NovelToon NovelToon
Dipungut Dan Sembuh

Dipungut Dan Sembuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Penyesalan Keluarga / Pernikahan Kilat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Meymei

Seumur hidup, “mengalah” adalah satu-satunya pilihan yang dimiliki Rana. Bagi sang ibu, kebahagiaan Rani, adik tirinya adalah prioritas, sementara Rana hanyalah penanggung jawab yang wajib memenuhi segala ambisi sang adik. Bahkan setelah bekerja, Rana tidak benar-benar merdeka; setengah gajinya dirampas untuk kebutuhan rumah dan biaya sekolah Rani. Tak jarang, ia harus memeras keringat lebih keras saat sang ibu menuntut tambahan dana secara mendadak.
Di tengah pengabaian dan rasa bakti yang mencekik, Rana terbiasa membungkam suaranya sendiri. Hingga suatu hari, sebuah tawaran tak terduga datang dari sosok yang tak pernah ia sangka,
"Apa kamu mau aku lamar?” - Pradika Setya
Pertanyaan itu bagaikan oase di tengah kecamuk yang sedang Rana hadapi. Sanggupkah Rana menyambut uluran tangan itu untuk lepas dari jerat keluarganya atau akankah pernikahan tersebut justru membawa masalah baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meymei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Extra Bed

Sesampainya Pradika dan Rana di hotel, Pradika segera menuju resepsionis untuk memesan kamar baru.

"Maaf, Kak. Kamar terakhir sudah Kakak ambil." kata resepsionis.

"Oh, terima kasih." Pradika berbalik dan menghampiri Rana yang menunggu di kursi lobi.

"Rana, kamu istirahat saja di disini. Aku akan mencari penginapan lain di dekat sini." kata Pradika.

"Kenapa, mas?" tanya Rana yang mendongakkan kepalanya.

"Tidak ada kamar kosong, aku akan mencari di tempat lain." jawab Pradika yang mengangkat ransel Rana dan bersiap membawanya ke kamar yang telah ia pesan.

"Mas..." pangil Rana dengan ragu.

"Ya?" Pradika menghentikan gerakannya tepat saat tas ransel Rana terpasang di bahu kirinya.

"Apakah bisa memesan extra bed?" cicit Rana.

Pertanyaan yang ia lontarkan bukan karena ia hendak menggoda Pradika atau apa. Rana hanya merasa bersalah karena dirinya, Pradika harus mencari penginapan lain. Lagipula, dengan sikap Pradika yang selama ini menghormatinya, Rana berani mengatakannya karena percaya laki-laki di hadapannya ini tidak akan merugikannya.

"Apa kamu yakin?" tanya Pradika dengan wajah terkejut.

Rana menganggukkan kepalanya dengan wajah tertunduk. Pradika mengembangkan senyum dan bermaksud menggoda Rana.

"Apa kamu tidak takut aku akan menerkammu?"

"Ti...tidak. Mas Pradika bukan orang seperti itu kan?" tanya rana gelagapan.

"Terima kasih kamu percaya padaku. Tapi bagaimana pun, aku laki-laki normal dan kamu adalah gadis yang harus menjaga kehormatan."

"Aku... aku tidak masalah karena di sini tidak seperti di daerahku yang penuh prasangka." jujur Rana.

Selama di Kalimantan, Rana telah menyaksikan sosial masyarakat yang tidak mencampuri urusan orang lain, tapi tetap penuh solidaritas. Mereka tidak hanya menilai dari penampilan, melainkan attitude.

Pradika terkekeh melihat wajah rana yang merona.

"Baiklah. Sepertinya satu kamar juga bukan ide yang buruk. Aku jadi bisa menjagamu." Pradika kembali ke meja resepsionis dan meminta extra bed, yang langsung disetujui.

Keduanya berjalan ke kamar bersama dengan staf hotel yang membawakan bed busa ukuran 120x200. Setelah meletakkan bed dan memasang sprei, staf hotel meninggalkan kamar, menyisakan Rana dan Pradika yang berdiri canggung.

"Apa kamu membawa baju ganti?" tanya Pradika memecah kecanggungan.

"Bawa, Mas." Pradika mengangguk dan meminta Rana untuk membersihkan diri lebih dulu sementara dirinya keluar untuk membeli makanan.

Rana menatap kepergian Pradika dengan kebingungan. Mengapa ia merasa sangat aman dengan kehadiran Pradika? Bahkan sampai menyarankan memesan extra bed. Detak jantungnya yang sempat berpacu kini sudah kembali normal. Tidak ada rasa takut atau was-was meski ia akan berada dalam satu ruangan dengan laki-laki yang baru dikenalnya. Entahlah, Rana sedang tidak ingin berpikir. Ia segera mengambil pakaian ganti dari ranselnya dan segera membersihkan diri.

Selesai membersihkan diri, Rana segera melaksanakan sholat magrib dan isya' dalam satu waktu karena telah melewatkannya. Begitu sholat wajib terlaksana, Rana kembali berdiri dan merapalkan niat sholat istikharah. Ini adalah sholat istikharah yang ia lakukan untuk kedua kalinya. Tepat setelah salam, pintu terketuk dari luar. Rana segera melepas mukenanya dan mengenakan hijabnya kembali sebelum membukakan pintu.

"Ayo makan dulu, kamu belum makan malam, kan?" kata Pradika yang mengangkat kantong plastik di tangannya untuk ditunjukkan kepada Rana.

Rana hanya menganggukkan kepalanya dan memundurkan tubuhnya memberi jalan kepada Pradika untuk masuk ke dalam kamar. Keduanya makan dalam diam, sampai ketika sama-sama selesai, Pradika mengambil alih bungkusan Rana dan merapikan meja. Setelah itu ia keluar untuk membuang bekas makan mereka di tempat sampah yang ada di luar kamar.

Rana memainkan ponselnya, untuk mengusir kegugupannya. Ia memang merasakan aman, tapi ternyata ia tetap merasakan gugup saat hanya berdua di dalam kamar.

"Istirahatlah, Rana." kata Pradika yang bersiap memosisikan tubuhnya di atas bed busa yang ada di lantai.

Tangan Rana bergerak secara reflek meletakkan ponselnya di nakas dan mengambil satu bantal dari tempat tidur, lalu memberikannya kepada Pradika.

"Terima kasih." Rana menganggukkan kepalanya dan naik ke atas tempat tidur, menutup tubuhnya dengan selimut.

Sayangnya, baik Rana ataupun Pradika, mereka sama-sama tidak bisa memejamkan mata meski waktu telah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.

"Rana..."

"Mas..."

1
indy
Kasihan juga Veri dijebak bu retno. semoga kondisi rani terbuka sebelum ijab kabul.
indy
Walah jadi bukan Veri pelakunya
indy
Betul Rana, jangan pulang ke Bojonegoro
Wiwik Susilowati
lanjut kk
indy
Semangat Rana...
Meymei
sama kak 🥹
indy
jadi ikutan mbrebes mili
indy
wah nggantung nih...
Meymei: hihihi
total 1 replies
Meymei
siap😍
indy
kasihan rana, semoga berhasil kabur
indy
makin penasaran, lanjut kakak
indy
Semangat Rana, jangan lupa makan yang baik agar kuat dan sehat
Meymei
sabar kak, msh perlu proses 🤭
indy
owalah, ternyata Rana ikut memodali usaha Veri. Rana terima saja lamaran Pradika agar bisa segera keluar dari keluarga toksik
indy
semoga mereka benar berjodoh
indy
Alhamdulillah Rana selamat, tinggal tunggu action selanjutnya dari mas Pradika
indy
jangan sampai sapo yang datang dan mengajak rana duluan
Meymei: pantau terus kak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!