NovelToon NovelToon
Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:358.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: wilda ellen

Seorang gadis remaja bernama Dina berumur 19 tahun, harus menerima kenyataan. Disaat bundanya meninggal dia baru mengetahui kalau dia bukanlah anak kandung dari bundanya. Setelah kematian bundanya dia ingin mencoba bunuh diri, karena dia merasa kalau dia hidup sudah tidak ada artinya lagi, tapi dia gagal bunuh diri karena seorang pria langsung menariknya dari jembatan tempat dia bunuh diri.

Gio Jaya berumur 24 tahun, seorang CEO. Setelah dia tamat S2 nya dia langsung mengantikan posisi ayahnya untuk menjalankan perusahaan ayahnya. Banyak wanita yang tergila - gila padanya, seluruh pegawai wanita dikantornya berusaha untuk menarik perhatiannya. Tapi tidak ada satupun yang bisa menarik dihatinya. Hal yang palik tidak diduga adalah dia jatuh cinta pada pandangan pertama, wanita yang telah diselamatkannya. Tapi karena kesibukannya dalam pekerjaannya membuat dia kehilangan jejak wanita itu.

Apakah Dina adalah perempuan yang dicari Gio selama ini? Apakah mereka berjodoh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4

Dina Pov

Aku sangat kaget apa yang dilakukan pria itu kepada pria yang bren***k itu. Aku tidak mengenalnya sama sekali. Aku tidak menyangka masih ada orang baik yang mau membela ku. Ketika mata kami saling bertemu, aku merasakan jantungku seperti lari maraton. Aku bingung perasaan apa ini?

Aku melihat dari matanya kemarahan yang besar.

Disaat dia mau memukul pria itu lagi, aku berlari dari tempat itu. Aku ingin sekali mengucap trimakasih kepadanya. Tapi, karena aku melihat tatapan orang yang disekeliling ku, aku mengurungkan niat ku. Aku mengambil tas ku dan akull langsung pergi jauh. Aku terus berlari sambil menangis, yang dipikiran ku hanya aku ingin pergi jauh dari tempat itu.

Karena aku mengangis terus, aku tidak melihat jalan. Aku akhirnya jatuh karena tersandung.

"Ah, batu sialan!" teriak ku dengan kesal, sambil menangis.

Aku melihat sekelilingku, ternyata tidak ada satupun orang yang lewat. Aku tidak sadar aku sudah terlalu jauh berlari. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumahku. Aku merasa lega ternyata masih ada taxi yang lewat jam 12 malam di jalan ini.

Didalam taxi, aku meratapi hidupku. Aku berpikir, kenapa hidupku seperti ini. Aku menangis terus tanpa henti. Supir taxinya terus melihat ku dari kaca spion nya. Bapak tua itu binggung melihat ku karena menangis. Karena dia melihat ku tidak berhenti menangis, dia mengatakan sesuatu padaku.

"Nak, sudah jangan menangis lagi. Setiap masalah yang kita hadapi pasti akan ada kebahagian yang kita terima. Ambil saja pelajaran dari masalah hidup kita. Ingat nak, seperti pepatah sehabis hujan pasti ada pelangi. Jangan sampai putus asa karena masalah" ucap bapak itu dengan tersenyum yang bisa ku lihat dari kaca spionnya.

"Terimakasih pak"jawabku dengan tersenyum. Tak terasa air mataku berhenti mendengar nasehat darinya.

Akhirnya aku sampai di rumahku. Aku langsung merebahkan tubuh diatas tempat tidur ku.

***

Gio POV

Aku tidak tahu kenapa, disaat mata kami bertemu jantung ku seperti lari maraton dan disaat aku melihat air matanya keluar aku sangat marah sekali dengan pria bren***k itu yang telah membuatnya menangis.

Untung saja Joni datang, kalau tidak pria itu sudah habis babak belur aku buat. Disaat aku ingin menghampirinya, gadis itu sudah tidak ada. Aku mencarinya di setiap sudut tempat itu tapi juga tidak menemukannya.

Aku berlari keluar, berharap dia belum pergi jauh. Ternyata tidak ada juga. Aku sangat kesal. Teman ku Joni bertanya kenapa dengan diriku, tapi aku tidak menjawabnya aku hanya meminta data pegawainya. Aku mencari data perempuan itu, akhirnya aku menemukannya. Tanpa terasa bibir ku tersenyum. Mereka bingung dengan ku yang tersenyum dengan cepat, mereka mengambil map yang aku baca. Akhirnya aku tahu nama wanita itu, aku sangat bahagia. Namanya Dina, nama yang cantik bagiku. Ternyata dia seorang mahasiswi. Ketika aku membaca nama kampusnya, aku terkejut ternyata dia kuliah dikampus punya keluarga ku.

Aku mengajak temanku untuk pulang. Didalam perjalanan pulang, kami hanya diam saja. Aku tahu Toni dan Tasya terus memandang ku disaat kami dalam mobil.

"Kenapa kalian terus memandangku?" tanya aku.

" Apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Tasya padaku.

"lihat saja nanti" ucapku.

Setelah beberapa jam kami sampai dirumah kami masing-masing. Didalam kamar aku kepikiran terus dengan Dina. Aku berpikir apakah dia sudah sampai rumah? Apakah dia sudah makan? itulah yang aku pikirkan.

"Baiklah besok aku ingin melihatnya dikampus" ucapku sendiri. Aku langsung merebahkan menutup mataku.

Author

Tampak matahari telah terbit dari sela jendela kamar Dina. Din, terbangun karena bunyi alarm jamnya yang dikamar. Dina merasakan tubuhnya yang sangat lemas, matanya kelihatan sangat bengkak. Tapi dia harus tetap semangat untuk kuliahnya.

Dikampus

Dina memasuki lorongan kampus dengan wajah yang tampak pucat. Dia langsung memasuki ruangan kelasnya. Sahabatnya Nayla melihatnya dengan wajah yang pucat.

"Din, apa kau sedang sakit?" tanya Nayla dengan cemas.

"Aku ngak apa-apa. Mungkin hanya kecapean saja. Nay, apa kau ada lowongan kerja untuk ku?" ucap Dina dengan wajah yang memelas.

"Memang tempat kerja mu kemarin kenapa?" tanya nya lagi.

" Aku memutuskan keluar dari situ"jawabnya dengan lemas.

"Ya, sudah nanti kita bicarakan. Dosen sudah datang" Kata Nayla.

Setelah mata kuliahnya selesai Dina dan Nayla ke kantin untuk makan sambil membicarakan untuk pekerjaan Dina. Mereka pesan bakso yang di kantin. Setelah beberapa menit akhirnya, baksonya juga datang. Mereka makan saling ngobrol.

"Din, aku pernah baca ada lowongan di restoran, tidak jauh dari tempat ini. Kamu kenapa tidak coba saja. Mana tahu mereka mau menerima seorang mahasiswa"kata Nayla.

"Baiklah, nanti aku coba kesana. Tapi nanti temani aku kesana ya." kata Dina.

"Oke. Pasti aku temani." jawab Nayla dengan senyum.

Dikantor Gio

Esok hari setelah kejadian hari itu, Gio menyuruh Toni untuk memberi tahu kalau dia akan datang ke kampus siang hari ini.

"Pagi, pak." sapa Toni melalui telepon

"Ya, selamat pagi. Maaf, pak Toni apa ada yang bisa saya bantu?" balas pria yang sudah kelihatan tua, yang dikenal sebagi dekan dikampus Dina.

"Saya ingin memberi tahu bahwa siang hari ini pak Gio akan berkunjung ke kampus. Pak Gio ingin melihat situasi kampus" kata Toni menjelaskan kepada dekan kampus.

"Baik, pak".

Dikampus.

Di waktu yang sudah ditentukan, Gio dan Toni sudah sampai dikampus Nusantara tempat Dina kuliah. Didepan kampus dekan yang berhubungan dengan Toni ditelepon menyambut kedatangan mereka. Setelah dia memasuki daerah kampus, seluruh siswa perempuan yang yang melihat ketampanan mereka, langsung terpesona.

"Siang,pak. Saya senang bapak datang berkunjung ke kampus ini" ucap dekan kepada Gio dan Toni sambil berjalan.

"Saya ingin keliling kampus dulu karena saya mau lihat situasi kampus." kata Gio.

"Baik,pak. Saya akan menemani bapak untuk berkeliling" jawab pak dekan.

Didalam kantin, Dina dan Nayla sedang asyik menikmati bakso mereka. Disaat mereka makan, seorang pria yang bernama Bram menghampiri mereka.

Bram teman jurusan mereka, Sebenarnya Bram sangat menyukai Dina. Dina adalah mahasiswi yang sangat cantik dikampus mereka, makanya banyak perempuan yang dikampus tidak suka dengan nya, mereka sangat itu dengan Dina. Karena banyak pria yang ingin berdekatan dengan Dina.

"Hai, Din boleh duduk disini?" tanya Bram kepada Dina sambil membawa baksonya.

"Boleh" jawab Dina.

"Kalian serius banget ngobrolnya?" kata Bram.

Dina hanya tersenyum saja.

"Bram, Kamu tahu tempat yang lagi menerima lowongan kerja? Tapi yang bisa untuk anak kuliah" tanya Nayla.

"Memang siapa yang mau kerja?" tanyanya balik.

"Aku, Bram. Kamu tahu ngak?" sambung Dina.

"Aku punya cafe, kalau mau kamu kerja dikafe aku saja" kata Bram

"Mau." jawab Dina dengan semangat dan tersenyum. Nayla juga sangat senang melihat wajah sahabatnya tersenyum, kembali.

Begitu juga dengan Bram, melihat Dina tersenyum dia merasakan jantungnya berdetak dengan cepat. Dia merasakan kebahagian, karena dia berpikir dia bisa terus dekat dengan Dina.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata melihat mereka dengan sinis. Seorang gadis yang sedang duduk bersama temannya, yang sambil menahan amarahnya.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Thanks buat teman-teman yang sudah mau membaca karya saya. Maaf jika ada kesalahan typo. Mohon berikan komentarnya, apa yang perlu saya perbaiki dan mohon dukungannya, trimakasih🙏🏻

1
Heryta Herman
akhirnya....semua hidup bahagia bersamanpasangan masing"...senangnya....
thank you thor...
Heryta Herman
Jngn main" gio ibu hamil itu lbh sensitif hatinya..jngn mainkan perasaannya,krna akan berakibat fatal untuk ibu dan calon bayinya...
siapa suruh kamu jail gio...skrng tau rasa kamu gio..
Heryta Herman
bagus tindakanmu dina...beri pelajaran pada ulat bulu dan juga suami mu yg bodoh ga peka dgn keadaanmu yg tengah mengandung...
Heryta Herman
dimana" ya yg namanya pelakor pasti ada aja..di dunia halu maupun dunia nyata...
bikin gregetan..
Heryta Herman
thor..kenapa ga ada hbs nya ya masalah dina...dan kenapa harus dina terus yg kena masalah...bingung dan aneh aja sih...
Heryta Herman
hhuuuhhh...semudah itu?...padahal dina sdh mau di perkosa dan mau di culik lagi..apakah undang" bisa di permainkan dgn mudahnya...
aneh aja/Left Bah!/
Heryta Herman
dina..jngn mau klo di suruh bebaskan maya medusa..beri pelajaran pada medusa itu..rani dan maya itu ibu dan anak yg sama" brengseknya...
Heryta Herman
jangan mau klo mereka minta mencabut tuntutan trrhadap si ular medusa itu..beri pelajaran untuk maya medusa...
Heryta Herman
akhirnya...thor...bikin sport jantung deh..aku ikutan gemetar dan takut dgn keadaan dina...syukurlah dina sdh slmt...
memang dasar si maya medusa ni ga ada kapok" nya...bikin mampus aja tu si ular medusa maya,thor...
Heryta Herman
lagi" si maya ular medusa...ga kapok dia ya..mungki harus di bikin mampus si maya medusa ini thor...
apa yg bikin dia benci sama dina?dina kan tdk buat mslh sama si medusa ini...
Heryta Herman
hhuuuhh..kenapa mesti ada hal yg begini sih...mesti ada aja cerita yg bls dendam lah,teror lah...please lah thor...ga usah ada kejadian" yg bikin hubungan sport jantung...
Heryta Herman
toni pdkt sama nayla ni...ayo semangat toni...
Heryta Herman
gercep gio...otw nikah ni...
Heryta Herman
syukurlah..akhirnya dina menemukan orang tua kandungnya..ikut bahagia juga thor...
lanjuut
Heryta Herman
maya si ular medusa...
tunggu nasibmu maya...
Heryta Herman
semoga tdk ada wanita medusa disini ya...biarkan dina bahagia...
Heryta Herman
jngn kelamaan thor..nikahkan mereka, nti takut dina di comot lalat perosak..
Heryta Herman
jatuh cinta...berjuta rasanya,di pandang di belai amboi asyiknyaaaa../Chuckle/
arfan
up
Anyta Djami Lay
kelahiran putry gio???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!