Ini Kisah beberapa anak remaja dengan cerita cintanya masing-masing, kisah dimana ada beberapa gadis yang menemukan kekasihnya dengan jalan yang berbeda-beda. Sandra Aditama seorang gadis pendiam yang memiliki sahabat baru dari sekolah barunya yang bernama Lexa Arandita gadis tomboy dan Dinda Azani gadis yang periang serta aktif, Sandra juga memiliki sahabat lama yang bernama Desy Amanda Puspita, mereka tidak lagi bersahabat karena suatu masalah di antara mereka berdua.
Sandra yang di taksir beberapa di sekolah nya karena paras cantiknya itu juga memiliki beberapa musuh di sekolah nya.
hy readers mau tau kelanjutannya yuu simak ceritanya..
mohon dukungannya ya like,rate dan vote dan tambahkan ke daftar fav nya Terimakasih 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saatnya
UAS telah usai dan otomatis Sandra dan ke 3 sahabat nya sudah naik kelas,sekarang Sandra kelas 11 dan Rudy sudah lulus, Rudy sekarang berkuliah di Universitas Galaxi yang tempat nya tidak terlalu jauh dari sekolah Darmawangsa bukan tanpa maksud, Rudy memilih melanjutkan pendidikan nya di kampus Galaxi karena tidak terlalu jauh dari sekolah Darmawangsa agar tidak jauh juga dari kekasih hatinya.
hubungan Rudy dan Sandra masih terjalin dengan hangat, sekarang sudah memasuki 8bulan Rudy dan Sandra menjalani hubungan nya.
///////
Di kantin sekolah.
"eeh gaes jalan ke mall yu pulang sekolah" ucap Dinda memecah keheningan karena lagi makan.
"ngapain?" tanya Lexa.
"ya jalan-jalan aja, nonton kek gitu"..
" gue sih ayo-ayo aja tau tuh anak ber dua"ucap Lexa.
"gue mah ikut aja" ucap Risa.
"sip lah nanti kita ketemuan aja di mall" ucap Sandra.
yang lain mengangguk.
"eeh btw nih yaa persahabatan kita udah hampir setahun tapi gue belum pernah bertamu ke rumah lo san, kita hanya tau halaman rumahnya aja" ucap Dinda tiba-tiba dan membuat Sandra kaget otomatis tesedak karena lagi minum jus alpukat nya.
"aahh iya benar juga,kita udah pernah belajar di rumah Risa, nonton drama korea dirumah gue dan pernah pesta bantal di rumah Dinda tapi kita belum pernah berkunjung ke rumah lo San" ucap Lexa panjang lebar.
"eehhmm anu-emmm ka-kalian mau ke rumah gue" jawab gugup Sandra.
"iyah lah San,ga boleh ya kita namu ke rumah lo" ucap Dinda heran dengan kegugupan Sandra.
"bo-boleh kok"..
" ya udah kalau gitu pulang sekolah kita langsung ke rumah lo dan siap-siap nya di rumah lo aja gimana "ucap Dinda antusias.
" iy-iya udah kalau gitu"lirih Sandra.
*apa mereka masih akan tulus berteman sama gue kalau tau gue yang sebenarnya, ya mungkin ini udah waktu nya mereka tau gue yang sebenarnya*batin Sandra.
Lexa melihat Sandra yang tiba-tiba bengong merasa aneh.
*kayaknya ada yang di sembunyiin deh dari Sandra, tapi apa yaa*batin Lexa.
skip
pulang sekolah.
Lexa Dinda Risa sedang menunggu Sandra yang sedang berada di toilet sekolah.
"apa mereka tetap tulus ya nanti kalau tau latar belakang gue." gumam Sandra yang sedang mencuci mukanya di wastafel.
Sandra keluar toilet dan menghampiri ke 3 sahabat nya.
"lama amat lo di kamar mandi, gue kira lo ketiduran San hahah" ucap Dinda dengan tawanya.
"ngaco lo, kaya ga punya rumah aja gue tidur di kamar mandi sekolah" ucap Sandra.
"ya udah nih kita ke rumah lonya naik apa?" tanya Risa.
"kita naik taxi online aja ya" ucap Sandra dan di angguki 3 sahabat nya.
selang 20 menit taxi online pesanan Sandra tiba.
ke4 gadis itu pun menaiki mobil taxi itu.
15 menit perjalanan Sandra hanya diam beda dengan 2 sahabatnya Risa dan Dinda yang tidak berhenti berbicara layaknya beo, dan Lexa hanya sesekali menimpali candaan 2 sahabat gesreknya.
taxi online itu berhenti di pelataran mansion mewah.
"san ngapa jadi kita kemari, kan kita mau ke rumah lo" tanya Dinda.
"iya san, lo mau ngapain kemari" Risa ikut menimpali.
"Saan apa ini rumah lo juga?" tanya Lexa dan di angguki Sandra.
"lo jangan bercanda San" ucap Dinda tak percaya.
"ini emang rumah gue gaes" lirih Sandra.
"OMG!!!! really!!! ini siih bukan rumah, ini istana San" teriak Dinda.
"San lo seriuss" tanya Lexa memastikan
Sandra hanya mengangguk.
"waah rupanya selama ini kita berteman sama ank sultan ya" ucap Dinda.asig terkagum dengan rumah sahabat nya.
"maaf gaes gue selama ini ga jujur sama kalian, karena gue takut kalian ga mau berteman sama gue" lirih Sandra.
"ya ampun San,kenapa lo berpikir begitu" ucap Lexa yang langsung merangkul pundak Sandra.
"kita akan tetap jadi sahabat lo kok" ucap Risa tulus.
"makasih ya gaes, jangan berubah sikap ya setelah tau gue yang sebenarnya" ucap Sandra.
3 sahabat itu hanya tersenyum hangat.
"ya udah yu masuk." ajak Sandra.
"aigooo ini siih benar-benar istana" teriak Dinda.
"Din jangan norak dah" ucap Lexa ketus dan Dinda hanya nyengir kuda.
"oh ya San, yang waktu itu kita jemput lo, itu rumah siapa?" tanya Risa.
"itu rumah ke dua keluarga gue, dan ini rumah utamanya, gue dan Mama lebih sering disana karena dekat dengan sekolah dan kantor Papa" jelas Sandra.
"wiih kerrenn" ucap Risa.
"ya udah yuk langsung ke kamar gue" ajak Sandra dan berjalan menuju lantai atas dan di buntuti ke 3 sahabat nya.
"anjayy ini kamar lo, sumpah keren banget" lagi lagi Dinda terlihat norak.
Sandra hanya menggelengkan kepala melihat tingkah lucu sahabat nya itu.
"ya udah kalian istirahat aja dulu gue mau cari Mama" ucap Sandra dan berlalu pergi keluar kamar.
"Lex lo aneh ga sih, masa Sandra ga mau jujur aja gitu kalo dia itu anak sultan, lah ini belaga jadi anak orang kaya biasa doang" ucap Dinda.
"mungkin dia punya alasan tersendiri Din" ucap santai Lexa.
Di ruang keluarga.
"maaah,,,, Mama dimana siih" teriak Sandra.
"mbak Mama dimana?" tanya Sandra pada maid yang sedang membersihkan pajangan.
"nyonya lagi di ruang olahraga non" ucap maid penuh dengan kesopanan.
"oh kalau gitu aku kesana dulu ya mbak, makasiih" ucap Sandra ramah.
Di ruang olahraga
"maah, dari tadi ade cariin, sampe cape niih" ucap Sandra yang sudah menemukan Mama Rena yang sedang melakukan yoga sendirian.
"eehh ade, kenapa sayang"..
" maah ade bawa 3 teman ade ke sini, gapapa kan mah?"tanya sandra.
"ya gapapa dong, tapi emangnya kamu udah jujur sama mereka tentang latar belakang kamu"..
" udah mah, oh ya ka Dimas belum kesini ya mah"..
"belum mungkin nanti setelah pulang dari Kantor"..
(sandra mendengar bunyi suara mesin mobil)
" mah itu siapa yang datang, apa ka Dimas ya mah?"..
"assalamu'alaikum...
" Walaikum salam"ucap sandra dan Mama.
"ka Dimas panjang umur" ucap sandra yang langsung memeluk Dimas.
"oohh kamu pasti lagi ngomongin kaka yaa" tanya Dimas.
dan Sandra hanya mengaggukan kepala.
"kaka aku boleh minta uang ga, aku mau ke Mall sama teman-teman aku" ucap manja Sandra.
"adeek, kok minta nya sama ka Dimas, kenapa ga sama Mama aja" omel Mama.
"Biar maah, ya udah ini kamu bawa " ucap Dimas dan menyerahkan black card pada Sandra.
"wow Terimakasih kaka .. CUP" sandra mencium pipi Dimas dan langsung berlari pergi ke kamarnya .
Dimas yang mendapat kan ciuman di pipinya masih bergeming, ada sesuatu rasa yang aneh saat dia mendapatkan cium dari sandra.
*ada apa dengan hati ku, dan ini jantung ku kenapa berdebar sangat hebat. sadar Dimas!! sandra itu adik kecil kamu, walaupun bukan adik kandung*batin Dimas.
Dari jendela samping rumah ternyata ada yang mengawasi dan memotret saat sandra memeluk Dimas dan mencium Dimas.
"dapat lagi senjata yang bisa menghancurkan hubungan kalian" gumam orang itu.
bersambung...
happy reading..
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya,budayakan like vote dan rate⭐5nya ,terimakasih 🙏🤗
Kak May, perasaan aku masih sama seperti 2 bulan lalu. Makasih udah balikin namanya jadi Desi😭😭 Huaaaa Nikhole sweet amat lu, Pak.