Perhatian novel ini mengandung teori dan misteri
Jika kalian tim yang lebih mementingkan judul, dari pada alurnya silahkan berpikir dulu sebelum membaca, takutnya tidak suka alurnya malah berakhir hate koment🙏🏻
Setelah bertengkar hebat dengan orang tua nya Serin memutuskan untuk pergi dari rumah dan hidup sendiri
hidupnya berubah ketika dirinya mengenal Glen yang tidak lain adalah seorang Presdir tampan yang sukses di usia yang terbilang muda
ikuti keseruan cerita mereka di PENGAWAL CANTIK
yang mau info up bisa follow ig
@sweetdream
Mohon maaf jika ada kesalahan atau typo soalnya ini karya pertama autho, happy reading🥰🙏🏻
cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author, jadi mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, judul atau tempat, itu semua murni kebetulan
jika kalian suka ceritanya jangan lupa like, tambah kedaftar favorit, vote dan tentunya tinggalin jejak dengan koment ya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweetdream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buku
"Serin kemarilah!" panggil Glen
"ada apa?" sahutnya seraya menghampiri Glen
Melihat Glen hanya menatapnya, membuat Serin mengerutkan dahinya bingung
"Akhhh..."
"Bapak kenapa?" tanyanya, seraya mengelus kakinya yang tadi di pukul oleh Glen, pakai pena
"Jangan salahkan aku ya nanti" ucap Glen
"Maksudnya?" sahut Serin bingung
Tanpa menjawab pertanyaan Serin, Glen langsung pergi begitu saja, setelah memasang jasnya, dan tentunya wanita itu bergegas mengikutinya
...****************...
"Mau kemana?" tanya Serin, seraya masuk kedalam mobil, tapi Glen hanya memberikannya sebuah buku catatan untuknya
"untuk apa?" tanyanya lagi, karena bingung dengan Glen
"......"
Sampai ditempat yang Glen tuju, ia turun diikuti Serin
"siang pak" sapa seorang pria, yang datang menghampiri Glen seraya memberikan sebuah helm keamanan
Meraih helmnya, ia memberikan satu untuk Serin
Glen berjalan mengikuti manajer yang mengawasi pembangunan, diikuti Serin yang mengekor dibelakangnya
Serin hanya para pekerja, dan bangunan yang masih dalam tahap pembangunan, sedangkan Glen sibuk bicara dengan manager
Setelah manager pergi, Glen menoleh kebelakang mencari keberadaan Serin
"bukunya mana" tanya Glen
"buku apa" sahut Serin
"yang kuberikan saat dimobil" jawabnya
"dimobil" sahut Serin, Glen menghela nafasnya
"cepat ambil" suruhnya, lalu Serin pergi untuk mengambil buku
"Ini" seru Serin seraya menyerahkannya kepada Glen
"kenapa memberikannya kepadaku" ucapnya
"kan tadi bapak yang minta untuk diambilkan" sahut Serin
"ini untukmu, catat semua yang kukatakan" jawabnya
"kenapa aku, kan seharusnya Vina, aku pengawalmu bukan sekertarismu" balasnya
"lihat pakaianmu sudah seperti sekertaris, jadi kamu saja yang melakukannya" jawabnya santai, seraya berjalan untuk memantau pembangunan
Serin hanya bisa mendengus kesal, dan mengikuti Glen kesana kemari tanpa henti dibawah teriknya matahari
"Apa bapak tidak lelah?" celetuknya seraya menundukkan badannya karena letih
"cepat!" suruh Glen, tanpa memberi waktu untuk wanita itu istirahat
Dengan kaki yang lelah, dan wajah yang mulai memucat karena lelah, Serin harus tetap melanjutkan tugasnya
"Akhirnya selesai" gumamnya, seraya menatap kelangit
Tanpa sadar, ia tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya
Melihat Serin, Glen bergegas menangkapnya
"Serin!" panggilnya seraya menepuk lembut pipinya
"Serin!" panggilnya lagi, karena tidak mendapatkan jawaban, Glen bergegas membawanya kerumah sakit terdekat
...****************...
"Bagaimana keadaannya dok" tanya Glen
"dia baik-baik saja, karena kelelahan dan syok akan cahaya matahari membuatnya pingsan" jelas dokter
"apa dia berdiam dibawah terik matahari berjam-jam" tambah dokter, dan di angguki oleh Glen
"lain kali jangan terlalu membiarkan dia kelelahan, dan terlalu lama berdiam dibawah terik matahari" jelas dokter
"baik dok" sahut Glen paham
Setelah dokter pergi, Glen menarik kursi dan duduk disamping bankernya, menunggu Serin sadar dari pingsannya
"......"
"apa kamu baik-baik saja?" tanya Glen, ketika melihat Serin sudah siuman, Glen menekan tombol agar dokter datang
"Aku dimana?" tanyanya seraya memegang kepalanya, yang terasa sedikit pusing
"kau dirumah sakit" sahut Glen
"Bagaimana! apa masih merasa pusing" tanya dokter, yang baru datang setelah Glen memanggilnya
"sedikit" jawab Serin, dan hanya di angguki oleh dokter
"karena tidak ada yang perlu di khawatirkan, anda bisa pulang hari ini" ucap dokter, mereka berdua mengangguk, dan bersiap pulang setelah Serin sudah lebih baikan
"maafkan aku!" ucapnya pelan
mendengar itu, Serin hanya bisa menghela nafasnya dan mengangguk
"istirahatlah dulu aku akan ke administrasi mengurus kepulanganmu" jelas Glen, dan kembali di angguki oleh Serin
...****************
...
masuk kedalam kamar Serin merebahkan tubuhnya diranjang
"bapak bisa kembali ke kamar, terimakasih sudah membantuku" ucapnya, Glen mengangguk dan kembali kekamarnya
"......"
setelah merasa agak baikan, Serin menyibak selimutnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
"Serin!" panggil Glen, yang baru saja masuk kekamarnya
"kemana dia? Ah. mungkin dikamar mandi" gumamnya
"Akhhh..."
Lirihnya dari kamar mandi, mendengar teriakannya Glen bergegas mendobrak pintu kamar mandi takut sesuatu terjadi pada istrinya itu
"kau baik-baik saja" tanya Glen melihat Serin tergeletak dilantai sambil kesakitan
"B-Bagaimana kau bisa masuk!" kagetnya, ketika melihat Glen bisa masuk ke kamar mandinya
Tanpa menjawab pertanyaan Serin, ia langsung mengangkat wanita yang masih memakai handuknya itu, di atas ranjang
"Akhh... sakitnya!" lirihnya, seraya memijat pinggulnya yang sakit karena jatuh
"kenapa bisa jatuh?" tanya Glen
"kepleset" sahutnya singkat
"mau kubantu" tanya Glen menawarkan diri
"membantu apa?" sahut Serin
Glen terdiam, dan melihat kearah bokongnya yang
Serin membulatkan matanya, dan langsung menatap Glen "tidak perlu, bapak keluar saja, aku bisa sendiri" jawab Serin, seraya menyuruh Glen untuk keluar dari kamarnya
"giliran yang beginian cepet!" gumam Serin, seraya menggelengkan kepalanya
"ada apa lagi?" sahut Serin, ketika Glen memunculkan kepalanya di pintu
"turunlah untuk makan malam" ucapnya
"iyaaa..." sahut Serin
setelah mendapat jawaban dari Serin, Glen turun menuju lantai satu, untuk makan malam
...****************...
Keluar dari kamarnya, ia pergi menuju meja makan untuk makan malam
Menarik kursi, Serin duduk dan bersiap untuk menyantap makanannya
Suasana di meja makanan diliputi dengan keheningan, tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua
Serin bergegas untuk menghabiskan makanannya, agar bisa lekas pergi dari meja makan menghindar dari suasana canggung antara dia dan Glen
selesai menghabiskan makanannya Serin beranjak dari meja makan
"mau kemana...?" tanya Glen,
Lantas Serin menoleh, dan menatap Glen yang masih berada dimeja makan
"kekamar, memangnya kenapa..?" sahutnya
"Ah. tidak... pergilah" ucap Glen
Serin mengerutkan keningnya, lalu melanjutkan langkahnya menuju kamarnya, meninggalkan Glen yang masih berada di meja makan
"apa dia sudah tidur?" gumamnya, seraya menyenderkan tubuhnya ke punggung ranjang
Glen memejamkan matanya sebentar, tapi matanya kembali terbuka saat mendengar suara benda jatuh
"apa dia belum tidur?!" gumamnya lagi seraya melihat jam
"sudah jam segini, kenapa dia belum tidur juga?"
Bangun dari ranjang, Glen melangkah menuju akses kamarnya kekamar Serin
mengetuk pintu "Serin apa kamu masih belum tidur, jika belum.. tidurlah ini sudah larut" serunya, lalu kembali ke kasur nya
Merasa sudah capek, Glen membaringkan tubuh nya dan bersiap untuk tidur
Tapi suara benda jatuh kembali terdengar oleh Glen, namun ia tidak ingin ambil pusing, dan memilih untuk melanjutkan tidurnya
Tidak berselang lama, suaranya terdengar lagi
"sebenarnya dia sedang apa malam-malam begini" kesalnya dalam hati, dengan mata yang masih terpejam
Suasana mulai hening, Glen juga mulai terlelap dalam tidurnya, tapi sekali lagi suaranya kembali terdengar, tapi kali ini terdengar lebih nyaring
Karena sudah kesal karena tidurnya terganggu, Glen membuka matanya, lalu bangun dan berjalan menuju kamar Serin
Tannpa basa-basi, Glen langsung memasukkan kunci dan membuka pintunya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu
"Serin sebenarnya kamu sedang apa?!" tanya Glen seraya membuka pintu kamar Serin
Mata Serin melebar melihat Glen bisa masuk kekamar nya "kenapa bapak bisa masuk" tanyanya
"yang membuat kamar ini aku, tentu saja aku bisa masuk" sahutnya dengan wajah yang masih mengantuk
"sebenarnya kau sedang apa?" tanya Glen yang melihat buku berserakan dikamar Serin
"apa aku membangun, kan mu?" tanyanya kembali
"tentu saja..." sahut Glen, yang dari tadi sudah kesal karena tidurnya tidak bisa tenang
"maaf, aku sedang menyusun buku-buku ini, tapi karena tidak sampai bukunya terus jatuh, aku mengambil kursi untuk membantuku, tapi karena tidak seimbangan, itu membuatku jatuh" jelasnya
Glen menghela napasnya "sini kubantu, dimana aku harus meletakkan nya?" tanya Glen, seraya meraih buku yang ingin disusun Serin
"di rak paling atas" jawabnya
Setelah mendengar jawaban Serin, Glen meletakkan bukunya ditempat yang dipinta Serin
"sudah selesai, kan! sekarang bisakan kau tenang" ucap Glen, dan di angguki oleh Serin
"makanya tumbuh itu keatas, jangan ke samping" cibirnyq, seraya menepuk lembut kepala Serin
Lalu beranjak dari kamar Serin, dan pergi ke kamarnya untuk istirahat
Sedangkan Serin masih terdiam setelah Glen menepuk lembut kepala nya, hingga pipinya mulai memerah
"sadarlah Serin! sadar" gumamnya, seraya menepuk pipinya, untuk menyadarkan dirinya sendiri
Karena sudah selesai menata bukunya Serin merebahkan dirinya, dan bersiap untuk tidur
sekarang dua pasangan suami istri beda kamar itu, sedang melangkah menuju alam mimpi mereka masing-masing
...****************...
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa terus dukung author dengan like dan vote ya biar author semangat up ceritanya🥰🥰
buat yang sudah dukung author terimakasih dukungannya🥰