Kecelakaan pesawat mengakhiri hidup Aruna Maheswari— perempuan independent yang menolak akan adanya cinta dan pernikahan di hidupnya. Namun, saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh Sekar Calista Pranawijaya, seorang istri yang dibenci… dan memiliki dua suami.
Sekar dikenal sebagai perempuan temperamental yang membuat rumah tangganya berubah menjadi neraka. Dua pria yang seharusnya menjadi pelindungnya justru menunggu saat ia pergi dari hidup mereka.
Namun kini, wanita yang sama memilih diam.
Tidak marah. Tidak menuntut. Tidak meminta cinta.
Perubahan itu membuat segalanya terasa salah.
Karena di rumah penuh kebencian itu, bukan cinta yang paling berbahaya— melainkan rahasia di balik kematian Sekar, dan fakta bahwa istri yang mereka benci… telah berganti jiwa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandri Ratuloly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
******
Setelah mendengarkan semua cerita kepala pelayan tadi di taman belakang. Calista benar-benar mendapatkan pencerahan setelahnya, jika seperti ini ia akan semakin muda untuk melakukan rencananya untuk balas dendam kepada dua manusia biadab itu.
Eh, tidak. Ada satu lagi, Calista masih mengingat jelas bagaimana nasehat kepala pelayan padanya untuk berhati-hati pada Elina.
Flashback on
"Dan satu lagi, Nona muda. Anda juga harus berhati-hati dengan Elina. " ujar kepala pelayan tiba-tiba membuyarkan lamunan Calista.
"Kenapa? " tanya Calista dengan dahi mengerut.
"Mungkin anda lupa setelah kejadian anda terjatuh itu, tapi yang harus anda ketahui adalah Lili dan Elina adalah saudara kandung, Nona muda. "
"Saudara kandung? Kamu tau dari mana berita itu kepala pelayan? "
"Saya menyelidiki itu Nona saat saya tidak sengaja melihat Lili dan Elina yang terlihat beberapa kali bertemu rahasia pada malam hari. Anda benar-benar harus berhati-hati pada Elina, karena beberapa kali sebelum Lili dibawa pergi oleh Tuan Artharva saat kejadian anda terjatuh. Elina terlihat ingin mencelakai anda dengan perlahan-lahan tanpa ada satupun yang menyadari bahkan anda sendiri. "
"Ada tujuan apa sampai Elina berniat mencelakai ku kepala pelayan? Bukannya disini aku yang harusnya melakukan itu karena saudara perempuannya sudah mengambil Artharva? "
"Untuk itu saya belum mengetahui apapun, Nona. Anda bisa mencari alasannya, kalau anda butuh apapun anda bisa panggil saya. "
Flashback end
"Elina.... "
"Tunggulah hadiah terindah dariku. Oh, dan dua manusia menjijikkan itu, tunggu lah karma akan segera datang menghampiri hidup kalian—
—Karena akulah karma itu, hahaha. "
******
Malam akhirnya tiba. Calista dan kedua suaminya kini berada di meja makan untuk makan malam bersama.
"Arkana." panggil Calista di sela kegiatan makan malam mereka yang begitu hening, hanya suara dentingan sendok dan piring yang saling beradu terdengar.
"Ya, istriku? " sahut Arkana.
Calista memejamkan matanya sejenak mendengar panggilan Arkana padanya, semenjak ungkapan cinta terpendam Arkana— pria itu dengan terang terangan merubah sikapnya yang awalnya dingin kini berubah jadi seorang suami yang begitu menyayangi istri kecilnya. Bahkan ia memanggil Calista dengan sebutan istriku.
"Setelah selesai makan malam mu, datanglah ke kamarku. " setelah mengatakan itu, Calista langsung beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya.
Bruk!
"Ada urusan apa kau dengan, Calista? Kenapa dia memerintahkan mu ke kamarnya?! " setelah Calista menghilang dari ruang makan, Damar tanpa berbasa-basi melemparkan satu pukulan di bahu Arkana di sampingnya.
"Apa masalahnya? Aku ini suaminya, tidak ada larangan seorang suami mendatangi kamar istrinya. Kamu juga kemarin tidur dikamarnya, apa ada aku protes seperti bocah begini? " ledek Arkana sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya menuju lantai empat— di mana kamar Calista berada.
"Sialan! Awas saja, aku tidak akan membiarkan istriku berdekatan lama dengan makhluk itu. " geram Damar, ia juga ikut bangkit dan pergi ke kamarnya.
Kembali pada Arkana, pria itu melangkahkan kakinya mendekati kamar Calista yang tertutup rapat.
Tok!
Tok!
Tok!
"Istriku tercinta. Suami tertampan mu ini sudah datang, tolong bukakan pintunya ya. " Arkana mengetuk pintu sebanyak tiga kali, ia terlihat merapikan rambutnya agar saat Calista melihatnya nanti— istrinya itu akan terpesona dengan ketampanannya ini.
"Masuk saja, pintunya tidak ku kunci. " sahut Calista dari dalam.
"Tidak di kunci? Tau begitu aku nyelonong masuk dan memeluk tubuhnya dari belakang tadi. " pikir Arkana dengan gila, ia memutar gagang pintu dan masuk ke dalam kamar Calista.
Sang pemilik tubuh terlihat tengah duduk santai di pinggiran kasur dengan mata yang fokus pada tablet ditangannya.
"Kenapa kamu mengajakku ke kamar mu? Kamu mau aku tidur denganmu malam ini? " Arkana terlihat menaik turunkan alisnya menggoda, pria itu duduk disebelah Calista.
Calista menghembuskan napas dalam-dalam, ia harus terbiasa sekarang dengan sifat aneh Arkana ini. " Aku ingin meminta bantuan padamu, kamu mau membantuku kan? "
"Bantuan apa? Kamu istri tercintaku, mana mungkin aku menolak permintaan sederhana mu ini. " kekeh Arkana.
"Bahkan untuk menyingkirkan kembaran mu itu? Apa kamu tetap akan membantuku, Arkana suamiku? "
Arkana membeku beberapa saat mendengar ucapan dalam Calista, ia tidak menyangka bantuan yang di maksud Calista itu adalah menyingkirkan kembarannya yang notabenya adalah..... "Kenapa kamu ingin menyingkirkan, Atharva? " tanya Arkana, wajahnya kini sudah berubah serius.
"Kamu bukannya mencintai dia? " ujar Arkana kembali.
"Mencintai? " Calista tertawa pelan namun terdengar begitu mengerikan, "apa kamu masih menyimpulkan bahwa aku masih mencintainya setelah apa yang sudah bajingan itu lakukan padaku? "
"Lagipula kamu juga tidak ingin balas dendam, Arkana? Kamu tidak ingin membalas perbuatan kembaran bahkan kedua orangtuamu yang pilih kasih itu? " Calista menaikan alisnya, menatap arkana didepannya yang masih diam saja belum berani berkomentar.
Untuk masalah Arkana dan orangtuanya, Calista tau hal ini karena kepala pelayan yang memberitahukannya.
Aahh, kepala pelayan itu mungkin Calista akan memberikan bonus banyak karena sudah bekerja begitu keras dan setia padanya.
"Bagaimana? " tanya Calista sekali lagi.
"Baiklah, aku akan membantu mu. " putus Arkana akhirnya, ia juga menyimpan dendam pada keluarganya itu— terlebih lagi pada kedua orangtuanya yang begitu pilih kasih antara dirinya dan Atharva.
Calista sedikit mengetahui bahwa perusahaan yang dijalani Arkana merupakan perusahaan hasil kerja kerasnya sendiri, dan semakin berkembang saat ia menikah dengan Calista. Tuan Hendra menyuntikkan dana dan beberapa investor di perusahaannya.
Sedangkan perusahaan keluarganya, semuanya diwariskan pada Atharva tanpa ada sepersen diberikan untuk Arkana.
Entah ada cerita apa di masa lalu hingga kedua orangtua itu bisa berperilaku tidak adil pada salah satu anak kandungnya.
Padahal kalau dilihat lihat, Atharva itu tidak ada gunanya. Perusahaan yang dia jalani saja sudah hampir mau bangkrut bila bukan Arkana yang membantunya selama ini.
Suami Calista itu terpaksa melakukannya karena kedua orangtuanya yang mengancamnya bila Arkana tidak membantu.
Memang benar-benar orangtua durhaka.
"Lalu kamu ingin aku melakukan apa untuk menyingkirkan Atharva? " tanya Arkana, ini kesempatannya. Selama ini ia menahan diri untuk tidak berbuat sesuatu kepada kembarannya itu karena masih memikirkan perasaan Calista.
Tapi kalau Calista sendiri yang meminta, Arkana tidak perlu menahannya lagi, kan?
"Akan aku pikirkan nanti. "
"Karena aku sudah menyetujui ingin membantu mu, aku ingin meminta imbalan kepadamu. "
"Imbalan? Imbalan apa? " Calista menatap curiga pada Arkana yang terlihat sudah senyum senyum sendiri. "Jangan aneh aneh. "
"Tidak aneh, sayang. Aku hanya meminta untuk sekarang dan seterusnya aku akan tidur sekasur denganmu, mau itu di kamar mu atau bahkan di kamar ku sendiri. " Arkana berucap dengan wajah penuh permohonan.
"Aku tid—
Brak!
"Enak saja kamu memonopoli Calista, kalau Calista tidur denganmu maka dia juga harus tidur bersamaku, aku suami pertamanya. "
Belum selesai Calista menolak, pintu kamarnya sudah di buka kasar oleh Damar yang tidak terima dengan permintaan Arkana tadi.
Terlihat bagaimana raut wajah kesal dan ngos-ngosannya pria itu.
‘Ya, setelah ini tidak akan ada lagi hidup damai dalam hidupku.’ Batin Calista mengadu kesal.
******
😒😒😒😒
lanjuut kak ,,
sad tu bukan berarti calista meninggal ,, buat dy menghilang aj ,,
Aruna di tubuh calista
apa kah arkana juga terlibat???
krn waktu damar kerjaa di kmr mereka arkana pun melihat apa yg di kerjakan damar ,,
ad sesuatu niih ,,
aaaaa kak author jgn di gantung dooonk ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
makin seruuu niiih ,,
ad rahasia yg Blum terungkap niii ,, ap yg lgi di kerjakan damar😁😁😁🤭🤭🤭🤭
terkadang kesalahan org tua justru ank yg jd pelampiasan ,,
semangat trus arkana ,,
bukti ny skrang km sukses ,,
jgn yg aneh2 yx damar ,, 👍👍👍
next kak
waaaah Atharva km slah org ,,
dy buukan. sekar yg cengeng dn manjaaa ,,
dy arunaaa si ratu bisnis ,,
jgn maen maen ,, jgn maen maen ,, 🤭🤭🤭