Karya: Orisinil.
Genre: Politik, Drama, Adventure, Martial Arts, Romance.
Bumi, tahun 2120. Di sebuah kota kecil, tepatnya sebuah gang belakang distrik F. Lahirlah seorang anak laki-laki , bernama Arlean yang berarti "Janji". Kedua orang tuanya, merupakan seorang petualang peringkat (E+), bertugas untuk membantu kerajaan dalam menghabisi binatang-binatang buas dan moster yang menyerang ke wilayah kerajaan.
Dunia ini memiliki sejarah baru, yaitu. Adanya gelombang energi yang tidak diketahui menimpa bumi kita. Perluasan wilayah bumi dengan tiba-tiba, yang semula berkisar 1x (510.072.000 km²) menjadi 1.000x lipat luasnya.
Monster-monster perlahan muncul, beserta. Dengan adanya kekuatan sihir dan sistem, Arlean yang seorang anak kecil, bercita-cita menjadi petualang tingkat teratas, seperti kedua orangtuanya. Mampukah dia mencapai mimpinya? Ataukah malah sebaliknya... kegagalan yang tragis! ("Cerita ini, merupakan kisah dari seseorang yang jauh dan sangat berharga bagiku" by; Florina).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AI. htiar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch (34) Reruntuhan Observatorium Astronomi
(Jurang)
Arlean dan Elma yang telah sampai pada tempat para ilmuwan-ilmuwan mengamati bintang-bintang. Sekarang mereka hendak memasuki struktur bangunan terbengkalai tersebut.
'Tak.. Trakk" Suara dari pagar besi yang di singkarkan.
Elma : "Ayo" Ucapnya pada Arlean, untuk memasuki wilayah dalam pagar.
Arlean pun mengikuti gurunya untuk memasuki tempat tersebut. Ia melihat sekeliling nya dan menemukan disana tidak ada siapa-siapa, bahkan monster-monster sedikitpun tidak ada.
'Thak.. Ghuruunng!!" Suara dari salah satu piringan besar yang akan jatuh.
'Bamm.." Suara satu piringan besar yang mengenai tanah dan hancur.
'Weuzzzhh..! Suara angin dari hamparan debu.
Arlean : "Bangunan ini.. Sudah sangat tua.." Gumamnya dalam hati, sembari melihat sekelilingnya bahwa. Ada masalah keroposan di setiap sisi struktur besar tersebut.
'Tc.Klik..' Suara dari pintu yang dibuka oleh Elma.
Arlean : "Woah..!" Matanya bersinar melihat sebuah lorong yang berkaca. Dan dibalik kaca tersebut terdapat fasilitas-fasilitas para astronom terdahulu.
Setelah ia merasa kagum, ia bertanya kepada gurunya. Terkait tujuannya untuk ke tempat ini.
Arlean : "Guru, apakah ada sesuatu yang engkau cari disini?" Melihat-lihat di balik kaca. Ada fasilitas-fasilitas yang masih utuh dan ada sebagian yang hancur.
Guru Arlean berjalan ke depan tanpa menoleh ke Arlean dan mengatakan sesuatu hal.
Elma : "Iya, aku mencari berkas astronom terdahulu". Ucapnya memberitahu Arlean.
Saat Elma sampai di depan pintu utama, yaitu pintu menuju fasilitas-fasilitas utama. Sebuah system pintu berbicara.
[System (Ast-1991) : " H.. h.. Ss.. Scan.. Identitas "] Suara dari system yang terputus-putus.
Elma segera menggunakan sidik jarinya, untuk membuka pintu gerbang tersebut.
[System (Ast-1991) : Scan Identity Success]
Seketika suara gerbang terbuka terdengar. " Hzz.. Dzhamm... " Suara dari angin dan gerbang yang terbuka ke samping kanan dan kiri.
Saat itulah mereka berdua, segera memasuki reruntuhan itu. Dan Arlean ditugaskan untuk mencari-cari disekitar sebuah catatan-catatan penting dan menyimpannya di database jam tangan miliknya.
Elma : "Arlean, bantu guru cari catatan kecil ya". Ucapnya memberitahu Arlean.
Arlean : " Baik Guru" Menjawab gurunya.
Ia pun segera mencari-cari di setiap cela-cela laci ataupun di sela-sela fasilitas yang berantakan tersebut.
Terkadang ia mendapatkan catatan yang bisa di pindai menggunakan jam tangannya dan ada catatan yang tidak bisa dipindai ke jam tangan miliknya.
Disaat Arlean hendak berbelok dan melihat sekitarnya. Ia mendengar suara kertas yang terinjak.
'Srak.." Suara kertas yang terinjak.
Arlean : "Hm?" Ucapnya penasaran.
Ia pun segera mengambil secarcik kertas tersebut. Dan menemukan sebuah judul penting dari secarcik kertas tersebut.
_________________________________________________
^^^[π.Rk] Astronomy Experiments^^^
Studi Pendahuluan Mengenai Hewan-Hewan Kecil Yang Disuntikkan Racun Monster Dan Paparan Sinar Bulan.
...By : Jouli...
Abstrak : Sebuah eksperimen yang telah disetujui oleh beberapa ilmuwan dunia. Dan berniat untuk menerobos bidang ilmu biologi hewan, dengan cara pemanfaatan luar angkasa...
Kata kunci: 17791
_________________________________________________
Arlean : "Apa yang dimaksud hewan kecil ini? Dan juga, kode?" Ucapnya penasaran karena tidak ada gambar dan hanya menyisakan secarcik kertas yang telah robek sebagian.
Arlean : "Sebaiknya aku bawa saja" Gumamnya dalam hati dan memegang secarcik kertas tersebut di salah satu tangannya.
Kemudian ia mulai mencari lagi, disetiap sela-sela alat-alat. Dan disetiap pojokan di ruangan tersebut. Hingga sang guru memanggil Arlean.
Elma : "Arlean, kesini" Memanggil Arlean agar kembali.
Arlean yang mendengar suara gurunya, segera kembali kepada gurunya. Dan memberikan beberapa catatan yang telah ia peroleh, baik ia berikan melalui scan code ataupun secara bentuk fisik.
Arlean : "Guru. Lihat ini" Memberikan secarcik kertas tadi, yang telah ia peroleh dan berisi kode kunci.
Elma : "hmm?" Melihat dengan penuh pertanyaan terkait kode kunci tersebut.
Elma : "17791.. 177.." Ia kemudian berjalan dengan pelan menuju tengah-tengah fasilitas.
Arlean yang berada di belakang, penasaran. Terkait, kenapa bisa gurunya tahu terhadap kode tersebut bahkan ia belum melihat nya dengan matanya.
Arlean : "Guru Elma, tahu kode tersebut. Bagaimana caranya?" Gumamnya dalam pikiran.
Apa yang tidak diketahui Arlean, Elma melihat semuanya melalui indranya. Dan ia wujudkan dalam bentuk pikiran, mananya yang menyebar ke segala arah (Halus dan Lembut) tidak bisa dideteksi oleh makhluk yang lebih lemah darinya. Visual yang ia lihat, berbentuk biru dan terhadap tulisan. Berbentuk biru tebal.
Sesaat guru Arlean. Memasukkan kode tersebut, ke tengah-tengah fasilitas Astronomi itu. Seketika suara gemuruh terjadi.
'hrkk.. rxzz" Suara dari kaca buram yang berbentuk bundaran besar yang berada di tengah-tengah fasilitas dan mengelilingi sebuah tabung.
Arlean : "?! Ap.. apa" Suara kagetnya dalam hati setelah ia melihat ditengah-tengah sebuah tabung kaca, berwarna hijau yang tengah hancur sebagian
Sebuah tabung yang hancur dan memperlihatkan sebagian organ-organ monster. Dan diatas tabung tersebut, terdapat besi panjang yang menghubungkan ke antena puncak.
'Dug.. dug " Suara dari organ yang berbunyi.
Elma segera melihat ke atas dan menemukan, ada seekor kecoak besar. Yang sedang hinggap di kaca besar tersebut.
'Crksk.. " Suara dari kecoa besar. Dan sepasang antena nya bergerak ke atas dan kebawah.
'Crksk.. crksk.. crksk" Suara dari kecoa yang semakin banyak keluar dari lubang atap pinggiran kaca bundar tersebut.
Arlean : "G-guru ini.. sepertinya berbahaya". Ia segera menghunuskan pedang miliknya dan maju paling depan untuk melindungi gurunya.
Elma hanya tersenyum dan berkata.
Elma : " Tidak apa-apa, mundurlah". Mengelus kepala Arlean.
Mendengar suara dari gurunya, ia segera mundur dan tetap menghunuskan pedangnya, takut-takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Elma segera mengambil dua lonceng kecil yang berada di pinggangnya. Dan melemparkan nya ke atas.
'hhnng.. Srakk.. Qrsszz..!!" Suara dari lonceng yang terbang dan suara dari lonceng yang terpecah menjadi beberapa bagian. Kemudian pecahan-pecahan tersebut menjadi semacam robot kecil yang dengan cepat menuju monster-monster kecoak tersebut.
'Srtak.. srkkak.. srak!!" Suara dari hancurnya monster kecoak yang ditembus oleh logam kecil dengan kecepatan yang sangat cepat.
Arlean : "Sangat hebat.. " Matanya terkagum melihat hal tersebut.
Elma : "Arlean, bunuhlah kecoa ini". Merujuk pada satu kecoa yang mengejar satu bagian logam kecil tersebut.
Arlean : " Baik guru". Ia segera maju dengan cepat dan mengeluarkan kemampuan miliknya. [Magic Flare {Lvl.1}] Seketika aura merah menyelimut pedang Arlean.
Pecahan logam bagian tersebut. Segera terbang ke atas dan hanya menyisakan monster yang kebingungan karena pecahan yang ia kejar menghilang dan mendapati didepannya ada manusia kecil yang hendak menujunya.
Kecoa tersebut segera dengan cepat ingin memakan Arlean. Dan ia dengan menggila terbang secepat mungkin menuju Arlean.
Arlean yang menyadari monster kecoak tersebut hendak memakannya. Ia segera mengeluarkan kemampuan pedang miliknya. [Britan's Sword Style {Lvl.2} + Modified Flowing River Style...]. Dan melompat untuk menyerang monster tersebut.
Seketika gaya pedangnya berubah, layaknya aliran sungai yang hendak menerkam segala sesuatu didepannya.
Gerakan pertama, menuju tebasan ke atas.
'Crkskaaaa!!" Suara dari monster yang tertebas. Dan suara kesakitan akibat terbakar di bagian lukanya. Yang mengakibatkan monster tersebut mati.
Berlanjut hingga ada monster yang hendak memakan Arlean dari samping.
Gerakan kedua, tebasan menyilang ke kiri.
'Crkskaa..!!" Suara dari monster yang tertebas.
Hingga monster terakhir yang hendak menyerang Arlean dari atas. Arlean segera meloncati mayat-mayat monster tersebut yang sedang berjatuhan di udara.
Gerakan ketiga. Putaran 180° derajat.
Dan dengan tepat mengenai kepala monster tersebut yang tertebas.
'Crk..!" Suara dari monster yang telah mati tertebas.
Arlean : "Huff...huf..ha.!" Suara dari kelelahan.
Arlean : "Gerakan yang diajarkan guru dan dipadukan dengan kemampuan pedang keluarga ku, sangat menguras tenaga sekali". Ucapnya dalam hati.
Arlean : " Keluarga.. " Teringat tentang keluarga nya.
Saat itulah suara system terdengar.
[System: Notification!]
[System: Medal Star Up (3 > 4)]
Arlean : "Medaliku naik?" Gumamnya berbicara sendiri.
Tanpa berlama-lama, ia segera mengambil medali yang berada di sakunya dan melihat system di bagian dalamnya.
[System: Medal]
...---¢{∆∆∆}¢---...
__________________________________________
...[Gambar]...
Rank : Bronze
Contribution Points : 123 / 7.500
Star : 4
Benefit : (1.25x Stat), (Perolehan bayaran [+€115/day])
Total WCG: €89.753 (Claim in Guild Adventure)
__________________________________________
...---¢{∆∆∆}¢---...
Arlean : "Apa ini? Kenapa ada 123 points? Bukannya harusnya 0 ya?" Memikirkan terkait poin contribusi miliknya.
Saat itulah, ia melihat bahwa kecoak terakhir yang ia bunuh. Warna kulitnya lebih merah daripada biasanya dan lebih besar dua kali lipat.
Arlean : "Boss monster kecoak merah?" Mengingat kembali monster yang telah ia pelajari di buku.
Untuk memastikan nya kembali, ia segera mengidentifikasi makhluk tersebut.
[System: Identification]
...∆~{√|π}~∆...
__________________________________________
[Gambar]
Name: [Big Red Coackrches]
Type : [Periplaneta]
Rank : [C]
Gender : [Male]
__________________________________________
...∆~{√|π}~∆...
Arlean yang menyadari bahwa monster tersebut. Ternyata (C-Rank) ia tidak percaya. Bahwa ia berhasil mengalahkan nya.
Tepat saat ia ingin melihat tebasan yang ia lancarkan ke kecoa merah tersebut. Ia menyadari, bahwa. Sebagian tempurung nya telah hancur dan beberapa bagian nya telah berlubang.
Arlean : "Jangan bilang guru?" Menatap gurunya yang saat itu berada dekat tabung kaca hijau.
Ia pun segera mengecek kecoa lainnya. Dan menemukan bahwa kecoa yang lain, ternyata lebih lemah dari yang ia duga.
[System: Identification]
...∆~{√|π}~∆...
__________________________________________
[Gambar]
Name: [Black Red Coackrches]
Type : [Nimfa]
Rank : [D]
Gender : [Female]
__________________________________________
...∆~{√|π}~∆...
...
Disaat ia melihat-lihat kecoa yang lain. Terdengar suara dari lonceng gurunya yang kembali menjadi dua lonceng kecil. 'Ting'...
Kemudian suara dari tabung kaca yang turun ke tanah.
'Trakk.. Bhuz.. Rrhrhh.. ' Suara dari tabung kaca berwarna hijau, yang ditekan oleh benda tajam di lantai. Dan kemudian suara dari tabung kaca yang mengeluarkan uap cairan. Beserta tabung tersebut yang memutar ke bawah.
Saat itulah, Gurunya memanggil Arlean.
Elma : "Arlean, ayo kita kesini". Merujuk pada ruangan bawah tanah, yang berada tepat. Dibawah tabung kaca, berwarna hijau tersebut.
Arlean : "Baik Guru". Melihat bahwa ada tangga yang menuju kelantai bawah muncul.
Mereka berdua pun segera bergegas menuju lantai bawah. Untuk melihat, apa yang berada di lantai bawah bangunan tersebut...
..
.
___---
(Di Akademi Aetheria)
Waktu Istirahat
Beberapa teman sekelas Arlean, yang bernama Shaobo, Serina dan lainnya. Saling bertanya satu sama lain. Terkait keberadaan Arlean dan Florina.
Shaobo : "Hey Nobi. Kamu melihat kemana Arlean dan Florina?" Bertanya kepada temannya.
Nobi : "Aku tidak tahu Bo. Mereka mungkin ditangkap oleh penjahat?" Ucapnya asal berbicara.
Serina : "Itu tidak mungkin.. Dan juga, kepala sekolah tidak memberikan rincian terkait hilangnya Arlean dan Florina". Menatap kebawah dengan sedih.
-"Ini semua salah penjahat itu..!!" Menyalahkan kriminal yang telah memporak-porandakan kerajaan.
Shaobo yang mendengar kesedihan Serina. Segera menawarinya snack makanan.
Shaobo : "Uhmm.. Anu. Ini Serina" Memberikan snack.
Serina yang melihat Shaobo menawarinya makanan. Bertambah sedih dan marah pada shaobo.
Serina : "Urus makanan mu sendiri. Biar kau tambah genduttt.!!" Ucapnya berteriak dan pergi.
Shaobo yang khawatir melihat Serina pergi. Memberikan snack nya pada Nobi. Dan ia berkata sembari melihat langit-langit.
Shaobo : "Teman, aku tahu kamu masih hidup. Jika saat kita bertemu lagi. Kupastikan aku tidak gendut lagi". Membayangkan wajah Arlean di langit. Sembari mengeluarkan air mata.
Nobi yang berada disampingnya. Segera mengambil kacamata miliknya dan membersihkan nya.
Nobi : "Sepertinya kacamata ku. Melihat makhluk aneh" Merujuk pada Shaobo.
..
.
---___
(Sisi Florina)
Jasmine : "Nona.. Mereka masih mengejar kita, bertahanlah". Melihat bahwa Nona mudanya mengalami demam panas.
'Urgh.. ' Ucap Florina yang merasakan demam panas dan kesakitan.
...
..
.
_____
Bersambung : {Ch (35) Ruang Bawah Tanah Aneh} > [Next]
aku mau ngasih masukan tentang dialog kurang tepat pake tanda : tapi kalo untuk dialog lebih tepat pake tanda "
contoh nya
“Lo beneran bawa tikar?” tanya Vero sambil melirik tas jinjing besar yang dibawa Aluna.
semoga masukan ku bisa bermanfaat ya
semangat terus nulisnya cerita kamu sangat bagus ☺☺
Every writer has their own characteristics but every novel has its rules and writing methods.