NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Alam Tidur Juang Liang

Damon mendapati dirinya sedang berjalan-jalan di ruangan lain penuh bola-bola warna-warni.

"Berhati-hatilah, Damon!"

Terdengar suara menggema dari ruangan bergelombang ini, Damon mendongak ke atas, memeriksa asal suara itu.

"Yah, Kaisar, aku akan berhati-hati..." kata Damon. "Aku sudah berada di alam tidur Juang Liang sekarang."

"Dengarkan petunjuk ku, jalan lah lurus ke depan. Di sana, kau akan menemukan jalan menuju pintu rahasia alam tidur semesta milik bocah itu."

Kembali suara Kaisar Muchen terdengar mengeras dan menggema.

"Baik, aku mengerti." sahut Damon.

"Bawa perlengkapan itu, gunakan jika kau mengalami kesulitan, Damon !"

"BRUUUK... ! " Sebuah tas besar jatuh dari atas ruangan aneh ini, membuat Damon tersentak kaget hingga melangkah mundur ke belakang.

Damon melirik cepat ke arah tas besar di bawahnya, dia bergegas mengambil tas tersebut lalu membawanya di punggung.

"Jangan menunda-nunda waktu lagi, cepatlah selesaikan tugasmu di alam tidur Juang Liang. Dan segera temukan apa penyebabnya lalu kembalilah dengan selamat."

Suara Kaisar Muchen menggema lagi, tapi kali ini terdengar lebih keras dari sebelumnya.

Damon segera melangkah maju, tergesa-gesa dan mempercepat laju langkah kakinya, dia ingin segera menyelesaikan misi tugasnya di alam tidur Juang Liang.

Suara langkah kakinya senyap, sorot matanya tertuju lurus ke depan, sedangkan detak jantungnya terus berdegup kencang.

Bagaimana tidak jantungnya berdetak secepat ini, pengalaman ini adalah yang pertama bagi Damon, bukan hal biasa karena dia tidak pernah mendapati pengalaman seaneh serta menegangkan seperti ini.

Ketika langkah kakinya menyentuh ujung jalan di depannya, terdengar suara menggema lagi.

"LIHAT PETUNJUK DI SAMPING KANAN!"

Suara itu sangat asing, bukan suara Kaisar Muchen ataupun suara Dewa Zhen Wu.

Damon segera memalingkan muka sesuai petunjuk, dia menoleh ke arah kanan, dan melihat sebuah papan berukuran sedang terpajang di sampingnya.

Tercantum tulisan panjang yang menyertakan keterangan khusus.

"MISI PERTAMA. TEMUKAN KUNCI PERAK BERSIMBOL NAGA EMAS LALU MASUKKAN KE DALAM KOTAK KACA BERMOTIF MATA SATU UNGU."

Damon tertegun diam, mematung sembari berpikir serius lalu bergumam pelan.

"Ada tahapan yang harus kuselesaikan ternyata, kenapa tidak langsung menghadapi lawan, tinggal munculkan monster atau setan dan sebangsanya maka aku mengerti."

Damon segera melangkah cepat, melanjutkan misinya untuk menyelamatkan Juang Liang. Tapi, ternyata tugas misi itu tidak semudah bayangan Damon.

"Kunci perak bersimbol naga emas lalu masukkan kunci tersebut ke kotak kaca bermotif mata satu ungu, kenapa tidak jingga sesuai alam setan ini..." gerutunya sembari terus berlarian.

Jalan di depan sana terlihat sangat pendek, Damon merasa lega karena tujuannya akan tiba lebih cepat.

"Tapi... dimana aku harus mencari benda itu?" tanyanya seraya mengedarkan pandangan nya. "Aku tidak melihat apa-apa di sini, semua tampak lapang, hanya ada jalan luas di depan."

Damon mengedarkan pandangan nya, berusaha mencari-cari tempat yang mungkin menyimpan kunci tersebut.

"Tidak ada petunjuk apapun, bagaimana aku bisa menemukan kunci perak bersimbol naga emas itu..." kata Damon.

Damon teringat pada prisma miliknya kemudian dia mengeluarkan benda tersebut dari dalam tas.

"Aku akan mencoba menggunakan prisma Agni ini, mungkin aku bisa menemukan petunjuk berharga mengenai kunci itu." ucapnya.

Damon mulai fokus pada prisma di tangannya, berkonsentrasi penuh.

"Langit Bersatu... !!!" bisiknya pelan.

Seketika prisma tersebut berpendar-pendar terang lalu berputar-putar naik di atas telapak Damon.

"Wuzh... Wuzh... Wuzh..."

Muncul sebuah cermin diantara bayangan prisma seperti gambar film.

Dalam cermin terdapat gambar suatu tempat asri yang di tanami bunga akasia ungu kemudian terdengar suara dari arah cermin tersebut.

Damon segera membuka mata, menatap lurus pada cermin di depannya lalu bertanya.

"Tempat apakah itu?"

Tidak ada suara sahutan dari arah cermin, tapi jalan di depannya mulai berubah-ubah.

Damon mengerutkan keningnya, berpikir serius lalu bergumam lagi.

"Dimana aku bisa menemukan kunci perak bersimbol naga emas itu sekarang?" tanyanya pada dirinya sendiri. "Aku hanya menemukan petunjuk cermin yang bergambar taman bunga saja."

Damon menoleh pada cermin kembali, tapi nihil, tetap saja tidak ada petunjuk apapun, hanya cermin dengan gambar latar belakang taman bunga akasia ungu saja yang memantul dalam cermin.

"Sebaiknya aku segera pergi, mencari tempat itu, taman bunga berwarna ungu, tapi dimana aku temukan tempat itu sekarang." ucapnya agak bingung.

Damon meraih prisma miliknya yang memantulkan cermin unik di atasnya, tapi prisma itu seperti menolak untuk dibawa oleh Damon.

Sedetik kemudian, prisma dengan cermin ajaib tersebut terbang melayang-layang lalu meluncur cepat ke depan.

Damon tersentak kaget saat mengetahui prisma milik nya pergi, tergesa-gesa dia mengejarnya dan berusaha menangkap nya kembali.

"Hai, tunggu. Kau akan pergi kemana?" kejar Damon sembari menggapai-nggapai.

Damon terus berlari sepanjang jalan yang berubah-ubah itu, dia mengikuti jejak prisma miliknya yang pergi terlebih dahulu darinya.

Prisma itu melesat cepat tanpa memperdulikan adanya Damon si empunya di belakang nya.

Benda sakti itu terus saja meluncur maju padahal jalan di alam tidur Juang Liang terus-menerus berubah-ubah tiada hentinya. Damon kewalahan sebab dia tidak mengerti maksud tujuan dari prisma sakti itu, dia cuma mengikuti arah perginya prisma tersebut.

Ketika tiba di suatu jalan sunyi, prisma sakti itu berbelok menikung ke sebelah kiri kemudian melaju pelan, Damon terpaksa mengikuti arah jalan cermin itu.

Tak lama kemudian, mereka tiba di suatu tempat yang dipenuhi oleh taman bunga akasia ungu, tempat yang ditunjukkan sesuai petunjuk cermin prisma.

Damon tertegun diam, mematung membisu saat menatap lurus jalan di hadapan nya.

Tempat ini tiada angin ataupun udara berhembus di sini. Hal tersebut bisa dilihat dari gerakan bunga-bunga akasia di taman ini karena mereka sama sekali tidak bergoyang pada mestinya. Dan anehnya, Damon bisa bernafas puas di tempat ini.

Cermin pada prisma menghilang dari pandangan mata Damon, dan prisma sakti itu kembali pada Damon tanpa perintahnya.

Damon memandangi prisma tersebut lalu memegangnya erat.

"Sebaiknya aku meneruskan tugas misi mencari kunci perak bersimbol naga emas di taman ini, dan segera menemukan penyebab Juang Liang sakit." ucapnya sembari melangkah pelan.

Bunga-bunga akasia berwarna ungu itu seperti saling berbicara, terdengar suara berbisik diantara mereka.

Damon melangkah hati-hati, pandangan nya tetap tertuju lurus ke depan sana, waspada dan terus fokus.

Suara dari arah bunga-bunga akasia ungu itu semakin keras terdengar oleh Damon, lambat laun suaranya melengking kuat hingga memekakkan pendengaran Damon.

Damon tak kuasa menahan rasa sakit di telinganya, dia terjatuh karenanya, prisma sakti miliknya terlepas dari pegangan tangan nya, dan dia sendiri menutupi kedua telinganya dari pengaruh suara lengkingan bunga-bunga akasia nan cantik itu.

Suara lengkingan dari bunga-bunga akasia ungu semakin lama bertambah kuat, keras bahkan menggaung luas. Membuat Damon berguling-guling di tanah.

"Arghhh... " Damon berteriak kesakitan, usahanya untuk menutupi pendengaran nya dari suara misterius milik bunga-bunga cantik itu tidak mampu membendung hentakan suara tersebut.

Suara itu membuat pandangan mata Damon berubah berkabut, perlahan-lahan mulai gelap.

Damon berusaha keras menahan gempuran kuat tersebut, terus fokus pada pikirannya supaya dia bisa berkonsentrasi penuh serta tetap tersadar waras.

"Langit Bersatu..." ucapnya tergagap.

Prisma miliknya merespon panggilan Damon, prisma sakti yang terlempar agak jauh dari Damon seketika bergerak cepat ke arahnya.

Damon segera meraih prisma tersebut, lalu berucap cepat.

"Berubahlah menjadi senjata Agni tak terkalahkan !" perintah nya pada prisma tersebut.

Sekejap saja, prisma di tangannya berubah menjadi pedang berujung ganda serta bersinar terang, dengan kedua ujungnya berwarna putih.

Damon melesat cepat sembari mengayunkan pedang prisma Agni miliknya ke arah hamparan taman bunga akasia ungu.

"Sret... Sret... Sret..."

Satu tebasan... Dua tebasan... Tiga tebasan hingga tebasan tak terhitung terayun kuat dari tangan Damon ke arah bunga-bunga cantik itu.

Tiba-tiba tanah di bawah Damon retak kemudian menghancurkan hamparan taman bunga akasia ungu yang terhampar luas di atasnya disertai suara ledakan dahsyat sepanjang taman tersebut.

"BLAAAR...!!!"

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!