Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eclipse Breaker — chapter 35: Harga dari Kegelapan
Angin malam kembali bergerak.
Namun kali ini—
membawa bau debu, logam, dan kehancuran.
Keheningan Sebelum Akhir
Di atas gedung yang hampir runtuh—
Kael berdiri.
Diam.
Namun bukan karena lemah.
Melainkan…
terlalu tenang.
Bayangannya tidak lagi mengamuk.
Tidak lagi liar.
Ia bergerak pelan.
Seperti napas.
Mengikuti ritme Kael.
Raven memperhatikan dari samping.
Matanya tajam.
Tidak berkedip.
“…Kau berubah.”
Kael menatap tangannya.
Jari-jarinya bergerak pelan.
Bayangan mengikuti.
Namun tidak terlambat.
Tidak berlebihan.
Sempurna.
“…Aku hanya mengambil kendali.”
Suaranya lebih dalam.
Lebih berat.
Seolah ada lapisan lain di dalamnya.
Sisa Kehancuran
Di sekitar mereka—
gedung-gedung retak.
Kaca pecah.
Beberapa bagian atap runtuh perlahan.
Debu turun seperti hujan.
Dan di tengah semua itu—
satu energi masih terasa.
Belum selesai.
Musuh Terakhir...
GRRRRKK
Puing bangunan bergerak.
Pemimpin Noctis Veil berdiri.
Tubuhnya retak lebih parah dari sebelumnya.
Energi hitam keluar dari celah-celah kulitnya.
Namun—
ia masih tersenyum.
“…Akhirnya.”
Ia menatap Kael.
Tatapannya penuh sesuatu yang aneh.
Bukan kebencian.
Bukan ketakutan.
Namun… pengakuan.
“…bentuk yang benar.”
Kael melangkah maju.
Langkahnya ringan.
Namun setiap pijakan—
membuat retakan halus di tanah.
“…Kau salah.”
Ia berhenti beberapa meter dari musuhnya.
“…Ini milikku.”
Bentrokan Terakhir...
Tidak ada aba-aba.
Tidak ada hitungan.
BAM
Dua kekuatan bertabrakan.
Langsung.
Tanpa ragu.
Udara di sekitar mereka pecah.
Gelombang kejut menyapu puing.
Kael menghindar serangan pertama.
Memutar tubuhnya.
Muncul di sisi musuh.
SLASH
Serangannya mengenai.
Namun—
pemimpin itu berbalik.
Menyerang balik.
CRASH
Kael menahan.
Keduanya bertukar serangan.
Cepat.
Lebih cepat dari sebelumnya.
SLASH! BAM! BOOM!
Setiap benturan—
membuat struktur gedung semakin runtuh.
Raven hanya berdiri.
Mengamati.
Namun ototnya tegang.
Siap masuk kapan saja.
“…Ini bukan lagi pertarungan biasa.”
Pemimpin menyerang dengan kekuatan penuh.
Namun—
Kael membaca.
Ia menghindar lebih awal.
Menangkis sebelum serangan datang.
Seolah—
ia sudah tahu.
BAM
Serangan musuh meleset.
Kael muncul di belakangnya.
SLASH
Lengan musuh terpotong.
Darah hitam menyembur.
Namun—
lengan itu bergerak.
Mulai menyatu kembali.
Pemimpin itu tersenyum.
“…Masih belum cukup.”
Ia melangkah maju lagi.
Meski tubuhnya rusak.
Meski energi bocor.
“…Eclipse tidak bisa dimiliki.”
Suaranya berubah.
Lebih dalam.
“…itu memilih.”
Kael diam beberapa detik.
Matanya tidak goyah.
“…Kalau begitu…”
Ia mengangkat tangannya.
Bayangan berkumpul.
Namun kali ini—
tidak liar.
Padat.
Pekat.
Seperti lubang tanpa dasar.
Udara di sekitarnya menjadi dingin.
“…aku akan paksa dia memilihku.”
Bayangan di sekitar Kael berubah.
Tidak hanya gelap.
Namun—
menyerap cahaya.
Menelan ruang.
Sistem muncul.
[SISTEM ECLIPSE]
Skill baru terdeteksi
— Abyss Collapse —
Raven menyipitkan mata.
“…Itu…”
Ia bisa merasakan—
itu bukan sekadar serangan.
Itu…
penghapusan.
Kael mengangkat tangannya.
Mengarah ke musuh.
Gerakannya lambat.
Namun—
tidak bisa dihentikan.
“…Tutup.”
Momen Hening
Untuk sesaat—
semua berhenti.
Tidak ada angin.
Tidak ada suara.
Bahkan waktu—
seolah melambat.
Bayangan di sekitar pemimpin—
menghilang.
Ia berdiri.
Bingung.
“…Apa—”
Namun—
dari dalam tubuhnya—
sesuatu bergerak.
CRRRRACK
Retakan muncul.
Dari dalam.
Matanya melebar.
“…Tidak…”
Tubuhnya mulai runtuh.
Bukan dari luar.
Namun dari dalam.
Seolah ruang di dalam dirinya—
dihancurkan.
Kael menatap.
Tanpa emosi.
“…Akhir.”
BOOOOOOM
Tidak ada ledakan besar.
Namun tubuh itu—
lenyap.
Tanpa sisa.
Keheningan
Sunyi.
Hanya suara debu jatuh.
Raven menghela napas.
Perlahan.
“…Selesai.”
Harga yang Dibayar
Namun—
Kael tidak bergerak.
Bayangan di sekitarnya perlahan menghilang.
Matanya berkedip.
Kembali normal.
Namun tubuhnya—
mulai goyah.
Sistem muncul.
[SISTEM ECLIPSE]
Sinkronisasi turun drastis
Kerusakan internal terdeteksi
Napas Kael terputus.
Darah mengalir dari sudut bibirnya.
Kakinya kehilangan kekuatan.
“…Seperti biasa…”
Ia mencoba berdiri.
Namun—
gagal.
Tubuhnya jatuh ke depan.
Raven langsung menangkapnya.
“…Bodoh.”
Namun kali ini—
nadanya tidak dingin.
Ia menahan Kael.
Agar tidak jatuh.
Setelah Pertarungan
Di langit—
Rift perlahan menutup.
Cahaya gelap menghilang.
Langit kembali normal.
Namun kota—
tidak.
Api kecil masih menyala.
Bangunan rusak.
Orang-orang berteriak di kejauhan.
Dunia akan ingat malam ini.
Bayangan yang Tersisa...
Di dalam kegelapan—
sesuatu masih ada.
Tidak hilang.
Tidak mati.
Hanya…
menunggu.
Mengamati.
Kesadaran Terakhir
Kael setengah sadar.
Namun pikirannya masih bergerak.
“…Ini belum selesai…”
Gambar retakan itu.
Mata itu.
Suara itu.
Masih ada.
Raven menatapnya.
“…Ya.”
Ia mengangkat tubuh Kael.
“…Ini baru awal.”
Angin malam kembali berhembus.
Namun kini—
membawa sesuatu yang baru.
Ketakutan.
Dan nama yang mulai menyebar—
Kael Ardent.
Bukan hanya sebagai Hunter.
Namun sebagai sesuatu yang lain.
Sesuatu yang bahkan dunia belum siap hadapi.