Syeira yang sejak kecil berada di panti asuhan mulai mempunyai mimpi disaat seorang Dokter muda datang mengunjungi Panti Asuhan mereka. Syeira yang saat itu masih sekolah SMP kelas 9 menemukan cinta pertamanya yaitu Koas Muda berusia 24 tahun. Perbedaan usia 10 tahun tak membuat tekad Syeira ciut. Semenjak itu dia rajin belajar untuk meraih mimpinya agar bisa bersanding dengan pria bernama Haider. Selain itu Haider memiliki sepupu ganteng dan kaya raya bernama Xavier yang juga tergila-gila pada Syeira. Bagaimana kisah selanjutnya, apakah Syeira akan memilih bersama Xavier atau tetap pada tujuan utamanya Haider? ikuti terus novel baru saya yang tentunya sangat menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 : Salah Tingkah
Dokter Lea kembali ke rumah dengan keadaan bahagia setelah mendengar cerita dari Haider. Wanita itu sangat bahagia melihat anak laki-laki yang dulunya pemurung menjadi lebih sering tersenyum.
"Selamat malam Mamaku sayang" ujar Chris, putera satu-satunya Dokter Lea.
"Malam anakku sayang" jawab Dokter Lea.
"Bagaimana Ma? sudah jadi tes DNA nya?" tanya Chris.
"Kita sedang menunggu hasilnya sayang, sebentar lagi kamu akan bertemu adikmu satu-satunya" ujar Dokter Lea.
"Chris sudah tidak sabar Ma, ternyata selama ini Adik masih hidup" ujar Chris bahagia.
"Kita tidak akan kesepian lagi sayang" ujar Mama.
"Semenjak Papa meninggal Chris takut Mama akan kesepian, apalagi Chris sibuk di kantor menggantikan posisi Papa" ujar Chris merasa bersalah.
"Apalagi kalau ada Adik pasti Mama tidak akan kesepian lagi" lanjut Chris lagi senang.
"Iya sayang, semoga saja dia Adik kamu yang hilang" ujar Dokter Lea.
"Siapa namanya Ma?" tanya Chris lupa.
"Namanya Syeira, dia sangat cantik, kamu harus berjumpa dengannya" ujar Dokter Lea.
"Iya Ma, begitu hasil tes DNA keluar Chris akan langsung menemui Syeira" jawab Chris seraya memeluk Mamanya.
"Dia bekerja di perusahaan X" ujar Dokter Lea.
"Perusahaan X? itu salah satu perusahaan saingan kita Ma" jawab Chris terkejut.
"Tidak apa-apa sayang, sekarang pemilik perusahaan itu bukan musuh Papa lagi" ujar Dokter Lea.
"Jadi siapa Ma?" tanya Chris.
"Puteranya sudah memimpin sekarang, dari yang Mama dengar puteranya berbeda dengan pria itu, dia anak yang baik" ujar Dokter Lea.
"Syukurlah Ma, kalau Syeira sudah jelas keluarga kita, aku akan membawanya pindah ke perusahaan keluarga kita Ma" ujar Chris.
"Iya sayang, semoga saja firasat Mama tidak salah" jawab Dokter Lea.
**********
Keesokan harinya sesuai janji Syeira bertemu dengan Haider. Pria itu terlihat tampil rapi dan menawan. Hati Syeira berdetak cukup cepat dari biasanya. Wanita itu menghela nafas berusaha fokus. Dia berniat untuk mengembalikan cincin itu dan menyelesaikan kontraknya terlebih dahulu dengan Xavier.
"Malam Syeira" ujar Haider tersenyum.
"Malam Kak" jawab Syeira yang sedang salah tingkah.
"Wajah kamu terlihat lebih merona dibandingkan saat terakhir kita bertemu, kamu sakit?" tanya Haider yang melihat wajah Syeira memerah.
"Aku tidak sakit Kak, cuma sedikit panas saja" jawab Syeira malu.
"Kamu demam?" tanya Haider seraya menyentuh kening Syeira dengan telapak tangannya.
Wajah Syeira semakin memerah saat tangan Haider menyentuh keningnya. Kenangan masa lalu mereka terlintas di pikirin Syeira. Wanita itu teringat masa di mana dia sangat menyukai pria di hadapannya itu. Syeira teringat kembali dengan ciuman pertama mereka yang begitu indah.
"Ra? kok malah bengong" ujar Haider melambaikan tangannya di depan wajah Syeira.
"Ah maaf Kak, aku tidak sedang demam" jawab Syeira seraya berjalan melangkah terlebih dahulu menuju restoran.
"Ra tunggu" ujar Haider mengejar langkah kaki Syeira.
Mereka masuk ke dalam restoran dan memesan makan malam mereka. Syeira terlihat memalingkan wajah beberapa kali karena tidak sanggup menatap langsung ke arah mata Haider.
"Kamu kenapa Ra sejak tadi bengong terus, ada masalah?" tanya Haider.
"Nggak Kak, kecapekan karena kerjaan di kantor banyak" jawab Syeira ngeles.
"Kamu jangan terlalu capek Ra, pikirkan juga kesehatan kamu, besok kamu ke rumah sakit ya biar Kakak periksa kesehatan kamu" pinta Haider.
"Tidak usah Kak, aku cuma butuh istirahat" ujar Syeira.
"Ya sudah kalau begitu, besok-besok kalau kamu kurang enak badan langsung ke rumah sakit atau kabari Kakak" ujar Haider lagi.
"Iya... " jawab Syeira singkat.
Mereka menikmati makan malam dengan khidmat. Sesekali Syeira menatap ke arah Haider yang tidak berhenti menatap dirinya. Pria itu bahkan lebih sering melihat Syeira dibandingkan makanannya.
Selesai makan Syeira pergi ke toilet untuk mempersiapkan mentalnya. Dia harus menghilangkan rasa gugup yang sedari tadi menyelimuti dirinya.
"Ayo Ra, kamu pasti bisa" ujar Syeira pada dirinya.
Syeira kembali duduk setelah sepuluh menit berdiam diri di toilet. Dia merogoh tas miliknya dan mengeluarkan kotak cincin itu.
"Ini...." ujar Haider kembali teringat.
"Kakak ingat ini apa?" tanya Syeira.
Haider menatap cukup lama ke arah cincin yang diberikan Syeira. Kenangan lama kembali muncul dipikirannya. Pria itu teringat kembali tujuannya membeli cincin untuk melamar wanitanya di umur ke dua puluh dua tahun.