Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.
Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.
Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.
Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:
"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."
↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PITB - 25.
...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...
Raka Adinata kembali berangkat ke perusahaannya setelah libur hampir sekitar 10 harian, untuk menyelesaikan beberapa agenda penting yang memerlukan kehadirannya, sebelum dia berangkat ke Bandung untuk menemani Regatta.
Pagi itu perusahaannya tampak lengang, hanya beberapa karyawan yang berkepentingan yang hadir setengah hari ke depan.
Sementara Regatta tidak ikut ke perusahaan suaminya, karena dia harus memastikan semua rencana untuk Panti Asuhan itu berjalan dengan lancar.
Di lantai paling atas gedung Adinata Group, Xion berdiri di depan sang CEO sambil membacakan agenda hari itu. Bukan hanya itu, dia sekaligus memeriksa semua keamanan gedung pagi itu atas perintah sang Queen.
Semua tamu yang datang harus melewati prosedur pemeriksaan berlapis yang ditetapkan oleh Regatta, semenjak kejadian penyerangan terhadap Raka beberapa hari yang lalu.
Ketika waktu hampir menjelang makan siang, panggilan telepon dari resepsionis masuk ke dalam ponsel khusus milik Xion.
"Selamat pagi, Tuan Xion ..."
"Hm, ada apa?" jawab Xion dengan nada datar.
"Ada tamu seorang wanita bernama Nyonya Nadira Wijaya di bawah. Beliau mengatakan ingin bertemu Tuan Raka," jawab Resepsionis itu.
"Ada keperluan apa?"
"Beliau mengatakan ingin mengucapkan terima kasih atas pertemuan mereka kemarin, dengan membawa beberapa kotak makanan untuk Tuan Raka," jawabnya dengan nada lugas.
Insting predator malamnya langsung menyala, ketika mendengar alasan wanita itu datang.
"Biarkan dia menunggu di lobi, saya yang akan turun untuk menemuinya," perintah Xion dengan nada dingin.
"Baik, Tuan."
Setelah panggilan itu selesai, Raka menolehkan kepalanya dari depan laptop.
"Ada apa, Xion?" tanya Raka.
"Ada 'hama' yang harus saya basmi dengan segera, Tuan," jawab Xion.
"Siapa?"
"Nyonya Nadira Wijaya."
"Oh, ya sudah. Temui saja wanita itu, saya tidak ada waktu untuk meladeni dirinya," ujar Raka dengan nada santai.
"Saya permisi, Tuan."
"Hm,"
...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...
Lobi Utama Adinata Group.
Nadira wijaya duduk dengan anggun di lobi tersebut dengan tangan membawa sebuah kotak makanan dari sebuah restoran bintang lima, tatapan matanya penuh dengan perhitungan yang licik.
Dia sudah memikirkan semuanya semalam, jika dia akan mendapatkan posisi 'Nyonya Adinata' bagaimanapun caranya, dan menyingkirkan wanita miskin yang ada disisi Raka.
Ketika melihat kehadiran Xion, dia langsung bangkit dari kursinya sambil menyunggingkan senyuman ramah.
"Selamat pagi, Tuan Xion," sapa Nadira dengan ramah.
"Selamat pagi, Nyonya Nadira," jawab Xion dengan wajah datar.
"Saya ingin bertemu dengan Tuan Raka Adinata sebentar, untuk menyerahkan kotak makanan ini," ujar Nadira.
"Tuan Raka sedang sibuk, dan tidak bisa menerima tamu hari ini," jawab Xion.
"Dan untuk setiap barang dan tamu yang datang untuk Tuan Raka, mulai hari ini wajib melalui prosedur pemeriksaan keamanan yang sangat ketat," lanjutnya menjelaskan.
Nadira tampak terkejut saat mendengar penjelasan Xion, karena dia tidak tahu, jika keamanan di perusahaan ini sangat ketat.
"Sebelumnya tidak begini, loh! Ini hanyalah makanan saja, tidak ada apa-apanya di dalam sini," ujar Nadira dengan nada kecewa.
"Saya paham, Nyonya. Namun, prosedur tetaplah prosedur. Kami harus melaksanakannya," jawab Xion.
Nadira mempertahankan senyumannya, walau dia merasa dongkol di dalam hatinya.
"Baiklah kalau memang harus begitu ... Tolong Anda sampaikan saja kepada beliau, agar tidak telat untuk makan. Beliau pasti menyukainya, karena ini adalah makanan favoritnya," ujar Nadira sambil mengulurkan kotak makanan itu kepada Xion.
Xion mengambil kotak makanan itu dengan wajah datar.
"Baik. Saya pasti akan memberikannya kepada beliau, jika makanan ini lolos dalam pemeriksaan," jawab Xion.
"Terima kasih."
Setelah wanita itu berlalu pergi, wajah Xion langsung berubah menjadi sangat dingin.
Dia menoleh ke arah dua orang keamanan dari Regall Security, yang sengaja ditempatkan oleh Regatta di sana.
"Bawa makanan ini ke laboratorium, dan periksa sampai ke detail terkecilnya! Jangan ada yang menyentuh isinya, kecuali petugas lab!" perintah Xion dengan nada tegas.
"Siap laksanakan, Tuan X!"
...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...
Setelah memberi perintah, Xion kembali ke lantai atas untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Sekitar empat puluh menit kemudian, petugas keamanan itu datang bersama dengan analis lab milik Regatta dengan wajah serius.
Mereka langsung naik ke ruangan milik Xion di lantai yang sama dengan Raka.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Masuk!" perintah Xion dari dalam.
"Selamat siang, Tuan Xion."
"Bagaimana hasilnya?" tanya Xion.
"Di dalam makanan tersebut terdeteksi sebuah kandungan zat perang-sang dosis tinggi, yang tidak seharusnya ada di dalamnya. Sepertinya, orang tersebut menargetkan Tuan Raka untuk melakukan hal yang tidak semestinya," jawab Analis Lab tersebut dengan lugas.
Xion menerima hasil pemeriksaan tersebut, yang ada di dalam layar iPad sang analis.
Dia membaca dengan seksama hasil pemeriksaan itu, keningnya berkerut tajam.
"Apa jenis obatnya?" tanya Xion.
"Ini semacam obat perang-sang ilegal, yang hanya bisa di dapatkan dari dunia bawah, Tuan," jawab sang Analis.
"Jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, dapat membahayakan sang pengguna, jika tidak langsung disalurkan dalam waktu secepatnya, dan dapat menyebabkan kematian karena jantung memompa darah lebih cepat ke otak," lanjut sang Analis dengan wajah serius.
Xion membuang napas pelan, untung saja Queen mereka sudah mengantisipasi semuanya semalam, sehingga tidak ada hal buruk yang menimpa Raka Adinata kembali.
"Amankan semua barang buktinya, dan jangan ada yang dibuang sdikitpun!" perintah Xion.
"Siap laksanakan, Tuan X!"
...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...
Setelah beberapa orang itu keliar dari dalam ruangannya, Xion melangkah kembali ke dalam ruang kerja sang CEO dengan wajah dingin.
Ceklek!
Raka yang baru saja selesai menandatangani beberapa dokumen penting ketika Xion masuk, langsung menolehkan kepalanya ke arah tangan kanannya itu.
"Ada apa, Xion? Kenapa wajahmu menakutkan begitu?" tanya Raka.
Xion langsung meletakkan hasil pemeriksaan laboratorium yang baru saja dia dapat ke atas meja Raka.
"Makanan yang dibawa oleh wanita itu ternyata mengandung obat perang-sang dosis tinggi, Tuan Raka!" lapor Xion dengan wajah datar.
Raka membaca laporan itu dengan alis berkerut tajam.
"Makanan yang dibawa oleh Nadira Wijaya?" tanya Raka.
"Benar, Tuan."
"Nyonya Regatta sudah menerapkan pemeriksaan keamanan yang ketat di dalam perusahaan ini, demi menjaga keselamatan Tuan. Jadi, makanan tersebut kami periksa dulu sebelum sampai ke tangan Tuan, dan inilah hasilnya ..." ujar Xion menjelaskan.
Raka langsung menghela napas lega, sepertinya dia harus berterima kasih kembali kepada insting Istri kecilnya itu.
"Terima kasih, Xion. Jika tidak ada prosedur keamanan ini, mungkin saya sudah ..."
Xion langsung menganggukan kepalanya.
"Inilah alasan Queen memperketat seluruh keamanan di sekitar Anda, Tuan. Beliau hanya ingin memastikan suaminya aman," ujar Xion.
Raka menatap jendela luar, perasaannya sangat berantakan saat ini.
Apa maksud wanita itu melakukan semua hal ini kepada dirinya?
Apakah dia pernah melakukan kesalahan di masa lalu terhadap ayahnya?
Dia merasa sangat prihatin, seseorang yang baru dia temui kemarin, kini malah berpotensi melakukan tindakan yang sangat berbahaya kepada dirinya.
"Apa maksud Nadira melakukan semua ini kepadaku? Apa tujuannya?"
...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...
Menjelang sore hari, Raka telah kembali ke Mansion dengan wajah lelah, dan Regatta langsung menyambut kepulangan suaminya itu di ruang tamu utama.
"Mas Raka sudah pulang? Ada apa dengan wajahmu itu? Kenapa terlihat sangat lelah sekali?" tanya Regatta betubi-tubi.
Raka tersenyum tipis mendengarnya, ternyata seorang Regatta bisa bawel juga, pikirnya.
"Ada sedikit masalah saja hari ini, Sayang ..." jawab Raka seadanya.
"Apa yang terjadi?" tanya Regatta, penasaran.
Raka langsung menceritakan seluruh kejadiannya, dari kedatangan Nadira Wijaya ke perusahaan sampai hasil laporan pemeriksaan lab yang berhubungan dengan makanan itu.
Regatta hanya mendengarkan sambil menyodorkan secangkir teh hangat kepada suaminya, tanpa sedikitpun memotong ceritanya.
Setelah Raka selesai bercerita, Regatta termenung beberapa saat dengan tatapan mata yang sangat tenang.
"Untung saja Xion menjalankan semua prosedur keaman yang aku buat untukmu, Mas ... jika tidak, mungkin ada hal yang akan membuat diriku meninggalkan kamu dan anak-anak ..." ujar Regatta dengan nada lirih.
"Ya, untung saja Xion menjalankan semua itu ... karena aku tidak mau sampai kehilangan kamu, Regatta Aulia!" sahut Raka sambil menganggukkan kepalanya.
Regatta menolehkan kepalanya ke arah Raka, lalu dia tersenyum dengan sangat lembut.
"Aku percaya kepadamu, Mas ..." ujarnya dengan nada mantap.
"Namun, mulai sekarang ... jangan pernah menerima apapun dari orang luar, tanpa melalui pemeriksaan Xion."
"Aku bukan cemburu, namun keselamatan kamu jauh lebih penting dari apapun juga," lanjutnya dengan wajah serius.
Raka langsung menggenggam tangan Istrinya, saat mendengar ucapan itu.
"Aku mengerti. Dan aku berjanji akan lebih berhati-lagi lagi ke depannya, Sayang ..." ujar Raka dengan nada serius.
Xion yang berdiri tidak jauh dari kedua sejoli itu tersenyum tipis, karena insting Queennya tidak pernah salah.
Memperketat keamanan untuk keluarga barunya memanglah sebuah langkah yang sangat tepat.
Dimana bahaya akan selalu ada di sekitar mereka, tanpa mereka bisa sadari dengan cepat.
Sementara itu di tempat yang berbeda, Nadira sedang duduk sendirian di dalam mobilnya.
Dia menggenggam kemudi dengan wajah tegang, karena rencananya untuk menjerat Raka Adinata telah gagal total.
Ke depannya mungkin akan semakin sulit dirinya bertemu Raka, apalagi makanan itu mungkin sudah diperiksa, sehingga mereka mengetahui obat yang dia taburkan ke dalamnya.
Apakah Raka masih mau untuk bertemu dengannya?
Bagaimana cara dia untuk mendekati Raka tanpa diketahui oleh para penjaganya?
"Sepertinya aku harus melakukan semua cara untuk bisa bersama Raka, deh! Baiklah! Aku akan membayar beberapa orang untuk memata-matai kegiatan Raka setiap harinya, sampai ada kesempatan itu ..."
...🍃☀†๏ вє ¢๏и†เиµє∂☀...