NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Pertama

Seminggu telah berlalu sejak Ren mendaftar menjadi petualang, selama waktu itu dia tidak mengambil misi apapun, Ren sepenuhnya memfokuskan dirinya pada latihan.

Dia melatih fisiknya, berlatih teknik bertarung, berlatih pedang, dari yang awalnya kasar, sekarang gerakannya menjadi sedikit halus dan rapi.

Di dalam kamarnya, Ren menatap dirinya sendiri di cermin, dia merasa sedikit lebih tinggi dari sebelumnya dan juga lebih berotot dari sebelumnya, dia sudah sedikit tumbuh.

' Bunga yang di rawat di rumah kaca tidak akan bisa menahan angin yang kuat, mungkin ini sudah saatnya untuk mengambil misi perburuan pertamaku '

Ren mengambil handuk dan keluar dari kamar, pergi menuju kamar mandi.

Setibanya disana, Ren melihat Johan, dia melihat jika pria itu sedang memikirkan sesuatu yang memprihatinkan.

" Kau kenapa? "

" Ah Ren...tidak, aku baik-baik saja "

" Lalu kenapa wajahmu seperti itu? "

"...Ini tentang wanita paling cantik di kota ini,Dalia, tadi malam bos dari geng Hunting Dog datang ke tempat Dalia bekerja dan memaksanya untuk ikut dengannya, pemilik rumah bordil yang tidak memiliki keberanian, tidak punya pilihan lain selain menyerahkan Dalia "

Ren mengangguk, dia akhirnya mengerti kenapa Johan sedih, itu karena wanita pujaannya di bawa pergi oleh seorang bos kriminal, entah seperti apa nasibnya sekarang,tidak ada yang tahu.

" Dia memiliki banyak penggemar bukan, apa pendapat mereka tentang ini? "

Johan menggelengkan kepalanya" Mereka semua diam, sama sepertiku, mereka semua takut dengan geng Hunting Dog "

"...Aku mengerti "

Sekali lagi kekuatan menjadi penentu kemenangan, rasa takut yang geng Hunting Dog sebarkan selama ini dengan kekuatan mereka, membuat para penduduk menjadi sangat enggan untuk mendekati mereka.

" Apa kau tahu dimana markas mereka? "

Mata Johan membelak" Apa kau ingin pergi kesana sendirian untuk menjadi pangerannya Dalia..."

" Bukan, aku hanya ingin tahu tempatnya, dengan itu aku bisa menjauhi mereka saat bekerja "

" Itu berada di utara, jalan no 5, mereka sengaja mendirikan markas disana untuk memantau Red Viper "

" Aku mengerti "

Setelah selesai mandi, Ren memakai pakaiannya, kemeja putih, jaket cokelat berekor panjang, celana hitam, dan sepatu hitam, dia menaruh Oblivion yang telah memiliki sarung pedang di pinggangnya.

••• •••

Setibanya di guild, Ren langsung di sambut dengan pemandangan orang-orang yang duduk sambil mengobrol tentang perburuan dan Neil yang duduk di belakang meja resepsionis.

" Ren, kesini sebentar! "

Ren yang ingin mencari sebuah misi di papan misi, di panggil oleh Neil.

" Ada apa? "

Selama seminggu terakhir ini, Ren sering mengobrol dengan Neil dan menjadi akrab dengannya, bukan hanya Neil, tapi yang lain juga, dia mendapatkan banyak teman baru disini.

" Barusan ada misi khusus yang masuk, itu misi pengawalan, apa kau ingin mengambilnya? "

Ren langsung menggelengkan kepalanya, dia masih belum percaya diri untuk melindungi seseorang dengan kemampuannya sekarang.

" Maaf, aku belum percaya diri dengan kemampuanku "

" Begitu ya, tidak masalah, Evan dan yang lainnya akan datang hari ini "

" Aku akan meminta salah satu dari mereka untuk mengambil misi ini "

Semua orang selalu menyebut Evan sebagai yang paling kuat di antara para anggota eksklusif, Ren penasaran siapa sebenarnya orang ini dan seperti apa tampangnya, dari yang Ren dengar dia juga seorang Warior.

Ren kembali mencari misi di papan misi, kebanyakan misi adalah perburuan dan pencarian, karena tujuan Ren adalah berburu jadi dia mencari monster yang cocok dengan kekuatannya.

' Misi : Menyerang desa goblin '

' Detail : 10 hari yang lalu seorang petualang menemukan desa goblin, terletak di hutan perbatasan, jauh di timur laut, karena jumlah goblin yang melebihi seratus, di sarankan untuk Rank Silver keatas '

' Hadiah : 200 Fond '

' Misi : Mencari ranting sihir '

' Detail : Mencari ranting sihir yang masih muda, setidaknya 1 karung '

' Hadiah : 5 Fond '

' Misi : Berburu...

' Detail :....

' Hadiah : ....

....

Setelah beberapa saat mencari, Ren akhirnya menemukan misi yang sesuai untuknya.

' Misi : Berburu pohon hidup '

' Detail : Kemarin pohon hidup dewasa di temukan di timur laut, dia sering menggunakan kekuatan mentalnya untuk menakut-nakuti monster sekitar dan membuat mereka berlari dan membuat kekacauan di desa terdekat '

' Hadiah : 50 Fond '

Ren mengambil selembaran tersebut lalu membawanya ke Neil.

" Aku akan mengambil yang ini "

" Baiklah, lokasinya cukup dekat dengan desa Welos "

" Aku mengerti "

Setelah itu, Ren keluar dari guild, mencari kereta kuda untuk mengantarnya keluar dari kota pelabuhan Lonor.

Hutan perbatasan adalah hutan yang membatasi wilayah Avalonia dengan wilayah Alivania, Avalonia sudah berkali-kali mengajukan penghapusan hutan ini, mereka ingin membuat jalur yang aman untuk melakukan perdagangan antar dua negara.

Tapi Alivania yang memiliki visi cintai alam, selalu menolak untuk menghapus hutan ini, yang pada akhirnya membuat hutan ini menjadi tempat berkembangnya para monster.

Akhirnya, Avalonia memanfaatkan hutan ini sebagai tempat berburu untuk melatih pasukan, dan juga memanen sumber daya yang hanya bisa di hasilkan monster.

Setelah tiga jam perjalanan dengan kereta dan berjalan kaki, Ren akhirnya tiba di desa Welos, desa kecil dengan luas 1 kilometer.

Suasana di desa sama seperti desa-desa lainnya, udaranya lebih sejuk karena memiliki banyak pohon, para warganya kebanyakan bekerja sebagai petani, peternak, dan penebang kayu.

Karena lokasinya berada di selatan hutan perbatasan, bagian yang di serang pastinya bagian utara desa, dengan pemikiran seperti itu, Ren dengan cepat pergi menuju utara.

Semakin dekat Ren dengan batas desa di bagian utara, dia melihat banyak rumah-rumah warga yang hancur, hal ini pastinya di sebabkan oleh serangan para monster.

Di kejauhan, Ren melihat para penjaga desa, sebagian besar dari mereka adalah pria dewasa yang memiliki tubuh kekar.

Saat Ren ingin menyapa mereka, di kejauhan,di utara, dia melihat segerombolan monster berlari menuju desa, sebagian besar dari mereka adalah Treter dan Slime Rawa.

Treter adalah monster yang suka makan pohon, selama manusia tidak datang ke wilayahnya, dia juga tidak akan datang untuk mengganggu wilayah manusia, kehadirannya disini merupakan indikasi jika pohon hidup memang ada.

Untuk penampilan, Treter memiliki dua belas kali, tubuhnya mirip semut dengan lapisan berminyak di atas, kepalanya yang bulat akan terbelah dua setiap kali dia membuka mulutnya, kepalanya di desain agar membuatnya lebih mudah memakan pohon yang masih berdiri.

Dan untuk Slime Rawa, tubuhnya mirip beruang dengan warna mengkilap dan sedikit berminyak, cakar yang tajam di kedua tangannya, dan tiga kepala yang hanya memiliki satu ekspresi, satu di atas tubuh, dua di perut, dan yang terakhir berada di belakang untuk mengawasi area belakang.

Berbeda dengan Treter, Slime Rawa suka memakan manusia, dia akan menelan utuh korbannya dan membuat mereka larut di dalam tubuhnya yang memiliki cairan asam yang lebih kuat dari manusia.

" Mereka datang! "

Orang-orang yang masih belum memiliki pengalaman terlihat ketakutan, sangat berbeda dengan mereka yang veteran.

" Semuanya, bersiap di posisi kalian masing-masing! "

" Lini depan akan menahan para monster, dan lini belakang akan membantu lini depan bersama Anna!! "

Teriak orang yang merupakan pemimpin kelompok penjaga, dia adalah seorang pria paruh baya berambut hitam yang acak-acakan,wajahnya kasar dan terlihat tidak terawat.

Ren melihat orang-orang yang berlari kearah para monster dengan senjata mereka, meski para monster itu lebih lemah dari Freek, jumlah mereka masih bisa membuat dalam bahaya jika dia lengah.

' Mereka bisa menghadapi Treter tapi tidak dengan Slime Rawa, monster itu memiliki ketahanan terhadap serangan fisik yang luar biasa '

' Kemungkinan besar wanita dengan gaun kasual disana lah yang akan menghadapinya '

Di tempat para pendukung berada, Ren melihat gadis yang memiliki wajah biasa, dia memegang tongkat kayu di tangan kanannya, hanya dalam sekali lihat, Ren tahu jika dia adalah seorang Mage!

Para penjaga sudah mulai bertarung dengan para monster, dan seperti yang Ren pikirkan, Treter dapat dengan mudah di hadapi menggunakan senjata panjang seperti tombak,dan untuk Slime Rawa, para penjaga kesulitan menghadapinya, bahkan pemimpin kelompok yang terlihat berpengalaman tidak dapat melukai Slime Rawa karena setiap tebasan pedangnya melewati tubuh Slime Rawa yang mirip cairan.

Anna yang melihat itu, membuat lingkaran sihir dengan simbol api, tiga gagak api muncul di sekitar Anna lalu terbang kearah Slime Rawa.

Gagak api milik Anna meledak saat mereka menabrak tubuh Slime Rawa, membuat tubuh cairan Slime Rawa tersebar, melihat inti kehidupan Slime Rawa, pemimpin kelompok dan penjaga yang lain dengan cepat menghancurkannya.

Slime Rawa yang intinya di hancurkan mencair seperti air, meski begitu mereka masih belum berakhir, cairan yang tadinya merupakan Slime Rawa, dengan cepat pergi menuju Slime Rawa yang masih hidup dan menyatu dengannya, membuat versi Slime Rawa yang lebih besar.

Ren membuat Auranya terkonsentrasi menjadi sebuah armor, dia juga memperkuat tubuhnya, setelah itu dia berlari kearah kerumunan monster, tujuannya jelas, melawan Slime Rawa!

Para penjaga terkejut dengan kemunculan Ren, tapi melihat dia berlari kearah medan pertempuran daripada menyerang mereka, mereka semua sadar jika Ren datang untuk membantu.

Ren melewati para penjaga lalu dengan cepat mengayunkan Oblivion secara vertikal dan dengan mudah membelah Slime Rawa dan intinya, sebelum cairan Slime Rawa menyatu dengan Slime Rawa lainnya, Ren dengan cepat memotong Slime Rawa yang cairan itu tuju dengan Bilah Aura.

Berkat latihan yang selama ini Ren lakukan, gerakan pedangnya sudah bersih, tidak ada lagi yang namanya gerakan sia-sia, keputusan untuk menjadi anggota eksklusif adalah keputusan yang tepat.

' Tinggal 16 lagi...apa ini hanya perasaanku atau cairan Slime Rawa memang bergerak lebih cepat dari sebelumnya? '

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!