NovelToon NovelToon
Mr. Culun & Mr. Perfect

Mr. Culun & Mr. Perfect

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi
Popularitas:290.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yulianti Sukendar

Sequel Menikahi Sopir Kaya


Namanya Cantika, tetapi tak seperti penampilannya yang jauh dari kata cantik.


Keseharian Cantika bekerja sebagai asisten rumah tangga di keluarga yang memiliki dua orang Tuan Muda, yaitu Mr. Culun dan Mr. Perfect.

Akankah di masa depan Cantika mengalami keberuntungan yang tak pernah ia mimpikan sebelumnya? Atau kehidupannya tak akan pernah lepas dari hinaan orang-orang kepada dirinya yang jelek, miskin dan culun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Sukendar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Pelaku Teror

Fino meremas surat yang baru selesai ia bacakan itu. Argha membuka amplop lain yang berisi foto-foto yang Mark maksud.

Beberapa lembar foto Aidan dari kecil sampai dewasa yang ternyata ada dalam amplop itu. Termasuk foto dimana ketika Aidan berusia sembilan tahun, seseorang menculik Aidan dan melakukan kekerasan pada nya. Sejak saat itulah Aidan menjadi seseorang yang penakut dan trauma akan kekerasan. Ketika itu, Argha tak berhasil mengusut dalang penculikan terhadap Aidan karena satu-satunya penculik yang berhasil mereka tangkap memilih untuk mengakhiri hidup nya sendiri.

Wajah Argha merah padam, "Mark bajingan!! Ternyata kau yang telah melakukan penculikan itu!"

"Tuan, kita harus kembali secepatnya. Jika benar yang Mark katakan, itu berarti Tuan Muda Aidan dalam bahaya."

"Aku takut Mark hanya sedang menggertak. Apa selama ini Luna pernah melaporkan suatu kejadian aneh yang dialami Aidan?"

Fino menggelengkan kepalanya, "Tidak pernah. Tapi bisa saja Luna sengaja menyembunyikan nya dari ku. Aku akan menghubungi Luna dan memastikan saat ini Tuan Muda sedang dalam pengawasan yang ketat." Fino meraih ponselnya dan mulai menghubungi putri nya.

***

Aidan dan Thoriq sedang menuju ke ruangan dimana mereka akan menghadiri konferensi pers. Para wartawan sudah menunggu disana sejak Luna mengumumkan acara itu.

Aidan berhenti melangkah karena teringat sesuatu yang ia lupakan.

"Kalian pergilah lebih dulu, aku akan kembali keruangan ku untuk mengambil sesuatu."

"Suruh saja anak buah mu yang mengambilkan nya!" Thoriq memberi saran.

"Hanya aku dan Luna yang mengetahui tempat penyimpanan itu. Luna tidak ada disini, jadi terpaksa aku yang akan mengambilnya sendiri." Aidan kemudian meminta beberapa pengawalnya untuk mengawal Thoriq sampai keruangan itu, karena menurutnya Thoriq lebih membutuhkan mereka untuk menerobos para media yang berusaha mendekatinya.

"Apa kau yakin akan pergi sendiri?" Thoriq kemudian meminta salah satu pengawal ikut bersama Aidan.

Satu-satunya pengawal yang bersama Aidan meminta izin dirinya tak ikut masuk kedalam lift karena ingin buang air, "Tuan, maafkan saya. Saya sudah tidak tahan ingin ke toilet."

"Baiklah! Setelah selesai, kau tunggu saja disini, aku akan naik sendiri." Tak masalah Aidan melanjutkan perjalanannya sendiri, karena lift yang ia gunakan adalah lift yang langsung menuju keruang kerja nya.

.

.

.

.

.

Luna dan Cantika baru selesai menghabiskan makan bersama. Luna memuji masakan Cantika yang menurutnya sangat lezat dan hari itu mereka benar-benar layaknya sepasang sahabat yang sedang menghabiskan waktu bersama. Cantika mulai terbiasa dengan Luna. Lagi pula, sikap Luna memang selalu terlihat berbeda ketika mereka sedang berdua. Luna menjadi sosok yang lebih riang dan bersahabat. Beda halnya dengan Luna seorang asisten Mr. Culun yang selalu dingin dan siap siaga untuk menjaga Tuannya.

Luna mengeluarkan ponselnya ketika benda kecil itu berdering menandakan ada panggilan masuk untuk nya.

"Ayah ku menelepon." Luna memberitahu Cantika meskipun gadis itu tak bertanya.

"Hallo Ayah... bagaimana liburan kalian? Apa menyenangkan?" Sapa Luna.

"Liburan kami telah berakhir dan kami akan segera kembali. Apa semua baik-baik saja? Kau sedang bersama Tuan Muda bukan?" Jawab Fino adalam sambungan telepon nya.

Luna sadar dirinya akan mendapatkan masalah jika ia mengatakan Aidan sedang tak bersamanya dan akhirnya Luna memutuskan untuk berbohong, " Ya.. tentu saja Ayah. Mr. Culun dan Mr. Perfect baik-baik saja. Apa yang Ayah khawatirkan?"

"Luna, jawab pertanyaan Ayah dengan jujur! Apa selama ini pernah terjadi penyerangan terhadap Aidan?"

Luna tersentak kaget, "Bagaimana Ayah bisa tahu tentang penyerangan itu?" Gumam Luna dalam hati.

"Jawab Luna! Apa selama ini kau menyembunyikan nya dari ku?"

"Ehhmm.. itu... Bagaimana Ayah tahu? Kak Aidan memang sempat mendapat serangan dari orang asing. Tepat nya dua kali. Ya pernah terjadi dua kali penyerangan Ayah. Tapi Ayah tak perlu khawatir karena pelaku utama penyerangan pertama saat ini sudah di penjara, meskipun pelaku yang terakhir kami masih sulit melacaknya." Luna berpikir Fino akan memuji keahliannya dalam menjaga Aidan, tetapi sikap Fino malah sebaliknya.

"Sialll...!! Semuanya tak sesederhana yang kau pikirkan! Aku pikir aku telah mengajari mu dengan baik, ternyata kau benar-benar.... "

Luna meneteskan air mata ketika umpatan itu keluar dari mulut Ayahnya sendiri. Memang bukan yang pertama kalinya Fino bersikap demikian. Fino selalu marah ketika Luna mulai lengah menjalankan tugasnya. Untuk itulah, sejak awal Luna lebih memilih merahasiakan peristiwa penyerangan itu kepada Ayahnya dan berusaha menyelesaikan semua masalahnya sendiri.

"Maafkan aku, Ayah! Aku memang lalai. Tetapi apa yang sebetulnya terjadi dan menyebabkan Ayah begitu khawatir?"

"Seorang musuh besar keluarga Tuan mengirim surat dan mengatakan mereka akan mencelakai Aidan. Semua penyerangan itu adalah ulahnya. Aku khawatir ancamannya bahwa Aidan sedang dalam bahaya adalah benar. Syukurlah jika saat ini kau sedang bersama Aidan dan kalian baik-baik saja."

Luna tersentak kaget dan menyadari betapa ia lalai dalam menjaga Aidan selama ini. Celakanya apa yang di khawatirkan Fino saat ini bisa saja benar-benar terjadi karena nyatanya saat ini Aidan sedang jauh dari pengawasan nya.

Bagaimana ini? Bagaimana jika sesuatu terjadi?Kau Bodoh Luna! Bodoh!

Luna berpikir dirinya harus secepat mungkin menemui Aidan dan memastikan semua baik-baik saja. Tanpa pamit, Luna mematikan panggilan di ponselnya dan berlari menuju mobil.

Cantika mendengar suara mesin mobil dari dalam rumah kemudian berlari keluar dan melihat Luna hendak pergi.

"Nona, apa Anda ingin pergi?"

"Cantika, tetaplah di dalam rumah dan jangan temui siapapun sesuai perintah Mr. Culun."

"Baik, Nona!"

.

.

.

.

.

"Tuan, kita harus kembali secepatnya!"

Argha yang sejak tadi mendengar percakapan telepon antara Fino dan Luna ikut menyadari situasinya dan setuju untuk pulang saat itu juga.

Sebelum melewati Fino, Argha menepuk pundak Fino dan berkata, "Jangan terlalu keras terhadap putri mu!"

Fino tak menyangkal jika selama ini ia memang terlalu keras dan selalu memaksakan kehendaknya terhadap Luna. Tetapi semua itu Fino lakukan justru untuk kebaikan anak-anak mereka. Selain Luna bisa meneruskan tugas nya untuk menjaga keluarga Argha, Fino berpikir apa yang ia ajarkan selama ini akan berguna pula untuk kehidupan Luna.

Fino sadar, dirinya tak memiliki banyak waktu untuk menjaga putri nya itu, tetapi dengan apa yang dia ajarkan selama ini, setidaknya Fino merasa tenang karena Luna mampu menjaga dirinya sendiri.

.

.

.

.

.

.

Dalam perjalanan, Luna mencoba menghubungi ponsel milik Aidan, tetapi meskipun ia melakukannya berkali-kali, panggilan itu tak bisa terhubung sama sekali.

"Sial..!! Kenapa sedang di luar jangkauan? Memangnya sedang di mana Mr. Culun?"

Luna kemudian menghubungi ponsel milik Thoriq yang saat itu sedang di pegang oleh Managernya.

"Ricardo, berikan ponselnya pada Mr. Culun!"

"Mr. Culun tidak sedang bersama kami. Kau hubungi saja ponselnya, Luna!"

"Jika aku bisa melakukannya, aku tidak akan menghubungi mu!" Luna mematikan sambungan telponnya.

Luna terus saja mengumpat dan mengutuk dirinya sendiri yang begitu bodoh. Bahkan ia berjanji jika sesuatu terjadi terhadap Aidan, Luna tak akan memaafkan dirinya sendiri.

1
Miranty14
Thor mana kelajutannya
Miranty14
bagus ceritanya
Rita
cantika....
Ray D
makin gak seru....sifat mc nya buruk semua...
Made Jangkung
thor untuk kelanjutannya bisa liat di mana ya?
Ezra Sumadi
lanjut
Ezra Sumadi
mantap Thor
Jihan Zahra
kapan update nya ?
Eko Nur Yanto
Lumayan
Kaoru
up lagi Thor... penasaran nih
Sumarta Oktaviani
keren
Ismei Dhamayanti
Akhirnya pindah lapak bacanya,,,,
sibung
lanjut dong thor
Indah Yuli
percintaan luna kaya ibuny......
Erif Agustin
iris mata itu apa ya?
Linda Marlina
bgs
Alfiyati Al-Ikhlas
monoton dong kalau sama2 culum
Ayu Rezeki
keren guys novely , dapet bgt feell disetiap karakter pemainy 😍😍😍😘😘😘😘😘
semangat author nulisy 🌹🌹🌹🌹
Ayu Rezeki
ngakak sama pimikiran aidan🤣🤣🤣
Ayu Rezeki
nyimak dulu,sampai sini ternyata bagus aku suka tatanan bahasay, swmngat ya authorrr nulis novely 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!