NovelToon NovelToon
Menikah Tanpa Cinta

Menikah Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:164.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Apa jadinya jika dua orang yang tidak saling mencintai justru harus hidup dan tinggal dibawah satu atap yang sama sebagai suami istri?!

Celine tak pernah menyangka jika hidupnya akan berakhir dengan sangat menyedihkan. Menikah dengan laki-laki yang sama sekali tak dia cintai, hidup satu atap sebagai pasangan suami-istri.

Setiap hari Celine selalu makan hati karena suaminya selalu membawa pulang wanita lain ke rumah mereka. Apakah Celine cemburu? Apakah Celine sakit hati? Maka jawabannya adalah tidak, bahkan dia tak peduli sama sekali.

Lalu langkah apa yang akan Celine ambil pada akhirnya? Tetap mempertahankan pernikahannya, atau justru mengakhirinya?! Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5: Aku Akan Melindungimu

Hari beranjak sore, seharusnya mereka berdua 'Celine dan Aiden' sudah pulang ke rumah sejak beberapa jam yang lalu jika saja hujan tidak turun secara tiba-tiba dengan lebatnya. Mereka masih belum pergi dari cafe, dan selama dua jam mereka berdua terjebak di sana.

Kebersamaan Celine dan Aiden hanya diisi dengan keheningan. Berbeda dengan pasangan lainnya, yang saling melempar senyuman, bersenda gurau atau bertatapan penuh cinta. Namun tidak dengan mereka berdua, karena Celine dan Aiden tidaklah sedekat itu.

Mereka hanya duduk diam di dalam keheningan, bahkan mereka tidak memiliki topik menarik yang bisa di bicarakan. Pernikahan yang sejatinya terjadi karena sebuah perjodohan dan tidak di dasari cinta, memang apa yang bisa di harapkan dari semua itu.

Celine meraih cangkir yang ada di atas meja lalu menyeruput sedikit isinya. Pandangannya kembali terfokus pada jalanan yang padat dengan kendaraan, sudah lebih dari tiga jam lebih tapi hujan tak kunjung berhenti.

Sedangkan Aiden, sedari tadi dia hanya berkutat dengan ponsel pintarnya yang beberapa kali berdering dan memaksa Aiden untuk mengangkat setiap panggilan yang masuk, dan mengabaikannya jika di rasa itu bukan panggilan penting.

Tiba-tiba ponsel Aiden kembali berdering, yang menandakan ada satu panggilan masuk. Raut muka Aiden tetap datar saat mengangkat panggilan itu.

"Hn, ada apa Tao?"

"Bos, bagaimana ini? Kami gagal lagi dan mereka tetap tidak mau buka mulut!!"

"Aku tidak ingin mendengar lagi ada kegagalan kali ini, dan jika mereka masih tetap bungkam lakukan apa yang seharusnya kau lakukan. Buat bajingan itu membuka mulutnya,"

"Baiklah, Bos."

"Aku mengandalkan mu,"

Kemudian Aiden memutuskan sambungan telfonnya begitu saja lalu menyimpan kembali ke dalam saku celananya. Fokusnya kini beralih pada Celine yang tetap menatap jalanan dengan tenang, bahkan Ia tidak terusik sedikit pun dengan pembicaraan Aiden dan salah satu orang kepercayaannya itu.

"Sepertinya kita akan terjebak di sini sampai malam," Aiden berucap datar sembari ikut menatap keluar jendela,

Lantas Celine menolehkan kepalanya dan menatap wajah datar suaminya. Aiden menoleh dan tatapannya bergulir pada Celine membuat mata mereka bertemu, seakan tak jemu dengan keindahan mata Hazel itu.

Tapi pertemuan mata mereka di akhiri oleh Celine yang kembali memfokuskan pandangannya pada jalanan yang mulai terlihat gelap. "Ya, aku rasa!" jawabnya singkat.

Keheningan kembali menyelimuti mereka. Celine tak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari objek yang menjadi fokusnya sedari tadi, sedangkan Aiden kembali di sibukkan oleh ponselnya yang kembali berdering. Rahangnya mengeras dan raut mukanya terlihat suram, tatapannya lebih dingin dari sebelumnya. Tangan yang menganggur terkepal kuat di atas meja,

"KEPARAT....!!"

Celine tersentak kaget mendengar umpatan tajam Aiden. Gadis itu sedikit bergidik melihat perubahan drastis pada raut wajah suaminya dan susah payah Celine menelan saliva nya saat pandangan Aiden teralih padanya.

Buru-buru Celine mengalihkan pandangannya, namun telinganya masih dapat mendengar dengan jelas percakapan Aiden dan orang yang meneleponnya. Perempuan itu tidak tau apa yang membuat suaminya itu menjadi begitu marah.

Dan setelah hidup selama satu tahun bersama Aiden, baru kali ini Celine melihatnya yang begitu marah meskipun dia tau siapa Aiden sebenarnya. Selama ini Aiden selalu bersikap tenang meskipun Ia di hadapkan dengan berbagai masalah yang begitu rumit.

"Ohh, ****!" Aiden kembali mengumpat, pandangannya tertuju pada beberapa pria bersenjata yang ada di luar cafe. Ponsel masih setia menempel di telinganya, bahkan Ia menghiraukan tatapan heran Celine padanya.

Mata Aiden terbelalak saat melihat salah satu dari beberapa pria asing itu mengarahkan senjatanya pada Celine. Segera Aiden menyambar tubuh gadis itu dan membawanya bersembunyi di balik kursi.

"Celine, awas!!"

Dooorrrr ... !!

Tubuh mereka terguling di lantai dalam posisi Celine yang berada dalam pelukan Aiden. Wajah gadis itu tersembunyi di dada bidang sang suami, dengan tangan Aiden yang menekan kepala belakangnya dan memeluk pinggangnya. Dalam pelukannya, Aiden dapat merasakan tubuh Celine yang gemetar hebat. Tidak bisa di sangkal jika gadis itu sedang ketakutan.

Celine memejamkan matanya sambil mencengkram kuat kemeja yang Aiden pakai, tanpa peduli jika kain berharga mahal itu akan kusut karna ulahnya. Aiden melepaskan pelukannya dan membawa gadis itu bersembunyi di bawah kolong meja. Kemudian Aiden kembali memeluk gadis itu seperti tadi.

"Jangan takut, aku pasti akan melindungi mu!" bisik Aiden sambil mengeratkan pelukannya. "Dan untuk kali ini saja, percayalah padaku!" sambungnya.

Suasana cafe yang awalnya tenang menjadi riuh seketika. Orang-orang menjadi panik karna insiden penembakan itu.

Selang beberapa saat, pintu cafe di buka secara paksa. Beberapa pria bersenjata memasuki cafe sambil melepaskan tembakannya secara membabi buta. Sudah ada tiga orang yang tidak bersalah menjadi korban keberingasan mereka.

Dooorrrr ... !!!

"Jangan ada yang bergerak jika kalian ingin tetap selamat!" teriak orang itu memperingatkan dengan nada penuh ancaman.

Aiden mengambil Colt 1911 yang terselip di pinggangnya. Masih dalam posisi memeluk Celine, Aiden mengarahkan senjata itu pada beberapa pria yang masih dalam jangkauannya. Laki-laki itu semakin dalam membenamkan wajah Celine di dadanya, Ia tidak ingin jika istrinya sampai melihat pembantaian brutal seperti ini dan membuatnya menjadi trauma.

Tiga tembakan beruntun Aiden lepaskan dan membuat tiga sasarannya ambruk seketika. Aiden menyeringai, niatnya untuk menarik perhatian musuh ternyata berhasil dan dengan begini Ia bisa tetap melindungi Celine dengan mengalihkan fokus orang-orang itu darinya.

Aiden masih belum mengetahui apa alasan para pembunuh bayaran itu mengincar nyawa istrinya. Dan yang harus Aiden lakukan sekarang adalah meringkus mereka dalam keadaan hidup-hidup agar Ia bisa menggali informasi mengenai apa dan tujuannya hingga mereka mengincar nyawa Celine.

"Kau mau kemana?" Celine menahan lengan Aiden saat pria itu hendak beranjak dari sisinya.

"Tetaplah di sini dan jangan coba-coba untuk keluar dari persembunyianmu walau apa pun yang terjadi!" pinta Aiden sambil mengunci manik hazel milik Aiden.

Celine menggeleng. "Jangan pergi, aku mohon!" kedua matanya mulai berkaca-kaca.

Aiden menangkup wajah Celine dan semakin mendekatkan wajahnya, dan dalam hitungan detik Aden telah menyatukan bibirnya dengan bibir Celine. Gadis itu hanya diam tanpa reaksi apa pun, bahkan terkejut pun tidak. Mungkin karna hati dan pikirannya yang dalam keadaan kalut.

"Tetaplah disini, aku akan segera kembali!" Aiden menarik sudut bibirnya, berusaha meyakinkan Celine jika semua akan baik-baik saja.

Tanpa gentar sedikit pun, Aiden keluar dari persembunyiannya dan berhadapan dengan sedikitnya lima orang bersenjata. "Sialan, jadi kau orangnya? Berani-beraninya kau membunuh tiga anak buahku!" amuk seorang pria yang Aiden yakini sebagai pimpinan mereka. "Apa yang kalian tunggu? Cepat habisi si brengsek itu!" bentak pria itu pada keempat anak buahnya.

"Bangsat , kau pikir aku pun akan diam saja saat melihat nyawa istriku dalam bahaya karna ulahmu!"

.......

.......

...Bersambung...

1
Shifa Burhan
novel ini membuktikan betapa munafiknya wanita dalam berkarya dan dalam membaca novel

*mereka melaknat aiden yang bersandiwara membawa wanita lain tapi mereka membela dan membenarkan celine yang selingkuh, bermesraaan, bercumbu dengan lelaki lain

fakta
novel menunjukkan karakter authornya dan koment menunjukan karakter readernya
Shifa Burhan
celine bukan manusia kali yang atau manusia tak ber otak

dia selingkuh dan beemesraan dengan lelaki lain baru dia heran bingung kenapa suaminya mengdarinya

beginilah kelakuan wanita egois, munafik dan tidak punya perasaan sama sekali
dia melakukan hal paling menjijikan, selingkuh dan bermesaan dengan lelaki lain tapi tidak sadar dia melakukan kesalahan

jujur pemikiran celine sangat menjijikan
Ririn Nursisminingsih
ada lanjutan kisah hana ndak thor...kok gantung biasanya karyamu selalu kereeen thor 🤗🤗
Maria B
lanjutkan
Luzi
masa sich udah tamat aja ??? hhhmmmmm
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
dipaksa AMAT endingnya ..sebenarnya dah Barus Thor jalan ceritanya antara Hanna dan Leon tinggal dikasih masuk pelakor dikit aja tapi gak sampe memisahkan mereka ..tapi kalo dah Leon bekasan...gak usah dipersatukan. Hanna dah cantik trus sempurna dapatnya bekas ..issss
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕: oke ditunggu
cuman sayang aja sih, dah bagus cerita Leon dan Hanna dari benci jadi suka ehh benci beneran😌
yoweelah..lanjutkan
total 2 replies
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
karna memendam cinta Hanna trus ketemu Silvia jadi jatuh hati, trus ketemu Hanna kembali jatuh hati pada Hanna? karna kesepian mengajak kencan Hanna? othornya mau bilang Silvia itu pelarian? gitu? kalo gitu gak usah pake KATA JATUH HATI KE SILVIA ATAU TDK JATUH CINTA PADA HANNA...trus mengatakan menginginkan keduanya. ITU BUKAN CINTA KEDUANYA THOR TAPI OBSESI

othornya ini plin plan amat...MENJENGKELKAN
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
bekasan? iyuuuuu jangan ya Thor.

Hanna sama yg lainnya
tata 💕
kok selesai??? nggantung banget 😔
Aisyah Hasan
Lok kok udah cm segitu
Ellnara: nanti lanjut yang Ken kak
total 1 replies
Diana Susanti
loh piye toh kok nggantung
aris Widiatmoko
lanjut
Diana Susanti
lanjut kak mantab 👍👍👍👍
Luzi
lanjut thor....👏👏👏👏👏👏👏
Nurhaedah Syarif
lanjut kk
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
mereka belum jadi sepasang kekasih tapi berkencan sudah sebulan..yg bener aja Thor masih dianggap hanya berkencan doang...meminta berkencan biasanya hanya berlaku satu hari doang...bukannya Leon kemarin justru menembak Hanna ya🤔 kan kata"nya AKU INGIN MENJADI LAKI-LAKI SATU-SATUNYA BERADA DIDEKATMU SAMPE AKHIR NAFASMU. kok belum sepasang kekasih...maaf Thor aku gak suka kebingungan jadi perlu penjelasan atau perbaikan setiap kata"nya biar aku nyaman bacanya.


lanjut💪
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
bertahun"? enak bulan kaliii
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
gw masih bingung darimanaya Hanna dan Leon menjadi berteman..pdh sebelum Leon pernah terluka gak ada tanda" mereka saling suka dalam arti menjadi dekat sebagai teman..apalagi Leon pernah menyuruh hanna berlutut dan mencim kakinya trus besoknya Leon kena insiden trus gak ada lagi cerita yg membuat mereka dekat...lebih parahnya setelah Leon menyuruh hanna mencium kakinya dengan entengnya dia menyuruh hanna menjenguknya dan Hanna mau gitu aja? seperti mereka mmng dekat tapi dipart mana yg membuat mereka dekat?
Diana Susanti
lanjut kak
2785 agustina
cerita nya keren ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!