Nada dan Alva di haruskan menjadi teman satu kamar di asrama karena ada sebuah kejadian yang tak diduga duga.
Selama menjadi teman satu kamar Alva selalu merasakan hal yang aneh pada dirinya yang menurutnya tak normal. Suatu hari Alva pergi ke dokter untuk memeriksaan kondisinya yang aneh selama ini.
"Apa keluhanmu?" Tanya sang dokter.
"Begini dok, akhir akhir ini jantungku selalu berdetak tak sewajarnya! Terkadang jantungku sakit, terkadang jantungku berdetak dengan kencangnya! Seperti itu yang kurasakan!" Jelas Alfa.
Sang dokter mengerutkan keningnya.
"Apa ini bereaksi setiap saat atau hanya saat saat tertentu? Atau mungkin bereaksi terhadap sesuatu?"
"Jantungku akan bereaksi seperti ini hanya pada seseorang saja dok!"
"Sepertinya anda punya masalah serius dengan jantung anda."
"Yang benar dok?"
Puk..
"Sakit kak!"
"Kau itu hanya pintar dalam akademi, tapi bodoh masalah cinta. Kau itu sedang jatuh cinta bodoh!!!"
Penasaran? langsung cek ceritanya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33
Setelah membicarakannya dengan ayah dan ibunya, Nada sedang berkemas memasukan baju dan barang barang ke dalam koper tak lupa di bantu oleh Reno. Nada tak memberitahu perihal kepergiannya kepada siapapun, bahkan ia meminta kepada ayah dan ibunya untuk tidak memberi tahu sahabat sahabatnya itu.
"Sudah masuk semua?" Tanya Reno.
Nada yang sedang menutup kopernya mendongak ke arah Reno dan menganggukan kepalanya.
"Sudah." Jawab Nada singkat.
"Nah, sekarang tidur! Karna besok pagi kita akan berangkat. Papa membeli tiketnya jam 7 pagi jadi kita harus segera istirahat untuk perjalanan yang panjang besok." Kata Reno, sebelum keluar dari kamar Nada Reno sempat menepuk pelan kepala Nada penuh kasih sayang.
'Benarkan Reno berubah? Aku berharap ia benar benar berubah sekarang.' Batin Nada.
.
.
.
Alva pagi ini di kejutkan dengan kedatangan ayahnya bersama orang yang di bencinya. Belum sempat pergi Alva di tahan oleh bodyguard ayahnya, mendengar keributan di bawah sana sang kakek turun kebawah untuk melihat apa yang sedang terjadi.
"Apa apaan ini!" Tanya sang kakek tak terima.
"Aku datang untuk menjemput Alva, ia harus bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat pada putri tuan Wiryo. Gara gara Alva menolak bertanggung jawab putri tuan Wiryo melakukan praktek bunuh diri dan sekarang berada di rumah sakit. Alva! Ayah mohon jangan lari dari tanggung jawabku nak! Nikahi putri tuan Wiryo!" Kata ayahnya sedikit memohon.
"Tidak mau! aku sudah punya kekasih daddy! dan kami sudah memutuskan untuk menikah sebentar lagi! Dan aku tidak mencintai Rina! apalagi sampai menghamilinya Daddy! Aah...aku tahu, daddy memaksaku menikahinya karna hanya untuk urusan bisnis semata. Daddy sama aja menjualku pada orang lain hanya untuk kepentingan bisnis daddy? Apa aku benar?" Alva tertawa keras mendengar ucapannya sendiri.
"maksudmu kekasih priamu? Dengar, sampai kapanpun Daddy tidak akan merestui hubunganmu dengan pria menjijikan itu! Daddy tidak mau kau berubah haluan Al! Gara gara pria ja*Lang itu kau banyak berubah Al!" kata ayahnya, mendengar sang kekasih di hina amarah Alva mulai tersulut.
"Jaga ucapanmu dad! Seharusnya daddy mengatakan itu pada istrimu itu! Apa Daddy tidak sadar jika wanita yang kau sebut istri itu hanya memanfaatkan Daddy saja! heh, kupikir Daddy punya otak yang jenius, ternyata akau salah, Daddy tak lebih dari orang orang bodoh yang di buatkan cinta. Cinta? aku tak yakin akan hal itu pada kalian berdua."
plak..
Alva merasakan pipinya panas akibat tamparan ayahnya yang begitu kuat.
"Untuk apa kau membela pria ja*Lang itu? Apa kau yakin dia setia padamu? Nikahi putri tuan Wiryo atau Daddy tak segan segan untuk melukai pria kecil itu!!" ancam ayahnya membuat Alva melebarkan matanya.
"orang yang kau katakan kekasih itu sudah pergi jauh, dia pergi tanpa mengatakannya padaku karna dia memiliki pria lain selain dirimu! Jika kau tak menuruti apa kata Daddy, jangan harap pria mungilmu akan selamat!" Bisik ayahnya tepat di samping telinga Alva.
Alva mulai kabut, ia tahu koneksi ayahnya sangatlah luas dan ia juga tahu jika ayahnya tak akan segan segan menghancurkan orang lain hanya dengan mengacungkan jari saja.
"Tidak!"
.
.
.
.
Nada dan Reno sudah sampai di negara tirai bambu, dan sekarang mereka sedang berjalan menuju apartemen yang sudah di belikan ayah mereka untuk mereka tinggali. Saat di perjalanan Nada merasakan ketenangan saat melewati beberapa hutan bambu yang hijau menyejukkan mata.
"Jika kau lelah tidurlah Na!" kata Reno yang duduk di sebelah Nada.
Nada memandang Reno.
"Kemarilah, kau pasti lelah bukan!" Reno menepuk pahanya untuk Nada tiduri.
Karna lelah Nada menurut saja, Nada meletakan kepalanya di atas paha Reno dan mulai memejamkan matanya.
Setelah 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di apartemen mereka yang agak jauh dari kota. Reno menggendong Nada yang tidur begitu lelapnya di bantu oleh petugas apartemen untuk membawakan barang barang mereka.
Reno memandang ke sekeliling ruangan apartemen yang begitu mewah, fasilitas lengkap dan memiliki pemandangan yang indah di luar sana.
Untuk melepas lelah Reno memilih pergi mandi berendam air hangat sejenak sambil menunggu Nada bangun, karna mereka belum makan siang.
sudah 30 menit ia berendam hingga ia memutuskan untuk berganti baju, Nada belum juga bangun dari tidurnya. Reno dengan hati hati membangunkan Nada dan mengajaknya untuk makan siang.
"Na...Ayo bangun! Kau belum makan siang Na!" Kata Reno lembut sambil mengguncang pelan tubuh Nada.
merasa terganggu akhirnya Nada bangun dari tidurnya.
"Ayo bangun! Cuci muka dan kita cari makan di luar sambil membeli beberapa bahan makanan untuk besok!" Kata Reno. Tanpa banyak bicara Nada menurut saja karena ia juga sudah lapar.
Mereka pergi ke sebuah restoran kecil di sekitar apartemen walau jauh dari perkotaan tapi di sini masih sangat lengkap fasilitas nya. semacam di kota kota namun tak seramai kota. disini dominan lebih tenang karena tak ada kendaraan yang berlalu lalang kecuali kendaraan umum. mayoritas yang tinggal di sini berjalan kaki.
Di restoran Reno memesan mi goreng Beijing, ayam goreng, dan Nada hanya memesan mie daging yang terkenal enak di Beijing. mereka makan dengan nikmatnya, Nada makan dengan lahapnya bahkan mie milik Reno di babat habis oleh Nada.
"Kamu lapar banget ya?" Kata Reno sambil terkekeh kecil.
"Mienya enak kak!" Kata Nada.
"Kita pesan lagi saja ya! Sepertinya kamu masih lapar Na!" Kata Reno.
"Tidak, tidak! Di bungkus saja kak! Malulah jika harus nambah dan makan disini!" kata Nada dengan pipi sedikit memerah.
Reno malah tertawa mendengar ucapan Nada.
"Baiklah baiklah." Reno memanggil pelayan untuk memesan mienya di bawa pulang 2.
Selesai makan mereka pergi ke minimarket untuk belanja kebutuhan mereka.
Reno yang mendorong troli sedangkan Nada yang memasuk masukan barang, sudah seperti pasangan rumah tangga saja kalau di lihat lihat.
Selesai berbelanja mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen mereka dan berberes beres barang barang mereka yang belum mereka rapikan.
...#...
...#...
...#...
...TBC...
...Maaf membuat kalian menunggu lama....
...Biasalah, sibuk....
...Happy reading!! Jangan hujat Reno ya! Kasian dia di hujat Mulu....
...okey Selamat membaca dan jangan lupa untuk di like, vote dan komen!...
...Jika kalian suka cerita ini tambahkan ke favorit kalian ya agar tidak ketinggalan ceritanya!...
...Bacot lu thor!!😏...
...Maaf 😅...