"Kau takkan bisa lepas dariku, Diana. Sampai kapanpun kau akan tetap bersamaku, selamanya."
Sesosok pria asing datang dan mengatakan hal itu padaku. Tidak hanya itu, dia juga memiliki kekuatan layaknya karakter fantasi. Aku yang hanya manusia biasa hanya bisa apa? Apa yang harus kuperbuat untuk menyingkirkan stalker ini?
.
.
.
Publish: 20 Januari 2021
>Diperkenankan komentar positive
>Yang mau saling dukung dimohon like dari bab akhir, ya. Sekian terima kasih :))
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ItsMeMar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WIH #35
Happy Reading!
"Kau ..." geram Eve dalam gumaman.
"Oh, aku juga pernah mendengar dongeng-dongeng tentang orang kerajaan dari dunia fantasi yang datang ke bumi untuk mempelajari siklus kehidupan bumi, dan juga untuk menemui seseorang penting di sini." Rico menyeringai samar, "apa kalian seperti itu?"
"Rico!" bisik Diana sebagai peringatan.
"Si brengsek ini ..." Eve beranjak berdiri. Namun, pergerakannya yang tiba-tiba tidak sengaja menyenggol nampan pelayan yang membawa dua gelas air mineral. Melihat hal itu, Sky dengan cekatan mengerahkan tumpahan air tersebut ke arah Rico dengan kekuatannya.
"Huh, sekalian saja ... Aku juga harus tahu apa wujud aslinya sudah kembali atau belum."
"M,maaf ... maafkan saya," sesal pelayan, kemudian segera menyambar beberapa lembar tissue dengan gelisah. Namun saat ia hendak membersihkan tumpahan air mineral di pakaian Rico, tindakannya terhenti ketika Key melarangnya dengan halus, "apa tidak apa-apa? Saya sungguh minta maaf." raut pelayan begitu masam atas kecerobohannya.
"Mari kita tunggu reaksi manusia ikan itu."
"Permisi," suara Eve menarik perhatian mereka, "saya yang bersalah, saya minta maaf." Eve menyatukan tangannya di depan dada.
Rico memutar bola matanya jengah kemudian menghembuskan nafas kasar, "permintaan maaf diterima."
"Aku tidak berbicara padamu, aku berbicara pada mbak pelayan."
Rico mendelik geram melihat senyum tanpa dosa yang dipapar oleh Eve.
"Hm, tidak ada reaksi panik sedikitpun selain marah. Oke, jadi wujud aslinya belum muncul, ya."
"Rico, sudahlah, ayo ke toilet." Key menoleh ke samping, "dimana toiletnya?"
"Itu, di belakang sana," balas si pelayan langsung seraya menunjuk pojok ruangan dengan tubuh membungkuk. Di detik selanjutnya, Key menarik lengan Rico sesaat untuk mengikuti langkahnya. Sementara si pelayan undur diri dengan perasaan bingung.
"Lain kali berhati-hatilah, beruntung itu hanya air mineral," peringat temannya yang bekerja sebagai kasir.
"Aku bingung, kenapa air itu bisa tumpah ke anak muda yang duduk di seberangnya? Bagaimana bisa tumpah sejauh itu? Tadi aku sempat melihat dua lelaki berambut silver dan merah itu. Nyatanya, mereka tidak terkena tumpahan sedikitpun, padahal mereka-lah yang paling dekat denganku."
"Sudahlah, di mataku tidak ada yang aneh, memang tadi senggolannya cukup kencang, jadi tak heran kalau air itu mengarah ke anak muda di seberangnya," si kasir menjeda dialognya, "mungkin karena keterkejutanmu saja yang membuatmu bingung. Tidak ada yang aneh, kok. Lebih baik sekarang kau bersihkan meja mereka dulu."
Pelayan itu sempat termenung sejenak sebelum akhirnya mengambil kain lap dan membersihkan sisa tumpahan air di meja mereka. Usai dengan itu, Sky dan Eve segera berpindah kursi ke sisi Diana dengan perasaan senang.
"Hey, hey. Kenapa kalian pindah?" Leora mengutarakan pertanyaan.
"Iya, ini 'kan tempat Rico dan Key," setuju Diana. "Apa mereka berniat melindungiku?" batin gadis itu.
"Diana, apa kau baik-baik saja? Air itu tidak mengenaimu 'kan?" Sky mengalihkan topik. Gadis itu sempat terdiam dan mengecek rok dressnya sebelum menjawab dengan gelengan, "tidak, sama sekali tidak."
Leora dan Clair yang menyaksikan perbincangan mereka hanya diam tersenyum miring.
"Kau berpikir apa yang kupikirkan, Clair?"
"Ya, Diana direbut banyak lelaki?" balasnya sedikit tak yakin.
"Benar, menurutmu ... Kau mendukung Diana dengan siapa?"
"Hm ..." Clair berpikir sejenak, "... Sky, hehehehe."
Mendengar jawaban gadis berambut panjang tersebut, Leora menoleh ke samping, "bukankah lebih cocok dengan Rico? Aku setuju Diana dengan Rico. Bagaimanapun, kita belum tahu sikap dan perilaku Sky yang sebenarnya."
"Itu salah, Diana pantas dengan Sky. Karena Sky lelaki yang akrab, tampan, dan ..." Clair tersenyum geli, "... sexy."
Leora menepuk jidat, "baiklah, kita berbeda tim, Clair. Kau tim Sky dan aku tim Rico, aku akan tetap mendukung Diana bersama Rico."
"Dan aku sebagai tim Sky akan terus mendukung dan mendekatkan hubungan mereka." Clair meletakkan sebelah tangannya di depan dada.
...\=\=\=\=\=❤\=\=\=\=\=...
"Sialan, tiada hari yang menyenangkan selama ada dua manusia tengik itu." Rico berujar kesal tanpa menjauhkan pakaiannya dari bawah hand dryer, "oh ya, aku belum melihat kekuatanmu, Key. Bisa kau tunjukkan padaku?"
Key yang tengah bersandar di dinding mengangkat telapak tangannya dengan alunan pelan. Cukup lama lelaki itu menatapnya hingga ia menuntun langkahnya menuju wastafel, membuka kran dan menengadahkan tangannya di dekat derasnya air.
Rico yang tengah mengeringkan pakaiannya sama sekali tak melepas perhatiannya dari pergerakan Key yang kini menarik aliran air ke atas telapak tangannya, membentuk bola air berukuran sedang. "Awalnya begini, lalu ..." sebelah tangan lelaki itu mengitari gumpalan air hingga terpisah menjadi beberapa bagian kecil yang membentuk jarum.
Lelaki itu menengadahkan kedua tangannya, dikepalnya sejenak sebelum ia kembali membukanya bersamaan dengan meluncurnya jarum tersebut.
KRAK!
Rico sedikit tersentak oleh hantaman tersebut yang menciptakan retak di beberapa bagian cermin di depannya.
"Aku bisa membentuk air itu sebagai senjata yang kuinginkan, Rico."
"Hebat ..." Rico tersenyum kagum menyaksikannya. Berselang detik kemudian, terdengar langkah kaki dari luar sana. Tak ingin ketahuan, Key dan Rico bergegas memasuki salah satu toilet. Tak sempat mereka mengunci pintunya, seseorang lebih dulu datang menyusuri area toilet.
"Sudah, jangan kunci pintunya. Sekalinya kau mengunci, suara itu akan terdengar olehnya. Itu bukan tipe kunci yang tidak bersuara," jelas Rico dalam bisikan yang dibalas anggukan paham oleh Key.
Saat tapak kaki tersebut mengarah ke toilet mereka, Key dengan cepat menyentuh pundak Rico yang perlahan mencair dan berubah menjadi genangan air.
Sedetik selanjutnya, pintu toilet mereka terbuka oleh pria bertubuh gempal nan tinggi. "Cih, dasar kotor! Dimana petugas kebersihannya? Bisa-bisanya dia tak membersihkan genangan airnya," ucapnya kemudian berlalu mencari toilet lain, "orang-orang iseng bisa saja sengaja kencing di lantai."
Usai dengan kegiatannya, orang tersebut melangkah keluar. Setelah dirasanya aman, Key kembali merubah wujud mereka ke sedia kala.
"Ini juga salah satu kemampuanmu, Key? Luar biasa." Rico berdecak kagum.
"Hehe iya. Oh ya, ngomong-ngomong bagaimana kondisimu sekarang?"
"Maksudmu, kulitku?" tanya Rico memastikan.
"Iya."
Rico bungkam sejenak, "aku mulai terbiasa mengatasi ini. Tapi ... sepertinya semakin lama aku terkena air semakin gila pula kondisi tubuhku terhadap air." lelaki itu mengidikkan bahu, "entahlah, itu hanya perasaanku atau memang begitu. Bagaimana denganmu?"
Key yang tengah berpikir sontak terbubar, "Aku? Aku tidak sampai begitu. Kondisiku sama seperti sebelumnya meski terkadang kulitku terasa panas setelah beberapa jam tidak terkena air. Tapi sepertinya tidak semakin parah seperti dirimu."
"Key ..." Rico menjeda kalimatnya, "menurutmu, apa yang terjadi pada kita jika terus menerus seperti ini? Apa kita punya wujud lain di waktu sebelumnya?" Meski Rico berucap dengan nada tenang, Key masih mampu menangkap raut gelisah di wajahnya hingga timbul keinginan untuk memantau dan menjaga pangerannya lebih dekat.
"Rico, ijinkan aku tinggal bersamamu mulai saat ini. Mari kita pantau perkembangan kita bersama-sama."
...WHO IS HE?...
...To be continue ......
Maap ges, akhir-akhir ini aku jarang ceritain Diana soalnya... ya gitulah... paham kan? :v
like dan fav uda mendarat.
salam dari "Pernikahan impian."
makasih😁😁
saling support yaa 🙏