"Siapa wanita yang rela Suaminya Menikah lagi..??"
Sama halnya dengan wanita bernama
Afifah Hilya Nafisah (21), wanita berdarah Sunda dan Jerman tersebut, entah mengapa kontra sekali dengan kata POLIGAMI.
Kalo di tanya mengapa dia begitu benci poligami bahkan dia sendiri belum menikah? alasannya karena kebanyakan sekarang orang berpoligami karena kepuasan batin semata ,(nafsu). bukan seperti Nabi. yang memang niat untuk membantu para janda.
Lantas bagaimana ??
Ketika takdir justru membawa dia kedalam kehidupan POLIGAMI, bukan menjadi wanita yang yang justru terusik akan adanya madu, Namun justru dirinyalah yang menjadi madu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aneh
Azam pulang kerumahnya bersama Afifah setelah sholat ashar
Azam: "mbok..!! kemana Fifah..??kok tumben sepi..??"
Mbok Yem: "Nyonya Ndak pernah keluar dari kamar Tuan!, sepeninggalan Tuan dan Nyonya Ismi, saya juga tidak membangunkan karena kata nyonya sedang halangan".
Azam sedikit heran dengan penjelasan mbok Yem Ndak biasanya istrinya itu betah dikamar, Azam bergegas naik ke lantai dua memasuki kamar sang istri.
Azam menatap punggung wanita yang sangat dicintainya itu, setelah melepas sepatu, tanpa melepas kaoskakinya Azam menaiki tempat tidur, menelusupkan badanya kedalam selimut yang di kenakan sang istri.
Azam mendekap tubuh istrinya yang jauh lebih kecil dari tubuhnya sendiri, Namun mendekap Afifah memiliki kenyamanan yang menenangkan dirinya.
Afifah menggeliat dalam tidurnya, merasa ada yang memeluknya, membuat Afifah membalikan badanya cepat.
dan senyuman secerah mentari terbit dibibir mungilnya , mengetahui siapa si pemeluk tubuhnya.
Afifah: "mas',kapan pulang ..?? apa sudah lama..??.kenapa kesini..?? hari bersama Fifah udah selesai loo..!! harusnya 20hari lagi mas baru kesini"
Pertanyaan dan ucapan Afifah tidak mendapat jawaban dari sang suami, Azam hanya memandang lekat wajah sang istri.
Afifah: "mas kok diam..??"
Azam: "Ismi dan Susi mereka mau Kemalang, tadinya mas berencana menghabiskan waktu mas sampai puas bersama dek IFA namun mas harus kecewa, karena mas juga harus segera pergi ke Mojokerto dek"
Afifah tersenyum manis sambil mengelus dada bidang suaminya.
Afifah: "pergilah mas, cari uang yang banyak...!!sekarang istri mas ini pengangguran lhoo...!!" ucap Afifah menggoda Azam.
Azam hanya tersenyum dan membenamkan kepalanya di tengkuk sang istri, dan mereka kembali terlelap.
.
.
.
Afifah terbangun setelah mendengar ketukan pintu, Afifah menggeliat dan segera turun dari ranjang.
ceklek.
Afifah: "ada apa mbok..??"
Mbok Yem: "waktunya makan malam nyonya.."
Afifah: "mas Azam kemana mbok..??" tanya Afifah, sambil melongok kan kepalanya keluar kamar karena kamar mandi terbuka.
Mbok Yem: "Tuan pergi keluar kota Nya, Tadi simbok dipesanin suruh bangunkan nyonya setelah habis magrib"
Afifah: "ah iya mbok, gak tau kenapa badan saya lemes, trus kepala saya sedikit pusing, Dan mau tidur terus" ucap Afifah pada mbok Yem.
Mbok Yem tersenyum penuh arti namun kemudian ekspresinya kembali normal. mungkin kah nyonya sedang hamil muda..?? yaaah kan nyonya sedang halangan. batin mbok Yem.
Afifah menikmati makanannya dengan sangat lahap, membuat sang asisten menatap heran, Namun juga maklum, sang majikan hampir seharian tidak keluar kamar pasti sangat lapar.
2 Minggu Azam berada di Mojokerto, dan 12hari di Ponorogo, menangani proyek yang tidak bisa digantikan, membuat Azam merasa frustasi, Afifah hampir tiap hari merengek meminta Azam agar cepat pulang, sudah berapa kali Azam ingin menyempatkan diri untuk pulang namun keadaan betul betul tidak mengizinkannya, Dan sudah 2 hari sang istri tercinta Afifah tidak dapat dihubungi, membuatnya sangat khawatir.
Ismi sedang ada perjalanan bisnis ke menado, Susi sedang berada di Balikpapan , membuat Azam sangat khawatir dengan kondisi Afifah.
byasanya Azam menitipkan Afifah kepada Ismi ataupun Susi, kini mereka sama sama jauh, Azam yang hendak meminta tolong sang mama tidak enak, akhirnya Azam memutuskan untuk pulang diam-diam tanpa memberitahukan sang istri.
.
.
.
Azam sampai jam 5 subuh, setelah menempuh perjalanan 3 jam dari Ponorogo, Azam sebelumnya sudah menelpon mbok Yem untuk membiarkan pintu tanpa di kunci, Azam segera melangkah menuju kamar Afifah, Namun ranjang Afifah terlihat kosong.
Azam mendengar gemercik air dikamar mandi, Azam segera melangkah membuka pintu kamar mandi dan betapa terkejutnya Azam melihat keadaan Afifah.
lagi seru2 nya ada gangguan.