true story....
Noviant Juan adalah seorang pria yang tertutup, dia seakan punya dunia sendiri tapi semua berubah karena kedatangan seorang gadis di hidupnya.
Meyda Shakira harus mu hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadirannya.
Naira putri Noviant adalah cahaya cinta keduanya.
akankah mereka bahagia?
atau Vian akan kembali pada cinta lamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
luka kecil..
"tenang dek, tadi mas hampir kejatuhan satu karung padi, tapi untungnya seorang pegawai menarik mas, tapi malah kepala mas yang kepentok pinggiran besi penyangga," kata Vian mengusap kepala Akira.
Akira kemudian hanya pergi meninggalkan Vian dan pak Yono, Akira pun berlari ke belakang rumah.
Akira menangis di kebun belakang, Mak Nur pun menghampiri putrinya itu.
"Akira, kamu kenapa nak? juragan Vian baik-baik saja, kenapa kamu begitu sedih," tanya Mak Nur.
"apa Akira itu pembawa sial ya Mak, setiap orang yang yang Akira cintai pasti terluka," kata Akira memeluk sang ibu.
"kenapa kamu ngomong seperti itu," kata Mak Nur mencoba menenangkan Akira.
"dulu pakde Karto pernah bilang, jika Akira itu membawa nasib buruk, makanya dulu beliau begitu menentang Akira dan mas Teguh," kata Akira.
"tidak ada yang seperti itu, kamu itu putri kebanggaan Mak, jadi gak boleh ngomong gitu nak," kata Mak Nur.
"itu benar Mak, dulu Mak hampir kehilangan Adri karena Akira, terus bang Rizal juga hampir mati karena Akira, dan sekarang mas Vian, itu sebabnya bapak tak pernah menyukai Akira ...." lirih Akira.
"ya Allah nduk, kenapa punya pikiran seperti itu, kami malah beruntung memiliki mu, kamu adalah hadiah dari Alloh nduk," kata Mak Nur yang ikut menangis.
pak Yono pun bisa mendengar semua percakapan kedua orang wanita itu, pak Yono tak menyangka jika perlakuan nya dulu bisa membekas seperti itu.
pak Yono pun menghampiri Akira dan mengusap jilbabnya, Akira pun menoleh dan terkejut melihat pak Yono.
"maafkan bapak yang selalu membuatmu terluka ya nak, bukan bapak tak mencintaimu seperti Abang mu maupun adikmu, tapi bapak hanya merasa bersalah karena dulu kamu hampir cacat karena bapak, tapi bapak malah melukai mu sedalam ini," kata pak Yono.
"Akira sayang bapak," kata Akira yang kini memeluk sang bapak.
Mak Nur tak menyangka jika suaminya menyembunyikan semuanya selama ini.
Akira sedikit tenang di pelukan pak Yono, Akira bahkan baru pertama kali merasakan pelukan hangat sang bapak.
"nduk, itu suamimu sendirian, sana temani, biar Mak masak buat kita makan bareng," kata Mak Nur.
Akira pun mengangguk, saat masuk ke dalam Akira tak menemukan Vian, Akira pun masuk ke kamar miliknya.
ternyata suaminya itu sedang tertidur setelah mandi, Akira pun duduk di samping Vian, Akira membelai pipi Vian.
"terima kasih, sudah menerima ku sebagai pendamping mu, dan mas orang pertama yang meyakinkan bahwa kesabaran cinta itu ada," kata Akira.
Akira pun menghubungi Mak Ijah, ternyata Bu Ageng dan Anis sudah pulang dan sekarang menjaga Aira.
Akira pun mencoba menghubungi Anis dan ternyata langsung di angkat.
"assalamualaikum mbak Anis, apa Aira tidak rewel?" tanya Akira pada Anis.
"waalaikum salam mbak, tidak kok, meski dia tadi sempat mencari mbak Akira, tapi kami berhasil membujuknya, oh ya ada apa mbak kok kata mbok Ijah, mbak begitu panik tadi," tanya Anis penasaran.
"tidak ada, hanya sedikit masalah, tapi sudah selesai, oh ya mungkin aku akan pulang telat mbak, jadi harus ngerepotin mbak Anis nih dan ibu," kata Akira.
"gak masalah mbak, ya sudah mbak lanjutkan saja, biar aku yang menjaga Aira di sini," kata Anis.
"baiklah mbak terima kasih, wassalamu'alaikum," kata Akira menutup telponnya.
Akira pun melihat pak Kadir yang baru sampai rumah nya, pak Kadir kaget melihat Akira.
"ibu juragan di sini?" tanya pak Kadir.
"iya pak, lebih baik bapak mandi dulu, karena mas Vian masih istirahat karena pengaruh obat," kata Akira.
pak Kadir pun mengikuti perintah Akira, pak Kadir tadi juga sempat dengar tentang kecelakaan Vian.
tapi dia tak menyangka jika Akira bahkan sampai datang ke rumah untuk Vian, "ya Alloh jaga rumah tangga mereka, juragan begitu beruntung memiliki istri seperti Bu juragan," batin pak Kadir mendoakan.
Akira membantu Mak Nur menyiapkan semu masakan, setelah itu Akira melihat keadaan Vian.
"masih sakit mas?" tanya Akira yang menaruh teh hangat di samping Vian.
"gak kok, cuma pusing," jawab Vian memeluk Akira.
"kalau begitu nanti mas pulang sama pak Kadir naik mobil, biar Akira nanti naik motor ya," kata Akira.
"gak ini sudah malam, kamu bisa tersesat nanti," kata Vian.
"mas, Akira tau jalan kok, lagian nanti mobil mas Vian kan mengikuti Akira dari belakang, jadi boleh ya," bujuk Akira.
"baiklah, kalau itu maumu," kata Vian.
"ya sudah di minum dulu tehnya, oh ya semua lagi kumpul di ruang tamu, kebetulan pak Agus dan yang lain juga," kata Akira.
Vian pun mengangguk, Akira membantu Vin berdiri, Baim hanya tersenyum melihat tingkah Akira yang begitu menjaganya.
"dek, ini cuma luka ringan," kata Vian.
"tapi kan ma tetap saj itu luka," jawab Akira.
"dasar kamu ini," kata Vian mencium kening Akira.
Vian pun bergabung dengan yang lain, Sukri tak menyangka jika Vian bisa selamat dari kejadian tadi.
sedang semua bersyukur melihat Vian baik-baik saja, "Alhamdulillah juragan tak mendapat luka serius," kata pak Agus.
"Alhamdulillah, oh ya pak Sukri kenapa seperti terkejut begitu saya baik-baik saja," tanya Vian.
Susno langsung salah tingkah mendengar pertanyaan Vian, "eh.. enggak kok juragan, saya bersyukur kalau juragan baik-baik saja," kata pak Sukri.
"saya masih di lindungi oleh Alloh pak, seandainya tadi saya tak di tarik oleh Ipul, bisa jadi sekarang saya sudah di rumah sakit, atau bahkan lebih buruk lagi," kata Vian enteng.
"padahal saya pernah denger kalau Akira itu pembawa nasib buruk loh juragan, lihat saja belum satu bulan juragan sudah hampir celaka," kata pak Sukri.
pyaar... nampan berisi minuman itu jatuh ke lantai, Akira langsung buru-buru membereskan serpihan gelas yang hancur itu.
"Akira," panggil Rizal yang melihat adiknya itu.
"gak papa bang, tangan Akira licin, maaf ya," kata Akira yang tak melihat wajah Rizal.
Vian langsung berdiri dan menghampiri Akira, Vian sudah melihat tangan Akira terluka Karena pecahan gelas.
"sudah dek, itu tangan mu berdarah, sudah!" bentak Vian yang menarik Akira berdiri.
Vian melihat Akira yang sudah menangis dan langsung memeluknya, "dengar kalian semua, sekali lagi ada yang bilang istriku membawa nasib buruk, ku pastikan kalian akan menyesal, dan ingat sekarang kalian harus menghormati Akira sebagaimana menghormati ku, dan untuk masalah hari ini, aku tau ini bukan kecelakaan tapi kesengajaan, dan aku pastikan siapapun dalangnya maka akan ku buat dia menyesal," ancam Vian.
semua orang terdiam, mereka bahkan tak menyangka kalau Vian begitu melindungi Akira, sedang pak Sukri merasa jika dirinya dalam masalah besar.
Kalau berkenan boleh mampir dan support karyaku yang berjudul Sungguh Mencintainya 🙏😉☺️
tegas mirip Romo Jalal
pernah suatu waktu anaknya nangis g mau diam.lsg dibawanya kerumah.alhamduliah begitu kami gendong si baby lsg tenang.
aku sarankan untuk mencari ustadz yg berpengalaman.krna anak ini ada yg jagain.jdi klo ada yg niat g baik dg mengirimi sesuatu, penjaganya marah. itu yg buat si anak rewel..
alhamdulillah..skrg si anak sdh balita.
semangat Thor..🤩🤩
cerita ini sesikit banyak mengingatkan tentang kampung halaman.
pohon rambutan kembar di depan pintu. dijaga macan loreng putih. begitu diceritakan banyak yg tak oercaya dan beranggapan hanya bualan.
giliran surup (menjelang magrib datang) ada balita yg membagikan jajanan beng-beng ke maung di dwpan beberapa ibu2 tetangga.
padahal mrka tak melitah apapun didepan balita itu.
begitu ditanya,si balita bilang..jajannya buat miong yg duduk baik.
nah loh.. kicep lsg para emak2 yg denger.auto bubar masuk rumah masing2..😁😁
apakabar akira selama ini vian..??
hempaskan susukk..😆😆😆
g ada yg nyangka klo jenasah blm mau pulang tanpa maaf dri orang tsb.
jagalahblisan dan perbuatan. krna kadang tanpa kita sadari kita menyakiti orang lain tanpq sengaja dan meninggalkan luka yg mendalam.