NovelToon NovelToon
Dia Bukan Yang Terbaik

Dia Bukan Yang Terbaik

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:117.7k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Ternyata, ibunya adalah cinta pertama laki-laki yang dipanggilnya ayah, Winsi lebih menghormatinya, tapi benci pada bapaknya sendiri yang selalu memanggilnya anak haram.
"Winsi, aku selalu mencintai ibumu, dari dulu" kata laki-laki itu, membuatnya heran.
Dia pun berpikir, kalau memang benar demikian, lalu, dari siapa Erlan, remaja yang selalu memanggilnya anak buluk itu dilahirkan?
Dia sempat dikurung dalam sel tahanan bersama ibunya, bahkan mendapatkan pelecehan, dan laki-laki itu datang jauh-jauh dari sebuah kota hanya untuk membebaskan mereka.
Ini adalah kisah hidup Winsi, seorang wanita remaja yang hidup sederhana, hingga dia dewasa. Ayo baca kisah selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Memancing Di Air Keruh

Memancing Di Air Keruh

Basri melihat Erlan dengan kilauan di matanya sedangkan bibirnya tersenyum licik, dia memalingkan pandangan untuk meyembunikannya. Langkahnya tenang mendekati Winsi yang berdiri kaku tak jauh darinya dan berkata, “Kamu dari mana saja,?” Pertanyaan Basri yang terkesan penuh perhatian seakan-akan pria itu sangat peduli, membuat gadis itu tercengang hampir tak percaya lbagwa pria yang dia kira berhati iblis itu bisa selembut itu padanya.

Setidaknya seperti itulah pikiran polos Winsi selama ini, dia menganggap bahwa setan sudah bersemayam di hati bapaknya. Setan adalah sifat Iblis. Allah menciptakan malaikat, manusia dan Iblis. Namun Iblis menjadi mahkluk pembangkang, jahat dan tidak mau menyayangi Adam sebagai sesama mahkluk yang tinggal di akherat. Akhirnya kesombongan telah menghancurkan dirinya, menjerumuskan Adam serta Hawa dalam ketidaktaatan hingga, mereka terusir dari surga dan sampai kini anak cucunya hidup di dunia.

Winsi merasa aneh dengan sikap Basri yang tiba-tiba saja menjadi lembut, sebab dalam pikirannya Iblis tidak akan tersenyum kecuali, otaknya sedang berpikir buruk.

“Maaf, Pak. Tadi Wiwin lari kejalan, terus saya ajak dia kerumah, tapi Cuma sebentar.” Erlan menjawab sambil tersenyum pada Winsi dan mengedipkan matanya.

‘Apa itu, apa maksudnya Wiwin itu, aku?’ batin Winsi sambil menggeser-geser kakinya di tanah. Cuma Erlan yang memanggilnya begitu dan ini untuk pertama kalinya, membuat pipinya memerah dan hangat.

“Oh, jadi ... apa Winsi sudah bilang sama kamu soal masalahnya?” tanya Basri dengan gusar. “Kalian berteman, kan?”

“Ya, kami berteman.”

“Kalau begitu kamu pasti tahu kalau Winsi ini punya masalah serius, di sekolahnya mau wisata, dia gak punya biaya. Bapak juga baru saja pulang dan tidak bawa uang. Kalau kamu temannya, pasti kamu bisa membantunya.”

“Oh, tentu saja.”

‘Nah, benarkan, Iblis sudah mulai bekerja sekarang’ batin Winsi membenarkan dugaannya sendiri.

Melihat selama ini Basri tidak pernah memberinya uang jajan, juga jarang memberi Runa nafkah, membuat gadis itu berpikir bila bapaknya akan memanfaatkan keadaan lalu, memancing di air yang keruh untuk mendapatkan sesuatu. Hidupnya terasa sangat malang.

Dia dan ibunya setiap hari selalu sibuk membuat nasi uduk dan aneka gorengan untuk dijual di perempatan jalan, sedangkan sebagian di titipkan Winsi di warung depan sekolah. Dia membawa makanan itu setiap kali berangkat ke sekolah. Dari penghasilan itulah Runa membiayai hidup mereka.

Anehnya, Runa tidak pernah mengeluhkan kehidupan yang bagi Winsi sangat tidak enak, ibunya itu selalu menasehatinya untuk menabung demi masa depan, padahal dia tidak pernah tahu masa depan seperti apa yang ibunya maksudkan.

"Win, ini uang jajanmu hari ini, jangan dihabiskan, ya. Sisanya harus kamu tabung. Demi masa depanmu."

Begitu kata Runa setiap kali Winsi akan pergi sekolah.

"Iya, Bu." Selalu begitu pula jawaban Winsi sambil mencium tangannya.

Dia selalu menuruti ucapan ibunya, karena selain wanita itu, tidak ada lagi orang lain yang menyayanginya, bapaknya tidak pernah memberinya uang.

Dahulu Basri selalu mengatakan, kalau Runa sebagai istri harus bisa cari nafkah, karena uang itu akan digunakan untuk dirinya sendiri. Sebagai pendamping, harus bisa membantu kekurangan suami, begitu jelasnya berulangkali.

Runa pernah kelelahan saat hamil besar. Dia memaksa kan diri, karena ada banyak pesanan.

Saat itu Winsi masih kecil, belum bisa diandalkan. Keadaan seperti itu terus berlanjut sampai ibunya melahirkan seorang bayi laki-laki yang lucu, dia sangat bahagia, tapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Bayi itu suatu saat mengalami demam tinggi, dan karena kesibukannya, Runa tidak bisa segera membawa bayi itu ke rumah sakit. Kejadian inilah yang kemudian membuat adik kecilnya tiada.

Winsi kembali tidak bisa berkata-kata, seperti biasanya bila berhadapan dengan bapaknya, dia hanya berharap ibunya mau menyelamatkannya saat ini, tapi kemana wanita kurus itu sekarang berada, dia hanya berharap Runa baik-baik saja. Kejadian tadi terbayang dibenaknya, bagaimana Basri mendorong kepala ibunya kasar. Apa yang dilakukan laki-laki itu selanjutnya, dia tidak tahu.

Setelah itu obrolan antara Basri dan Erlan pun berlanjut, setelah berbasa-basi tentang biaya yang harus dikeluarkan Winsi, pria tambun itu dengan terus terang meminta sesuatu yang sangat memalukan bagi anaknya.

‘Bagaimana bisa Bapak meminta uang untuk biaya wisata sekolah pada Erlan?’

Winsi sangat malu pada teman laki-laki yang sama sekali tidak akrab dengan dirinya itu. Kalau dilihat lebih lama lagi, maka wajah Basri semakin memuakkan.

“Jadi, karena sekaligus untuk uang saku dan ongkos angkot, Winsi butuh uang satu juta. Nah, Bapak yakin, kamu pasti punya uang segitu, kan?”

Erlan tampak mengerutkan keningnya, melirik Winsi yang tidak mengomentari atau atau membantah permintaan Basri, sehingga membuat pria remaja itu mempercayainya.

“Tentu, saya akan membantu, Pak.”

“Kalau bisa, kamu bawa uangnya sekarang. Soalnya besok Winsi harus setor uang itu ke sekolah.”

Tiba-tiba Basri merengkuh pundak Winsi, hangat. Semenjak kecil, baru kali ini Basri melakukan hal yang hangat seperti itu, secara naluriah, Winsi pun mengangguk.

Erlan menautkan kedua alisnya semakin dalam, lalu dia menaiki motornya setelah melirik Winsi sekilas. Setelah itu dia Melajukan motonya meninggalkan kedua. Ayah dan anak.

Begitu bayangan Erlan menghilang, Besri memukul pundak Winsi, dengan sangat keras lalu menjewer telinga anak itu tanpa ampun!

“Aduh, Bapak! Sakit!” teriak Winsi, sambil menangis, tapi pria itu tidak perduli dan terus. Berbuat kasar pada anak kandungnya sendiri. Sejak Winsi lahir, sampai sekarang Basri tidak pernah memperlakukan anak perempuan itu dengan lemah lembut. Dia tidak pernah mencoba menguraikan kesalahpahaman yang pernah terjadi antara dirinya.

“Dasar kamu anak tak tahu diri! Awas kamu ya, kalau bilang pada si anak sialan itu kalau uang sekolahmu Cuma tiga ratus ribu!”

“Bapak, bohong!”

“Apa kamu bilang? Berani ya kamu sekarang?” Basri berkata sambil menyeret tubuh kurus itu ke dalam dan memukuli Winsi kembali dengan tangan besarnya ke sekujur tubuh.

“Gimana kalau nanti Erlan tahu, kalau uang sekolah Win tidak sebesar itu, Pak!”

“Kenapa memangnya?”

“Win malu, Pak!”

“Kamu, apa susahnya bohong sama anak orang kaya itu, kamu harus bersyukur Bapak mau pinjam ke dia buat kamu!”

“Tapi Bapak, Bohong! Bukan sejuta, Pak! Cuma tiga ratus ribu!” Winsi berteriak penuh keberanian.

Kekuatan yang timbul karena rasa malu dan kuatir pada Erlan, lebih besar dari rasa takutnya pada bapaknya yang galak itu.

“Apa maksudmu sejuta, Win?”

Ditanya seperti itu oleh ibunya, Winsi termenung. Dia tahu, Ibunya orang yang sangat takut berhutang. Prinsipnya cukup kuat untuk menghindari hutang, bahkan kalau bisa dia tidak akan pernah berhutang sepanjang hidupnya.

“Bapak, Bu. Pinjam uang sama Erlan sejut—“ Belum sempat Winsi melanjutkan ucapannya, Basri membekap mulut anak gadis itu dengan tangan kekarnya. Seketika wajahnya memerah karena bekapan tangan pria itu menutup hidungnya pula, dia hampir tidak bisa bernapas.

Tiba-tiba sebuah suara memanggil-manggil dari luar rumah, membuat Basri menghentikan aktivitasnya, sehingga Winsi bisa bernapas lega.

“Permisi ... Pak Basri! Apa ada di rumah?"

Bersambung

1
Symsnr_
Kecewa
Symsnr_
Buruk
El_Tien: kenapa kecewa? bukankah akhirnya mereka bahagia?
total 1 replies
au bean
guys baca novelku dong sekali please, tapi kalau enggak dibaca juga enggak apa apa, ceritaku juga belum tentu bagus
eleo01
novel bagus
Eleon02
luar biasa
Eni Satria
makin oon msl suami takut bude,pihal istri tdk patut dipertahankan suami winsi
Eni Satria
tinggallah erlan masak jdi suami gal tanggungcjwb mumpung msih muda
El_Tien: sebeb masa muda tidak akan pernah kembali
total 1 replies
Eni Satria
salah masukin macan lapar tanggung akibat kena,gigit
El_Tien: macamnya larii kak 👍❤️🥰 terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Hebat jd ketua geng lemah.. tp kuat ngk sprti nama y..
apa yang salah winsi kalo ayah arkan punya hubungan dengan wanita lain?
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Cari teman baru yg ..baik dan yg mau km aja berteman... biarkan si Meri cemburu km puya teman baru
El_Tien: Hehe ....saya baru nongol, jadi telat baca komennya di novel ini 🤭🙏
total 3 replies
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Isss Merry sombong amat.... teman sendiri dah d lupakan...🙄🙄🙄
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Ngapain pade d jodohin.. biar cari sendiri lahh pendamping y
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
tamat.. intinya winsi & erlan tetap bersama dalam 1biduk.. hanifa menepi bersama cinta barunya. semoga semua bahagia
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: sama-sama Kak El. semangat berkarya ya. masih ditunggu lho, novel2 bagus kakak ya lain. 🤗
total 2 replies
Dinar
yah tamat... dikira mau bulan masuk lagi
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
disini bisa dilihat ilmu & pengalaman berdampak seperti apa. andai kemarin erlan selektif memilih perawat, tentu fadli tidak akan muncul jadi pebinor. bisa jadi, hanifa menganggap fadli ayahnya. tapi fadli bilang dia cinta hanifa walau tak tau benar atau tidak
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pilihan yg mungkin memisahkan
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Semogga dg km pindah sekolah.. km akan mendapat kebahagiaan..
Keceplosan Wisni mangil ayahh
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
isi yg ngk bisa tersalurkan. jd bikin tubuh dan fikiran jd lemah dan stresss
El_Tien: iyaaa ....wkwkwkwk Kakak tahu kan, rasanya gimana?
total 1 replies
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Astaufiruloh... teman yg d harap kan bisa jd sahabat.. malah yg jenyebab kan masalah....
Kau harus kuat Wisni...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!