NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Nona Arrogant

Takdir Cinta Nona Arrogant

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:31.3k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.

Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.

Pergaulannya kian liar,

Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.

Tuan Anthony marah bukan main,

keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.

Supir pribadi sang ayah,

brugh....
Ester pingsan....

apa yang akan terjadi.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35 bendera permusuhan yang di sambut

Tangan Ester terus melambai ketika ia melihat sang mertua masih melongokkan kepalanya di jendela kereta dengan terus melambai seolah ia enggan dengan perpisahan ini.

Senyum tipis tersungging di gadis cantik berlesung pipi itu,

ini terasa lebay bukan... Dan ia paling tidak suka dengan drama lebay seperti ini.

tapi kenapa ia suka kali ini ?!

ia suka melambaikan tangannya seperti itu kepada bu Maryam dan pak Bagus di sana.

Hingga kereta yang membawa kedua mertuanya akhirnya menghilang, ia menghela nafas.

Rasanya baru kemaren ia mengenal ibu mertuanya itu,

Tapi entah kenapa ia merasa sudah mengenalnya lama,

Wanita itu memperlakukannya dengan begitu baik dan lembut.

Perlahan ia membuka telapak tangannya yang lain,

sebuah cincin, Ester menggigit bibirnya kuat...ibu mertuanya memberinya cincin.

Senyum kembali tersungging di bibirnya, ini bukan perhiasan paling mewah yang ia miliki...tapi rasanya kenapa hatinya begitu senang mendapat cincin itu.

Ester masih tenggelam dengan mengenang perkenalannya yang pertama dengan bu Maryam hingga suara bernada manja seolah membuatnya tersadar.

Ester melirik ke arah Zahra yang sedang berbicara dengan nada manja kepada Yoga. Wajah Ester seketika berubah dingin, senyum yang tadi tersungging di bibirnya sirna entah kemana.

" bang....aku mau balik ke rumah kakek, an..." ucap Zahra dengan manja kepada Yoga, namun ucapannya belum selesai Ester sudah memotong ucapan Zahra.

Ia sadar...

Gadis berwajah lugu dan polos di sisi Yoga itu tak selugu dan sepolos penampilannya.

Ia tahu....

Gadis itu sedang mengibarkan bendera perang padanya dan hendak merebut apa yang sudah menjadi miliknya.

Ester mencibir di dalam hati, tatapan matanya menatap tajam dan dingin kepada Zahra.

Jika Zahra mengibarkan bendera persaingan padanya...

Maka dengan sangat senang hati ia akan menyambutnya.

Bukan karena ia ingin mempertahankan Yoga atau menjaga miliknya.

Tapi karena ia merasa ia sedang ingin bertarung. Rasanya sudah lama ia tak berada dalam kondisi seperti ini.

Bersaing....

Ester menertawakan Zahra di dalam hati, siapa kau....

kau bukan apa apa di banding diriku, kita lihat....apa Yoga berani mengantarmu.

Monolog Ester di dalam hati.

" aku mau langsung ke kampus sekarang juga, dan aku tidak mau memberinya tumpangan.

Jika kau mau mengantarnya silahkan...

aku tidak keberatan,

Berikan kunci mobilnya padaku, aku akan kekampus sendiri " ucap Ester sambil mengulurkan tangannya kepada Yoga meminta kunci mobil.

Yoga menatap Ester dengan menelan ludah, tak lama...

tangannya juga terulur meraih tangan Ester, bukannya memberikan kunci mobil tapi Yoga malah menggenggam jemari Ester yang terulur padanya.

Wajah Zahra seketika berubah pias, dadanya bergemuruh.

" maaf Ra, sepertinya kali ini aku tak bisa mengantarmu.

aku pesankan ojek mau ?! " tawar Yoga, di sisinya Ester tersenyum miring kepada Zahra.

" tidak usang bang....

aku bisa pesan ojek sendiri..." jawab Zahra ketus sambil kemudian ia segera berlalu dari sana.

Langkahnya terdengar di hentak ke lantai.

Selepas kepergian Zahra, Ester menepis tangan Yoga yang menggenggam jemarinya kemudian ia melangkah mendahului suaminya itu menuju ke arah pintu keluar stasiun.

Di belakangnya Yoga berkali kali menghela nafas sambil mengusak kepalanya kasar.

Setelah besusah payah meluluhkan kemarahan Ester semalam,

Sekarang Zahra malah semudah itu membuat istrinya yang seperti petasan itu kembali marah padanya.

" yakin kita ke kampus ?! Katanya minta Jasmin yang absenkan " ucap Yoga mencoba mencairkan suasana.

Wajah Ester benar benar mengerikan menurutnya.

" mana bisa aku minta tolong Jasmin, nomornya saja tidak ada di ponselku,

aku tak punya satupun nomor teman temanku..." jawan Ester ketus.

Ia baru ingat tadi jika semua nomor teman temannya telah di hapus oleh sang papa.

Yoga terdiam,

Ia juga baru ingat itu.

" ok...kita ke kampus " ucap Yoga kemudian, tak lama ia mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

Tanpa ia tahu, di belakang sana Zahra menatapnya nanar.

" bang..." desis gadis itu sedih dengan bulir air mata yang mulai menetes.

Yoga terus melajukan mobil yang kendarai menyusuri jalan raya.

Tak ada perbincangan sedikitpun, Ester hanya diam dan diam.

Entahlah ia pun tak tahu, kenapa suasana hatinya tiba tiba buyar dan ambyar begini.

Tak lama mereka sampai di kampus.

Ester melepas sabuk pengamannya dan bersiap hendak turun.

" mau aku temani ?! " Yoga menawarkan diri

" terserah " jawab Ester acuh.

Tak mau Ester semakin marah, Yoga segera turun dari mobil dan mengikuti langkah Ester.

Dengan sabar Yoga terus melangkah di belakang gadis itu.

" Ester.....!! " dua orang perempuan yang baru keluar dari kelas segera berteriak dan menghampiri Ester.

" ponselmu kenapa ?! Rusakkah ?! Kok kita nggak bisa hubungin kamu " salah satu dari dua orang itu mulai bertanya

" iya Min...error, kalian udah pada absen ?! " tanya Ester, wajahnya berubah sedikit cerah.

" udah,

kamu juga udah kita absenin kok..eh...siapa tuh ?! " tanya teman Ester yang bernama Jasmin ketika ia baru menyadari keberadaan Yog, begitu juga Susan.

Sontak Yoga menjadi pusat perhatian dua teman Ester.

Ester ikut menoleh dan menatap Yoga,

" dia datang sama kamu ya Ter....siapa dia ?! Kenalin dong " rengek Susan dan di timpali oleh Jasmin.

Ester menatap Yoga tajam,

Sedangkan Yoga, ia jadi salah tingkah.

" Ter...kenalin dong, dia kerabat kamu ?! Mau kuliah di sini juga ?!

ganteng banget....kenalin dong Ter, masak iya kerabat sendiri mau kau embat sendiri juga " Jasmin terus ngerocos minta di kenalin sama Yoga.

" kenalan aja sendiri, sorry....aku harus buru buru. Nggak bisa lama.

aku duluan " Ester tiba tiba merasa jengah dan tak nyaman sambil ngeloyor pergi.

Ia tak suka melihat teman temannya bersikap seperti itu kepada Yoga,

Yoga jadi serba salah,

" mas....boleh kenalan nggak ?! " Mengabaikan Ester yang langsung pergi, Jasmin masih ngeyel ingin kenalan dengan Yoga.

" maaf mbk...saya sudah menikah, permisi " jawab Yoga singkat dsn bisa di dengar Ester.

Tanpa sadar, satu sudut bibirnya tertarik ke atas.

( berani juga dia ngakuin statusnya ) cicit Ester di dalam hati dengan terus melangkah lebar menyusuri koridor kampus,

Hingga di lorong terakhir, langkahnya terhenti. Tubuhnya menegang ketika ia melihat Pietter berdiri di depan seorang gadis dengan posisi yang begitu dekat.

" ekhem..." Ester berdehem, Pietter menoleh dan kaget begitu melihat siapa yang berdehem.

" Ester....

kemana saja kamu, aku nyariin kamu nggak ketemu " ucap Pietter sambil melangkah hendak mendekat kepada Ester, tapi Ester mundur lebih dulu.

" mulai hari ini dan seterusnya, jangan lagi mencariku...

kita putus..." jawab Ester ketus,

" minggir...." sambung Ester lagi sambil melanjutkan langkahnya, ia mendorong Pietter ke samping karena laki laki itu menghalangi jalannya.

" aku tidak mau....aku tidak mau putus " jawab Pietter sambil mencekal lengan Ester kuat hingga Ester sedikit meringis.

" aku tidak suka laki laki pecundang sepertimu.

kau pikir aku tidak tahu siapa kau ?!

wanita mana saja yang sudah kau tiduri ?! " ejek Ester.

" Ester kau...." Pietter tak suka ucapan Ester yang bernada ejekan itu, ia semakin kuat mencekal lengan Ester.

" lepaskan tanganmu Piet " sentak Ester kian kesal.

" tidak akan...

kita harus bicara "

" lepaskan tangannya....!! "

1
Mega Maharani
kenapa ngga up lagi thor
Tuti Tyastuti
𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘺𝘰𝘨𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘦𝘯𝘥 𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘳𝘴🤔
Tuti Tyastuti
𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘶𝘱 𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘰𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶🤲💪
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘦𝘶𝘯 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘣𝘦𝘯𝘨𝘦𝘬𝘬😂😂
partini
ga ganti panggil nya yang atau ay gitu biar Ester tambah Seneng
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘫𝘰𝘥𝘰𝘩 𝘺𝘨 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘨 𝘻𝘢𝘩𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘰𝘨𝘢
partini
move on zah moga aja dapat CEO tapi rumah dulu sifat mu itu
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳🤭😂😂😂
Mardia Emailvivo
sukak denggan alur cerita nya,ringgan seperti air yg mengalir buat penulis kami,lanjut dong ke si Zahra apa yg akan di buat yoga pada nya?
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘯 𝘥𝘢𝘩😂😂😂
partini
bercinta aja adu mulut 🤦
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘩 𝘢𝘺𝘢"𝘸𝘢𝘦😁
khitara
makasih semua buat yang udah mau komen dan ramein karya aku,
love you😍
Mardia Emailvivo
saya baca nya sambil ngakakak ketawa sendiri,karna lucu sama tingkah istri yoga,,tapi makasih buat author Ter hibur denggan tingkah bumil ini,,di tggu lanjutan nya😀
partini
Ester kamu kaya anak usia 15 th
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!