Moza Remon seorang gadis cantik yang harus menderita setelah kepergian kedua orang tuanya..
Suatu malam dia di usir oleh Pamannya dalam cuaca hujan deras menyusuri jalanan jalanan dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya..
Namun tiba tiba dia bertemu dengan seorang laki laki tampan di saat bersamaan tubuhnya terasa lemah dan jatuh pingsan.
Bagaimana kelanjutan hidup Moza setelah bertemu dengannya, apa dia akan kembali menderita atau bahkan menjadi bahagia.. ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malaikat Kebaikan
Leon langsung mengajak Moza kembali ke Jakarta, dia sudah sangat emosi dengan kelakuan Mira yang sudah sangat kurang ajar dengannya.
" Sayang,, Sudah ya dia masih terlalu muda jadi belum mengerti " Ucap Moza menenangkannya
Leon menatap Moza,,
" Kita pulang sekarang ya " Ucap Leon lembut dan Moza mengangguk.
" Tapi,, " Ucap Moza membuat Leon menghentikan langkahnya dan menatapnya
" Jangan marah ataupun memecat Bik Siti dan Mang Ujang, Mereka tidak bersalah dan mereka sudah lama bekerja dengan kamu "
Sangat berat untuk Leon mengingat kelakuan Mira,,, namun karena ucapan Moza membuatnya menurut.
Dan kembali menggenggam tangannya namun Moza menahannya membuat Leon mengeryitkan keningnya..
" Janji tidak akan marah " Ucap Moza kembali membuat Leon mengangguk.
Cup,,
Moza berjinjit dan mengecup singkat Leon..
Leon tersenyum dan mengacak rambut Moza, hanya dengan Moza emosinya bisa hilang begitu saja.
Terlihat Bik Siti, Mang Ujang dan Mira duduk di ruang tengah,,
Leon menghela napasnya rasanya begitu malas menatap wajah Mira.
" Tuan,, Nyonya " Ucap Mang Ujang
" Saya minta maaf dengan sikap Mira yang sudah begitu lancang "
Moza mengusap lembut lengan Leon dan mengangguk,,
" Saya memaafkan Mira karena istri saya yang memintanya dan karena saya melihat Bik Siti dan Mang Ujang yang sudah bekerja lama dengan Saya, Saya minta untuk kalian bisa mendidik Mira lebih baik supaya dia bisa lebih sopan "
" Baik Tuan,, Pasti Saya akan mendidiknya dengan keras " Ucap Mang Ujang membuat Mira mendelik.
" Mira,, kamu masih sangat muda dan kamu masih bisa mendapatkan laki laki yang baik dan seumuran dengan kamu, bukan dengan laki laki yang sudah beristri,, Mengaguminya saja pun kamu salah " Ucap Moza membuat Mira hanya memutar bola matanya.
" Ayo sayang kita pulang " Ucap Leon mengandeng tangan Moza keluar dan menuju mobilnya.
-
Selama perjalanan Leon hanya terdiam, Moza tau Leon begitu emosi saat ini.
" Sayang Hei,, Senyum dong kamu lupa jika ada istri kamu ini hem " Ucap Moza dengan menyilangka kedua tangannya di atas dada dan menatapnya.
Leon menoleh dan menggeleng,,
" Maaf Sayang,, " Ucapnya tersenyum dan mengusap rambutnya.
Moza menggenggam tangan Leon dan mengecupnya membuat Leon tersenyum dengan tingkah istrinya yang selalu saja bisa membuatnya tersenyum.
Setalah sekitar dua jam mobil sampai di depan halaman Mention,,
Leon dan Moza berjalan masuk terlihat Adam yang langsung meyambut nya..
" Selamat datang Tuan, Nyonya " Ucap Adam dan Moza tersenyum ramah berbeda dengan Leon yang bersikap biasa saja.
Mereka menuju kamarnya,,
" Aku ganti baju dulu ya " Ucap Leon dan Moza mengangguk.
Leon menuju kamar mandi dan Moza melepaskan sepatu dan meletakan tasnya, dia pun duduk di tepi ranjang dan membuka ponselnya.
Selama mereka di Puncak memang Moza sama sekali tidak memainkan ponselnya dan lagi lagi terlihat panggilan dari Pamannya membuat Moza bingung namun dia pun tidak ingin tau kenapa dan hanya mengabaikannya.
Rasanya begitu lelah,, dia pun membaringkan tubuhnya,,
Benar benar sangat melelahkan tapi suasana di sana membuatku selalu rindu untuk kembali ke sana, tapi setelah kejadian ini apa Leon akan mau menemaniku kembali ke sana. Gumam Moza.
Tidak lama Leon keluar dengan sudah terlihat segar bahkan rambutnya yang masih sedikit basah dibiarkannya.
" Kenapa,, Capek ya " Ucap Leon duduk di tepi ranjang dan mengusap wajah cantik Moza yang juga menatapnya..
Tiba tiba Moza merasakan sesuatu pada perutnya dan segera beranjak menuju toilet membuat Leon bingung juga merasa khawatir..