21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
"Ini menyakitkan tapi aku baik-baik saja. Aku sudah terbiasa dengan itu." gumam Kanaya sambil menarik nafas panjang.
Kanaya yang mencoba memejamkan mata untuk tidur tapi tetap saja terjaga karena bayangan itu masih memenuhi ingatannya. Perlahan bulir air mata sudah keluar dari peluk matanya, dia merasakan sakit yang begitu mendalam.
"Tuhan kenapa engkau ciptakan hati jika untuk di sakiti!" ujar Kanaya di sela tangisan.
Dia tidak tahu kenapa dia bisa mempunyai perasaan yang begitu dalam pada kakaknya sendiri, yang Kanaya tahu rasanya salah tapi bagaimana dia bisa menghentikan semua perasaanya.
Bel rumah berbunyi beberapa kali, Bi Sumi dengan cepat membukakan pintu dan tampaklah Lia sudah berdiri didepannya.
"Maaf, Nyonya saya habis memberikan Non Kanaya obat jadi lama buka pintunya." ucap Bibi.
"Sekarang, Kanaya dimana?" tanya Lia dengan buru-buru.
"Masih dikamar nyonya." jawab Bibi sambil mengambil barang yang dibawa Lia.
Lia lalu naik ke kamar Kanaya dan mengetuk pintu meminta izin untuk masuk kedalam kamar. Kanaya yang sedang asyik chatting bersama Salsa dan Tiara langsung kaget dan mengenali suara itu.
"Sayang, boleh masuk gak?" teriak Lia dibalik pintu.
"Iya sebentar!" jawab Kanaya sambil berlari membuka pintu.
Melihat Lia sudah berdiri didepan pintu Kanaya langsung memeluknya dengan erat. Tak mau kalah Lia langsung memeluk Kanaya dengan erat, dia menciumi pipi dan pucuk kepala anaknya itu.
"Aku kangen, Bunda." ujar Kanaya manja.
"Bunda juga, Sayang. Gimana keadaan kamu sekarang?" tanya Lia khawatir sambil melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Udah sembuh, besok juga mau sekolah." balas Kanaya sambil menarik tangan Lia masuk ke kamarnya.
Mereka mengobrol cukup lama sampai akhirnya Bi Sumi memanggil Ibu dan Anak itu untuk makan malam. Sebelum makan Kanaya membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan mengganti baju memakai piyama.
Kanaya turun dan langsung pergi ke ruang makan, Lia sudah menunggunya untuk makan bersama. Tak lama Rendy pulang bersama Shella, dia memperkenalkan Shella kepada Bundanya.
"Bunda, kok sudah pulang? Ayah mana?" tanya Rendy sambil melihat sekeliling mencari keberadaan Ayahnya.
"Ayah masih di London, Bunda khawatir pas dengar adik kamu sakit." jawab Lia menatap lekat Kanaya.
"Oh iya,Bun kenalin ini Shella pacarku." ujar Rendy sambil mendekati Bundanya.
Lia hanya menanggapinya dengan santai terkadang dia tidak memperdulikan keberadaan Shella yang ikut makan malam bersama mereka. Setelah selesai makan Kanaya membantu Bi Sumi untuk membereskan piring kotor, Lia yang melihat putrinya begitu sibuk langsung mengajak Kanya ke ruang tamu untuk menonton televisi.
Kanaya lalu berjalan menghampiri Bundanya tiba-tiba kaki Kanaya seperti ada yang menghadang dan akhirnya dia pun hilang keseimbangan lalu terjatuh. Benar saja ternyata itu adalah kaki Shella yang sengaja membuat Kanaya jatuh. Lia yang melihat Kanaya terjatuh langsung menghampirinya dan membantu dia bangun, seketika Shella pun langsung mencari muka didepan Lia.
Kanaya berdiri dibantu Bundanya dan dia membawa Kanaya kedalam kamar putrinya.
"Bun, aku gak apa-apa kok" ucap Kanaya dan melihat raut wajah Lia yang kepanikan.
"Bun, sudah aku gak apa-apa!" lanjut Kanaya sambil memegang tangan Bundanya yang sibuk melihat kaki Kanaya yang agak memerah.
Lia duduk di sampingnya dan memeluk tubuh mungil Kanaya, seketika dia mengeluarkan air matanya yang sudah tak bisa ditahan lagi. Kanaya melepaskan pelukan Bundanya dan mengusap air mata yang membanjiri pipi halus milik Bundanya, Kanaya yang melihat Lia seperti terhipnotis dan ikut menangis tanpa sebab.
"Bunda maafkan aku yang selalu membuatmu menangis dengan perkataan ku,maafkan aku yang kadang mengabaikan mu hanya karena duniaku sendiri, tetapi saat anakmu ini salah jalan dan jatuh terpuruk kaulah penguat dari segala hal. Aku memang bukan anak yang baik tetapi bukan berarti aku tidak mencintaimu." ucap Kanaya panjang lebar dan Lia malah menangis sejadi-jadinya seperti orang yang bersalah. Seketika ingatannya kembali mengingat masa dimana insiden itu terjadi.
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰