Kinza Anaira Pratama adalah seorang gadis yang masih sekolah, akan tetapi di di nikah kan oleh kedua orang tua nya
Raffa putra Airlangga adalah pemuda yang menikahi Anaira
Raffa seorang pemuda tampan yang terlihat kaku dan dingin
bagaimana kah kelanjutan dari kisah mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu ku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
" Nai, Lo bisikin apa sama si pelakor barusan?" tanya Alexa dengan penasaran nya.
" Gue cuma ingatin dia tentang ancaman gue tadi" jawab Anaira dengan santai nya
"Emang apa ancaman mu sayang?" tanya Alvian.
" Aku bakalan bocorin semua kelakuan buruk nya di sekolah, biar sekalian aja dia di keluarin dari sekolah " jawab Anaira dengan santai nya.
" Emang nya kamu tau apa saja keburukan nya?" tanya Raffa
" Tidak " jawab Anaira dengan wajah tanpa dosa nya, membuat mereka semua ingin menaboknya.
" Terus, keburukan apa juga yang ingin Lo bocorin?" tanya Sakha sambil menatap serius wajah cantik Anaira.
" Gue akan mencari tau nya" jawab Anaira acuh tak acuh.
Mereka tak habis pikir dengan pikiran Anaira, mau di bocorin, eh tau nya, dia mau cari tau dulu, terus kalau misalnya Lidya tidak mempunyai keburukan nya, apa yang mau di bocorin?, aneh memang Anaira.
" Tolong di selidiki ya Ars" Anaira meminta bantuan pada Arslan, anggota geng nya yang pandai masalah IT.
Sebenar nya Anaira kemampuan Anaira di bidang IT, lebih unggul dari pada Arslan, namun Anaira terlalu malas untuk melakukan nya sendiri, lebih baik memerintah Arslan untuk mengerjakan nya, kalau tidak ya sia sia Arslan pandai di bidang IT.
" Kok gue?" tanya Arslan,
sekarang di geng mereka bukan cuma dia saja yang pandai di bidang IT, namun Semarang juga ada Raka, yang juga seorang pakar IT.
" Terus, gue sendiri yang harus menyelidiki nya gitu?" tanya Anaira dengan ketus nya.
Mendengar suara Anaira yang tadi nya biasa saja, sekarang sudah ketus, para sahabat nya semua pun langsung menatap tajam wajah Arslan.
Arslan yang melihat nya pun meneguk ludah nya dengan susah payah " Mati gue" batin nya.
" Gak kok Nai, menyelidiki seseorang adalah tugas gue, jadi Lo tidak perlu melakukan nya sendiri" ucap Arslan, dia tidak ingin menjadi bahan tinju para sahabat nya.
" Nah itu Lo tau" Anaira acuh tak acuh terhadap Arslan.
" Yok pulang udah telat"
Mereka pun langsung pulang ke rumah mereka masing masing.
" Fa, kita ke supermarket dulu ya, mau belanja, bahan bahan di dapur sudah pada habis" ucap Anaira saat mereka di perjalanan pulang.
" Iya yang" jawab Raffa.
Kemudian Raffa pun menghentikan motor sport nya saat mereka tiba di supermarket yang berada di dekat dengan rumah mereka.
Setelah memarkirkan motor sport nya, kedua nya pun langsung memasuki supermarket, Raffa mengambil troli belanja dan mendorong nya, sedang kan Anaira memilih apa saja yang di butuhkan nya.
" Kalau ada Snack yang kamu inginkan, ambil aja"ucap Raffa saat melihat kalau di dalam troli hanya terisi dengan bahan bahan dapur, tidak ada satupun Snack untuk mereka makan.
" Iya Fa, kita beli bahan dapur lebih dulu, habis itu baru kita ambil beberapa Snack" jawab Anaira.
Anaira tidak ingin kalau nanti gara gara dia tidak membeli bahan bahan dapur seperti yang dia butuhkan, nanti malah ada yang tertinggal.
" Masih banyak?" tanya Raffa, dia tidak tau berapa banyak barang belanjaan yang akan di beli, karena bon belanjaan ada pada Anaira.
" Tidak banyak lagi Fa, cuma tinggal beberapa bahan lagi" jawab Anaira, memang bahan dapur yang belum di ambil nya hanya tinggal sedikit lagi.
Setelah selesai memilih bahan bahan dapur, Anaira pun beralih ke rak makanan ringan, dia memilih beberapa Snack yang di inginkan nya.
" Kamu tidak membeli apa pun Fa?" tanya Anaira, karena Raffa sedari tadi hanya mengikuti nya saja, tanpa mengambil satu pun barang yang di inginkan nya.
" Seperti nya tidak ada yang" jawab Raffa,
memang tidak ada yang di butuhkan nya.
" Kamu udah selesai?" tanya Raffa.
" Sudah, yuk kita ke kasir" kedua nya berjalan ke arah kasir dan membayar semua belanjaan mereka.
Setelah kedua nya sampai di rumah, Anaira langsung membereskan semua barang belanjaan nya dengan di bantu oleh Raffa.
" Kamu tidak perlu membantu ku, sebaik nya kamu mandi saja dulu" ucap Anaira saat Raffa membantu nya membereskan semua barang belanjaan mereka.
" Tidak papa yang, aku bantu kamu aja dulu, biar cepat selesai" Raffa tidak ingin Anaira membereskan semua barang belanjaan mereka sendirian, karena barang belanjaan mereka lumayan banyak.
" Tidak apa apa Fa, lebih baik kamu mandi lebih dulu, biar nanti kita tidak perlu antri mandi nya"
Anaira bukan nya tidak ingin di bantu oleh Raffa, namun dia ingin Raffa mandi lebih dulu,agar nanti diri nya tidak perlu menunggu Raffa mandi lebih dulu.
" Aku bisa mandi di kamar sebelah sayang" jawab Raffa dengan gemasnya.
" Baiklah " pasrah Anaira.