NovelToon NovelToon
The Cleaning Man

The Cleaning Man

Status: tamat
Genre:Action / Sistem / Pengawal / Kutukan / Identitas Tersembunyi / Pemain Terhebat / Misteri / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Bisa dibilang aku adalah seorang seniman lukis. Walaupun warna yang sering aku gunakan selalu sama. Merah.

Mereka. Orang-orang yang menyewa ku sebagai seorang eksekutor maut mempunyai julukan sendiri untuk ku. Mereka memanggilku, The Cleaning Man.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

END

Ini namanya adalah perkumpulan satanis. Para pengikut dan pengabdi iblis.

              Ratusan orang berdiri. Berbaris sesuai dengan urutan.

              Orang-orang itu sedang melakukan sebuah upacara. Sebuah upacara pembuka yang akan dilanjutkan dengan ritual-ritual mengerikan lainnya.

              Mereka semua berpakaian serba hitam. Itulah dress code yang selama ini kami kenakan ketika pertemuan tengah berlangsung.

              Benar sekali. Aku ada berdiri diantara ratusan orang-orang itu.

              Tahun ini adalah tahun ketujuh aku menyamar dan bergabung menjadi anggota kelompok satanis pengabdi iblis ini. Ini adalah bagian dari misiku.

              Aku harus mengulik seluk beluk kelompok ini. Siapa mereka, darimana mereka berasal dan apa tujuan mereka.

              Untuk itulah aku menjadi bagian dari perkumpulan orang-orang pengikut setan.

              Sekarang aku sudah berhasil mengantongi nama-nama mereka. Mendapatkan informasi penting tentang kelompok ini. Termasuk catatan dan dokumen-dokumen rahasia mereka.

              Perlu waktu tujuh tahun supaya mereka memberikan kepercayaan lebih kepadaku. Sehingga aku diberikan peran lebih tidak hanya sekedar anggota dan mendapatkan akses yang jauh lebih dalam.

              Kami mengadakan acara pertemuan rutin satu tahun sekali. Dalam acara ini kami melaksanakan ritual-ritual pemujaan dan persembahan kepada Tuhan kami yaitu iblis.

Kami menuruti permintaan para setan sesuai dengan sumpah dan perjanjian. Sepenuhnya kami mematuhi aturan ritual-ritual yang sudah ada dan dilakukan oleh banyak penyembah setan seperti kami di seluruh penjuru dunia.

              Agenda besar kami adalah bersama iblis ketika kiamat datang dan dunia ini berakhir. Agenda kami adalah untuk merekrut umat manusia sebanyak-banyaknya. Mengajak mereka tersesat jalan selama-lamanya.

              Setelah upacara pembukaan selesai kami melanjutkannya dengan ritual wajib.

Yang pertama yaitu meminum darah janin manusia dan memakannya bersama-sama. Semua anggota dan pengurus wajib melakukannya.

              Janin bayi itu berasal dari anggota kami sendiri. Janin yang sengaja digugurkan ketika usia kandungan terhitung delapan bulan.

              Yang menanamkan benih juga lah anggota kami sendiri secara suka-suka dan beramai-ramai.

              Ritual wajib selanjutnya adalah membakar kitab-kitab suci. Ini adalah bentuk pengingkaran kami terhadap ajaran dan kebenaran Tuhan yang sesungguhnya.

              Dan ritual wajib yang terakhir adalah yang paling dinanti-nanti seluruh anggota kelompok ini. Yaitu bersenang-senang.

              Kami berpesta bersama-sama. Mabuk melayang, makan sampai puas dan melakukan sex bebas kepada siapa pun sesama anggota yang kami kehendaki.

*

              Untuk pertemuan tahun ini aku ditunjuk menjadi salah satu panitia penyelenggara. Aku yang disuruh mencari tempat. Setiap pertemuan tempatnya harus ganti-ganti. Dan tempat yang sebelumnya sudah pernah digunakan tidak boleh dipakai lagi.

              Selain itu aku juga harus mencari pelengkap-pelengkap lainnya. Sialnya aku kebagian mencari pelacur-pelacur tambahan yang akan diikutsertakan saat berpesta.

              Di tiap pertemuan satu tahun sekali ini setiap anggota juga diwajibkan untuk mengajak atau merekrut anggota baru.

              Ketika berkumpul kami bisa saling mengenali satu sama lain karena di penghujung acara ritual kami semua sama-sama akan terbuka. Tanpa sehelai benang pun yang menutupi.

              Tapi ketika di luar perkumpulan kami benar-benar asing. Bertingkah seperti tidak saling mengenal sama sekali.

*

              Aku yang memilih tempat ini.

              Dan yang tidak diketahui oleh pengurus, panitia penyelenggara dan juga para anggota yang lain adalah tempat ini sudah aku pasang kamera-kamera perekam gambar dan suara di setiap sudut penting di sela-sela tersembunyi yang sangat rahasia.

              Dengan kata lain acara pertemuan tahun ini semua kegiatannya akan didokumentasikan dari awal sampai akhir. Sebagai sebuah bukti tanpa mereka sadari.

              Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk aku melakukannya. Karena akhir dari acara pertemuan satu tahun sekali ini akan sama sekali berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

              Di akhir nanti akan ada kejutan yang datang. Yang tidak diharapkan. Yang akan menyudahi perkumpulan ini untuk selama-lamanya.

              Kenapa harus menunggu selama tujuh tahun?

Aku ulangi sekali lagi.

Karena sekarang aku sudah berhasil mendapatkan semuanya yang dibutuhkan. Yang selanjutnya akan kami gunakan untuk menghapus perkumpulan-perkumpulan yang sama. Hingga ke akar-akarnya.

*

              Di aula besar yang telah aku siapkan.

              Pesta sedang berlangsung. Semua orang sedang menikmati puncak kenikmatannya masing-masing.

              Dari segala penjuru arah yang tidak disangka-sangka.

              Pasukan khusus bersenjata datang.

              Sesuai perintah. Tanpa berbelas kasihan mereka langsung memberondong orang-orang para pengabdi setan itu dengan peluru-peluru yang membunuh.

              Aku berjalan keluar dari gedung itu. Bunyinya terlalu bising.

              Tinggal menunggu eksekusi massal itu berakhir.

              Misi berhasil.

*

              END

              Seorang pria tua ditemukan di sebuah ruko kosong di kawasan komplek bekas tempat area berjualan yang sudah sangat sepi.

              Pria tua itu tergeletak di atas alas kardus. Berpenampilan lusuh dan tubuhnya kurus kering.

              Tidak ada tanda pengenal mau pun kartu indentitas yang lain.

              Menurut keterangan para saksi pria tua itu memang sudah lama menghuni bangunan kosong tersebut.

              Dari suhu badannya mayat itu belum lama meninggal. Masih hangat.

*

              “Ingat ketika mereka tersenyum”,

              “Mereka tidak tersenyum kepadamu”,

1
Anzar Anzardin
keren
Riezki Arifinsyah
Buruk
Riezki Arifinsyah
Kecewa
🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!