"Cinta kerap datang tanpa memberi aba-aba pada otak agar mengerti. Terkadang ia hadir menyelinap ke dalam hati dan menetap. Tanpa di sadari cinta telah bersemayam di dalam lubuk hati."-- Fakhri
"Terkadang cinta datang namun harus pergi. Dan terkadang kita yang harus pergi meninggalkannya."-- Tania
Penghujung cinta dari setiap insan memiliki jalan yang berbeda untuk sampai ke titik sebuah penyatuan cinta.
Dan tak ada satu insan pun yang tahu bagaimanakah akhir dari penghujung cintanya? Mendapatkan atau malah harus meninggalkannya.
Lalu bagaimana dengan cinta Tania? Apakah ia dapat menemui akhir dari cintanya. Bagaimana kisahnya? Pantengin aja cerita ini.
*Selamat membaca dan jangan lupa like, komen yang bijak untuk perbaikan author sendiri dan vote ya teman-teman!*
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhwat Uyee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35# What Happend Fakhri?
"Gawat!" batin Rehan.
"Si... Siapa dia, Han?" tanya Tania gugup.
"Kamu bukannya sekolah malah pacaran disini ya?" Orang tersebut langsung menjewer telinga Rehan.
"Om, om. Ini bukan salah rehan, Om. Jangan dimarahin Rehannya. Kasian!" ucap Tania sedikit memelas.
Rehan membuka maskernya, "Ayah, Rehan cuma mau nyari buku." ucap Rehan memberi alasan bohong pada Ayahnya.
"Bohong, ngapain cari buku malah berdua-duaan disini? Terus mana bukunya yang mau di beli?" tanya Ayahnya dengan menyelidik
"Tadi Rehan beliin minuman dulu buat Tania, temen Rehan, Yah."
"Tania? Anaknya Bagas?"
"Iya, Yah."
"Ya Allah, kamu sangat cantik ya Tania. Tapi pasti kamu lupa sama Om kan?" tanya Ayahnya Rehan pada Tania.
"Iya, Om. Hehe."
"Kamu dulu pernah main ke tempat Omanya Rehan, tapi langsung akrab sama Rehan. Kamu anak yang sangat periang. Om sering ngawasin kalian lagi main bareng, dan Tania malah manja banget sama Om. Sampai Rehan marah karena Tania di anggap ingin merebut ayahnya." ucap Ayahnya Rehan sambil membayangkan masa lalu.
"Tania dulu memang nakal kan, Yah?" ucap Rehan tertawa sambil bertanya. Ia berharap jika Ayahnya terlalu asik mengobrol soal Tania maka Ayahnya tidak akan bertanya soal kebohongannya.
"Cukup nakal untuk kategori anak perempuan." ucap Ayah Rehan sembari tertawa. "Eh kenapa bisa ada Tania dan Rehan secara bersamaan tadi?"
"Tania bolos, Om. Tapi baru sekali ini kok Om. Karena gurunya sering nggak masuk." ucap Tania spontanitas. Padahal jelas ia bukan bolos, tapi jika Tania jujur itu sangat memalukan. Bagaimana bisa di skors karena sandiwara orang lain.
"Subhanallah." Ayah Rehan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ternyata kamu masih nakal juga. Nggak berubah dari dulu." Ayah Rehan tertawa sambil mengusap pucuk kepala Tania.
"Maaf, Om. Cuma sekali ini aja kok." Tania mengulas senyum.
"Kamu tahu, bolos itu cara kerjanya mirip kaya narkotika gitu. Bisa bikin nyandu lho! Awalnya cuma biasa aja. Tapi kalau kamu keseringan, lama-lama jadi bikin nagih. Malah bawaannya pengen bolos terus."
"Hal-hal yang bersifat negatif memang sering bikin candu. Tapi hal yang positif juga. Itu semua tergantung dari gimana orang tua dan sekolah bisa membimbingnya." jelas Ayahnya Rehan.
"Kok Om tahu sih soal kaya gitu?" tanya Tania.
"Ayahku kan seorang psikolog anak." ucap Rehan sambil tersenyum bangga.
"Ih siapa sih yang nanya sama kamu." ucap Tania kesal.
"Biarin. Weeek!" Rehan menjulurkan lidahnya yang membuat Tania semakin kesal.
"Udah. Udah. Rehan mana buku yang mau kamu cari. Awas aja nanti Ayah telpon Pak Saipul, kalau kamu nggak di sekolah kamu akan mendapat hukuman dari Ayah." ucap Ayahnya dengan tegas.
"Iya, Yah. Rehan mau cari buku tentang sejarah bumi." jawab Rehan yang kemudian berjalan menuju rak buku untuk anak sekolah.
"O iya, Om pergi dulu ya Tania. Om lagi banyak kerjaan."
"Tapi kenapa Om tadi kesini?" tanya Tania penasaran.
"Om cuma mau cek aja tadi. Kebetulan ini toko buku milik Om."
"Wah Om Joni keren banget ya. Bisa punya toko buku sendiri." Tania mengetahui nama ayahnya Rehan dari badge nama yang menempel di sebelah kanan pada bajunya.
Joni hanya tersenyenyum lalu pergi. Tania masih melanjutkan membaca komik yang tadi belum selesai ia baca.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10, Rehan pamit ingin kesekolah. Dia tidak mau samapai ketahuan bolos lagi. Bisa-bisa dia mendapat hukuman dari ayahnya. Tania pun keluar dari toko buku sendirian. Ia berjalan melalui trotoar.
Tania merasa lelah, padahal ia baru berjalan beberapa kilo. Tania mampir ke apotek untuk membeli vitamin. Mungkin badannya kuarang enak. Sedikit mengantri namun akhirnya ia mendapat gilirannya. Apotek sedikit rame hari ini.
Setelah membeli, ia duduk di kursi pengunjung apotek. Tania meminum sebutir vitaminnya. Tania berharap kondisinya membaik.
Saat Tania ingin meminum air mineralnya, tiba-tiba ada yang menyenggol botolnya. Alhasil botol tumpah.
"Eh maaf,Mbak. Nggak sengaja." ucap orang tersebut.
Tania tanpa melihat sosok itu langsung mengambil botolnya yang tertumpah airnya sebagian. Tania langsung meminumnya, karena rasa pahit sudah menyeruak di lidahnya.
"Hati-hati donk kalau jalan..." ucapan Tania terhenti ketika melihat sosok yang di depannya.
"Tania! Kok kamu di sini? Trus kamu juga kenapa masih pake seragam? Kamu bolos!" tanya Fakhri yang sedang di apotek itu juga.
"Ngg... Enggak kok. Cuma..." Tania menggaruk-garuk keapalnya yang tidak gatal. Tania bingung harus jujur atau berbohong.
"Ngapain kamu garuk-garuk kepala? Kamu kutuan?" Fakhri menujuk wajah Tania dengan jari telunjuknya.
"Ih enggaklah." Tania menepis jari Fakhri.
"Terus?" Fakhri duduk di samping Tania, namun berjarak sekitar 30cm.
"Jadi aku di skors." ucap Tania lesu.
"Ha?" Fakhri langsung spontan terkejut dengan mulut tetap menganga, pengunjung di sana langsung spontan melihat ke arah Fakhri.
"Uh. Tutup mulutmu! Tuh di liatin ma yang lain." Tania sedikit berbisik dengan memberi kode pada matannya yang mengarah pada pengunjuk apotek.
"Eh maaf mbak dan mas. Tadi saya nggak sengaja." Fakhri memberikan senyumnya agar pengunjung berhenti memperhatikannya.
"Makanya jangan asal *Ha! Ha!* doank"
"Maaf, habis kaget sih. Eh tapi masa iya kamu di skors sih? Kamu nyolong ya di sekolah!" tanya Fakhri sambil tertawa.
"Enak aja. Emang kamu pikir aku maling apa? Aku cuma jadi korban..."
"Korban apa? Korban patah hati ya?Sukurin! Makanya jangan main cinta-cintaan." Fakhri tertawa kembali.
"Et dah ni anak, orang baru mau ngomong main nerocos aja." Tania langsung menonyor kepala Fakhri.
"Aw... Sakit tauk!" Fakhri mengelus kepalanya.
"Makanya dengerin dulu." Tania memutar bola matanya.
"Apa sih! Kok jadi kepo!" ucap Fakhri dengan nada lebay, sembari tangannya di buat untuk menyangga dagunya
"Idih... Kok jadi kaya banci sih! Yang bener donk!" ucap Tania sedikit sewot.
"Hehe. Iya, iya. Emangnya kenapa sih? Kok bisa di skors?"
"Ini semua ulah Syela yang rusuhnya kebangetan. Aku di tuduh udah bikin tangannya sampai merah gitu."
"Kok bisa?" Fakhri mendekatkan dirinya ke arah Tania. Namun Tania sedikit bergeser menjauhi Fakhri.
"Dia masuk kelas terus marah-marah nggak jelas. Dia sampai mau nampar aku. Tapi aku berhasil ngehindar. Trus aku puter tangan dia. Trus pas Mr. Killer lihat, Syelanya kaya kesakitan dan dia nujukin tangannya yang merah. Padahal demi Allah aku nggak ngapa-ngapain dia lho. Akhirnya, aku di panggil deh sama Mr. Killer dan dapat hukuman. Tapi Mr. Killer gak percaya sebenarnya kalau aku yang udah buat Syela kaya gitu. Dan ternyata memang benar kalau Syela itu cuma drama doank." ucap Tania panjang kali lebar.
"Kok kamu tahu?"
"Dia sendiri yang bilang kalau dia itu drama queen. Tapi aku pastiin dia bakal nyesal, dia suka semena-mena sama yang lain. Jadi dia harus di tegasin." ucap Tania penuh yakin.
"Mkasud kamu?" Fakhri sedikit heran dengan Tania kali ini yang begitu berambisi untuk melawan Syela.
"Liat aja ntar deh. Oh iya, kok kamu disini? Kamu juga kenapa tadi nggak sekolah? Kamu sakit?" Tania memberondongi Fakhri dengan beberapa pertanyaan.
"Em... Sebenranya..."
jujur sih ni novel yg ke 2 aku baca yg jdi favorit ku jga
jangan lupa dengerin audio ny ya soalnya aku yg dubiing 😊
maaf jika suara nya agak gak jelas
terimakasih
mampir ya....
PENDEKAR TAK PERNAH KALAH
semangat terus ya nulisnya 💪 semoga ide-ide nya selalu dapat🤗
Mampir juga ya di novelku "Suami Dadakan" makasih💖
Salam dari kisah danau hijau buatan kakek
Salam dari "Pacaran Setelah Menikah "Halal)"
Terima kasih. 🤗