Bercerita tentang kisah cinta segitiga antara Mayra , Rama dan Marcel' sahabat Rama
Setahun berpacaran akhirnya Rama mempersunting Mayra, di usia pernikahan pertama Mayra tengah hamil buah cinta mereka dan akhirnya Mayra melahirkan putra kecilnya yang diberi nama Darren Adiguna
Pada usia pernikahan ke-4 masalah besar datang melanda keluarga kecil itu, dari masalah perusahaan yang akan diakuisisi serta masalah Darren harus dirawat dirumah sakit karena sakit parah.
Itu semua membuat Rama frustasi, ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit.
Akhirnya Rama meminta bantuan pada Marcel sahabat yang sekarang menjadi musuhnya. Marcel bersedia membantu Rama dengan syarat Rama harus menukarnya dengan istri tercintanya. Entah setan apa yang merasuki Rama sampai ia menerima syarat dari Marcel "Kamu bisa membawa Mayra setelah putraku mendapatkan donor sumsum tulang belakang"
🌹Next in bacanya ya readers 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta maaf
Malam sudah semakin larut, tetapi mataku belum juga terpejam. Kudengar suara ketukan pintu dari balik pintu kamar, akupun tak menghiraukannya, karena ku yakin itu pasti Marcel. "May... cepat buka pintunya, aku yakin kamu belum tidur." jelas suara itu adalah suara Marcel, aku semakin kekeh tak membukakan pintu untuknya.
"May... aku mau bicara sesuatu tentang Darren. Ini sangat penting" ucap Marcel masih berdiri dibalik pintu
"Darren..." hatiku tersentuh saat dia menyebut nama putraku. Aku segera beranjak dari ranjang, dengan tergesa aku membuka pintu kamar ini "Ada apa dengan Darren, apa sakitnya kambuh lagi?" ucapku masih memegang gagang pintu
"Cepat bilang cel.... ada apa dengan putraku" imbuh ku jengkel karena Marcel tak kunjung menjawab pertanyaan ku
Marcel menerobos masuk ke dalam kamar, lalu ia duduk di sofa, dan aku langsung duduk disampingnya, aku tak sabar ingin mendengar penuturan Marcel tentang Darren. Aku sangat khawatir dengan putraku.
"Tenang May... aku tahu, sekarang tumpuan hidupmu hanyalah Darren. Aku bisa membantumu untuk bertemu dengan Darren, asalkan kamu mau memaafkan ku. Dan menerima ku sebagai seorang teman." tutur Marcel dengan raut datarnya
Pikiran ku mulai sedikit terbuka
"Baik... aku mau memanfaatkan mu, tolong pertemukan aku dengan putraku. Aku sangat merindukannya" tiba-tiba air mata ku kembali menitih
Marcel mengusap pipi ku dengan lembut "jangan menangis lagi May... aku nggak rela melihat mu bersedih seperti ini" seketika Marcel merayukku.... ia menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Aku menyandarkan tubuhku di dada Marcel... sambil sesenggukan aku mengalungkan tanganku ke pinggang lelaki itu.
"Terimakasih Cel... hix...hix..." rasanya ada sedikit kedamaian saat aku menyandarkan keluh kesah ku di dada Marcel.
Entah berapa lama aku bersandar di tubuh Marcel... tiba-tiba aku sadar, aku sudah berbaring di ranjang... ku tatap langit-langit kamar, hanya keheningan yang tampak...
ku langkahkan kakiku ke samping jendela, kulihat cahaya mentari sudah menampakkan sinarnya... "Oh.. Tuhan... akankah hatiku bisa bersinar kembali, seperti mentari pagi ini. Tuhan... Tolong ambil kegelapan yang melanda hati ku."
Setelah aku puas menatap suasana luar, aku kembali melangkah ke kamar mandi, aku ingin meredakan kesedihan ku dengan berendam air hangat... aku berharap ada sedikit kehangatan di hati ku.
"Mbak... Mbak Mayra" sepertinya itu adalah suara ana
"Iya... Ana... aku sedang mandi" ucap ku dari dalam kamar mandi, aku segera beranjak dari bathtub lalu aku membilas tubuhku dengan air yang mengalir dari shower.
"Ada apa Na?" tanya ku, aku telah selesai memakai handuk kimono
"Mbak Mayra... ini gaun untukmu, ini juga ada surat dari tuan Marcel" kata Ana seraya memberikan paper bag dan selembar kertas kecil berwarna merah
"Terimakasih Ana"
"Sama-sama mbak. Kalau begitu saya keluar dulu mbak"
Aku menggangguk, dan Ana pun berlalu meninggalkan kamar yang kutempati.
Pertama yang aku buka adalah surat dari Marcel, aku membaca 3 baris kalimat yang membuat suasana hati ku cerah kembali
Cepatlah turun
Ayo kita berjumpa dengan Darren
Pangeran kecilmu...
Secepatnya aku mengenakan pakaian yang diberikan Ana tadi, lalu aku berdandan seadanya dan bergegas turun menemui Marcel. Aku sungguh tak sabar ingin memeluk serta mencium Darren.
"Marcel ayok.." ucap ku bersemangat
"Kita sarapan dulu May" ajak Marcel
"Nggak... aku belum lapar, kita berangkat sekarang ya" pintaku memaksa Marcel, aku memang sudah tak sabar ingin menemui putraku
"Ya udah kalau begitu... Robb ayo berangkat" ucap Marcel
Aku, Marcel dan Robby berjalan menuju halaman, kita bertiga masuk ke dalam mobil pribadi Marcel. Aku dan Marcel duduk di bangku belakang, sedangkan Robby yang mengemudikan mobilnya.
"Kita nggak mungkin ke rumah Rama kan?" tiba-tiba aku gelisah, aku nggak siap bertemu dengan lelaki yang kucintai sekaligus lelaki yang sangat kubenci
"Nggak kok, kita bertemu dengan Darren di taman kota. Andre yang membawa Darren ke taman, tapi ia udah ijin ke suamimu. Dan suamimu juga nggak ikut, karena ia sibuk dikantornya" jelas Marcel
"Syukurlah" aku bisa bernafas lega, karena aku menemui Darren tanpa sepengetahuan Rama
kalo di pikir 2semua nya gk kesalahan Rama aja,,