" Gue jadi pembantu .... arrrrrrrrrr "
Gimana jadinya seorang anak sultan jadi ART⁉ Penasarankan,Ikuti terus kisahnya,bagai mana ribetnya mengurus dua bayi besar sekaligus padahal dirinya bukanlah babysister.
Dan bagai mana pula kisah cinta mereka akan berjalan jika mereka dipertemukana dengan keadaan sedemikian membingungkan.
Akan kah Diandra bisamenerima perasaan cinta itu dan akan kah Dimittriv benar - benar membuka hatinya untuk wanita lain jika dihati terkecilnya masih ada sosok Isbel mantan istrinya.
Lalu bisakah Diandra meluluhkan hatinya disaat dirinya tak yakin cintanya bersambut.
🐼🐼 Pantengin terus ya mentemen ceritanya 🐼🐼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cipand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
...SAKIT JANTUNG...
Semenjak kejadian diruang ganti Dimittriv tiga hari yang lalu Dian menghindari Dimittriv entah apa penyebab pastinya yang jelas Dian selalu merasa ada yang aneh dengan jantungnya tiap kali dekat dengan Dimittriv.
Begitu juga dengan Dimittriv yang menghindari Dian sebisa mungkin walaupun terkadang Dimittriv sendiri curi - curi kesempatan untuk melihat Dian seperti ini.
Dia melihat Dian tengah bermain dengan Dirtty lebih tepatnya sepertinya Dian sedang mengenalkan Dirtty pada tanaman.
Dirtty sedang membantu Dian dan mang Ujang untuk menanam bunga Camelia salah satu bunga kesukaan ommanya.
Deggg......
_ *A**duhhh jantung gue kenapa ni* ?_ Tanya hati Dimittriv saat ia melihat Dian tersenyum kearah Dirtty dan membelai sayang kepala Dirtty.
Dimittriv buru- buru pergi dari rumah kaca itu,niat hati ingin bertemu anaknya malah dirinya terkena serangan jantung kecil secara mendadak.
*
" Bi ... Bibi.Bi Darti" panggil Dimittriv sambil melangkah kearah dapur dan ternyata bukan Bi Darti yang ditemui Dimittriv melainkan Dian yang tengah minum.
Deg...Deg....
Hampir saja gelas yang dipegang Dian terlepas olehnya saking kagetnya dia saat melihat Duda galaknya.( hei sejak kapa dia menjadi Duda Galak mu 😆).
" Ya Allah .. Bapak bisa ga sih ga usah pake ngangetin " pinta Dan mengalihkan keter kejutannya sendiri.
" Ya maaf " ucap Dimittriv pura - pura santai
" Mana Bi Darti?" tanya Dimittriv mengalihkan kecanggungan diantara mereka.
" Udah tidur. Bapak butuh apa ?" tanya Dian mencoba propesional. Tapi dalam hati komat kamit agar Dimittriv tak jadi menyuruhnya.
" Emmmm nanti saja lah" ucap Dimittriv sambil berlalu pergi.
Dian menghembuskan nafas leganya saat Dimittriv memilih pergi dari dapur.Dian memegangi are dadanya seketika saat tersadar jika jantungnya terpompa begitu cepat.
_Ya tuhan apa gue punya penyakit jantung?_ Tanya batin Dian.Seraya berlalu dari dapur menuju kamarnya rasa lelah menghinggapinya kembali Dian merasakan kantuk menderanya.
Setelah sampai dikamar Dian lantas merebahkan tubuhnya agar cepat terlelap sayang seribu sayang bukannya terlelap otaknya malah melayang jauh entah kemana pergianya berkelana.
Padahal sewaktu berjalan dari dapur tadi dian amat mengantuk,tapi mengapa setelah sampai kantuk itu tiba - tiba saja memghilang.
Tiba - tiba saja Dian teringat kejadian tiga hari yang lalu saat bersama Dimittriv,bagai mana dirinya sampai jatuh dan diikuti oleh Dimittriv yang menimpa tubuhnya,ketika Dimittriv melihatnya begitu intens dari mulai mata hidung hingga berakhir dibibir.
Blusssss......
Tiba - tiba saja semburat merah tercetak manis dikedua pipinya rasa panas tiba - tiba saja menjalar keseluruh tubuhnya.Diperutnya seperti dihinggapi ribuan kupu - kupu.
Rasa tak nyaman apa ini ? mengapa seperti ini ? apa ada yang salah dalam tubuhnya ? mungkin pertanyaan - pertanyaan itu yang berenang diotaknya saat ini hingga suara dengkuran dari Rani menyadarkannya dari lamunannya.
" Huhhhhh.... teh Rani bikin kaget saja " cicit Dian.
" Memang tidak terjadi sihhh... Tapi rasanya .... akhhhhh " pekik Dian tertahan sambil memegangi area bibirnya.
" Tapi bagai mana raanya ya ?" gumam Dian yang langsung mbuat dia blusing tersendiri karna malu sudah memikirkan hal - hal aneh.
" Loe mikiri apa sih Di .. Di ... dari pada mikir yang aneh mending tidur besok kalau ampe telat bangun siap - siap deh kena amuk macan betina ama satu monster " grutuh Dian mencoba menyadarkan otaknya.
" Tapi tetep aja difikir kaya apa juga tetep malu ... Akh... Tidur Dian tidurrrr !" perintahnya kepada dirinya sendiri.
Memang tidak salah jika seorang wanita normal akan blusing entah itu malu atau menyukainya,apa lagi Dian baru kali itu sedekat dan seintim itu terhadap lawan jenis.
Miris sih kehidupan cintanya,semua ini karna dua kakak laki - lakinya yang tak pernah memperbolehkan dirinya untuk pacaran jadilah dirinya kurang wawasan terhadap pria.
Bahkan Dian tak bisa mengartikan tanda - tandanya dia mungkin bisa dibilang tidak tau isi hatinya sendiri.Itu akan sangat susah bukan.
**
Sedangkat ditempat lain dikamar Dimittriv,Dimi sedang memcoba menenangkan hatinya dengan memandang laptopnya,mencoba sesibuk mungkin agar ia bisa menghilangkan debaran - debaran gila dalam jantungnya.
" Aduhhhh apa gue beneran sakit jantung ya ?" ucap Dimittriv bingung.
" Kenapa dari tadi ni jantung keras banget berdetaknya. Wahhh kacau sepertinya besok harus ke rumah sakit " gumam kembali.
( Hei ....ada tidak kah yang bisamembuat mereka mengerti jika itu bukan penyakit jantung 🙊😅😤)..
***
Ayam sudah berkokok itu pertanda Dian harus membuka matanya kembali,padahal rasanya matanya baru saja terpejam beberapa menit yang lalu tapi mengapa pagi datang begitu cepat.
Memang semalam Dian hampir semalaman terjaga karna ulah bodohnya yang terus saja memikirkan 'Duga'nya itu dan Hei sejak kapan Dian mengklaim bahwa Dimi adalah miliknya.
"Semua sudah beres. Perlengkapan amel sudah dan perlengkapan si duga juga sudah.Kerjain apa lagi ya masak sama membereskan meja makan dikerjain sama bi darti dan teh rani.Yang belum apa ahh ya...Siram sicantik Camelia saja kemarin kan yang ditanam Dirtty dibawa kehalaman depan " ucap Dian panjang kali lebar kali tinggi.
Dian melangkah dengan semangat karna akan menyiram tanamannya,dari dulu Dian memang suka mbantu mommynya berkebut dan dari situlah rasa tertariknya terhadap bunga muncul.
Dengan langkah cepatnya Dian membuka pintu rumah itu tanpa Dian tau dibalik pintu ada seseorang yang akan membukannya juga.
Dimittriv,oppa Surya dan juga Dirtty baru saja selesai lari pagi,tadi setelah pulang dari masjid Dimi dan papah Surya akan joging bersama namun setelah sampai rumah Dirtty sudah bangun dan ingin ikut olah raga pagi maka bertigalah mereka berolah raga.
" Gimana cape ga ?" tanya Dimi pada Dirtty sambil memegang hendel pintu yang akan dibukanya.
Dirtty menggeleng digendongan sang daddy.
Ceklekkkk.....
" Bagus kalau gitu nanti kita lari pagi lagi " ajak Dimittriv.
" cama mamah... " ucap Dirtty antusias saat melihat Dian tepat berada dihadapan Dirtty dan Dimittriv.
" Sama mamah " gumam Dimittriv memang setelah membuka hendel pintu itu Dimittriv lebih konsen keDirtty tanpa melihat kedepan lagi apakah pintu sudah terbuka atau belum Dimittriv tidak tau.
Sedangkan Dian berdiri bak patung saja yang hampir kehabisan nafas karna Dimittriv begitu dekat dengannya,gimana tidak bisa dibilang dekat jika Dian berada dihadapan Dimittriv saat ini posisi mereka hanya berjarak kira - kira 5cm saja bagai manalah ini.
" Mama" ucap Dirtty sembari tangannya digerakan ingin digendong oleh Dian membuat Dian tersadar akan keterkejutannya.
Sontak Dimittriv mempertahankan Dirtty yang hampir saja jatuh dari gendongannya dan saat itu lah baru Dimi tersadar jika dihadapannya ada orang lain.
Degggg......
_ *J**antung gue kambuh* _ batin Dimittriv.
Lama mereka saling pandang jika saja rengeka Dirtty tak terdengar oleh mereka entah akan sampai kapan mereka saling tatap.
" Ohhh.... Sini - sini cucu oppa yang ganteng sama oppa dulu ya biarkan mamah sama daddy kamu saling pandang " goda Surya
Yang benar - benar berhasil membuat kesadaran mereka kembali.
" Papah apaan sihhhh " tegur Dimi.
" Loh kenapa emangnya sih ... Dari pada cewe ganjen waktu itu yang kamu kenalkan ke mamah sama papah mending Dian kemana - mana .. Udah sini Dirtty sama oppa dulu ya " ucap papa Surya.
" Awas jangan kelamaan saling pandangnya takutnya khilap doang " goda Surya pada Dimittriv sambil berlalu.
" Papahhhhhh " ucap Dimittriv bersungut - sungut,Dian masih setia ditempatnya berdiri bak piguran yang tak tau perannya apa.
" Jangan ambil hati ucapan papah dia emang kaya gituh " ucap Dimittriv sambil berlalu.
Walau terkesan cuek padahal hatinya sedang bergemuruh karna mendapatkan serangan mendadak.
_ *Ad**uhhhh jantung gue ... Sepertinya harus bener - bener periksa deh* _ batin Dimittriv.
" Astagaaa hampir aja gue mati kehabisan nafas " gumam Dian
" Lagian ni jantung kenapa pake acara kambuh lagi apa dia tadi denger ya jantung gue..Aduh kalau denger mati lah gue " monolog Dian.
Bahkan saking terkejutnya Dian sampai lupa niat awalnya untuk menyiram bunga Camelia yang ditanam dirinya dan Dirtty.
_ *Mo**mmy sepertinya anakmu ini punya penyakit jantung 😢😢*_ cicit Batin Dian sedih.
( Penyakit jantung kok ya kambuhnya cuman pas ada Dimi saja dasar Dian ... dua duanya kaga ada yang beres 😡).