Seorang santri perempuan yang menetap di sebuah pesantren yang terletak di sebuah kampung kecil.
Dia mondok di pesantren sejak usia sebelas tahun.
Pesantren itu di khususkan untuk wanita saja,karena guru guru di pesantren itu juga wanita yang di sebut ustadzah.Namun,ada satu orang guru laki laki yang di sebut Ustadz.
Ustadz itu masih muda.Dia baru pulang dari pesantren.Namun dia di cegah oleh ibunya yang menjadi pimpinan pesantren itu agar tidak berangkat ke pesantren lagi supaya bisa membantu mengajar di pesantren yang di pimpin ibunya itu.
Hampir semua santri wanita mengagumi Ustadz muda itu.Namun hanya satu orang yang di pilih Ustadz muda itu.
Siapa yang di pilih Ustadz muda tampan itu? dia adalah pemeran utama wanita di novel ini....
Bagai mana ceritanya?
Ikuti alur ceritanya!
Salam hangat dari Author....
Ig/fb :AuthorSyiba
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syiba', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#5 Ustadzah
"Bagai mana? apa kamu sudah memberi tahu kabar keluarga itu bahwa kita akan datang?" tanya Ustadzah Zahra yang seperti ustadzah lain,Ustadzah Zahra juga di sebut Teh Zahra.
"Katanya Teh Alvi yang ingin mengabarinya!" jawab kang Hatim.
"Terus,Alvi ke mana sekarang?"
"Tadi,katanya masih di jalan menuju kesini!"
"Ya sudah,kita tunggu saja sebentar lagi!" kata Teh Putri dan di jawab anggukan oleh semua orang.
Tidak lama kemudian,Teh Alvi datang dengan suami nya dan anak keduanya.
"Paman!" terik Alvin dan berlari ke arah kang Hatim sambil berteriak.
Kang Hatim pun memangku keponakannya itu.Memang semua anak dari kakak kakak kang Hatim sangat dekat dengan kang Hatim.
"Alvin,kamu apa kabar?" tanya kang Hatim.
"Alhamdulillah baik paman,paman bagai mana?" jawab dan tanya balik Alvin dengan nada bicara lucu karena umurnya baru dua setengah tahun.
"Paman juga baik!" jawab kang Hatim.
"Vi,kamu sudah mengabari keluarga itu?" tanya Teh Zahra.
"Ah sudah Teh,kemarin malam saya mengabari keluarga itu!" jawab teh Alvi.
"Lalu,bagaimana?" tanya teh Putri.
"Kita bisa ke sana sekarang!" jawab teh Alvi.
"Alhamdulillah kalau begitu!" kata teh Putri.
"Ya sudah,ayo berangkat!" teh Zahra.
"Aku akan menemui Hana dulu!" kata kang Hatim.
"Mau apa?" tanya teh Alvi.
"Mau memberitahu soal kepergian kita,biar nanti mereka gak nungguin kita!" jawab kang Hatim.
"Teteh aja yang ke sana.Kamu jemput umi dan teh Dawa!" kata teh Alvi.
"Ya sudah!" jawab kang Hatim dan pergi menyusul Teh Zahra yang sudah duluan pergi ke rumah.
"Hana!" panggil teh Alvi.
Hana pun buru buru menghampiri teh Alvi dan menghadap pada gurunya dengan kepada tertunduk hormat.
"Teteh,Teh Putri,Teh Zahra,Teh Dawa, kang Hatim juga umi ada urusan di luar pesantren! nanti jika waktunya ngaji kamu saja yang ajar seperti biasa!" kata teh Alvi.
"InsyaAllah teh!" jawab Hana.
"Ya sudah,teteh pergi dulu,Assalamualaikum!"
"Waalaikumussalam!" jawab Hana.
Teh Alvi pun pergi dan para santri langsung berlarian menuju Hana dan menanyakan apa yang di sampaikan Teh Alvi.
"Teh Hana,apa yang di sampaikan Teh Alvi?" tanya Rika.
"Iya teh,apa yang di sampaikan teh Alvi? apa libur ngaji?" tanya Maya.
"Begini,Teh Alvi mengatakan bahwa beliau,teh Zahra,Teh Dawa,Kang Hatim juga Umi,ada urusan di luar pesantren!" jawab Hana.
"Jadi ngaji libur?" tanya Ros dengan semangat.
Alhamdulillah kata para santri kompak.
"Ngaji tidak libur,tetap mengaji!" kata Hana membungkam para santri yang bersorak karena menyangka akan libur ngaji.
"Ah teh Hana bohong ya? ayo lah kak,libur saja!" kata Riska.
"Tidak,aku harus menjaga amanah,kata teh Alvi kita harus ngaji,namun tenang saja,aku yang ngajar,jadi kita bisa agak bebas!" kata Hana agak tegas namun tetap dengan lembut.
"Ya sudah iya kak!" para santri pun bubar kembali dan menjalankan aktivitas masing masing.
"Hana,Teteh pergi dulu!" teriak Teh Alvi dari dalam mobil yang sedang berjalan menuju gerbang utama.
"Iya teh!" jawab Hana agak berteriak walaupun terkesan tidak sopan,tapi harus gimana lagi,kalau gak di jawab terlihat lebih tidak sopan.
Teh Alvi melambaikan tangannya kepada Hana dan santri yang lain.
seharusnya di bayar lebih baju nya...