Zea telah berjanji pada dirinya untuk menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin menjalin sebuah hubungan baru, dia tidak ingin lagi mengenal apa itu Cinta karena penghianatan yang pernah di alaminya.
Tapi karena ancaman yang di lakukan seorang pria asing yang tidak dia kenal dan memaksanya untuk menikahi dirinya dan pada akhirnya zea dengan terpaksa menikah.
Namun siapa sangka pernikahan yang di alami zea adalah sebuah neraka baginya, karena pria yang telah me jadi suaminya tersebut memiliki tujuan balas dendam pada keluarga zea hingga zea harus menjalani takdir hidup yang begitu menyakitkan hati dan fisiknya.
Next....
NB: ini cerita menguras air mata gaes siapkan tissue yah, dan menguras emosi dengan kelakuan bejat alvaro
•
•
•
•
Selamat membaca karya pertamaku 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Lelah dan sakit pasti kan berbayar seperti juga penantian panjang, ada harga yang harus di bayar , yakin semua akan Indah di saat dan waktu yabg tepat...
✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰
Tidak terasa waktu terus berlalu hari berganti hari dan hingga enam bulan berlalu kehidupan zea dan alvaro tidak juga ada perubahan, alvaro tetap saja berlaku kasar pada zeana, ia memperlakukan zea dengan baik pada saat dia menginginkan tubuh zea saja.
Tapi zea tetap menjalani tugasnya sebagai istri melayani alvaro dengan ikhlas dan suka rela, kadang kadang zea berfikir ingin menyerah saja dengan pernikahan sandiwara ini, dia berfikir ingin menata masa depan yang lebih baik lagi. ia sudah tidak ingin menghabiskan sisa mumurnya bersama orang yang sama sekali tidak menghargainya sebagai seorang wanita.
Dua bulan lalu zea behasil menghubungi mama rini berkat bantuan ibu mertuanya yang masih berada di Indonesia, ia ibu mertuanya di sana sering menemui mama rini dan ternyata zea sudah mengetahui bahwa kedua orang tua angkatnya adalah sahabat mama rena.
Tanpa sepengetahuan alvaro zea sering berkomunikasi dengan mama rini hingga belakangan ini, zea juga sudah mengetahui perihal bisnis yang di tekuni oleh mama rini yang di wariskan oleh ayah dimas. zea tentunya sangat bahagia mendengarnya sekali gus sangat terharu atas apa yang ayah dimas berikan.
Tok tok tok
"Nona zea, ada asisten leon yang mencari non di bawah." Suara bi merry memanggil zea dari balik pintu kamar alvaro.
Zea yang mendengar bi merry memanggilnya langsung beranjak membuka pintu kamar.
"Iya bi ada apa asisten leon mencariku." tanya zea penasaran.
"Sebaiknya nona zea temui di bawah." sahut bi merry.
Zea mengangguk dam segera turun untuk menemui asisten leon.
Setelah sampai di ruang tamu yang sudah berada leon di sana, zea segera bertanya keperluan leom menemuinya.
"Ada apa asisten leon ini masih jam kantor kan?" tanya zea penasaran.
"Begini nona zea, tua alvaro meminta anda untuk mengantarkan sebuah berkas yang ketinggalan di atas nakas dalam kamar milik tuan alvaro." Kata leon.
"Ow begitu ya, kena tidak asisten leon saja yang membawanya sekalian." Sahut zea.
"Saya sedang ada pekerjaan di tempat lain nona, dan tidak sedang berada di kantor pusat." ucap leon pada zea.
"Baiklah saya akan mengantarkan berkas yang di maksud oleh kak alvaro." Kata zea.
Ketika mendapat persetujuan dari zea leon segera pamit undur diri dan kembali ke kantor cabang untuk menyeselaikan pekerjaannya.
Zea kemudian bersiap untuk segera mengantar dokumen ketinggalan yang di maksud oleh alvaro.
Ketika sedang menuruni tangga menuju halaman rumah zea memberitahu pada bi merry dia akan ke kantor alvaro untuk mengantar berkas yang ketinggalan.
Zea menaiki mobil yang sudah ada supir di dalamnya, zea meminta supir untuk mengantarkannya ke kantor alvaro.
Zea tidak terlalu paham jalanan di kota london tersebut jadi untung ada supir yang bertugas untuk mengantar bi merry ketika berbelanja keperluan dapur.
"Nona zea kita sudah sampai di kantor tuan alvaro." kata supir tersebut ketika sudah sampai di depan kantor milik alvaro.
"Oh sudah sampai ya." Zea sedikit melongoh melihat bangunan yang menjulang tinggi yaitu perusahaan milik alvaro.
Zea segera turun dari mobil tidak lupa dia memberitahu pada supir itu untuk menunggunya sebentar.
Zea menuju lobi perusahaan untuk menanyakan keberadaan ruangan milik alvaro pada salah satu wanita bule yang bertugas.
"Excuse me miss, where's Mr alvaro's room? (Permisi nona, ruangan tuan alvaro dimana?)" Zea bertanya pada salah satu wanita bule yang bertugas di lobi.
Wanita itu tidak langsung memberitahu keberadaan ruangan alvaro sekilas ia menatap penampilan zea.
"Have you made an appointment beforehand? (Apakah Anda sudah membuat janji sebelumnya?)." Wanita yang bertugas itu balik bertanya pada zAlvaro.
"I was told to deliver this file on the orders of Mr. Alvaro (Saya diberitahu untuk mengirimkan file ini atas perintah Tuan Alvaro)." Sahut zea.
"Oke." kemudian wanita bule itu menjelaskan tempat ruangan alvaro berada.
Setelah mendapatkan informasi di mana ruangan alvaro berada, zea segera naik menaiki lift untuk menuju ruangan alvaro yang berada di lantai 11.
Tidak sulit bagi zea untuk menemukan ruangan milik alvaro, ketika sampai di depan ruangan milik alvaro seorang wanita berperawakan bule menyapa zea yang kebetulan lewat dan melihat zea ingin masuk ke dalam ruangan milik alvaro.
"Can I help you, miss (ada yang bisa saya bantu nona)?" Tanya wanita bule itu yang sedikit hawatir.
Kemudian zea memberitahu wanita itu bahwa dia akan memberika berkas alvaro yang ketinggalan dirumah atas perintah alvaro.
"Is Mr Alvaro in there, I will give him this (Apa tuan alvaro ada di dalam, saya akan memberikannya ini)." Kata zea.
Wanita itu hanya mengangguk lalu membiarkan zea masuk, wanita bule beranggapan jika zea adalah kerabat dari alvaro.
Zea mengetuk pintu ruangan alvaro namun sudah tidak ada sahutan dari dalam, kemudian zea kembali mengetuk pintu itu untuk yang ke tiga kalinya tapi tetap saja tidak ada sahutan dari dalam.
Mungkin alvaro sedang ada keperluan di luar dan zea berniat akan menaruhnya saja di dalam ruangan milik alvao setelah itu ia akan pergi. pikir zea
Lalu zea membuka pintu ruangan alvaro, ketika sebagian pintu terbuka zea sangat di buat terkejut ketika pandangannya tertuju pada sepasang manusia yang sedang bercumbu mesra, ia melihat alvaro berciuman dengan seorang wanita di sisi tembok ruangan alvaro, seketika zea merasakan sesak di dadanya entah kenapa melihat kelakuan alvaro yang begitu posesif dengan seorang wanita membuat perasaan tidak nyaman.
Air mata zea lolos begitu saja seraya memegang dadanya yang begitu sesak.
Tidak sengaja pandangan alvaro melihat ke arah pintu, sontak saja alvaro terkejut melihat zea yang sudah berdiri di depan pintu ruangannya.
Alvaro segera melapas ciumannya, dan perempuan itu segera merapikan pakaiannya yang sudah sangat terbuka karena ulah alvaro, kemudian perempuan itu keluar dari ruangan alvaro.
Ketika hendak keluar sempat berpapasan dengan zea dan tersenyum sinis.
"Masuklah, jangan hanya berdiri di pintu." Perintah alvaro dengan santainya, seperti tidak terjadi apa apa.
"Maaf jika sudah mengggu, aku hanya mengantar ini sesuai dengan perintah kak alvaro." ucap zea seraya menyodorkan berkas yang di pegangnya.
"Emm.. kamu boleh pergi." Kata alvaro singkat.
Zea tidak mengeluarkan suara lagi dia langsung keluar meninggalkan ruangan alvaro, air mata zea seketika keluar begitu saja ketika sudah membelakangi alvaro melangkahkan kakinya keluar ruangan.
Alvaro yang hanya memperhatikan zea perlahan menghilang di balik pintu ruangannya, alvaro haya tersenyum sinis. entah apa yang terlintas di pikirannya ia tidak perduli zea mengetahui kelakuan bejatnya.
Zea sudah meninggalkan perusahaan milik alvaro dan menaiki mobil yang di tumpangi tadi menuju kediaman milik alvaro.
Selama di perjalanan pikiran zea selalu terlintas bayangan alvaro yang sedang bermesaraan dengan wanita lain, pikiran zea kembali kacau ketika mengingat itu.
★
★
★
★
★
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak beri like dan berikan sedikit vote setidaknya tinggalkan like untuk memberikan author semangat.. Terimakasih 🙏😊