Bagaimana jika orang yang kamu cintai meninggalkan dirimu untuk selamanya?
Lalu dicintai oleh seseorang yang juga mengharapkan dirinya selama bertahun-tahun.
Akhirnya dia bersedia dinikahi oleh pria bernama Fairuz yang dengan menemani dan menerima dirinya yang tak bisa melupakan almarhum suaminya.
Tapi, seseorang yang baru saja hadir dalam keluarga almarhum suaminya itu malah merusak segalanya.
Hanya karena Adrian begitu mirip dengan almarhum suaminya itu dia jadi bimbang.
Dan yang paling tak di duga, pria itu berusaha untuk membatalkan pernikahan Hana dengan segala macam cara.
"Maaf, pernikahan ini di batalkan saja."
Jangan lupa baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Beberapa orang keamanan menahan Adrian agar tidak memukul Fairuz, pihak keluarga menatapnya dengan sinis, menganggap Adrian pembuat kekacauan.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya ayah Laura, menatap Adrian tajam.
Adrian bungkam, sadar dia sudah menyulut masalah di sini, bahkan tampak seorang polisi berdiri di samping ayahnya Laura. Namun bukan Adrian namanya jika hanya diam saja.
"Apakah harus ku jawab di sini?" tanya Adrian, dia menatap Fairuz tajam, melirik Laura yang bingung tak tahu apa penyebab pria yang di sukainya marah-marah.
Kemudian menatap ayah Laura dengan senyum tipis.
"Baiklah, dia teman Laura." pria itu memberikan kode untuk melepaskan Adrian.
Adrian membenarkan kerah jas miliknya, lalu berjalan meraih tangan Rosa menuju pintu keluar.
"Tunggu, kita perlu bicara." Ayah Laura memanggil Adrian, namun ia tak menolehnya sama sekali. Niatnya ingin bicara pribadi, ternyata pria yang membuat keributan itu pergi dengan angkuh.
"Nak Fairuz, sepertinya kitalah yang perlu bicara."
Sedangkan di dalam mobil, Adrian diam menahan segala emosinya, matanya fokus pada jalanan, tapi pikirannya keluyuran.
"Mas." panggil Rosa.
"Kekasih mu itu pasti ikut andil menyembunyikan ini semua." jawabnya.
Ros tak berkutik, tiba-tiba saja terbayang bogem mentah kakaknya yang tadi di berikan pada Fairuz. Sepertinya itu juga akan di dapatkan Yusuf sebagai hadiah. Ros meringis sendiri membayangkannya. Jika Rayan akan menegur dengan wajah datar terlebih dulu, berbeda dengan Adrian tak banyak bicara tapi langsung pada intinya.
Mobil yang mereka kendarai kini sudah memasuki perkampungan. Sudah tak sabar ingin segera sampai di rumah dan menghentikan segalanya.
Ternyata di belakang mereka pun mobil Fairuz sudah menyusul.
Brakk!
Pintu mobil berwarna putih itu tertutup seperti dibanting, Fairuz keluar dan menghampiri Adrian.
"Adrian! Tolong dengarkan aku. Kau tidak bisa menilai ini semua tanpa mendengarkan penjelasan dariku."
"Penjelasan apa?" tanya Adrian, berusaha bersikap santai padahal hatinya sudah sangat emosi.
"Kau tahu Laura? Kami menikah karena sebuah kesepakatan. Dia butuh status dan ayahku butuh uang dan pengakuan." kata Fairuz, menatap Adrian sambil menahan pundaknya.
Adrian bergeming, menatap tajam manik mata Fairuz yang terlihat sungguh, namun tentu saja Adrian tak akan luluh.
"Laura juga tahu tentang Hana. Dia tahu aku akan menikah nanti malam." ucap Fairuz lagi, kini lemas, ada kelegaan setelah mengatakan sejujurnya, tapi juga ketakutan.
"Aku mohon kau dan Ros mengerti, aku tidak mau kehilangan Hana." kata Fairuz lagi.
"Tapi nggak dengan menjadikan kak Hana istri kedua, mana bapakmu itu sikapnya ngeselin. Artinya memang kalian itu tidak menghargai kak Hana, tidak menghargai kami!" marah Rosa.
"Ros, aku tahu aku salah, Abah juga... Tapi, aku benar-benar ingin menjadikan Hana istriku, aku janji akan membuat dia satu-satunya setelah semua kesepakatan ayahku berakhir."
"Lho, kalian sudah pulang?" tiba-tiba Bu Susi keluar menghampiri ketiga anak muda yang sedang bersitegang.
"Bu, batalkan acara pernikahan ini. Katakan pada Hana bahwa Fairuz sudah menikah dengan perempuan lain."
"Tidak Bu! Aku bisa menjelaskan ini semua hanya masalah_"
"Bu Dhe! batalkan semua acara malam ini, cateringnya dan semuanya. Bilang pernikahan kak Hana gak jadi!" Teriak Rosa, meninggalkan ibunya yang diam mematung, perempuan tua itu tak bisa berkata-kata meskipun Fairuz terus bicara padanya.
"Rosa!" Fairuz menyusul Rosa yang sudah masuk ke dalam rumah, ia meraih tangan Rosa menghentikannya.
"Ada apa to ini?" tanya seorang tetangga Rosa.
"Pernikahan batal karena _"
"Nggak Bu, cuma salah faham." kata Fairuz menyela.
Semua orang tampak heran dan bertanya-tanya, terlebih lagi Fairuz datang dengan jas putih bermanik mewah, padahal pernikahannya akan berlangsung nanti malam.
"Ros? Mas Fairuz?"
Seketika suasana hening, suara Hana membelah keributan.
"Hana." panggil Fairuz, dadanya berdegup kencang, bahkan dapat di lihat dari luar. Dia takut tapi harus tetap menjelaskan.
Hana baru saja habis luluran, hanya keluar dengan dress panjang, berselempang pasmina longgar menutup rambutnya. "Ape hal?"
Fairuz bungkam, dan semakin gugup ketika Adrian dan ibunya datang.
"Nduk." panggil ibu pelan, ia meraih tangan Hana yang halus, lalu merangkul bahunya pelan. "Masuk yuk, ibu mau bicara." ajak Bu Susi dengan raut wajah sendu tak tertahankan.
"Ade ape Bu?" tanya Hana, menatap heran semua orang, tahu jika ada sesuatu yang tak beres.
"Masuk dulu, ibu jelaskan."
Namun melihat wajah-wajah tegang, termasuk Fairuz. Dia menolak. "Tak, Hana nak dengar kat sini saja Bu."
Bu Susi semakin tak tahan, kini diapun menangis.
"Ros?" panggil Hana, meminta penjelasan. Tapi gadis itu malah melempar tatapan tajam pada Fairuz.
"Mas Fairuz?"
"Hana, bisakah kita bicarakan berdua saja."
"Tidak perlu. Kalau kau tidak punya keberanian biar aku saja yang bicara." sahut Adrian.
Kini tatapan Hana tertuju pada Andrian.
"Fairuz sudah menikah dengan wanita lain." kata Adrian.
"Hah!" Hana terkejut, tapi kemudian menggeleng. "Tak percaye lah." kata Hana.
"Kau harus percaya karena aku dan Rosa baru saja menghadiri pernikahan mereka." Seketika tangan Fairuz mendorong bahu Adrian, geram juga sang ustadz pada akhirnya.
"Tapi tak seperti yang kau bayangkan Hana, ada sesuatu yang membuat pernikahan itu terjadi, Laura tahu jika malam ini kita akan menikah. Dia tahu dan dia faham kalau aku hanya mencintaimu."
Kali ini Hana terdiam, menatap Fairuz tanpa ekspresi apapun. Mendadak pikirannya dilanda kebingungan, memperlambat respon kesedihan ataupun kemarahan. Rasanya tak percaya.
"Hana,_"
Sejenak, bahkan semua orang menunggu reaksi Hana. Hingga beberapa detik kemudian. Dia menarik nafas lalu menunduk sedih.
"Pergilah."
Fairuz semakin panik dibuatnya. "Hana, pernikahan kita tidak boleh batal, kita akan tetap menikah bukan?"
Hana berbalik, enggan menatap siapapun.
"Hana, dengarkan aku, dengarkan penjelasan ku tentang segalanya." Fairuz meraih tangan Hana, berlutut di belakang perempuan bertubuh imut itu.
"Bu, Hana tidak ingin bicara dengan siapapun."
Hana menepis tangan Fairuz, lalu masuk ke dalam kamarnya.
Fairuz tertunduk lemas menatap pintu kamar yang tertutup rapat, hilang sudah kesempatan untuk mendapatkan wanita yang dicintainya sejak lama. Hilang sudah impiannya untuk membangun rumah tangga bahagia bersama Hana.
Sedikit ia menoleh para tetangga yang tadi sibuk berkutat mempersiapkan acara nanti malam, kini mereka berdiri memandangi Fairuz yang menyedihkan dengan segala bisikan.
Tak hanya cintanya yang hilang, wibawanya sebagai anak kiyai juga sudah tidak ada.
"Ayo Mas, sebaiknya sampean pulang." seorang bapak-bapak yang sudah tua menghampiri Fairuz, membantunya berdiri dari kekalahan.
Sejenak kembali memandangi pintu kamar yang tertutup, tentu orang di dalam sana sedang sangat kecewa padanya. sedetik kemudian ia melihat sekelilingnya, hanya ada Adrian yang memandanginya dengan tatapan datar.
"Kau menang." ucap Fairuz, lalu keluar dengan perasaan yang hancur.
tamat ya Hana..happy ending..happy wedding 🎉💒💍💍
akhir nya ku menemukanmu ,saat raga ini ..ingin berlabuh...
ku berharap engkaulah, jawaban segala risau hatiku..dan biarkan diriku mencintai mu ,hingga ujung usia ku.../Drool//Drool//Drool/
lirik lagu by Naff .. akhirnya ku menemukanmu
wasyekkkk pokok nya naik ranjang lah yaaaaa
titin suprihatin kok kek nama temen q yahhh
apa temen q yg sama yaaaa aq pinisirin deh
dan karna g mau kehilangan hana ttp juga di nikahinya juga
aduhh aq setuju ma adrian aja deh