Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.
Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.
Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.
Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?
Follow Ig: Hans_Sejin13.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Flash Back!
Hari dimana acara reuni sekolah tiba. Regina yang sudah ada di cafe A. Tempat acara reuni tersebut sedang berlangsung. Seluruh anggota kelas semuanya berkumpul di tempat yang sama. Termasuk orang-orang yang mem bully Jihan sewaktu SMA.
"Jihan aku tunggu kamu ya...! Kamu jadi kan kesini...!" Tanya Regina lewat telepon.
"Ia... Regina aku sebentar lagi sampai... Kamu ada di sebelah mana...?" Jawab Jihan, sekaligus bertanya di mana lokasi dirinya.
Regina kemudian memberikan lokasi detail nya, dan di mana ia sedang duduk. Setelah itu ia mematikan teleponnya. Saat itu teman sekelasnya yang bernama Celsi bertanya kepada Regina.
"Regina...! Siapa yang kamu telpon tadi...!" Tanya Celsi.
"Oh... Tadi Jihan...! Katanya dia mau datang...!" Jawab Regina.
"Apa...? Kamu masih berteman dengan nya...?!" Ucap Celsi, suara terdengar sangat keras dan terdengar sedikit emosi.
"Kenapa kamu masih berhubungan dengan nya... Sudah cukup dia meniru semua dari mu... Sekarang kamu masih berteman dengan nya...!" Ucap Celsi terdengar semakin emosi saat mendengar perkataan Regina.
"Tidak apa-apa kok! Lagi pula Jihan sangat baik pada ku dia juga sering membantu ku...!" Jawab Regina, terdengar sangat tulus dan juga terkesan ia terlihat sangat baik.
"Regina! Kamu terlalu baik padanya... Dari SMA kamu sudah di tindas sama dia sekarang kamu juga masih baik sama dia... Regina kamu benar-benar sangat baik hati...!" Ucap Celsi, seakan-akan Regina yang tampak sangat baik di matanya.
Saat itu Regina juga mulai memancing perkataan agar Celsi semakin marah terhadap Jihan. Ia mengaku bahwa Jihan merebut Hendrick dari nya.
"Celsi...! Nanti jika Jihan datang kamu jangan marah ya sama dia... Dia sangat kesulitan di kantor semenjak ia merebut pacar ku Hendrick...!" Ucap Regina, pelan dan terdengar sangat memperihatinkan.
Mendengar perkataan Regina, sebagai sahabat nya yang sangat baik emosinya meledak-ledak. Seakan Jihan tidak pantas untuk datang ke acara tersebut.
"Apa...? Dia merebut pacar mu... Dasar wanita itu... Dia benar-benar jalang sialan...!" Teriak Celsi, seakan tidak terima kekasih sahabat nya di rebut oleh Jihan.
"KA... Kamu tenang dulu... Aku tidak apa-apa kok! Sekarang kamu bersikap seolah-olah tidak tahu saja ya... Please ya... Celsi...!" Ucap Regina, wajahnya semakin terlihat memelas.
Di dalam luar ruangan acara reuni. Jihan datang dengan berpakaian seadanya. Ia hanya menggunakan jaket tebal dengan pakaian yang sangat sederhana dan memakai kalung pemberian dari Regina.
Saat itu Jihan yang sudah berada di balik pintu, seakan-akan ragu untuk masuk ke dalam. Ia merasa ada sesuatu yang membuat nya ragu untuk masuk ke dalam.
Saat ia hendak berbalik dan meninggalkan tempat itu. Seseorang menyenggol dirinya.
Brak!
Jihan terjatuh. Saat itu teman sekelasnya yang baru saja datang untuk acara reuni langsung mengenali Jihan.
"Aww!... Jihan...? Kamu datang kesini...!" Ucap Rosy.
"Jihan... Ini benar-benar kamu...!" Tanya Sheila.
Celsi, Rosy dan Sheila mereka adalah teman sekelasnya. Mereka bertiga adalah orang yang selalu merundung Jihan semasa SMA.
Karena termakan tipu muslihat Regina yang memanipulasi kehidupan Jihan. Membuat Jihan di runding dan di bully habis-habisan oleh mereka.
"Rosy...! Sheila...!" Ucap Jihan, tubuhnya bergetar karena bertemu dengan mereka.
Jihan bergegas berdiri dan ingin berlari namun Sheila menarik tangannya. Dan membawanya masuk ke dalam acara reuni.
Mereka menarik tangan Jihan dengan paksa, saat itu Jihan tidak berani melawan mereka. Kenangan buruk saat SMA masih terngiang di dalam ingatan nya.
"Wah! Kita lihat siapa yang datang...!" Ucap Rosy.
Saat itu Celsi melihat Jihan membuat nya menjadi marah. Namun ia mencoba menahan diri karena permintaan Regina. Wajahnya tampak terlihat sangat bt dengan kehadiran Jihan.
"Jihan... Akhirnya kamu sampai juga! Ayo duduk!" Ucap Regina, penuh dengan semangat.
Saat itu mereka sudah berkumpul dan memulai acara, sambil berbincang. Saat itu Celsi bertanya kepada Jihan. Untuk apa ia datang ke sana.
"Jihan... Apa alasan mu datang ke sini...!" Tanya Celsi.
"A-aku...-" ucap Jihan, ia bingung harus berkata apa namun langsung di potong oleh Sheila.
"Untuk apa lagi... Dia datang hanya untuk makan gratis! Kalian lihat saja pakaiannya...! Mana mungkin Jihan bisa membeli semua makanan mahal ini...!" Ucap Sheila, menghina dan mengolok-olok Jihan.
"HAHAHA!" Suara tertawa seluruh orang yang hadir di acara reuni tersebut.
"Kalian! Kalian jangan tertawa! Jihan baru saja datang...!" Ucap Regina, seakan ia peduli pada Jihan.
"Regina... Kamu terlalu baik sama dia... Kamu lihat saja ia meniru diri mu...! Lihat saja kalung yang ia pakai... Kalung itu barang imitasi... Terlihat bahwa Jihan ingin menyaingi mu namun ia tidak mampu...." Ucap Celsi, tegas seakan Jihan ingin meniru Regina.
Saat itu Jihan di bully habis-habisan oleh mereka bertiga, sehingga tubuhnya bergetar hebat dan ia pergi ke kamar mandi untuk menghindari bullying yang di lakukan oleh mereka bertiga.
Tak!
Tak!
Tak!
Suara langkah kaki Jihan yang sedang berlari tergesa-gesa menuju kamar mandi. Dia duduk di bangku toilet. Sambil memberikan pesan kepada Regina untuk membantu nya pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Regina aku mohon balas chat ku...!" Ujar Jihan, tubuh gemetar sambil mengigit ujung jarinya.
Namun Regina sama sekali tidak peduli dan mengabaikan pesan dari Jihan. Semua rencana yang Regina atur berjalan dengan sangat sukses untuk menjatuhkan Jihan dan membuat nya menderita.
Di dalam toilet Jihan hanya berharap agar Regina datang menemuinya dan membantu nya untuk segera pergi dari sana.
Tak!
Tak!
Tak!
Terdengar suara langkah kaki, namun suara nya lebih dari satu orang. Ternyata Celsi, Rosy dan Sheila. Mereka bertiga juga pergi ke dalam kamar mandi.
Saat itu mereka menyalakan kran air, dan mulai membersihkan tangan mereka sampai membicarakan Jihan.
"Aku tidak menyangka, berani sekali Jihan datang ke sini...!" Ucap Celsi.
"Ya untuk apa lagi, seperti yang tadi aku katakan ia datang pasti hanya untuk makan gratis saja...!" Ucap Sheila.
"Aku tidak habis pikir! Kenapa Regina sangat baik kepada nya... Sudah cukup ia di tindas olehnya waktu SMA... Sekarang ia berani-beraninya merebut pacar nya... Dasar jalan sialan...!" Ucap Celsi, semakin marah terhadap Jihan.
Saat mereka sedang membicarakan Jihan, Rosy teringat bahwa Jihan tidak ada di tempat duduknya. Kemungkinan besar Jihan berada di dalam toilet.
"Tunggu Celsi... Bukannya tadi Jihan tidak ada di tempat duduknya... Jangan-jangan dia...?" Ucap Rosy.
Mereka bertiga kemudian melihat beberapa toilet yang tertutup dan mulai mendekat dan mendobrak pintu toilet dengan menendang nya.
Brak!
Suara tendangan di pintu toilet pertama, namun Jihan tidak ada di dalam nya.
"Tidak ada...!"
Brak!
Suara tendangan di pintu toilet ke-dua. Namun Jihan juga tidak ada di sana.
Brak!
Suara tendangan di pintu toilet ke-tiga. Namun tetap saja Jihan tidak ada di sana.
Tersisa pintu toilet terakhir, di dalam sana Jihan yang gemetar ketakutan setengah mati, ia berkeringat dingin. Dan di detik-detik terakhir.
Brak!
Flash Back Off.
•
•
Jihan teringat momen-momen mengerikan di dalam hidup nya selain pengkhianatan suami dan sahabatnya. Seketika ingatan di momen-momen itu membuat nya ragu untuk datang ke acara reuni tersebut.
"Bagaimana ini...? Apakah aku datang atau tidak...! Momen itu adalah momen yang sangat mengerikan dalam hidup ku selain pengkhianatan mereka berdua... Aku yakin Regina pasti merencanakan hal yang sama...!" Gumam Jihan dalam hati.
Perasaan ragu muncul dalam hatinya. Ia tidak tahu harus datang atau tidak. Namun ia juga harus mengetahui apa penyebab mereka membully dirinya habis-habisan saat itu.
❅
❅
❅
𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ
jihan semangat yaaaa...
jika kalian suka dengan cerita nya kalian bisa memberikan hadiah, vote dan juga jangan lupa kasih ulasan dan Rating ⭐⭐⭐⭐⭐
⭐⭐⭐⭐⭐
🤗Terima Kasih 🤗