Bagaimana jadinya jika seorang anggota perampok abad 21 tiba-tiba terlempar ke Zaman Dinasti Shang (1600 SM) sebagai seorang calon Permaisuri??
Beberapa kali Xiao Tan mencoba melarikan diri dari perjodohan itu hingga Ia harus menyamar sebagai laki-laki agar tidak dikenali para pengawalnya, namun ternyata usahanya malah diketahui Pangeran Ke-8 membuatnya mau tidak mau kembali dan menjalani perjodohan itu.
Akankah Ia bisa lari dari perjodohannya dan kembali ke masa modern, ataukah harus terkurung disana selamanya?
Karya ini hanyalah karangan dari penulis semata, tidak ada kaitannya dengan sejarah asli Dinasti Shāng, Selamat membaca 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Kematian
Sayup sayup terdengar suara isak tangis, Xiao Tan mengerjapkan kedua matanya, ia melihat pelayannya Na sedang menangis memegang tangannya
"Nona kau sudah siuman" Na membantu Xiao Tan untuk duduk, Xiao Tan menyadari bahwa dirinya sedang berada disebuah tenda, ia memegang kepalanya yang terasa berat, kemudian sekilas bayangan kebakaran yang melahap kediaman gubernur terlintas di fikirannya, Xiao Tan bergegas berusaha untuk bangun namun ditahan oleh Na
"Nona tenanglah, kau baru saja siuman"
"lepaskan aku Na, ayahku dan seluruh keluargaku tewas!" bentaknya
"Tenanglah Tan'er" Zhong Li masuk ke dalam tenda dengan membawa makanan, lelaki itu duduk disamping Xiao Tan
"Api sudah dipadamkan oleh seluruh anggotaku, dan aku menemukan ini" Zhong Li memberikan sebuah benda yang merupakan sebuah kartu identitas milik seorang bangsawan, benda tersebut bernamakan Zian Wei pangeran dinasti Shāng.
Xiao Tan menatapnya dengan tidak percaya, begitukah selama ini Zian Wei selalu menganggapnya sebagai musuh hanya karena Xiu Tan'er adalah kekasih Zhu Qui?? tangannya terkepal memegang benda itu
"Pada saat itu aku dan ayahmu sedang berdiskusi namun entah bagaimana mereka tau bahwa aku sedang berada di kediaman gubernur, dan saat itu mereka langsung menyerang kami, dan aku berhasil melarikan diri dari kejaran mereka, hingga pada saat aku kembali semua sudah hangus terbakar" ucap Zhong Li dengan penuh penyesalan
Xiao Tan memegang dadanya yang sakit, bayangan kenangan Xiu Tan'er dengan Ayahnya dan juga seluruh klannya terlintas di fikirannya, tanpa terasa air matanya mengalir begitu deras, Na mencoba memeluknya untuk menenangkannya
Tan'er maafkan aku karna tidak bisa melindungi keluargamu - Xiao Tan
"Kau jangan khawatir, kau tidak sendirian Tan'er aku akan selalu melindungimu" ucap Zhong Li memegang pundaknya.
"Kita harus mencari cara untuk membalaskan dendam dan mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kita" ucap Zhong Li yang nampak mengepalkan tangannya
"Jadi kau dan klanmu adalah pemberontak terbesar yang selalu dicari kerajaan Shāng?" tanya Xiao Tan, Zhong Li mengangguk
"Aku berjanji akan melindungimu Tan'er" ucapnya mengusap air mata Xiao Tan
"Tolong tinggalkan aku sendiri" ucap Xiao Tan kepada Na dan Zhong Li
"Tapi Nona... "
"Kumohon.. "
"Baiklah kami akan menunggu di luar, kau istirahatlah" ucap Zhong li mengusap kepalanya, Xiao Tan hanya bisa mengangguk lemah
setelah kepergian mereka Xiao Tan kembali berbaring dengan memegang erat kartu identitas itu, rasanya ia tidak percaya bahwa Zian Wei merencanakan ini semua terhadapnya, padahal sebelum kepergiannya ia melihat Zian Wei tertidur di paviliunnya.
"Jadi inilah wujud aslimu Yang mulia? seharusnya dari awal aku tidak pernah mau menikah denganmu!!"
"Aku terlalu naif jika mengira kau akan menerimaku sebagai diriku sendiri" Xiao Tan tersenyum getir menghapus air mata di pipinya
"Kau sudah membuatku kehilangan segalanya hanya karna dendamu pada saudaramu itu lalu kau menjadikanku alat! kau sangat hebat Yang mulia"
"Aku salah mengira kau berbeda dari yang lain, ternyata kau sama saja!"
"Aku membencimu dan seluruh kerajaanmu!!!"
.
.
.
Kabar kematian dan pembantaian Klan Xiu terdengar sampai istana kerajaan, Kaisar Yongle mengumumkan pada rakyatnya bahwa Klan Xiu sudah berhianat dengan melakukan kerja sama dengan para pemberontak negeri Shāng.
"Tidak mungkin!! tidaakk mungkiiiinn...aaaaa... Tan'er!!!" teriak pangeran Zhu Qui dengan pilu, sejak pengumuman kematian Xiu Tan'er beserta keluarganya terdengar sampai telinganya, Ia berusaha kabur dari istana berniat menyelamatkan Xiu Tan'er namun Ibu Suri agung melarangnya dan mengurungnya dengan penjagaan yang ketat
"Menyingkirlah dari jalanku!!" Pangeran Zhu Qui mengambil pedangnya dan melukai para pengawal namun usahanya sia-sia ketika jendral kerajaan ikut serta melawannya hingga ia harus menyerah karna terlalu lelah untuk melawan sendirian, kini Pangeran Zhu Qui hanya bisa terduduk di lantai dengan menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Xiu Tan'er.
Sementara Pangeran Zian yang mengetahui kabar ini begitu tidak percaya dengan apa yang ia dengar, baru saja ia akan mencari Xiu Tan'er namun Kaisar sudah memberitahukan pengumuman kematian Klan Xiu.
Permaisuri Jia nampak terpukul mendengarnya, ia tau bahwa menantunya adalah orang yang sangat baik juga menyenangkan, bagaimana bisa ia dibunuh dengan cara seperti itu.
Pangeran Zian berjalan ke arah singgasana kerajaan dimana Kaisar Yongle sedang duduk diatasnya
"Kenapa kau melakukannya?"
"Tidakkah kau memiliki etika memasuki ruanganku?"
"Aku bertanya kenapa kau melakukan itu Yang mulia!!" teriak Pangeran Zian pada Kaisar Yongle, seketika para mentri kerajaan berdiri bersamaan dengan berdirinya Kaisar
"Pangeran Zian jaga batasanmu!!"
"Kau yang sudah membuatku menikah dengannya dan aku menerima itu, dan sekarang kau membunuhnya bersama klannya atas dasar apa Yang mulia!!"
"Mereka penghianat!!!"
"Apa kau memiliki buktinya?" tanya Pangeran Zian "jawab aku yang mulia!!!"
"Zian Wei, ku peringatkan agar kau pergi dari hadapanku atau kau... " Kaisar Yongle mengangkat senjatanya, seketika Permaisuri Jia berteriak
"Tidaaak Yang mulia ku mohon ampuni putramu" ucapnya mengatupkan kedua tangannya
Pangeran Zian tampak tidak perduli dengan kemarahan Kaisar, ia balik menatap tajam Ayahnya itu
"Jendral bawa dia dan kurung selama satu bulan di tahanan bawah tanah!! biarkan dia menyadari kesalahannya karna membela penghianat" perintah Kaisar Yongle pada Jendral Cheng Ho
Mereka menyeret Pangeran Zian keluar namun Pangeran Zian melepaskan tangan mereka
"Aku bisa berjalan sendiri!"
Setelah sampai di luar Pangeran Zian berlari menuju kuda milik prajurit, Ia langsung menaikinya dan pergi dari istana, beberapa prajurit berusaha menghalanginya namun mereka terluka karna perlawanan Pangeran Zian.
"Pangeran!!" Teriak Jendral Cheng Ho
.
.
.
.