seorang gadis rambutnya dikuncir cepol, memakai kaca mata tebalnya. gadis itu bernama melati atmaja, gadis berusia 25 tahun seorang desainer yang memiliki butik cukup ternama di jakarta. gadis itu adalah putri dari pasangan agung atmaja dan dahlia atmaja..
suatu hari gadis itu terpaksa harus menerima perjodohan yang telah di atur keluarganya untuk menggantikan sang kakak.
jadi bagai mana perasaanmu ketika kamu di jodohkan dengan laki-laki yang sedari dulu menjadi musuhmu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aprilia frahesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
"pagi ma, pagi kek"
"pagi mel" jawab mama dan kakek bersamaan
"suamimu mana mel.?"
"varo sakit kek, ini nanti mel bawakan saja sarapannya kekamar"
"sakit apa.?"
"entahlah kek di muntah-muntah tadi, tapi dia tidak demam, ataupun mengeluh pusing"
"biar nanti kakek telfon dokter riyan"
"iya kek"
setelah sarapan melati segera membawakan makanan untuk varo .
"sayang makan dulu ya, aku udah bawain nasi goreng sea food kesukaan kamu"
namun ketika melati baru saja mau menyuapinya, varo merasa perutnya seperti di aduk-aduk hingga ia berlari kearah kamar mandi dan mual lagi.
"sayang kamu kenapa.?" melati begitu cemas dengan keadaan varo, yang dari pagi tadi terus mual-mual namun tidak mengeluarkan apapun, bahkan tanpa ia sadari air matanya sudah meleleh membasahi pipi mulusnya.
"aku tidak apa-apa sayang, jangan nangis dong"
"tapi kamu mual-mual terus dari pagi yank, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa" melati memeluk tubuh lemas varo dengan erat.
*"astaga ada apa dengan diriku ini, selama ini aku tidak pernah seperti ini. aku sudah membuat istriku menjadi cemas"* gumam varo dalam hati.
"yaudah ayo kembali lagi keranjang yank, kamu harus banyak istirahat"
"kamu harus makan ya"
"tapi aku tidak mau makan itu sayang"
"trus kamu mau makan apa sayang.?"
"makan soto kelihatannya enak yank"
"yasudah aku suruh pak adi membelikannya untukmu ya"
"iya sayang"
melati segera turun kelantai dasar dan mencari pak adi, menyuruhnya untuk membelikan soto.
"non mel, ini dokter riyan sudah sampai" ucap bik siti yang baru saja muncul dibelakang melati bersama dengan dokter riyan.
"oh iya, ayo sikahkan dik. varo sedang ada dikamar"
melati segera menuntun dikter riyan menuju kamarnya agar lekas memeriksa keadaan varo. setelah beberapa saat memeriksa dokter riyan pun tampak mengerutkan keningnya.
"bagaimana keadaan suami saya dok.?"
"tuan muda baik-baik saja nona, bahkan tuan varo bisa dikatakan sehat"
"bagaimana mungkin dok, sedari pagi tadi dia terus mual-mual"
"apa ada lagi keluhan lain.?"
"tidak ada dok, aku hanya mual-mual saja" jawab varo.
"kalau begitu saya akan memberikan obat pereda mual saja ya tuan" ucap dokter riyan sembari membongkar tas obat yang ia bawa.
"nah ini diminum 2x sehari pagi dan malam, sesudah makan. kalau begitu saya pamit dulu tuan muda, nona muda"
"iya terimakasih dok" melati segera mengantar dokter riyan sampai depan rumah.
"non mel ini soto permintaan tuan varo"
"mbak ika taruh kamar dulu ya, mel mau telfon teman mel dulu"
"baik nona"
melati segera merogoh ponselnya yang berada di saku celananya, dan menelfon seseorang.
"halo mel"
"halo aldo, apa kamu bisa kerumahku.?"
"memangnya kenapa mel.?"
"varo dari pagi tadi mual-mual terus do, dan kata dokter pribadi kami varo baik-baik saja dan bahkan dokter riyan menyebut kalau varo sehat walafiat"
"oke aku akan segera kesana"
"makasih ya do"
"iya sama-sama mel"
melati segera mengakhiri panggilan telfonnya dan bergegas menuju kekamar.
"sayang, makannya aku...." melati begitu tercengang melihat varo yang sedang asyik menikmati soto yang ia minta tadi.
"sudah habis sayang, ini rasanya enak sekali" ucap varo sembari mengelus perutnya.
"oke kalau begitu minum obatnya ya"
"iya sayang"
setelah selesai minum obat varo merebahkan tubuhnya kembali, sedangkan melati tengah sibuk memijit kaki varo.
tokk.... tokk.... tokk
"masuk"
"non mel ini ada mas aldo"
"oh iya mbak, suruh masuk sini"
"hai mel, hari bro"
"aldo loe ngapain disini.?"
"gue tadi ditelfon sahabat gue, katanya suaminya sedang sakit"
"aku sudah tidak apa-apa do"
"berhubung aku sudah sampai sini, maka aku akan tetap memeriksamu"
"terserahlah"
dengan terpaksa varo hanya bisa menurut saat aldo memeriksa keadaannya.
"gimana do, suamiku sakit apa.?"
"kelihatanya dokter pribadi kalian tidak salah deh mel, suamimu memang tidak sakit apa-apa. bahkan dia memang bisa dibilang sehat"
"kamu pasti salah do, coba kamu periksa ulang deh do"
"aku ini dokter melati, mana mungkin aku salah perikasa"
"lalu kenapa dia mual-mual terus, bahkan saat mencium aroma nasi seafood kesukaannya saja dia mual lagi do"
"atau jangan-jangan hamil"
"bilang apa loe barusan, gue laki mana mungkin hamil" sarkas varo sembari menimpuk kepala aldo dengan guling.
"eh salah, maksudku yang hamil melati. kan ada tuh yang hamil istrinya tetapi yang mengalami morning sickness adalah suaminya"
"tetapi aku tidak merasa ngidam atau apapun do"
"lalu apa kamu telat datang bulan.?"
"iya, aku sudah dua bulan ini telat datang bulan. aku fikir karna habis keguguran"
"apa kamu sudah periksa.?" tanya aldo memastikan.
"belum do"
"saranku lebih baik kamu periksa gih mel, siapa tau saja Tuhan menganugrahi kalian momongan lagi"
"tapi aku takut do, aku takut kalau aku nantinya akan terlalu berharap"
"tapi kamu harus mencobanya mel, apapun hasilnya setidaknya kalian sudah berusaha sebisa kalian"
"benar kata aldo sayang, sebaiknya kita mencobanya"
"baiklah sayang"
"yasudah aku pamit dulu ya mel"
"iya do"
"tidak usah mengantarku kedepan, temani saja kak varo"
"tapi do"
"tidak apa-apa, sudah temani saja suamimu" ucap aldo sembari berlalu pergi.
*******
seperti yang dibilang dokter riyan dan aldo, siang itu varo terlihat sudah begitu bugar seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada dirinya.
"sayang bersiap-siaplah"
"memangnya kita mau kemana.?"
"kita mau periksa"
"baiklah"
melati segera mengganti bajunya dan menyusul varo yang sudah menunggunya di lantai dasar.
"ayo sayang"
"sudah siap.?"
"iya"
"jangan gugup, ada aku yang selalu disamping kamu" melati hanya bisa menganggukkan kepalanya. sebenarnya dia takut, takut kalau hasil pemeriksaannya nanti mengecewakan dirinya dan juga suaminya.
setelah menempuh perjanan hampir 10 menit mereka telah sampai dirumah sakit terdekat.
setelah sampai varo segera mendaftar dan mengambil nomor antrian.
"nyonya melati atmaja" panggil seorang perawat yang menandakan giliran melati untuk periksa, melati dan varo segera masuk kedalam ruangan dikter tersebut.
"selamat siang bapak, ibu. jadi keperluannya apa ini.? mau periksa atau mau konsultasi.?" tanya dokter itu dengan ramah.
"kami mau periksa dok"
"oke, kalau begitu silahkan ibu berbaring dulu diranjang saya akan memeriksa ibu"
melati segera menuruti permintaan dokter itu, sedangkan sang dokter tengah sibuk melakukan tugasnya.
"apa saya benar-benar hamil dol.?"
"benar nona, sekarang usia kehamilan ibu sudah memasuki usia 9 minggu"
"benarkah dok.?"
"iya ibu, coba ibu lihat dilayar monitor. ini adalah bayi anda ibu"
melati dan varo begitu bahagia dia tidak menyangka kalau Tuhan akan memberikan mereka momongan lagi. tanpa terasa air mata kebahagiaan melati dan varo menetes begitu saja.
kata "itu" mestinya digunakan sbg petunjuk bhw keadaan/kondisi yg digambar oleh kalimat dimaksud terjadinya sdh lewat(bentuk lampau...)🙏