NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Riana

Takdir Cinta Riana

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rika nopiana

Lima tahun Riana menyerahkan hatinya untuk satu nama yaitu Irwan. Lima tahun pula ia percaya bahwa dirinya adalah satu-satunya.

Sampai sebuah kenyataan menamparnya dan menghancurkan segalanya.Ternyata selama ini Riana bukan kekasih Irwan tapi ia hanya... selingkuhan.

Riana ingin memutuskan untuk pergi. Ia muak. Tapi Irwan menolak melepasnya. "Kamu sudah terlalu dalam di hidupku" katanya, dengan nada yang membuat Riana takut sekaligus lemah.

Di tengah luka dan ancaman itu, hanya ada satu orang yang selalu ada dua lah Arif. Sahabat yang selalu menemaninya, yang hapal caranya menangis dalam diam. Arif yang ternyata sudah lama menyimpan rasa, tapi memilih pergi demi kebahagiaan Riana.

Kini Riana harus memilih. Bertahan dalam cinta yang memenjarakan, atau berani bebas meski harus kehilangan semuanya? Dan sanggupkah Arif tetap diam saat wanita yang ia cinta sedang tenggelam?

Lima tahun cinta, ternyata hanya lima tahun kebohongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika nopiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

Riana bangun dari tidurnya ketika hari sudah lumayan siang,ia merasa heran karna setiap malam selalu merasa mengantuk dan tidur dengan sangat lelap.

Ia menoleh ke samping mendapati tempat di sebelahnya kusut seperti bekas di tempati padahal dia tau pasti ketika tidur sangat jarang ia banyak bergerak.Ia meraba-raba di sekitar tempat itu lalu mencium bantal di sebelahnya.Ia merasa tersentak,karna tercium bau samar parfum pria padahal tidak ada wewangian seperti itu di sini.

Keanehan itu sebenarnya sudah ia sadari beberapa hari sebelumnya,setiap habis makan malam pasti dia merasakan matanya mulai memberat dan langsung tertidur.Awalnya ia pikir karna suhu di tempat ini lebih dingin sehingga membuat ia lebih cepat mengantuk namun keanehan parfum laki-laki di dalam kamarnya itu sangat mengusik dirinya sehingga kini ia memutuskan untuk menyelidikinya sendiri.

Tak lama berselang Ayu datang seperti biasanya ia membereskan kamar Riana sambil membawakan sarapan untuknya.Entah kebetulan atau bukan setiap hari menu yang di hidangkan adalah makanan kesukaannya semua,ia curiga orang yang menyekapnya adalah orang yang sangat tau tentang dirinya.

Biasanya tidak ada masalah yang dia rasakan, jika memakan sarapan paginya karna sepertinya yang bermasalah adalah makan malamnya,namun kini ia malah menjadi takut untuk memakan apapun yang ada dalam villa ini.

"Gue gak mau makan itu" tolak Riana sambil menatap nampan penuh berisi makanan.

"Coba dulu,ini enak!" ucap Ayu ceria seperti biasa, sambil menyodorkan nampan itu lebih dekat.

"Enggak,gue gak nafsu" ucap Riana teguh.

"Terus kamu mau makan apa? Biar aku buatkan" Ayu mencoba bernegosiasi ia tak mau kalau Riana sampai jatuh sakit dan tuannya pasti akan menyalahkannya.

"Gue mau Roti aja,tapi gue maunya Roti Risa rasa coklat" pinta Riana sederhana saja.

"Di sini gak ada yang jual" keluh Ayu dengan wajah memelas walaupun ia tau merk itu, tapi jaraknya jauh sekali untuk bisa mendapatkannya.

"Cari lah,di mini market juga banyak sebenernya,sial aja gue malah terjebak di hutan kayak gini"ungkap Riana dengan wajah malasnya.

"Tapi...."

Riana segera menyela ucapan Ayu."Gue gak mau tau,gue gak mau makan kalo gak dapat apa yang gue mau.Atau telpon bos loe sekarang,biar gue ngomong langsung sama dia kalo dia gak mau kasih gue makan mening bunuh aja gue sekalian" gertaknya.

" Aduh,kamu jangan berbicara seperti itu,nanti saya yang di marahi" gerutu Ayu, akhirnya ia mengalah ,ia meminta para penjaga di bawah membelikan apa yang Riana inginkan.

Dua bungkus Roti juga sekotak susu coklat di sodorkan pada Riana, "Cuma dua bungkus,pelit banget" gerutunya,ia membuka bungkus Rotinya lalu ia memakannya separuh, separuhnya lagi dia sembunyikan di laci nakas paling dalam dan hanya di sisakan bungkus kosongnya saja di meja.

Siang harinya Ayu kembali ke kamar untuk mengantarkan makan siang.Saat Ayu keluar dari kamar, diam-diam Riana membawa makanannya ke dalam toilet lalu menumpahkan semua makanannya ke closet ia benar-benar tidak ingin menyentuh makanan apapun yang di buat oleh Ayu bahkan saat malam harinya pun ia mengulangi hal yang sama lagi.

Seharian ini ia hanya berusaha bertahan dengan dua bungkus roti serta sekotak susu saja, beruntung tubuhnya bisa di ajak kompromi,karna yang terpenting baginya sekarang adalah bisa mengungkapkan di balik alasan penyekapannya.

Malam itu sudah mendekati pukul 8 malam jam-jam rawan biasanya Riana sudah mulai mengantuk,namun terbukti malam ini matanya masih segar.Untuk menghindari kecurigaan Riana bersiap-siap untuk tidur,ia memejamkan matanya berusaha tenang walau jatungnya berdetak dengan begitu kencang.

Tak lama kamar di buka dari luar Riana sedikit menegang namun ia mati-matian berusaha membuat tubuhnya rileks.Samar-samar tercium wangi bunga melati,wangi khas Ayu.Ayu sepertinya mematikan lampu ruangannya lalu menaikkan selimut yang Riana pakai sampai ke dada setelahnya terdengar suara pintu itu di tutup kembali.

Berjam-jam kemudian belum ada tanda-tanda kemunculan orang lain lagi ke dalam kamarnya,Riana pikir mungkin bukan hari ini waktunya dia datang,hampir saja ia benar-benar tertidur sebelum telinganya menangkap sayup-sayup suara deru mesin mobil dari halaman villa.

Sedikit menegang dia menebak pasti dia orang di balik semuanya,Riana menunggu dengan cemas di balik selimutnya.Ia semakin menajamkan telinganya saat terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah kamarnya.

satu

dua

tiga

Pintu kamarnya di dorong perlahan dari luar, ia mendengar suara langkah kaki halus menuju ke arah ranjangnya, tiba-tiba ia merasakan ada yang menyentuh rambutnya dan mengusapnya perlahan berbarengan dengan itu bau parfum pria yang sama menusuk tajam hidungnya.

Riana masih mencoba tenang saat kemudian ia merasakan sapuan hangat bibir seseorang mulai dari dahi,pipi,hidung dan ,,,,oh Riana sudah tidak tahan lagi dia buka kedua kelopak matanya secara langsung, membuat pria yang hendak mengecup bibirnya itu terjengkang ke belakang saking terkejutnya.

Mata mereka saling bertatap, mereka berdua sama-sama syok.Riana mencoba mengambil sisa-sisa kewarasannya,segera ia menyibak selimutnya lalu bangkit dan menerjang pria itu yang belum banyak bergerak di lantai.

Riana memukul dengan kedua tangannya secara membabi buta sosok yang tidak ia sangka berani melakukan hal ini padanya.

"IRWAN!!!!! Brengsek loe,berani loe perlakuin gue kayak gini?" Riana berteriak histeris.

Irwan akhirnya sadar,ia segera berusaha menenangkan gadis itu "Riana sayang ,tenang,please! Dengerin aku dulu" Irwan mencoba menghalau pukulan Riana,namun gadis itu terus memukulnya,karna tenaganya lumayan kuat juga,ia khawatir malah tangan gadis itu yang akan kesakitan nantinya.

Irwan menyatukan kedua tangan Riana lalu ia memelentirnya dan membawanya ke belakang lalu ia menahannya dengan kedua tangannya erat sampai Riana sedikit meringis kesakitan.

"LEPASIN GUE B4N9SAT" maki Riana tak habis-habis.Matanya memerah, urat-urat di lehernya menegang sempurna namun ada air mata yang mengalir di pipinya.

Tak lama dari luar Ayu muncul dengan wajah pucatnya "Tuan!!!nona tadi,,," belum selesai ia berucap Irwan memberikan kode padanya untuk segera keluar saja,Ayu kembali menutup pintu heran padahal beberapa jam sebelumnya ia sudah memastikan Riana sudah tertidur.

"Kalo kamu gak tenang aku bisa lakuin yang lebih gila dari ini Riana" akhirnya ia ikut terpancing emosi juga.

Bukannya takut Riana malah menantang Irwan dengan wajah yang sengaja ia dongak kan ke hadapan Irwan sambil tersenyum sinis.

Irwan kemudian melumat habis bibir Riana tanpa ampun,Riana jelas menolak ia menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri.Irwan tak habis akal,salah satu tangannya yang memegang tangan Riana ia pindahkan untuk memegang kepala gadis itu agar ia bisa memperdalam ciumannya, namun yang ada Riana malah menggigit keras lidah Irwan yang berusaha menerobos masuk ke dalam mulutnya.

Irwan sontak memundurkan tubuhnya,pegangan tangannya terlepas.Rasa logam langsung menyebar di lidahnya,darah hangat juga menetes di mulut bawahnya hingga mengenai kemeja putih yang dia kenakan.

Nafas keduanya terdengar kasar,Irwan terlalu terkejut dengan sikap pemberontak Riana yang belum pernah dia lihat selama ini.

"Kamu udah nyakitin aku Riana" ucapnya dengan perasaan yang campur aduk ada sedikit bingung,sedih juga marah yang bercampur jadi satu.

Riana masih menatapnya tajam sambil berkata "Kalo perlu gue bisa bunuh loe sekarang juga!" Riana sendiri cukup terkejut dengan kalimat spontan yang dia ucapkan, karna sebenarnya ia tidak akan seberani itu.

Irwan mencengkram kuat rahang Riana marah, "Bagaimana bisa pacar aku yang dulu penurut kini berubah menjadi liar" ucap Irwan dengan seringai tipis di ujung bibirnya.

Namun kemudian yang Riana lakukan lebih mengejutkan lagi ia ludahi wajah Irwan yang hanya berjarak satu jengkal di hadapannya.

Irwan spontan menutup matanya dengan rahang yang mengeras.Air liur itu tepat mengenai pipinya lalu turun perlahan ke arah dagunya,Irwan tidak membalas apapun ia langsung melepaskan cengkraman di rahang gadis itu, lalu melangkah pergi meninggalkan gadis itu sendirian di dalam kamarnya lagi.

Tubuh Riana lemas sekali, tulang-tulang seperti tidak kuat menopang tubuhnya sendiri ia terbaring di atas lantai yang dingin sambil menangis sesenggukan,rasa berani yang tadi dia tunjukan entah kemana hilangnya.Sekarang yang ia rasakan hanya ketakutan, kesendirian serta harapan kosong.

1
Nadia Zalfa
makin deg degan aja ini...semoga Arif selamat
Nadia Zalfa
Alhamdulillah bayinya sama Riana baik" saja sehat selalu ya kalian....double up kak😍
Nadia Zalfa
lanjut kak...semoga Riana segera bebas dari Irwan 😭
Reichan Muhammad
setelah 5 thn baru up lagi torrr.. kmana ajaa torrr
ana_pino: hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!