[THE END/ SUDAH REVISI]
Ada beberapa Extra Part..
Setelah membaca jangan lupa LIKE DAN VOTE^-^
---------------------------------------
Fridolin Geishara, seorang wanita yang dijodohkan oleh orang tuanya melarikan diri di hari keluarga mereka bertemu. Namun siapa sangka, Ibunya menyuruh adiknya untuk menggantikan Kakaknya yang melarikan diri.
Fredelina Giza, orang yang keras kepala dan melakukan hal semuanya dibuat terkejut oleh Ibunya. Fredelina menolaknya, namun Ibunya membujuk dirinya supaya mau menggantikan Kakaknya. Siapa sangka bahwa orang yang dijodohkan untuk Kakaknya adalah dosen killer yang ada di kampusnya, bagaimana cerita kisah mereka selanjutnya?
Baca cerita aku yang lain :
1. Gadis Pemberontak menjadi Gadis Sopan
2. The Vampire
3. Istriku Anak SMA (Chat Story)
4. LOVE SICK [A Series of Killer Lecturer Who Loves Me]
---------------------------------
Note: Terima kasih kalian yang sudah memberikan like, dukungan dan membaca cerita ku sampai tamat^^ terima kasih juga bagi yang sudah klik favorit cerita ku♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Volus Han, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelaki Asing
BAB sudah di revisi
Delina dan Feyrin berada di sebuah cafe terkenal, David melihat kehadiran Delina langsung melambaikan tangannya dan memanggil nama Delina.
"Kau hanya memanggil Delina saja? Padahal ada aku di sampingnya" ucap Feyrin kesal.
"Maaf, aku terlalu merindukan Delina" ucap David.
"Kau tidak merindukan ku?" Tanya Feyrin kesal saat mengetahui David tidak merindukannya.
"Sudah lah jangan ribut! Kita disini untuk saling melepaskan rindu" ucap Delina tiba-tiba setelah mendengar percakapan antara Feyrin dan David yang terdengar sedang bertengkar.
\*\*\*
Setelah Delina dan Feyrin memesan minuman, mereka saling berbincang dan bercanda.
"Seandainya Delina belum menikah, aku akan menikahi mu" ucap David pelan namun masih terdengar oleh Delina.
"Apa kau bilang?" Tanya Delina dengan nada dingin.
"Tidak aku tidak bilang apa-apa, aku hanya merindukan mu" ucap David tersenyum.
Hening..
Hening..
Langit mulai menunjukan warna jingga yang artinya hari sudah memasuki sore hari, David mengantarkan Delina pulang setelah mengantarkan Delina pergi ke toko buku. Karl yang baru saja sampai dari rumah dan keluar dari mobil, Ia melihat mobil asing berhenti di depan rumah. Karl melihat Delina keluar dari mobil asing tersebut bersama lelaki yang tidak Ia kenal, Delina tersenyum ke arah David. Ini pertama kalinya Karl melihat senyuman Delina.
*Bukankah laki-laki itu datang ke pernikahan ku? Apa hubungan dia sama Delina*? - gumam Karl.
\*\*\*
"Terima kasih, David" ucap Delina tersenyum setelah sampai dirumah orang tuanya.
"Hm, Apa besok kau kuliah?" Tanya David.
"Tentu saja, aku sudah mulai memasuki semester terakhir jadi aku harus rajin masuk" ucap Delina.
"Apa mau aku antar ke kampus?" Tanya David.
"Tidak perlu! Aku masih tinggal di rumah orang tuaku, lagi pula aku sudah menikah. Bagaimana jika Ibu tahu kalau bukan Karl yang mengantarkan aku? Sudahlah aku masuk dulu" ucap Delina.
David mengiyakan, Delina pun memasuki halaman rumah Brake. Saat ingin melangkahkan kakinya ke pintu utama, langkah kaki Delina terhenti saat melihat Karl masih berdiri disamping mobil. Mereka saling beradu pandang, Delina menghampiri Karl. Ia melihat Karl membawa dokumen penting ditangan Karl, sepertinya Karl habis menemui Ayahnya.
"Kau baru pulang?" Tanya Delina.
"Hm" ucap Karl dengan wajah datarnya.
"Apa kau menemui Papih?" Tanya Delina melihat dokumen ditangan Karl.
"Menurutmu?" Tanya Karl lalu mendahulukan Delina memasuki rumah.
Mendengar perkataan Karl, Delina hanya mengumpat kesal.
\*\*\*
Malamnya. Setelah makan malam, Delina dan Karl melakukan aktifitas masing-masing. Delina sibuk dengan soal latihan untuk ujian tengah semester yang akan dilaksanakan 2 minggu lagi, sedangkan Karl sedang membuat soal ujian tengah semester.
Karl menatap kearah Delina yang sedang sibuk mengerjakan soal latihan, Ia mengambil tas yang ditaruh diatas sofa lalu mengambil beberapa kertas yang isinya soal ujian yang telah Ia buat khusus untuk Delina. Karl menghampiri Delina lalu memberikan kertas soal tersebut, Delina yang melihat Karl memberikan kertas soal langsung menghentikan aktifitasnya.
"Apa ini?" Tanya Delina.
"Kertas soal"
Delina menatap Karl heran.
"Jangan menatapku seperti itu! Cepat kerjakan soal itu, itu akan keluar saat ujian tengah semester nanti" ucap Karl.
Delina langsung mengambil kertas soal dan melihat kertas soal itu, Ia terkejut saat melihat soal yang diberikan oleh Karl.
"100 soal? Kau menyuruh ku mengerjakan soal ini selama 2 minggu?" Tanya Delina kesal.
"Iya! Itu waktu yang sangat cukup untuk kau pelajari, diantara soal itu akan keluar disaat ujian nanti" jawab Karl dengan santai lalu kembali menuju tempat tidur.
Delina hanya menatap kesal ke arah Karl lalu Ia kembali menyibukan dirinya kembali, kehening diantara mereka memakan waktu selama 2 jam. Karl melihat kearah jam setelah menyelesaikan membuat soal, jam sudah menunjukan hampir tengah malam. Ia melihat kearah Delina yang sedang meregangkan otot, Karl menutup laptop yang ada dipangkuannya dan menaruh diatas laci.
"Istirahatlah! Ini sudah mau tengah malam" ucap Karl.
Delina menghentikan aktifitasnya lalu menatap ke arah jam yang ada di meja belajarnya setelah Karl bicara seperti itu, Delina langsung merapihkan buku-buku yang berserakan di meja belajar.
"2 hari lagi kita akan pindah" ucap Karl tiba-tiba.
Delina yang baru saja berdiri dari kursi yang Ia duduki terkejut.
"Pindah? Kenapa harus pindah?" Tanya Delina sembari mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur.
Karl menatap Delina, wajah Delina penuh dengan tanda tanya saat Karl menatapnya. "Kita sudah menikah! Alangkah baiknya tinggal sendiri tanpa harus ada orang tua, kau akan tinggal dirumah ku" ucap Karl.
"Dirumah mu? Bukankah itu sama saja kita tinggal dengan orang tua?" Tanya Delina heran.
Karl menatap kesal kearah Delina yang tidak mengerti dengan perkataannya, "Aku punya rumah sendiri! Jadi kau akan tinggal disana" ucap Karl kesal.
"Oh!" Jawab Delina, mendengar perkataan Delina. Karl hanya menatap kesal ke arah Delina yang sedang membaringkan tubuhnya.
\*
\*
\*
\*
\*
\*
\*
Jangan lupa like dan vote^^Terima kasih♡