NovelToon NovelToon
Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah sejarah / Sistem / Time Travel / Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa
Popularitas:506k
Nilai: 4.8
Nama Author: R.A Wibowo

Diselingkuhin oleh kekasihnya? Kedua orang tua meninggal karena penyakit yang tidak mampu disembuhkan? Menderita karena miskin?

Semua ini di alami oleh Aditya Narayan. Seorang pria yang bisa dibilang gagal dalam kehidupan.

Penderitaan Adit tidak berhenti disitu saja, dia juga mengalami tindakan keriminal dan terbunuh di tempat kasir, tempat dia kerja.

Menganggap bahwa semua telah berakhir, Adit menutup kedua matanya.

[Ding! Selamat anda mendapatkan sistem: Pengubah takdir]

[Apakah anda ingin mengubah takdir anda?]

Namun itu belum berakhir sama sekali. Tiba-tiba sebuah layar notifikasi muncul di udara.

Melihat adanya kesempatan untuk mengulang kehidupan menyedihkan ini, Adit memutuskan untuk mengulangi waktu.

Dia kembali ke tujuh tahun saat dia masih SMA dan sebelum semua pristiwa buruk menantinya.

Mampukah Adit mengubah masa depannya? Bisakah dia membuat masa depan di mana kedua orang tua masih hidup?

----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5. Membeli Emas

Jam istirahat masih berlangsung karena kejadian di kantin menjadi gaduh banyak siswa yang kembali ke kelas.

Sedangkan Adit dia malah berada di roftop sekolah, sendirian sambil menatap langit yang membentang luas. 

Waktu masih tersisa lima belas menit sebelum masuk jadi bersantai sejenak masih cukup dan ada satu hal yang ingin dicoba oleh Adit.

“Sitem!”

Layar hologram kembali muncul, seperti susunan dalam game Adit mencari beberapa opsi untuk menukarkan coin yang baru dia dapat.

Di sana ada penukaran sepuluh coin untuk satu batang emas tentunya tanpa panjang lebar dia membeli emas tersebut.

[Coin berkurang 10]

[Sisa coin 90]

Adit menyipitkan mata. Coin miliknya sudah berkurang tapi emas yang dia beli tidak kunjung muncul.

“Sistem apa ini penipuan?”

[Anda salah, Tuan. Sistem tidak akan melakukan penipuan]

“Lalu di mana emas yang baru saja aku beli?”

[Tuan bisa mengambilnya di ruang perlengkapan dan menekan tombol emas maka satu batang akan keluar]

Adit menganggukan kepala dan melakukan apa yang diperintahkan oleh sistem, tiba-tiba satu bongkah emas muncul setelah Adit menekan logo emas di layar perlengkapan barang.

“wao benar-benar muncul”

Melihat emas yang muncul, Adit tersenyum. Jika dia menjual ini di toko emas maka harga yang didapatkan pasti bukan main dan dengan uang itu dia bisa membiayakan kedua orang tuanya di rumah sakit.

“… tapi membawa emas di sekolah akan menarik perhatian.” Kata Adit baru menyadari hal paling penting.

[Anda benar Tuan. Anda bisa mengembalikan satu emas ke ruang perlengkapan kembali.]

Adit melakukan hal yang disarankan sistem dan emas menghilang digantikan dengan logo bergambar satu emas di layar perlengkapan.

“Jadi begitu… ini seperti game,” gumam Adit. 

[Anda baru sadar? Betapa udiknya Tuan.]

“cih, ya maaf. Aku terlahir miskin sejak lahir jadi aku tidak tahu banyak tentang game.”

Bel berbunyi tanda waktu istirahat berakhir.

Adit menghela nafas jelas sekali dia malas untuk kembali ke kelas, dengan langkah lambat dia berjalan menuju kelas.

...***...

 Tap… Tap… tap

Suara langkah Adit bergema di Lorong sekolah, tinggal beberapa langkah lagi dia akan sampai kelas 2 A, tapi saat di belokan dia bertemu dengan wanita cantik yang baru saja dia selamatkan.

Dia tidak lain adalah Emilia, wanita itu terlihat membawa banyak buku paket yang berat di kedua lengannya.

Emilia terlihat lebih rapi dari pada sebelumnya, alis mata tebal, kelopak mata cerah berwarna biru yang tampak mengemaskan, rambut hitam lembab yang terurai rapi hingga pundak dan aroma pewangi yang harum.

Pesonanya sangatlah menawan. Adit yang biasanya melihat sosok Emilia hanya saat diganggu saja.

Menjadi terpesona, dia kini tahu kenapa banyak yang tertarik dengan gadis di depan matanya.

“A.. kamu Adit kan, sekali lagi aku mengucapkan terima kasih dengan yang barusan.” Emilia tersenyum manis ke arah Adit.

“Ya, sama-sama… omong-omong ada apa dengan buku paket tebal itu? Terlihat berat,” kata Adit menatap dua lengan kurus dari Emilia yang membawa puluhan buku yang berat.

“Hahaha~ ini ya? Biasa pak Zain, guru Ingris meminjam buku di perpustakaan, karena jam pelajaran beliau sudah selesai maka aku mengembalikan buku ini,” jelas Emilia dengan sedikit tersenyum kecut dan dia mengalihkan pandangan dari Adit.

Buku yang dibawa Emilia sangat banyak mungkin sekitar 38 biji, dan menyuruh gadis membawa barang seberat ini sendiri, merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan oleh Pak Zain, guru yang terkenal baik hati.

Satu-satunya jawaban dari keanehan ini hanya satu… “Kamu dipaksa membawa ini sendirian, 'kan? Apakah mereka sering mengganggumu?"

Tidak ada jawaban dari Emilia, dia justru makin tersenyum kecut dan berkeringat. Melihat respon dari Emilia, dia yakin akan pikirannya sendiri.

Emilia sudah jelas sekali dipaksa oleh seseorang di kelasnya, dia ditindas dengan paksa.

“Hah,” helaan nafas keluar dari mulut Adit. “Sini aku ambil sebagian.” Dia mengambil hampir separuh lebih dari buku yang dibawa Emilia.

Saat Adit mengambil buku paket, tanpa sengaja lengan kedua orang itu bersentuhan. Adit sendiri tidak menyadari hal ini, tapi Emilia merasakan sensasi sentuhan hangat dari Adit dan wajahnya berubah menjadi merah padam.

"Kenapa kamu memerah?"

"... Tidak, aku baik-baik saja," ucapnya lirih dan memalingkan wajah, menyembunyikan rona merah di pipi.

"Aku akan mengambil lebih banyak lagi.. mungkin sekitar 30, kamu bawa 8 saja."

“Eh, tidak perlu, itu merepotkanmu,” jawab Emilia gugup karena tangannya lagi-lagi tidak sengaja bersentuhan dan wajah Adit sangat dekat.

“Lagipula bagaimana dengan jam pelajaran di kelasmu?” tanya Emilia tampak khawatir.

“Tidak perlu peduli. Aku juga malas kembali ke kelas itu. Lagipula aku sudah memahami semua pelajaran di sekolah.”

Ini bukan kebohongan, setidaknya sekarang Adit sudah memahami semua pelajaran tingkat SMA kelas 2 ke atas, ini efek dari level naik.

“Ayo Emilia.” Adit membawa sebagian besar buku paket dan berjalan menuju perpustakaan.

"Oh, iya. Jika ada si Rivan mengganggumu bilang ke aku, biar kubuat orang itu mampus." Adit kembali berjalan, menuju perpustakaan.

Emilia menatap pundak gagah dari Aditya, dia makin merona karena perkataan darinya. “Kamu sangat baik, Adit," gumamnya.

Lalu Emilia mencengkram buku dengan erat. “Tapi, ini justru aneh jika ada orang yang berprilaku baik kepadaku."

Emilia sering mendapatkan kekerasan baik itu perkataan maupun fisik.

Rivan sering melecehkannya, teman-teman di kelas terus meremehkan dan menganggap rendah Emilia.

Di rumah? lebih parah lagi. Kedua orang tua Emilia pernah melemparkan piring ke kepalanya dan ibu Emilia juga pernah mengunci Emilia di kegelapan beberapa hari dengan borgol di kedua tangan.

Saat makan pun, Emilia akan diberikan piring dan dilemparkan di lantai, ibunya menyuruh makan kayaknya hewan. Begitulah kehidupan yang dialami oleh Emilia.

Dia bunuh diri bukan hanya karena diperk*sa, dia sejak awal...

Sudah muak untuk menjalani hidup....

Setelah berjalan bersama dan turun tangga sekitar lima menit, akhirnya mereka sampai di perpustakaan. Emilia membalikan buku ke petugas perputsakaan dan kembali keluar dari perpus, menemui Adit yang menunggu di luar.

“Makasih Dit, kamu baik sekali,” ucap Emilia dengan senyuman cerah lalu dengan cepat dia merasakan hawa panas melalui pipinya. ‘sial aku keceplosan.’

"A... Jangan salah paham yang tadi hanya salah omong! Eh tidak. Ini bukan berarti kamu tidak baik, tapi.. itu, kamu..." Emilia gemeteran karena merasakan rasa malu yang hebat.

Adit hanya tersenyum melihat tingkah lucu dari Emilia.

Setelah membalikan buku tentunya kedua orang itu berjalan menuju ke kelas masing-masing. Adit di kelas 2 A dan Emilia di kelas 2 B, mereka terpisah untuk beberapa saat.

Pelajaran waktu itu kebetulan kosong jadi tidak ada hukuman untuk Adit yang telah masuk kelas, tapi tatapan mata para siswa berubah, mereka menatap kagum Adit.

... *** ...

Waktu pulang telah datang.

Dengan penuh gembira Adit berjalan menuju toko emas mencoba menjual emas yang baru saja dia tukar ke toko sistem.

“Kak aku punya emas, bisa cek berapa harga yang kudapatkan?”

Saat sampai Adit mencari penjaga toko dan menawarkan emas, awalnya penjaga kaget melihat anak seperti dia punya emas dan sempat berpikir bahwa ini palsu.

Saat dicek dengan alat canggih penjaga toko tidak berhenti terkejut.

'Ini asli dan juga kualitas tingkat tinggi harganya mungkin ada di atas 100 juta, atau bisa dijual sekitar 150 juta, tapi pemilik emas hanya bocah! dia mudah ditipu, hihihi~' batin penjaga toko.

"Dek untuk harga emas sekitar 80 juta," kata penjaga itu tersenyum, menyembunyikan sebuah kebohongan.

“80 juta? Serius?” tanya Adit terkejut, ini pertama kali bagi dia mendengar nominal uang sebesar itu.

Tapi mata yang tadinya terbuka lebar menjadi menyipit dia merasa ada yang aneh ketika sistem tiba-tiba menjelaskan.

[Jangan mau ditipu Tuan!]

[Di pasaran, satu emas setidaknya memiliki harga 150 juta.]

"Apa benar 80 juta? Tidak terlalu rendah?" tanya Adit penuh rasa curiga setelah mendengar informasi dari Sistem.

Penjaga toko jadi berkeringat dingin dia tidak menyangka bahwa remaja seperti Adit tahu tentang harga emas yang benar.

"95? oke, akan ku tukar dengan uang 95 juta, bagaimana?"

Adit menggelengkan kepala. "Kakak mau menipu saya? Aku tahu harga emas ini sekitar 150 juta, tapi kakak menawarkan dengan harga sangat renda, apa kakak mau ku laporkan polisi atas niatan menipu?" ancam Adit.

Penjaga itu mengigit bibir, kesal. "Oke, aku beri 130 juta, bagaimana? Ini sudah cukup tinggi."

Setelah banyak pertimbangan dan pemikiran, Adit memutuskan untuk menerima tawaran 130 juta. Meskipun kurang 20 juta dari harga asli, tapi dengan uang sebanyak itu dia bisa membiayai kedua orang tua.

Dia juga tidak seserakah itu masih banyak coin yang bisa ditukarkan dengan emas.

"Oke kak aku Terima. Karena nominal cukup besar aku minta di transfer di rekeningku."

Penjaga itu menganggukkan kepala dan mengirim 130 juta ke saldo rekening Adit.

[Saldo anda bertambah 130 juta]

"Sudah masuk kak, terima kasih."

Karena saldo sudah masuk dengan hati gembira Adit berjalan keluar dari toko.

'Aku sangat beruntung. Ayah dan ibu tunggu aku dengan uang ini aku akan membiayai tunggakan di rumah sakit.' batin Adit sambil berjalan.

Ting... Ting..

Ponsel genggam Adit berbunyi dan dia membuka.

"Halo dengan siapa?" tanya Adit.

"Apa benar ini adek Aditya Narayan?" terdengar suara wanita di balik telepon.

"Iya benar, ada apa ya??"

"Kami dari pihak rumah sakit, ingin mengatakan bahwa penyakit dari ibu dan ayah adik semakin parah, dan tunggakan biaya juga makin naik. Saya sangat tidak ingin mengatakan ini tapi ada kemungkinan bahwa kedua orang tuamu akan dikeluarkan dari rumah sakit karena tidak mampu membayar."

"Apa? Sial! Cepat bawa kedua orang tuaku ke ruang VIP dan rawat mereka dengan baik!"

"Tapi dek, masalah biaya masih—"

"Uang akan ku bayarkan! Masalah itu nanti saja.. tolong nyawa orang tuaku lebih penting untuk saat ini." teriak Adit dalam telepon karena marah.

Ada selang beberapa detik sebelum wanita itu menjawab telepon.

"... Saya sangat meminta maaf, tapi karena SOP dari rumah sakit anda harus datang ke rumah sakit dan membayar tagihan dulu, baru kami akan memindahkan kedua orang tua adik ke ruang VIP."

Suara dari wanita itu terlihat penuh penyesalan, Adit tahu bahwa aturan dari rumah sakit cukup ketat dan mungkin banyak dari mereka tidak percaya bahwa anak remaja seperti dia bisa membayar. Tapi jika menyangkut masalah nyawa ini bukan main-main.

"Sudah diam dan beri perawatan sebisa mungkin untuk mereka! Aku akan segera ke rumah sakit, awas saja jika sesuatu terjadi ke pada mereka."

-Tip

Adit mematikan telepon hp dan berlari sekencang mungkin, mencari taksi kemudian naik dengan angkot menuju rumah sakit.

"Mau ke mana nak?" tanya Sopir angkot saat Adit masuk ke mobil tersebut.

"Menuju rumah sakit.."

.

1
Rangiku Gin
statusnya blm ada saldo kekayaan yaa?? terus apa MC engga bisa di kasih skill pengobatan kuno atau apa gitu untuk menyembuhkan orangtuanya?? 😱
Manusia Biasa: sistem analisis nilai : dari sales menjad penguasa bisnis sama sistem petani. itu rekomendasi cerita terbaru yang lagi hipe kak, jangan lupa dibaca
total 2 replies
Rangiku Gin
kacau MC anak orang dibikin salting, tanggung jawab hayoo 😂🤭
Rangiku Gin
mampir kak, semoga baguss 🔥
Manusia Biasa: Jangan lupa baca novel baruku juga

sistem petani
dan sistem analisis nilai
total 2 replies
dhani satria
kaya film FINAL DESTINATION....,
dhani satria
eskumat msh sodaraan ama esmambo?
dhani satria
kaya namane pembokat....,sitem
dhani satria
kaya di kamar mandi kapur barus
dhani satria: owhhhhh ya
total 2 replies
Muhammad Arsyad
baatuuk....bersin kalee😄
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨
hello, Kak.. bisa follback🙏
Bang Haji
Lebay....
Manusia Biasa: setuju gue juga kalau lebay, maafkan imajinasiku yang dulu
total 2 replies
carat28
hai kak, apa boleh bantu follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Manusia Biasa: tawaran penulisan apa ya ka?
total 1 replies
carat28
Hai kak, boleh follback saya? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
lah oisi klo di artikan artinya enak jdi RM. Enak bs jdi ntar mlh endercorse Rumah makan enak yg di belanda sama rumah makan enak yg ada di malang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Manusia Biasa: hei kak jangan lupa baca novel baruku

"sistem petani : mengubah sampah menjadi cairan dewa"😁🙏
total 1 replies
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
si emi terlihat aaaaaaaa kawai bnget thorrrrr
Manusia Biasa: lucu emang😂
total 2 replies
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
agak yaaaa🤔🤔🤔🤔🤔hmmmmm ktemu otaku lg
Manusia Biasa: wkwk makasih kak😂 ini novel ada rencana saya remake besok karena berhenti mendadak
total 4 replies
GHEAN RAKHENZA
tolol percuma ada sistem kalo g ke pake malah buat suap polisi kan bisa beli skil atau bukti nya di sistem
Manusia Biasa: hei kak jangan lupa baca novel baruku

"sistem petani : mengubah sampah menjadi cairan dewa"😁🙏
total 2 replies
adib
ini kafenya ga ada yg urus? sia sia dong
Manusia Biasa: hei kak jangan lupa baca novel baruku

"sistem analisis nilai: dari sales menjadi penguasa bisnis"

😍🙏
total 3 replies
Manusia Biasa
anjing langsung kicep. kocak, nice diriku dua tahun yang lalu, bisa buat gw ketawa😭😭😂
Manusia Biasa
duh cringenya, kok gw bisa nulis ginian dulu, ramai lagi😭🙏
Manusia Biasa
plis gw ngakak baca yang ini😂 bisa bisanya gw nulis ginian dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!