khumaira gadis sederhana yang harus menerima perjodohan antara dua keluarga, dia harus menikah dengan laki - laki yang sama sekali tidak di kenal nya.
sedangkan dia hanya seorang remaja yang masih mempunyai cita - cita yang sangat tinggi.
akan kah khumaira menerima perjodohan ini...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Anggraeni Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
keluarga alfa dan khumaira pun sudah datang kini kamar alfa terlihat sangat sempit jika begini.
" kamu itu sebenarnya kenapa al kok bisa pingsan gitu.. ? " tanya bunda sari
" alfa juga nggak tahu bunda, tadi itu alfa seperti melihat bayangan tapi alfa nggak tahu itu siapa dan dimana.. semakin alfa mencoba mengingat kepala alfa semakin sakit.. " jelas alfa
bunda sari dan ayah yusuf pun saling memandang, sebenarnya apa yang terjadi hingga alfa melihat bayangan itu.
" ya sudah sebaiknya kamu jangan mengingat ingat lagi nanti kepala kamu tambah sakit.. " kata ayah yusuf
" bener tuh yang apa kata ayah. aku nggak mau kamu nanti kaya gini lagi.. " tambah khumaira dia sangat sedih alfa seperti ini
malam ini alfa di haruskan menginap di rumah sakit dan besok dia sudah boleh pulang.
khumaira dan bang alfin yang menemani alfa sedangkan kedua orang tua mereka sudah pulang satu jam yang lalu.
alfin memilih tidur di atas sofa sedangkan khumaira berbagi tempat tidur dengan alfa, tidak apa sempit juga yang penting mereka bisa tidur sambil berpelukan.
♡♡♡♡♡♡♡♡
pagi - pagi sekali khumaira sudah bangun dia segera bersih - bersih dan langsung pergi ke mushola tapi sebelum pergi dia sempat membangunkan alfa dan kakak iparnya terlebih dahulu.
selesai sholat dan mengaji baru khumaira kembali ke ruangan alfa.
" kamu sudah sholat yang.. ? " tanya khumaira
" sudah baru saja selesai.. " jawab alfa
" terus bang alfian kemana..? " tanya khumaira lagi karena dia tidak melihat kakak iparnya itu
" tadi sih bilangnya mau ngurus kepulangan aku.. " jelas alfa
khumaira pun duduk di samping alfa dia pengangi tangan alfa dan mengecupnya.
" kamu jangan kaya gini lagi ya, semalam aku takut banget.. " kata khumaira yang sudah mulai menangis
alfa segera menghapus air mata khumaira dan memeluknya.
" maaf ya yang.. semalam sudah bikin kamu dan yang lain khawatir.. " kata alfa lalu alfa mengecup kening khumaira dengan penuh perasaan
" iya nggak apa - apa tapi aku mohon kamu jangan seperti ini lagi.. " khumaira pun mengusap pipi alfa sambil tersenyum
alfa pun akhirnya bisa pulang, mereka di antar oleh alfin dan ternyata kedua orang tua mereka juga sudah ada di rumah.
" loh ayah bunda kok ada disini.. ? " tanya alfa heran
" ya kan kami mau menyambut kamu sayang, ummi sama abi juga ada, cuma mereka tadi lagi ke depan dulu sebentar.. oh iya al gimana keadaan kamu sekarang.. ? " kata ayah
" alfa baik - baik saja kok yah.. " jawab alfa
" ya sudah sebaiknya kamu istirahat saja dulu di kamar ya sayang biar cepat sembuh.. " kata bunda
khumaira pun membawa alfa ke kamarnya sesampainya di kamar khumaira membaringkan alfa di atas tempat tidur.
" kamu istirahat saja dulu ya yang, aku mau ke bawah nemenin orang tua kita.. " kata khumaira lalu tanpa malu - malu khumaira mengecup bibir alfa dan setelahnya langsung melarikan diri.
alfa tersenyum melihat tingkah khumaira seperti itu, setelah khumaira pergi alfa teringat kata - kata amel semalam.
" ari.. lia.. perasaan nama itu tidak asing tapi di mana aku pernah dengar.. ? " alfa pun kembali mencoba mengingat.
beberapa bayangan tentang dirinya dan seorang perempuan pun melintas di pikirannya tapi siapa perempuan itu.
alfa terus berusaha mengingat tapi semakin dia berusaha kepalanya juga semakin sakit dia pun akhirnya pingsan tanpa ada yang tahu.
khumaira yang dari tadi menemani keluarga nya memutuskan untuk melihat alfa dia pun segera pergi ke kamarnya.
khumaira langsung membuka pintu dan dia melihat alfa sedang tertidur pulas dia tidak tahu kalau sebenarnya alfa pingsan.
khumaira pun mendekat dan membenarkan selimutnya, tidak lupa dia juga mengecup pipi alfa.
" cepat sembuh ya yang.. " bisik khumaira sambil tersenyum
setelah mengecup pipi alfa khumaira pun memutuskan untuk kembali ke bawah dia akan membantu ummi dan bundanya di dapur.
" gimana keadaan alfa sayang.. ? " tanya bunda ketika khumaira sudah sampai dapur
" alfa sekarang lagi istirahat bun.. " jawab khumaira sambil mengambil sayuran yang akan dia potong - potong
" syukurlah kalau dia istirahat bunda sangat khawatir dengan keadaannya.. " kata bunda dengan wajah yang sangat sedih
bahkan bunda bukan hanya khawatir dengan keadaan alfa tapi juga dengan ingatannya, bunda takut alfa kembali mengingat masa lalunya.
" bunda tenang alfa akan baik - baik saja kok.. " khumaira pun memeluk ibu mertuanya itu berharap dengan pelukannya bisa memberikan ketenangan.
" terima kasih sayang kamu memang anak yang baik, tidak salah kami memilih kamu sebagai pendamping alfa.. " bunda pun tersenyum sambil mengelus tangan khumaira
mereka pun kembali melanjutkan acara memasak mereka yang sempat tertunda, karena hari ini seluruh keluarga sedang berkumpul jadi mereka akan memasak makanan yang spesial.
karena sangat jarang dua keluarga dapat berkumpul seperti ini kalau bukan ada acara - acara tertentu.
tepat jam 11.45 masakan pun telah siap semuanya khumaira memutuskan membangunkan alfa terlebih dahulu.
dia pun berjalan ke kamar, setelah sampai di dalam kamar dia melihat alfa sudah bangun dan sedang memegangi kepalanya.
khumaira pun segera bergegas menghampiri alfa.
" yang kamu kenapa.. ? " tanya khumaira sambil duduk di depan alfa
" nggak kenapa - napa hanya sakit kepala biasa saja.. " jawab alfa sambil tersenyum dia tidak ingin membuat istrinya itu khawatir
" serius kamu nggak apa - apa.. ? " tanya khumaira memastikan
" iya sayang aku nggak apa - apa setelah minum obat juga nanti akan hilang sakitnya.. " alfa pun mengelus pipi khumaira sambil tersenyum
" ya sudah kalau gitu ayo kita kebawah, ini sudah waktunya makan siang, sesudah itu kamu minum obat biar cepat sembuh.. " khumaira pun menarik tangan alfa
alfa hanya menurut saja mereka pun jalan beriringan sambil berpegangan tangan, sesampanya di ruang keluarga mereka melihat semua keluarga nya sudah berkumpul.
khumaira dan alfa pun segera bergabung.
" sayang nggak apa - apa ya kita makannya lesehan kaya gini kalau di ruang makan nggak akan cukup.. " kata ummi
" iya ummi nggak apa - apa enakan gini.. " alfa pun tersenyum kepada ibu mertuanya itu
" gimana sayang masih sakit kepalanya.. ? " tanya bunda sambil terus melihat ke arah alfa
" sudah mendingan kok bunda " jawab alfa
mereka pun segera memulai makan siang mereka dan seperti biasa alfa dan khumaira akan makan satu piring berdua.
dan itu tidak aneh lagi di mata keluarganya, walau pun makanan seadanya kalau bisa kumpul seperti ini rasanya sangat nikmat.
sukses sllu