NovelToon NovelToon
Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Mafia / Nikahmuda / Bullying dan Balas Dendam / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nabila Ahmad

Sinopsis:

Dalam sinopsis ini, kita mengikuti kisah Azura yang tidak sengaja menemukan dirinya berhadapan dengan Ahmed Bin Yasir, seorang aktivis keturunan Mesir yang melarikan diri dari penjara Alcatraz di San Francisco. Meskipun Azura awalnya ketakutan, dia memutuskan untuk menggunakan akalnya untuk menghadapi Ahmed. Sementara itu, pihak berwenang sedang melakukan pencarian di seluruh daerah untuk menemukan pelarian tersebut.

Azura menyadari bahwa melawan Ahmed adalah mustahil, jadi dia mencoba untuk tetap tenang dan menunggu kesempatan untuk melarikan diri. Dia berusaha bekerja sama dengan Ahmed, berharap bahwa dia tidak akan menyakitinya. Namun, Azura tetap waspada dan mencari peluang untuk melarikan diri.

Dalam perjalanan ini, kita melihat ketegangan antara Azura dan Ahmed yang terus berlanjut. Azura berusaha menjaga keselamatan dirinya sambil mencari cara untuk menghadapi situasi ini. Dia juga berusaha mencari tahu bagaimana Ahmed bisa sampai ke tempatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabila Ahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 35

“Rodriguez!”

“buka pintu!” teriak Rodriguez.

Sambil memeluk Tony, dengan kikuk Azura membukan pintu dengan satu tangannya. begitu pintu terbuka, Rodriguez nyaris terjerembap ke dalam, terdorong oleh angin. Azura menjatuhkan diri ke dadanya sambil

menangis tak terkendali. Untunglah mereka bertiga tidak terempas ke lantai, berkat kekokohan kaki Rodriguez berdiri.

Azura menyebutkan nama suaminya kembali sambil memeluknya erat. Kemeja lelaki itu melekat basah di tubuhnya. Sepatu botnya kotor oleh lumpur, topinya, yang terikat erat oleh sebuah tali kulit di bawah dagunya, meneteskan air hujan. belum pernah Azura merasa sesenang ini melihatnya.

Lama mereka berpelukan erat, tak peduli akan terpaan hujan yang menghantam masuk lewat pintu yang terbuka. Di antara mereka, Tony bergerak­-gerak dan. Rodriguez menempelkan wajah Azura ke lehernya dan membelai­belai punggungnya, sampai tangisnya mereda.

“Apa kau terluka?” tanyanya.

“Tidak. Aku b…baik­baik saja. Cuma ketakutan.”

“Dan Tony?”

“Dia tidak apa-­apa. Dia takut karena tahu aku juga ketakutan.”

Azura menggigit bibir bawah keras­keras supaya tidak gemetar.

“Kupikir kau mendapat celaka.”

“Aku terjebak dalam badai,” kata Rodriguez kesal.

“Aku tahu akan ada badai, tapi aku tidak bisa berpacu mendahuluinya. Kudaku kehilangan satu sepatunya,dan aku mesti menuntutnya pulang. Dia ketakutan.”

Azura menyentuh wajah suaminya. Terasa basah. Tapi ia tidak memperhatikan.

“Kupikir kau tersesat. Atau terluka entah di mana. Entah bagaimana nasib kami kalau tidak ada kau.”

“Aku sendiri ketakutan waktu tiba di rumah dan tidak menemukanmu serta Tony di sana.”

Ia menyibakkan sehelai rambut Azura yang basah dan menyentuh bibirnya.

“Tapi kita semua selamat. Sekarang masalah-

nya bagaimana supaya kita bisa menyeberang ke rumah. Aku tidak yakin trailer ini bisa bertahan lebih lama. Lebih aman berada di luar daripada di sini. Kau berani, tidak?”

Azura mengangguk tanpa ragu sedikit pun. Rodriguez ada di sini. Ia merasa aman kembali.

“Punya sesuatu untuk menyelimuti Tony?” tanya Rodriguez.

Azura sudah menumpuk beberapa selimut ekstra di trailer itu. Sementara Rodriguez memandang ke luar, mencari cara yang paling aman untuk menyeberang, Azura membungkus Tony dengan beberapa helai selimut, sampai anak itu kelihatan seperti mumi hidup.

Azura tidak memedulikan tangisannya, sebab anak itu akan baik­baik saja kalau sudah menyusu dan tidak kebasahan. Rodriguez mengambil sehelai selimut lagi, memakai-

kannya di kepala Azura, dan mengikatnya di bawah dagu.

“begitu lebih baik, daripada tanpa pelindung sama sekali.” Dipegangnya bahu Azura dan ditatapnya lekat-lekat.

“Sekarang begini, kaupeluk Tony erat­erat. biar aku yang melakukan selebihnya.” Azura mengangguk.

“Oke, ayo berangkat.”

Sesudahnya Azura tak ingat detail­detail peristiwa itu, yang sebenarnya hanya berlangsung kurang dari satu menit. Yang diingatnya hanyalah sapuan angin, hujan, petir, dan rasa takut. begitu mereka turun dari

undak­undak trailer itu, sepatu Azura terbenam di lumpur. Ketika ia mengaitnya dengan kakinya, Rodriguez berteriak mengatasi suara badai,

“Tinggalkan saja,”

maka Azura melanjutkan perjalanan dengan bertelanjang kaki. Tapi ia terpeleset dan tergelincir di lumpur licin itu, namun lengan­lengan kuat Rodriguez menyambarnya sebelum ia terjatuh. Azura memeluk Tony

begitu erat, hingga ia khawatir tulang rusuk anak itu akan patah. Ia terus menunduk dan memejamkan mata.

Akhirnya kakinya menyentuh sesuatu yang keras. Ternyata beranda rumah. Dengan bantuan Rodriguez ia terseok-­seok naik ke beranda, terus ke bawah atap.

Rodriguez membuka pintu depan dan mendorongnya masuk. Disandarkannya Azura di pintu, dan sementara Azura meredakan napasnya yang terengah­engah, Rodriguez melepaskan topi dan sepatu botnya, lalu me-

lemparkannya ke beranda.

Rodriguez membuka selimut yang menyelubungi kepala Azura dan melemparkannya ke beranda juga.

“Jangan bergerak,” katanya tegas.

“Aku akan mengambil selimut.”

Dengan bertelanjang kaki ia masuk ke kamar, pakaiannya meneteskan air ke lantai. Sementara itu, Azura membuka selimut­selimut yang membungkus Tony.

“Anak pemberani,” katanya.

Diangkatnya bayi itu dan diciumnya.

“Kau dan ayahmu sangat berani.”

Rodriguez kembali dan menyampirkan sehelai selimut di tubuh Azura.

“Gigiku sampai gemeletuk kedinginan,” kata Azura.

“Aku tahu. Cepat keringkan Tony, lalu kau sendiri.”

bersama­sama mereka masuk ke kamar bayi. Listrik mati, tapi Rodriguez sudah membawa dua batang lilin dari kamar mereka, yang selama ini hanya berfungsi sebagai penghias. Dalam cahaya lilin, dengan cepat Azura melepaskan pakaian Tony dan mengeringkan

tubuh anak itu. Sementara itu, Rodriguez mengambil sebuah botol dari dapur dan menghangatkannya, lalu membawanya pada Azura yang sedang memakaikan

piama pada Tony.

“biar aku yang menungguinya menyusu. Kau berendam saja di air panas. Aku sudah membuka keran. bawa satu lilin ini.”

Agar si bayi tidak basah lagi, melepaskan pakaiannya sendiri sambil bicara.

Dengan telanjang ia mengambil selimut bekas Tony dan menyelubung kannya di tubuhnya. Lalu diangkatnya Tony dari ranjang dan dibawanya ke kursi goyang.

Pada saat-­saat biasa, Azura pasti tertawa melihat lelaki sekekar Rodriguez duduk di kursi goyang sambil menggendong bayi dan memegangi botol susu.

Tapi pada saat itu ia masih sangat ketakutan, dan sama sekali tidak menyadari kelucuan pemandangan itu.

“Jangan lupa berikan obatnya,” kata Azura sambil memberi isyarat ke obat yang diberikan Gene.

“baik.”

Yakin suaminya bisa mengurus Tony dengan baik, Azura keluar untuk mandi. Setengah jam kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan membawa lilin. Tadi ia berendam di air panas. Kehangatan air itu meresap nikmat, melenyapkan rasa beku di tubuhnya dan menenangkan ujung­ujung sarafnya. Sebelum keluar dari air, ia mencuci rambutnya, lalu menyisirnya dan membiarkannya kering secara alamiah. Setelah itu ia mengena-

kan mantel kamarnya yang panjang.

Ia langsung masuk ke kamar bayi untuk melihat Tony. bayi itu tertidur nyenyak di ranjangnya. Azura menyentuh dahinya dengan mata berkaca­kaca. Anak ini sangat berharga baginya. Tak terbayangkan rasanya hidup tanpa Tony. betapa kosong hidupnya dulu, sebelum anak ini hadir mengisi hatinya.

Ia memohon ampun pada Tuhan karena sempat merasa marah ketika berada di trailer tadi. Tuhan telah memberikan Tony padanya dan telah mengeluarkan mereka dari badai yang mengerikan itu. Azura tidak akan pernah lagi meragukan kemurahan dan kebaikanNya.

1
Utayiresna🌷
Aku mampir author, semangat NULISssssss nya😘
eneng eneng
akhirnya Azura sudah ada cinta/Smile/
Verr Dull
gila, kek di acak2 hati baca ini
keren bgt😭
Verr Dull: ada tayang di apk lain ga kak?
demi ya tidur g nyenyak
di oren nyari2 g ada juga😭
suka bgt❤❤❤
total 2 replies
Verr Dull
serius tamat begini?😭
Jibut Axis
/Drool/nice
Jibut Axis
nice, lanjutkan berkarya
Jibut Axis
lanjut Thor
Jibut Axis
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!