NovelToon NovelToon
Meretas Batas : Titik Cinta!

Meretas Batas : Titik Cinta!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Berbaikan / Cerai / Mengubah Takdir / Keluarga
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Avalee

“Menikahlah denganku, Jia.”

“Berhentilah memikirkan masa lalu!! Kita tidak hidup di sana!!”

“Jadi kamu menolakku?”

“Apa yang kamu harapkan?? Aku sudah menikah!!!!”

Liel terdiam, sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan. Sorot matanya yang tajam itu kembali lagi. “Aku tahu kamu sudah bercerai. Pernikahan macam apa yang sehari setelah menikah sudah tidak tinggal satu atap?”

Sebelas tahun lebih, mereka memutuskan untuk menyerah dan melupakan satu sama lain. Namun, secara ajaib, mereka dipertemukan lagi melalui peristiwa tidak terduga.

Akan kah mereka merajut kembali tali cinta yang sudah kusut tak berbentuk, meski harus melawan Ravindra dan anaknya Kay, wanita yang penuh kekuasaan dan obsesi kepada Liel, atau justru memilih untuk menyerah akibat rasa trauma yang tidak pernah sirna.

Notes : Kalau bingung sama alurnya, bisa baca dari Season 1 dulu ya, Judulnya Beauty in the Struggle
Happy Reading ☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avalee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan Berdarah

22 Juni 2012

**Ini adalah hari yang sama, di mana Kay melukai Jia, baca di Beauty In the Struggle, Bab. 29).*

Liel berlari dengan cepat dari Rumah Sakit, tempat di mana Jia dirawat. Dia menuju mobil hitamnya. Terpancar kemarahan yang luar biasa dari Liel. Kemudian, dia memutuskan untuk me-reservasi Restoran Steak, lalu menelpon Kay.

Liel terlihat gelisah saat Kay tidak kunjung mengangkat telelpon darinya. Namun untuk telepon yang ketiga kalinya, Kay mengangkat teleponnya.

Dia mengajak Kay dan dia menyetujuinya. Liel segera mematikan telepon tersebut. Wajahnya terlihat sangat muak saat harus berbicara dengan Kay. Dia pun bergegas mengendarai mobilnya menuju rumah Kay.

Sesampainya di sana, Liel menelponnya kembali, membuat Kay dengan cepat keluar dari rumah megahnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Dia menghampiri mobil Liel seraya mengetuk kaca mobilnya.

“Masuklah,” ucap Liel dengan senyum tipisnya waktu itu.

Kay membuka pintu mobil seraya tersipu malu. Wajahnya berubah menjadi merah merona hanya dengan melihat Liel tersenyum. Liel membawa Kay dengan kecepatan penuh. Setibanya disana, Liel membawa Kay ke sebuah  ruang VIP, agar dapat berbicara dengan nyaman tanpa harus diganggu suasana yang riuh dan suara yang berisik dari tamu-tamu restoran lainnya. 

“'Private room'? Apakah ingin membahas perjodohan kita?” Kay tersenyum lebar seraya melingkarkan kedua tangannya pada lengan Liel.

“Masuklah dahulu, jangan berdiri di depan pintu,” sahut Liel kesal.

“Aku kan mengabadikannya dahulu, “balas Kay seraya memotret makanan dan ruangan VIP tersebut.

Liel mengamati tingkah lakunya Kay. Terlebih lagi, yang membuat Liel saat itu heran adalah Kay sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah setelah melukai Jia. Kemudian, Kay mengarahkan kamera handphonenya ke hadapan Liel, tanpa sengaja Liel melihat bekas darah di kuku jari kanan Kay.

“Jarimu berdarah, apa kamu terluka?” pancing Liel untuk melihat reaksi Kay.

“Aah ya, tadi aku memegang 'cutter' untuk memotong kert…”

“Tangan Jia!! Kamu hampir saja membuat tangan kirinya tidak berfungsi.” Balas Liel dengan sorot mata yang tajam dan dingin.

Mata Kay melebar. Betapa terkejutnya dia saat mendengar ucapan Liel. Kay jelas sadar pembicaraan mereka mengarah ke mana. Namun Kay berusaha untuk tidak mengakuinya.

“Melukai Jia?!! Untuk apa aku melakukannya???”

“Jika sampai 10 detik kamu tidak mengakuinya, jangan harap kamu akan melihatku lagi!!”

Liel mulai menghitung dengan mengetukkan jarinya ke meja. Suasana di ruangan makin menegang. Sudah hitungan ke-tujuh, namun Kay tetap bungkam. 

“Kamu tahu dari mana??” Kay terlihat panik.

“Ya, sepu…”

“BERHENTI!!! MEMANG KENAPA JIKA AKU MELUKAINYA?? APA URUSANNYA DENGANMU?!!

Seketika Liel mencecar Kay dengan berbagai pertanyaan. Bahkan dia kecewa dengan sikap Kay yang berani mengulangi perbuatan jahatnya lagi, bahkan membohonginya.

Liel tidak pernah membayangkan, bahwa anak kecil yang selalu bersamanya seiring mereka bertumbuh, kini berubah menjadi gadis yang kejam, penuh iri dan dengki, dan hal itu, membuat hatinya terasa sakit.

“Li … liel, aa… aku tidak suka jika kamu bersamanya! Kamu kan tahu aku menyukaimu dari semenjak kita masih kecil?”

“Jangan berharap lebih padaku!!! Kamu tahu bahwa aku hanya menganggapmu teman!! Kemana gadis manis dan baik itu? Aku tidak pernah melihat itu lagi darimu … Kay.”

“Haa, berarti benar kamu menyukai nya? Apa seharusnya aku membunuhnya saja?” Balas Kay dengan wajah seramnya.

Liel mengambil pisau kecil pemotong daging yang ada di atas meja, dan mengarahkan ke lehernya. Dia bermaksud mengancam Kay. Liel tahu, bahwa kelemahan Kay adalah dirinya.

“Jangan pernah lagi menyentuhnya walau seujung rambut pun!! Lawanmu adalah aku Kay, bukan Jia!”

Wajah Kay terlihat takut. Secepat mungkin dia menghampiri Liel yang mencoba melukai dirinya sendiri. Kay berusaha untuk menahan tangan Liel yang memegang pisau. Namun, tiba-tiba saja Kay berhenti menahan pisau tersebut dan tersenyum licik. Liel terkejut, dia merasa ada yang tidak beres dengan Kay.

Kemudian Kay menatap tajam Liel dan membuatnya perlahan berjalan mundur. Disaat Liel lengah, Kay mengeluarkan pisau kecil tajamnya, berhasil menusuk beberapa kali dan merobek lebar paha kanan Liel, membuat Liel terjatuh ke lantai. Seketika Liel berteriak kesakitan.

Setelah melukai paha Liel, kay segera menusuk lengan atasnya beberapa kali dan menancapkan pisaunya di sana. Kemudian Kay menginjak tangan nya  agar Liel tidak dapat bergerak dengan bebas. Kay pun dengan cepat naik ke atas badan Liel yang sedang berteriak kesakitan. Secepat kilat Kay mendorong tangan kanan Liel agar pisau yang di pegang Liel itu sendiri mengenai lehernya. 

“Begini cara yang benar jika ingin melukai diri sendiri Liel!! ucap Kay dengan wajah menyeramkan.

“Dasar perempuan gil4!!!!”

“Jangan bertingkah!!!! Bergerak sedikit saja maka kamu bisa mati!!”

Prediksi Liel waktu itu meleset. Dia tidak menyangka jika Kay mampu bersikap kejam dan sadis terhadapnya. Dia bahkan tidak menyangka bahwa Kay ternyata sangatlah kuat. Liel masih berusaha menahan tajamnya pisau yang sedikit demi sedikit menyayat  tipis lehernya.

Melihat hal itu, Liel merasa tidak bisa membiarkan perilaku brutal Kay lebih lama lagi, karena pilihannya ada dua, mati atau bertahan hidup. Meski sedang kesakitan, dengan sekuat tenaga, Liel berhasil membuang  pisau yang mengarah ke lehernya ke lantai dan menendang perut Kay dengan kaki kirinya.

Seketika Kay terjungkal dan terbaring di lantai. Liel pun berdiri meski harus menyeret kaki kanannya. Dia segera melepas pisau yang menancap di lengan atas kirinya meski harus meringis kesakitan. Darah segar pun mengucur deras, menetes hingga mengotori lantai.

Kay yang segera ingin berlari pun Liel tahan. Dia segera menarik rambut coklatnya Kay. “Aku tidak tahu bahwa kamu segila ini!!! Jangan berani mengganggunya lagi, wanita s1alan!!”

Kay tertawa dengan wajah yang menyeringai. “Liel … Liel, Jangan terlalu percaya diri hanya karena aku mencintaimu, bukan berarti aku luluh terhadapmu!!!! kamu tahu bahwa aku bisa melakukan apapun, apalagi pada Jia!! Atau … haruskah ayahmu kehilangan jabatannya esok hari? Kamu sendiri tahu bahwa kekuasaan ayahku lebih besar daripada ayahmu!!!!”

Matanya melebar, menahan rasa marah yang berapi-api. Dia menatap Kay seperti tatapan seorang pembunuh. Namun akal sehat Liel masih berjalan dengan baik, sehingga Liel mampu menahan emosinya.

“Seharusnya kamu tahu diri dengan ucapanmu!! Kamu beserta keluargamu hanyalah parasit yang merebut milik ayahku!!”

Kay tersenyum sinis. “Terserah kamu ingin berkata apa, tetapi lihatlah posisi kita, siapa yang sedang berada di atas? Bukankah aku??”

Liel geram, mengencangkan tarikan pada rambut Kay. “Apa maumu? Jika kamu menginginkanku, aku tidak bisa! Di hatiku hanya ada Jia!”

“Jadilah kekasihku, maka aku akan melepaskan Jia dan tidak akan melibatkan ayahmu atas peristiwa ini.”

Seketika ruang VIP tersebut menjadi hening. Liel terlihat putus asa karena selalu menghadapi berbagai pilihan yang membuat dirinya menderita. Liel sangat tahu bahwa setiap pilihan yang ada hanya akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Liel pun akhirnya memilih pilihan yang menurutnya adalah jalan terbaik.

“Baiklah! Jangan pernah ingkari janjimu! Ketahui satu hal ini Kay, bahwa kamu tidak akan pernah ada di hatiku, selamanya!!!” Liel melepaskan rambut Kay dan mendorongnya dengan kasar.

“Aww… mengapa tidak dari dulu kamu sekasar ini padaku? Sekarang … kamu membuatku bergairah!!” Kay menggigit bibir bawahnya. 🤮

“Haaa … kamu tahu? Sekarang perempuan paling menjijikan di dunia ini jatuh kepada dirimu!!!!”

Liel beranjak pergi melalui pintu belakang ruangan VIP, meninggalkan Kay sendirian. Langkahnya pun tertatih-tatih, berusaha berjalan dengan benar, meski sudah tidak tahan menahan rasa sakit.

1
TokoFebri
agak ngakak ya dengan kata Universitas Sinus wkwwk
TokoFebri
Kay jahat banget.
TokoFebri
Liel, apa kamu yakin mampu menahan rasa rindumu kepada jia?
TokoFebri
liel mikir aja cakep wwkw
TokoFebri
pengen punya pen kayak gitu. mahal kali ya..
TokoFebri
Kalau bicara masalalu memang berat. apalagi kalau yang buruk buruk. tapi jia.. move on ke masa depan. semoga bisa melewati semua masalahmu jia untuk kedepannya.
drpiupou
nah yah kan, bikin cpek aja berdebat wkwkw
drpiupou
wkwkw lgsung auto masuk
drpiupou
waduh wanita malam. gadis malam atau gimana nih mksdnya/Awkward/.

uhh pesta ambil minum pasti ini
Miu Nuha.
Aku menikmati karyamu author Avalee yang keren banget kalo bikin alur cerita. love-hate dan chemistry Jia dan Liel juga bagus, naik turun kek rolercoster, seru! 😆

semangat berkarya!!
Avalee: Akkkh makasih byk kak 😍
total 1 replies
Miu Nuha.
jian, berani sekali jia /Joyful/
Miu Nuha.
masih muter2 kek komedi putar yg gk mau berhenti, sabar ya /Shy//Shy/
Miu Nuha.
kok ya bisa /Facepalm//Facepalm/
Miu Nuha.
ada aja kamu bikin scene begini Thor /Proud//Proud/
Miu Nuha.
aduh, gara2 kemeja jadi seseius ini /Gosh//Gosh/
,, untunglah papany super duper lovely papa~
Miu Nuha.
ahahah lucu sekali /Facepalm//Facepalm/
Miu Nuha.
dandan bang dandannnn!!
Miu Nuha.
tingkahmu Jia Jia 😙😙
Miu Nuha.
Yay, akhirnya ciuman juga
Miu Nuha.
ya ampun ya ampun belum nikah aja udh kek pertengkaran suami istri /Facepalm//Facepalm/ ,, kalian ini~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!