Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 35
Senin pagi Adrian dan Kayla berangkat bersama dari rumah ke kantor. Tapi kebersamaan mereka berakhir pada sampai dikantor. Keduanya keluar dari mobil bersikaf layaknya orang asing.
Tanpa menunggu Kayla dibelakangnya, Adrian berjalan cepat dan mengabaikan sapaan para staf karyawannya.
'Dasar sombong, kalo ada yang nyapa dijawab kek.. Mentang-mentang Boss, berlaku seenaknya.' Batin Kayla
"Pagi Bu Boss." Tanpa menoleh kayla tau sekali siapa pemilik sapaan tersebut. Siapa lagi kalau bukan Kevin.
"Pagi." Jawab Kayla dengan tersenyum ramah setelah menoleh pada Kevin.
Hatciiii!
Kayla mengelus hidungnya yang terasa gatal.
"Kayaknya ada yang ngomong Bu Boss, dehh.." Tebak Kevin.
"Tahayul tuh, Aku fflluuuu.. Hatciiii! Bukan lagi digosipin."
"Duluan ya Pak Kevin." Pamit Kayla berlalu menuju dapur kantor. Kayla pikir minum yang air hangat mungkin akan meredakan bersinnya.
"Cihh.. baru datang bukannya kerja, malah nongol di sini."
Kayla mengabaikan kesinisan Syasha sebab tidak mau mengulangi kesalahannya untuk kedua kali. Lagi pula apa gunanya meladeni orang tidak penting semacam Syasha.
"Heran gue, kok loh gak dipecat sih? Padahal gak berbobot bangat! Jangan-jangan loh ngerayu Pak Adriankan. Dasar murahan!"
Kayla tidak terpancing, setelah selesai membuatkan teh hangat untuk dirinya sendiri dia pun berlalu mengabaikan keberadaan Syasha.
Tapi bukan Syasha namanya kalau dia membiarkan Kayla begitu saja.
Dengan kesal Syasha pun mendorong kasar Kayla hingga jatuh dan tersungkur dilantai.
Gelas teh yang Kayla pegang ikut jatuh dan pecah mengenai telapak tangannya hingga hingga menyebabkan luka yang mengeluarkan darah.
Beruntung air dalam gelas itu teh hangat bukan teh panas, kalau tidak, mungkin tangan Kayla bukan cuma berdarah tapi juga melepuh.
"Rasainkan, itu akibatnya melawanku. Huhh.. Dan juga karena tingkahmu yang bergay layaknya istri Boss!" Hujat Syasha tanpa tau Adrian berada dibelakangnya. Rahangnya mengeras serta tangannya mengepal erat menahan amarah.
"Berani sekali kau memperlakukan istri saya seperti itu." Geram Adrian menghunuskan tatapan membunuhnya pada Syasha.
Sontak saja membuat Syasha kaget sekaligus merasa tercekik ketakutan, mengetahui Kayla benar-benar isterinya Adrian.
Setelah mengatakan hal itu Adrian dengan sigap membantu Kayla berdiri dan membersihkan bekas pecahan kaca dari telapak tangan Kayla yang berdarah.
"Bereskan barangmu Syasha karena saya tidak mau mempekerjakan seorang psikopat sepertimu, ch..."
Sontak Syasha pun berlutut memohon ampun, tapi Adrian tidak perduli.
"Keamanan!!" teriak Adrian memanggil petugas keamanan diperusahaannya yang langsung saja datang.
"Bereskan Syasha segera dan jangan biarkan dia kembali menginjakkan kakinya diperusahaan ini lagi." perintah Adrian tak ingin dibantah.
Setelahnya Adrian menggandeng Kayla keruangannya dengan posesif tanpa perduli lagi akan orang-orang yang memperhatikan mereka. Lagipula ini saatnya mereka tahu siapa isterinya agar mereka mulai menghormati dan tidak berani berbuat macam-macam kepada Kayla.
Setelah berada diruangannya, Adrian dengan telaten mengobati luka Kayla diiringi suara ringisan dan bersin dari Kayla.
"Aku sudah mengirim surat pengunduran dirimu ke HRD."
Kayla melotot, "Hatciiii! Apa? Kau memecatku!"
"Bukan kupecat tapi kau yang memundurkan diri."
"Hatciiii! Bagaimana bisa? Aku tidak melakukan kesalahan."
"Aku pikir kau tidak perlu bekerja. Aku punya penghasilan cukup untuk menghidupimu dan anak-anak kita. Lagi pula mempekerjakanmu diperusahaanku sendiri akan melukaimu."
"Lalu bagaimana dengan kebosananku?"
"Itu urusanmu, kau cari sendiri saja caranya.Haiss sepertinya aku harus menjauhimu sebelum aku tertular olehmu."
Kayla mendengus. "Ini gara-garamu.. Hhhaaa..hatciiii! Kalau kau tidak menyerangku dengan air kemarin, aku tidak akan seperti ini."
"Hatciiii!"
Adrian beranjak menghindar dan beranjak ke meja kerjanya lalu duduk di sana. Tapi tatapannya masih mengarah pada Kayla.
"Itu salahmu, kenapa kau tidak mau aku bangunkan secara baik-baik. Satu lagi, Aku paling tidak suka melihat istriku terluka. Jadi kalau kau sengaja atau membiarkan orang lain melukaimu seperti beberapa waktu lalu. Baik kau ataupun orang yang melukaimu tidak akan ku biarkan begitu saja tanpa mendapatkan akibatnya!"
"Hatciiii!" Lagi-lagi Kayla bersin kesekian kalinya.
"Sudah kukatakankan Key, minum obatmu," omel Adrian pada akhirnya dengan raut wajah prustasi tidak tahan melihat Kayla terus-terusan bersin.
"Aku tidak mau, obatnya pahit. Aku minum air hangat saja, nanti juga sembuh."
"Dasar keras kepala! Awas saja kalau sampai sore kau masih belum sembuh."
"Hhhaaaatciiii!"
•••
TO BE CONTINUED
02-03-2020
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak komentar..
Mohon dukungan vote-nya juga ya.. 🙏😍😍