ucap Eyden menarik tangan Kiara untuk masuk.
“ Untuk Apa?” Tanya Kiara melepaskan genggaman Eyden.
Eyden tersenyum dan menghela nafas.
“ Untukmu! Apa kamu tidak akan ganti baju dari kemarin?” Tanya Eyden membuat Kiara malu.
“ Kamu tau pasti karena Aku bau kan?” Tanya Kiara.
Eyden hanya terdiam dan menggenggam tangan Kiara lalu masuk bersama.
Kiara tercengang Tokonya begitu sangat luas, banyak model pakaian disana. Eyden langsung membeli banyak pakaian untuk Kiara, hingga membuat Kiara tak enak. Setelah beres mereka ke mobil dan melanjutkan perjalanan.
Di mobil kembali terasa canggung, Kiara berusaha membuka topik.
“ Eyden terima kasih.” Ucap Kiara lembut.
Eyden hanya tersenyum dan fokus berkendara. Lalu mobil berhenti kembali yang Kiara sangka sudah sampai. Eyden membukakan pintu mobil untuk Kiara namun Ia melarang Kiara membawa semua barangnya.
Kiara turun dan Dia berdiri tepat didepan Resto yang sangat mewah.
“ Kita makan dulu.” Ucap Eyden langsung berjalan mendahului Kiara dan membukakan pintu Resto.
Kiara berjalan masuk dan sangat terkejut dengan kemewahan Resto tersebut. Tidak pernah Ia makan di tempat seperti ini sebelumnya. Kiara sangat grogi takut membuat malu Eyden.
Kiara duduk berhadapan dengan Eyden, semua yang sedang makan melihat ke arah mereka dan membuat Kiara merasa tak nyaman.
Tidak lama kemudian pelayan Resto menghampiri mereka memberi buku menu.
“ Eyden, sudah lama kamu tidak mampir ke sini?” Tanya pelayan seperti kenal dekat dengan Eyden. Lalu pelayan itu melirik ke arah Kiara dan terdiam fokus memperhatikannya.
“ Apa dia…” Tanya Pelayan dipotong Eyden.
“ Dia temanku Kiara.” Jawab Eyden singat.
Kiara dan pelayan saling memberi senyuman. Eyden meminta Kiara untuk memilih makanan apa yang Dia inginkan. Kiara membuka buku menu dan sangat bingung akan memilih apa karena makanannya terasa asing baginya. Bahkan harga makanannya membuat enggan Kiara untuk makan.
“ Kenapa?” Tanya Eyden heran.
“ Harganya sangat mahal, satu menu sama dengan uang jajanku satu bulan.” Jawab Kiara berbisik dan membuat Eyden tertawa.
“ Hahaha baiklah biar Aku yang memilih, Bro makanan paling spesial.” Ucap Eyden pada pelayan.
Pelayan langsung pergi dan datang kembali membawa makanan, terlihat sangat enak hingga Kiara menjilat bibirnya sendiri.
“ Silahkan dimakan.” Ucap Eyden lembut.
Kiara langsung menyantap makanan dengan lahap dan membuat Eyden terkejut dengan kelahapannya.
“ Apa Dia tidak makan selama sebulan? Lahap sekali.” Ucap Eyden dalam hati.
Kiara tersadar Ia terlalu kampungan makan dengan cara seperti itu dan memutuskan makan dengan santai.
Eyden mulai makan bersama Kiara, dan setelah selesai mereka tidak langsung pulang.
“ Terima kasih untuk makanannya, Aku sangat menyukainya.” Ucap Kiara lembut.
Eyden yang sedang mengelap mulutnya menggunakan tisu hanya tersenyum.
“ Eyden bolehkah Aku bertanya sesuatu?” Tanya Kiara sedikit gugup.
Eyden hanya mengangguk sembari tersenyum.
“ Kamu sangat ingin sekali mencari penerus tahta itu kan? Mengapa kamu ingin repot – repot mencarinya? Maaf jika Aku lancang.” Tanya Kiara gugup.
Eyden menghela nafas dan menatap Kiara dengan serius.
“ Karena Penerus tahta itu, Dia sahabat Ayahku.” Jawab Eyden membuat Kiara terkejut.
Kiara terdiam bingung tidak tau apa yang harus Ia katakan, sedangkan Eyden menunduk sedih.
Kiara menghela nafas dan menggenggam tangan Eyden dengan lembut dan membuat Eyden bangkit menatap Kiara.
“ Izinkan Aku membantumu mencarinya.” Ucap Kiara serius.
Eyden tersenyum dan mengangguk menyetujuinya. Mereka berjalan keluar menuju mobil, saat berjalan Kiara seperti memikirkan sesuatu Lalu Ia berhenti disamping mobil dan berbalik ke arah Eyden.
“ Ada apa?” Tanya Eyden bingung.
“ Eyden mengapa kamu menceritakan segalanya padaku? Apa kamu mempercayaiku?” Tanya Kiara gugup.