ARC 1 - Reruntuhan Kuno Dimensi ~ END
Sekte Qingyun adalah salah satu dari sekte-sekte besar di benua itu. Murid-muridnya berbakat, dengan kekuatan mereka masing-masing mereka berlomba-lomba untuk menjadi lebih kuat mencapai puncak di sekte itu.
Namun, ada seseorang yang tak bisa melakukan semua itu... Yun Zhi namanya, dia memiliki tubuh yang begitu lemah, membuatnya tak bisa berkultivasi seperti yang lain. Sampai pada akhirnya ia ditemukan dengan wanita cantik yang akan membuatnya lebih kuat.
Ini akan menjadi perjalanan panjangnya, yang terlemah menjadi yang terkuat.
BUAT YG MAU NANYA "KAPAN MC-NYA OP?" MCNYA OP DI BAB 20AN!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Langkah Awal
Beberapa bulan telah berlalu, menyusup seperti kabut tipis yang mengambang di antara waktu. Di kamar kecil yang bersih dan tenang di bagian timur kompleks Sekte Qingyun, suasana mendamaikan jiwa. Di dalamnya, langit-langit kayu berukir awan-awan ilahi menaungi ranjang dengan kain putih lembut, tirai melambai perlahan diterpa angin sore dari jendela terbuka. Cahaya jingga yang hangat menyelimuti lantai batu giok pucat, memantulkan kilau seolah lantai itu terbuat dari langit yang membeku.
Di tengah kamar, duduk seorang pemuda dalam keheningan—Yun Zhi. Tubuhnya tegak namun santai dalam posisi meditasi, napasnya teratur bagai aliran sungai yang tenang. Di hadapannya, udara mulai bergetar pelan, membentuk pusaran Qi yang mengalir lembut seperti embun yang menari. Aura spiritual menguar perlahan dari pori-porinya, memancarkan cahaya lembut berwarna biru keperakan yang menghangatkan seisi kamar.
Sementara itu, di atas ranjang yang tertata rapi dan empuk, seorang wanita dengan rambut hitam panjang terurai rebah dalam damai—Tianqiong. Nafasnya ringan, matanya terpejam, dan wajahnya terlihat seperti lukisan musim semi, tenteram dan tenang. Suasana begitu damai hingga suara waktu sendiri seolah enggan mengganggunya.
Namun kedamaian itu terguncang dalam sekejap. Cahaya yang menyelimuti Yun Zhi tiba-tiba bergetar keras, lalu meledak dalam dentuman Qi kecil yang menyapu ruangan dengan lembut namun cukup kuat untuk membangunkan siapa pun dari tidur terlelap.
"Hoo~ Kau sudah mencapai Ranah Qi Refining Tahap Akhir yah," gumam Tianqiong sambil menguap lembut, matanya yang setengah tertutup kini perlahan terbuka, memandang Yun Zhi dengan campuran kagum dan kantuk.
Yun Zhi perlahan membuka matanya. Pupilnya bersinar dengan keteguhan baru. Ia meregangkan tubuhnya, otot-ototnya mengendur setelah lama duduk kaku. Napasnya tenang, seperti angin yang menyusuri pegunungan tinggi.
"Yeahh... Baru saja, sebelum perjalanan kita, aku harus mencapai Ranah Foundation Establishment secepat mungkin."
Tianqiong mengubah posisinya, kini duduk bersandar pada kepala ranjang, selimut tipis tergelincir dari bahunya yang halus. Wajahnya yang polos dipenuhi rasa ingin tahu yang dalam.
"Kenapa begitu?"
Yun Zhi menoleh sejenak ke arahnya, lalu menatap ke luar jendela di mana langit senja mulai berbaur merah dan emas.
"Jika terlalu lemah akan sulit bagiku di luar sana, mana mungkin aku terus mengandalkan wanita cantik di hadapanku ini, bukan?"
Tianqiong tersenyum, senyumnya setipis kabut pagi. Matanya berbinar lembut saat ia membalas dengan nada yang tenang.
"Karena dirimu mengalahkan Feng Li sebelumnya, aku yakin kekuatanmu sudah cukup kuat. Tapi jika membahas dunia luar... Yah, kau tidak salah."
Angin memasuki kamar, membawa serta aroma bunga plum yang bermekaran di taman. Yun Zhi menutup matanya sejenak, menghirup harum alam yang lembut, lalu membuka kembali pandangannya yang dalam.
"Kira-kira begitu. Selama aku mencapai Ranah Foundation Establishment, maka tidak perlu takut, setidaknya untuk melawan musuh dengan Ranah yang sama."
Ia sadar benar, bahwa kekuatan dalam dunia kultivasi adalah perbedaan antara hidup dan mati. Meskipun kini berada di puncak Qi Refining, ia belum sepenuhnya aman. Jika dikepung oleh sekelompok kultivator lain yang setara, ia bisa kehilangan nyawa dalam hitungan detik. Tidak seperti Ling Yue yang telah menembus Ranah Foundation Establishment Tahap Kokoh, keberadaan seperti itu adalah pilar kekuatan—tak tergoyahkan di medan tempur.
Ketika keheningan nyaris menguasai kamar lagi, terdengar ketukan lembut di pintu. Bunyi itu tidak keras, namun cukup menggema dalam suasana yang tenang.
Tianqiong berjalan mendekat dengan langkah ringan dan membuka pintu perlahan. Di luar berdiri seorang pria tua, berpakaian sederhana namun berwibawa, rambut dan janggutnya telah tersentuh oleh waktu.
"Ini dari ayahmu." Pria itu mengulurkan selembar kertas, lalu membungkuk sedikit dan pergi tanpa sepatah kata lebih lanjut.
Yun Zhi menerima surat itu dan membuka lipatannya. Tulisan tangan yang tegas terbaca dengan jelas.
'Zhi’er, datanglah ke ruangan tengah sekte sekarang juga. Ada hal yang kau, aku, dan ketua sekte bahas.'
Yun Zhi memandang Tianqiong sejenak, seolah meminta pendapat tanpa kata. Wanita itu hanya mengangkat bahu ringan, matanya mengandung pemahaman yang dalam.
"Pergi saja, kelihatannya kabar tentang dirimu sudah terdengar oleh mereka."
Dengan langkah mantap, Yun Zhi meninggalkan kamar. Ia berjalan menyusuri lorong batu panjang, dinding di sekitarnya dipenuhi lentera giok biru yang mengalirkan cahaya seperti aliran sungai malam. Jejak langkahnya bergema pelan, namun setiap langkah mengandung keberanian dan ketetapan hati.
Ruangan tengah sekte akhirnya terlihat di ujung lorong. Pintu besar dari kayu cendana terbuka lebar. Di dalam, ruangan itu menjulang tinggi dan luas, langit-langitnya dihiasi lukisan langit surgawi dan bintang-bintang abadi. Lampu kristal berlapis permata menggantung di tengah ruangan, memancarkan cahaya seperti matahari pagi.
Yun Zhi melangkah ke dalam, tidak terganggu oleh keagungan tempat itu. Pandangannya tetap datar, langkahnya tidak gentar.
Di dalam, duduklah dua tokoh penting di hidupnya—Ketua Sekte Long Zhifeng dengan jubah biru panjang dan aura bijak yang mendalam, serta Yun Gang, ayah kandungnya, yang mengenakan jubah abu-abu keperakan. Mata Yun Gang tajam menyorot, seperti pisau yang menyayat kebenaran.
"Murid, Yun Zhi. Telah hadir." Ia berlutut satu kaki, suaranya tegas namun penuh hormat.
Long Zhifeng menatapnya dengan penuh pertimbangan, seolah menimbang setiap helai rambut di kepalanya.
"Yun Zhi, akhir-akhir ini terdengar sebuah rumor tentangmu. Kau tau itu?"
Ayahnya tidak berkata apa-apa, namun mata itu berbicara—menuntut kejujuran, memohon agar tidak ada dusta yang keluar.
"Yeah... Aku tau itu."
Ketua sekte berdiri. Wibawanya mengisi udara ruangan seperti badai yang akan segera pecah.
"Apa rumor tentang kekuatanmu itu benar?"
Yun Gang menambah tekanan.
"Zhi’er, jangan berbohong. Aku tau kau itu lemah, apa kau menyebarkan rumor palsu agar dianggap kuat?"
Yun Zhi mengangkat wajahnya, sorot matanya tajam, jujur, dan penuh perlawanan.
"Rumor itu benar, aku tidak akan punya alasan untuk berbohong, kan. Lagi pula para murid tidak akan mempercayai kebohonganku. Kecuali... Mereka menyaksikan sendiri, hal yang mereka lihatlah yang membuat mereka yakin akan rumor tentang diriku."
"Jadi kau ingin bilang kau berhasil menyembuhkan tubuhmu itu?! Tanpa bantuan kultivator kuat dan hanya mengandalkan dirimu?"
"Kalau iya, memangnya kenapa? Ini tidak ada hubungannya denganmu. Ini urusanku sendiri."
Long Zhifeng mengerutkan kening.
"Bagaimana kau akan membuktikannya?"
Yun Zhi berdiri dan mengedarkan napas. Seketika, aura Qi-nya meledak dalam sekejap. Aura yang sebelumnya tenang, kini menggema di seisi ruangan. Angin spiritual mengalir dari tubuhnya, menyapu debu di lantai, mengguncang lentera-lentera ringan di dinding.
"Ranah Qi Refining Tahap Akhir, hanya dalam beberapa bulan?!" Ayahnya tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?! Apa kau membuat kesepakatan dengan iblis!?"
"Orang Tua bodoh! Apa kau tidak suka aku sembuh?! Bahkan menuduhku begitu!"
Yun Gang terdiam, ketegangan menggantung berat di udara. Long Zhifeng menatap Yun Zhi dalam-dalam, lalu berbicara lagi.
"Ranah Qi Refining Tahap Akhir dalam beberapa bulan ya. Kau memiliki bakat yang bagus, nak."
"Yeah... Kira-kira begitu, tapi jangan salah paham. Jika sekte ini dalam masalah aku tak akan membantu samasekali, aku lebih memilih melarikan diri jika itu terjadi."
Yun Gang mengepal tinjunya. Amarah telah mencapai batasnya.
"Hoo... Jadi ketika sekte ini hancur, kira-kira apa yang akan kau perbuat?"
"Menjelajahi dunia, aku lebih tertarik dengan itu. Ingat ini. Setelah urusanku selesai maka aku akan keluar dari sekte ini!"
"ANAK DURHAKA! AKU SUDAH MERAWATMU SEJAK KECIL DAN INIKAH BALASANMU?! Bersikap lancang dan bahkan ingin keluar dari sekte setelah mendapat kekuatan! Kau ini memang—"
"Lalu kenapa?!"
Ledakan emosi itu membuat udara bergetar.
"Dari awal aku berada di sekte ini adalah karena dirimu, aku lebih tertarik di dunia luar. Tapi kau malah memaksaku tinggal di sini, di kamar yang sempit dan membosankan!"
Yun Gang melompat, matanya membara. Tinjunya melayang menuju Yun Zhi.
"Anak durhaka!"
Yun Zhi menjawab tanpa ragu.
"Tinju Bunga Gelap."
Boom—!
Asap memenuhi ruangan. Serangan mereka bertemu dengan ledakan dahsyat. Yun Gang tetap berdiri, namun Yun Zhi terpental beberapa langkah ke belakang.
Ketika asap mulai mereda, suara langkah kaki lembut terdengar, menyibak keheningan.
Pintu terbuka. Sosok wanita dengan gaun hitam berkilau masuk tanpa tergesa. Wajahnya anggun, rambut hitamnya mengalir seperti arus malam, dan mata seperti bulan baru menatap semua dengan dingin.
"Siapa! Lancang sekali memasuki ruangan ini!"
Tianqiong.
Tanpa berkata-kata, ia menghampiri Yun Zhi yang terjatuh. Ia meraihnya dan membantunya berdiri, memeluknya seolah menantang seluruh dunia.
"Dia... Adalah milikku, jadi bisakah kalian berhenti memaksanya?"
"Apa hakmu memerintahku?! Dia adalah anakku!"
"Akulah yang menyembuhkannya, atau lebih tepatnya membangkitkan dirinya. Lalu kalian? Apa yang kalian lakukan padanya? Bahkan memaksanya tinggal di tempat yang tidak ia sukai."
Keheningan membatu. Kebenaran kata-kata Tianqiong menyayat hati yang paling keras. Yun Gang menggertakkan gigi, tetapi tak bisa menjawab.
Long Zhifeng akhirnya angkat suara.
"Nona ini, siapa? Aku tidak merasa kalau kau adalah murid di sekte ini."
"Aku Tianqiong. Aku adalah wanitanya Yun Zhi. Darimana aku berasal? Itu bukan urusan kalian, kalian tidak perlu tau itu."
Suaranya tenang, namun auranya seperti gunung es di samudera—dingin, besar, dan tak tergoyahkan.
Tianqiong membalik tubuhnya, meraih tangan Yun Zhi dan berjalan menjauh. Gaunnya melambai, langkahnya seirama dengan tekad. Yun Gang dan Long Zhifeng hanya bisa memandang punggung mereka yang menjauh—dua sosok yang kini berjalan pada jalan yang tak bisa mereka bendung.
Langkah-langkah itu meninggalkan gema, dan gema itu menandai awal dari perubahan besar.