NovelToon NovelToon
Impoten Sang Singa Madrid

Impoten Sang Singa Madrid

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Action / Tamat
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Leonardo De Luca adalah penguasa Madrid yang memiliki segalanya, kecuali masa depan. Di balik kemegahan tahtanya, ia menyimpan rahasia kelam tentang infertilitas yang membuatnya merasa seperti tanah gersang tanpa harapan akan pewaris. Baginya, garis keturunan De Luca telah menemui jalan buntu.
Hingga ia bertemu Olivia, seorang gadis penjual bunga yang hidup di antara harum kelopak dan ketabahan akar. Di mata Olivia, Leonardo bukanlah singa yang menakutkan, melainkan jiwa yang haus akan kehidupan. Pertemuan ini adalah awal dari sebuah keajaiban; tentang bagaimana cinta seorang penjual bunga mampu menumbuhkan benih kehidupan di celah batu karang yang paling keras sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Singa yang tunduk pada ngidam

Bagi Leonardo De Luca, memasuki usia hampir empat puluh tahun dengan istri secantik dan semuda Olivia adalah anugerah yang tak pernah ia bayangkan di masa mudanya yang kelam. Namun, kehamilan kedua ini membuktikan bahwa anugerah besar datang dengan "ujian" yang jauh lebih besar pula.

Jika saat mengandung Luciano dulu Olivia hanya meminta Apple Crumble dari Inggris, kali ini bayi di rahimnya seolah ingin menguji seluruh jaringan logistik global milik De Luca.

"Leo... aku tidak bisa mencium bau rumah ini. Baunya seperti... besi dan kekuasaan," gumam Olivia sambil menutupi hidungnya dengan syal sutra. Ia tampak lebih pucat dan lemas dibandingkan kehamilan pertamanya.

Leonardo, yang kini memiliki beberapa helai rambut perak di pelipisnya yang justru membuatnya tampak lebih berwibawa, berjongkok di samping tempat tidur. "Aku sudah menyuruh tim pembersih menggunakan aromaterapi lavender dari Provence, sayang. Apa masih kurang?"

"Aku ingin bau hujan di pegunungan Alpen. Bukan parfum, tapi bau tanah basah yang asli," jawab Olivia dengan tatapan sayu.

Leonardo menatap Marco yang berdiri di depan pintu. Marco segera mencatat: “Misi: Ekstraksi Tanah Basah Pegunungan Alpen. Waktu: Segera.”

Siksaan di Tengah Rapat

Siksaan itu tidak berhenti di sana. Saat Leonardo sedang memimpin rapat penting dengan dewan petinggi klan—sebuah pertemuan yang menentukan stabilitas wilayah Mediterania—ponsel khususnya bergetar.

"Ayah, Bunda ingin makan manggis. Tapi dia ingin manggis yang dipetik langsung dari pohonnya di Indonesia, dan dia ingin Ayah sendiri yang mengupasnya tanpa menggunakan pisau," lapor Luciano melalui sambungan telepon satelit dengan nada suara yang sangat profesional, seolah sedang melaporkan pergerakan musuh.

Leonardo memijat pelipisnya. Ia menatap para bos mafia yang sedang menunggu keputusannya tentang jalur distribusi.

"Rapat ditunda," ucap Leonardo pendek.

"Tapi Tuan De Luca, kita sedang membahas kontrak jutaan Euro!" protes salah satu bos.

Leonardo berdiri, memberikan tatapan yang sanggup membekukan darah siapa pun. "Istriku ingin manggis. Dan anakku bilang aku harus mengupasnya dengan tangan. Kontrak kalian bisa menunggu, tapi putriku di dalam sana tidak bisa. Bubar."

Marco yang berada di sampingnya harus menggigit bibir bawahnya keras-keras. Sang Singa Madrid baru saja membubarkan rapat dewan tertinggi demi sebuah buah tropis.

Harapan untuk Sang Putri

Malam harinya, setelah Leonardo berhasil mendapatkan manggis yang dikirim dengan jet pribadi dan mengupasnya hingga kuku-kukunya menghitam karena getah, ia duduk di samping Olivia. Luciano kecil ikut bergabung, duduk di atas karpet sambil mengawasi ayahnya dengan teliti.

"Ayah, kenapa Ayah ingin adik perempuan? Kalau perempuan, dia tidak bisa diajak latihan menembak dengan Paman Marco," tanya Luciano, yang kini sudah mulai belajar taktik dasar dari Marco.

Leonardo mengusap perut Olivia yang mulai membuncit dengan lembut. "Karena di dunia ini sudah terlalu banyak pria kasar seperti kita, Luciano. Ayah ingin ada seseorang yang bisa membuat Ayah tetap menjadi manusia. Dan Ayah ingin melihat versi kecil dari Bundamu."

Olivia tersenyum, menyentuh tangan suaminya. "Tapi kalau dia mirip ayahnya, dia akan menjadi gadis paling keras kepala di Spanyol, Leo."

"Itu lebih baik. Dia akan menjadi ratu yang tidak bisa dijatuhkan oleh siapa pun," balas Leonardo dengan nada posesif yang khas.

Karma yang Lebih Parah

Hukuman bagi Leonardo mencapai puncaknya saat Olivia mendadak menangis di tengah malam karena ia merasa Leonardo "terlalu tampan" dan itu membuatnya merasa terintimidasi.

"Kau tidak boleh menatapku dengan mata biru itu, Leo! Itu membuatku merasa bersalah karena telah menyuruhmu mengupas manggis!" isak Olivia.

Leonardo benar-benar bingung. "Jadi aku harus bagaimana? Menutup mataku?"

"Pakai kacamata hitam! Dan jangan bicara dengan suara beratmu itu!"

Maka, sisa malam itu dihabiskan Leonardo dengan memakai kacamata hitam di dalam kamar yang gelap, sambil membacakan cerita untuk Luciano dan bayi di rahim Olivia dengan suara yang sengaja dicemprengkan agar tidak terdengar "berwibawa".

Donna Isabella yang mengintip dari balik pintu hanya bisa tertawa tanpa suara. Putranya, sang penakluk Madrid yang hampir berusia empat puluh tahun, kini benar-benar telah takluk di bawah telapak kaki kecil seorang bayi perempuan yang bahkan belum lahir. Siksaan ini adalah harga yang sangat murah bagi kebahagiaan yang kini memenuhi setiap sudut mansion De Luca.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
chiara azmi fauziah
aku kasih gift ya thor😍
Isti Mariella Ahmad: makasih😍
total 1 replies
chiara azmi fauziah
mantap thor ceritanya mau dong di cintai ugal-ugalan 🤣🤣🤣
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!