NovelToon NovelToon
AXELLE

AXELLE

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Bad Boy
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus

Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.

Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

...

...

   hari ini hari ke tiga Rea menghindari axelle, karena Rea takut sistem robot nya eror lagi. dia sengaja pake Tws hanya untuk menghindari jovanka dan yang lain, sengaja biar gak denger gosip murahan yang bikin dia emosi gak jelas.

   seolah Axelle hanyalah jin penunggu apartemen yang nggak kelihatan. TWS putih selalu menyumpal telinganya, matanya selalu menatap lurus ke tumpukan proposal Pensi, dan bibirnya terkunci rapat.

Axelle yang biasanya asik main game atau ngetawain gaya kaku Rea, lama-lama gerah juga. Rasanya kayak tinggal bareng patung manekin yang dikasih nyawa cuma buat kerja.

Pas jam istirahat di pojok kantin yang sepi, Axelle akhirnya narik kursi di depan Rea dengan bunyi srak yang sengaja dikencengin. Rea nggak nengok. Dia malah asik nyuap baksonya pelan-pelan, matanya fokus ke ponsel.

"Heh, xavandra," panggil Axelle, tangannya ngetuk-ngetuk meja.

Rea tetep diam.

Axelle narik napas panjang, lalu dengan gerakan secepat kilat, dia ngerampas satu sisi TWS Rea. "Lo kenapa sih, Re? Sistem lo eror tapi nggak gini juga kaliii. Lo mau bikin gue mati bosen di apartemen gara-gara lo mode silent?"

Rea mendongak, matanya datar bin dingin di balik kacamata. "Balikin, Atharic. Gue sibuk."

"Sibuk apa ngehindar? Setidaknya kalau gue ada salah, bilang! Nggak usah ngehindar kayak gue ini virus menular," Axelle menyandarkan punggungnya, menatap Rea penuh selidik. "Atau jangan-jangan... lo masih marah gara-gara gue cium?" 

Wajah Rea nggak berubah, "Gak usah dibahas. Itu nggak penting."

"Nggak penting tapi lo balas waktu itu, Re. Ingat kan? Lo nggak dorong gue, lo malah narik kerah baju gue seolah lo nggak mau gue lepas," ledek Axelle dengan senyum miringnya yang paling tengil, meski dalem hati dia beneran bingung kenapa Rea se-cuek ini. "Masa iya ciuman seenak itu lo sebut nggak penting?"

"Itu reflek saraf, Axelle.," jawab Rea singkat, padahal hatinya lagi maki-maki berita "Bubub yang lewat di fyp Lambe Galaksi-nya tiap hari. "Mending lo urusin aja lo si 'Bubub' itu. Kasihan kan dia kalau 'Kak Axel'-nya malah sibuk ngurusin robot."

Axelle mengernyit, otaknya loading sebentar. "Bubub? Valerie maksud lo? Ya elah, Re, itu cuma panggilan dari—"

"Gak peduli. Simpan penjelasan lo buat panggung Pensi nanti," potong Rea ketus. Dia berdiri, ngerampas TWS-nya dari tangan Axelle, dan pergi gitu aja tanpa nengok lagi.

Axelle bengong di kursinya. Dia menggaruk tengkuknya yang nggak gatal. "Gila... robot kalau udah mode tantrum gak bisa di tebak."

...----------------...

Apartemen - Pukul 20.00 WIB

Suasana di apartemen kembali sunyi. Rea lagi ngerjain tugas di meja bar, sementara Axelle mondar-mandir kayak setrikaan.

"Re, gue laper," keluh Axelle, mencoba nyari perhatian.

"Dapur ada di sana. Bahan ada di kulkas. Masak sendiri," sahut Rea tanpa ngalihin pandangan dari laptop.

Axelle mendekat, berdiri tepat di samping kursi Rea sampai bayangannya menutupi layar laptop. "Gue nggak tau apa yang bikin lo se-sensi ini. Soal ciuman? Gue minta maaf kalau itu bikin sistem lo konslet." axelle beneran gak sadar kesalahan nya dimana

Rea menghentikan ketikannya, dia mendongak menatap Axelle datar. "gak ada urusan nya sama lo. Sekarang minggir, lo ganggu konsentrasi."

Axelle terdiam sebentar, lalu tiba-tiba dia nunduk, wajahnya sejajar sama wajah Rea. "Oke, kalau itu mau lo." axelle berlaku pergi mengambil hoodie tujuannya ke tongkrongan geng badboy nya

...----------------...

Pukul 23.00 WIB. Apartemen sunyi senyap, hanya suara detak jam dinding yang menemani Rea yang baru saja menutup laptopnya. Badannya pegal semua, tapi hatinya jauh lebih lelah. Dia melirik ke arah sofa, tempat biasanya Axelle mendengkur halus.

Kosong.

"Belum pulang?" gumam Rea. Ada rasa hampa yang tiba-tiba nyelip, tapi dia buru-buru menepisnya. "Baguslah, gue bisa tidur tenang tanpa denger suara berisik dia."

Rea masuk ke kamar, mematikan lampu utama, dan hanya menyisakan lampu tidur yang remang. Dia merebahkan diri, menarik selimut sampai ke dada. Namun, saat dia baru saja memejamkan mata, indra penciumannya menangkap sesuatu yang sangat familiar.

Wangi parfum wood-musky bercampur sedikit aroma asap rokok dan angin malam.

Rea membuka mata, menoleh ke sisi kanan tempat tidur. Jantungnya hampir copot. Di sana, di bawah selimut yang sama, Axelle sedang berbaring menyamping menatapnya. Matanya yang tajam tampak berkilat di kegelapan.

"Lo... NGAPAIN DI SINI?!" pekik Rea, refleks duduk tegak.

Axelle nggak bergerak, dia malah narik selimutnya lebih tinggi. "Sofa dingin, Re. AC-nya bocor kayaknya. Gue butuh kehangatan."

"Gak ada alasan! Keluar gak lo! Ini kamar gue!" Rea nyoba nendang kaki Axelle di balik selimut, tapi Axelle dengan gesit mengunci kaki Rea pake kakinya yang panjang.

"Ini apartemen gue, kamar gue, kasur gue. Lo cuma 'penyewa' yang kebetulan dapet status istri," sahut Axelle santai, suaranya berat khas orang ngantuk. "Diem, Re. Gue capek abis dengerin ocehan Arsen di tongkrongan. Tidur atau gue peluk?"

Rea bungkam, napasnya memburu. Dia mau lari keluar, tapi tenaga Axelle yang nahan kakinya itu nggak main-main. Akhirnya, dengan penuh emosi, Rea tidur membelakangi Axelle, mepet ke pinggiran kasur. "Awas lo macem-macem!"

"Tergantung sistem lo, Robot," gumam Axelle pelan sebelum memejamkan mata.

Keesokan Harinya - Pukul 05.30 WIB

Sinar matahari subuh mulai masuk lewat celah gorden. Rea terbangun karena merasa sesak. Pas dia buka mata... matanya langsung melotot.

Posisi mereka sudah berubah total. axelle nggak lagi di ujung kasur, tapi udah melingkarkan tangannya di pinggang Rea. hingga punggung Rea nempel ke dadanya yang bidang. Dan yang bikin Rea mau pingsan, kepalanya Axelle ada di ceruk lehernya, napasnya yang hangat berembus teratur di sana.

"Axelle... lepasin..." desis Rea, nyoba ngelepas tangan kekar itu.

Axelle bukannya lepas, malah makin ngeratin pelukannya. Dia mengerang rendah, matanya masih terpejam. "Lima menit lagi, Bubub..." sebenarnya dia udah bangun dari tadi, tapi ide jahil nya muncul lagi untuk sekedar tes Rea

"APALAGI LO BILANG?! BUBUB?!" Rea meledak. Dia langsung muter badan dan mendorong dada Axelle sekuat tenaga sampai cowok itu tersentak bangun.

"Apaan sih, Re? Pagi-pagi udah KDRT aja!" protes Axelle sambil ngucek mata.

"Lo panggil gue apa tadi? Bubub? Lo pikir gue Valerie?! Lo pikir gue cewek lo yang manja itu?!" Rea bener-bener emosi, mukanya merah padam.

Axelle bengong sebentar, terus dia nyengir nakal pas sadar apa yang bikin Rea tantrum. "Ooh... jadi dari kemarin lo mode robot yang senggol bacok itu karena cemburu sama panggilan 'Bubub'? Ya ampun, Xavandra... lo pinter olimpiade tapi bego banget soal perasaan ya?"

"Gue nggak cemburu! Gue cuma risih denger panggilan menjijikkan itu!"

"Masa?" Axelle tiba-tiba narik tangan Rea sampai gadis itu jatuh tepat di atas dadanya. "Kalau gue panggil lo 'Sayang', lo bakal berhenti mode robot nggak?"

"Gak usah ngaco! Lepasin!" Rea berontak, tapi Axelle malah nahan tengkuknya, narik wajah Rea makin deket.

"Lo tau gak, Re? Lo kalau lagi marah gini... jauh lebih 'hidup' daripada pas pake TWS," bisik Axelle. Tatapannya jatuh ke bibir Rea yang miring karena kesel. "Dan lo tau apa yang paling gue suka dari sistem robot lo yang lagi eror?"

"Apa—"

Belum sempet Rea selesai ngomong, Axelle langsung nyambar bibir Rea. Kali ini nggak ada amarah cemburu, tapi axelle emang pengen aja. Rea awalnya mau mukul, tapi sentuhan tangan Axelle di pinggangnya bikin seluruh sarafnya lumpuh seketika.

Rea memejamkan mata, sistem robotnya benar-benar hancur total saat dia mulai membalas lumatan Axelle, narik rambut belakang Axelle biar ciuman itu makin dalem. Di bawah cahaya subuh yang remang, apartemen itu jadi saksi bisu gimana dua orang yang paling keras kepala ini akhirnya bener-bener "meledak" dalam adegan yang jauh lebih panas dari sekadar debat Pensi.

1
Desy Bengkulu
aaaa aku salting tingkat brutal kak , aku baper , meleleh aku 🫠🫠🫠
Desy Bengkulu
kak up 2 dong kepo sama rea di apartemen masih ngamuk apa enggak🙏🙏🙏
Desy Bengkulu: aku cht kmu di apk beb , respon ya
total 4 replies
Desy Bengkulu
di sini ceritanya rea yg cemburu , dan rea yang jadi ratu danial wah mantab kk author 🤣🤣
Desy Bengkulu
axelle jd curhat ke rea😁😁udh bingung mau komen apa yg pasti , mereka cocok dan buat gemes ,
Desy Bengkulu
orang iri mah bego bin lolo ,
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
jhiee: hahah.. badboy galaksi aja bertekuk lutut🤣..
total 1 replies
Desy Bengkulu
gangsinya setinggi menara Eiffel sih
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
jhiee: salting brutal beb🤣
total 1 replies
Alex
2 hati yg berbeda dg ego masing" disatukan untuk saling menyembuhkan untuk saling membuat warna yg baru dan indah,,,,
semngat thor
jhiee: sip beb🤭👍
total 1 replies
Desy Bengkulu
waah ada apa ini kok kok begini begitu waaahhh🤣🤣🤣🤣

tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
jhiee: hahaha🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
kak buat supaya rea bisa jadi rumah untuk axelle dong , kan aku jadi nangis kalo axelle luka gitu,

ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭

jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
Alex
huhuhuhuhu😭
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
jhiee: siap 👍
total 3 replies
Desy Bengkulu
masalah keluarga yang terlalu rumit , tapi kenapa gak axelle di sekolah kan di tempat ortu nya tinggal aka Thor jd kan dia gak akan sendirian ,

tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
jhiee: ortu nya pindah pindah beb.. 🤭 kadang di London kayak bab 2 , kadang bisnis di Singapura.. kadang Elsa berobat gak cuma di Australia🤣🤣 gitu beb. kan orang sibuk bisnis dimana amana🤣🤣🤣
total 1 replies
Alex
greget Ama duo bocil ini lama"🤣
jhiee: kelakuan🤣🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
tinggal jujur aja , rea gua cemburu,susah amat sih xelle 🤣🤣🤣
jhiee: hahahaha🤣
total 3 replies
Desy Bengkulu
kok gini sih kak , kenapa mereka gak di suruh tinggal terpisah aja , tapi masih di gedung yang sama
jhiee: heheh mau gimana lagi beb.. draft nya udah numpuk banget🤣🙏
total 1 replies
Aprilia Fitriyanj
panasin si tengil ama bagas thor..coba cemburu apa kaga si tengil Axele 😍
jhiee: ada yang lebih Badass dari bagas beb🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
axele gaje , kyk nya mau mastiin rea cemburu apa enggak deh🤣🤣
jhiee: latihan bikin jantung Rea gak aman beb🤣
total 1 replies
Alex
ada yg cembokur😄😄
Alex: semoga eror terus🥳
total 2 replies
Desy Bengkulu
damm ada yang lagi kepanasan nih 🤣🤣🤣
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁
Desy Bengkulu: makasih beb 😘😘
total 2 replies
Desy Bengkulu
ini intraksi nya lebih lues , tapi ada condong ke arah si bucin yang hampir 🤣🤣
Desy Bengkulu
ciieee ehem2🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!