Perjalan cinta seorang Elsa yang sangat rumit, berawal dari dendam orang tua angkatnya, Elsa yang harus jadi umpan untuk membalas dendam kepada keluarga Ayu, Elsa di paksa untuk mendekati anak Ayu dan di paksa pura pura mencintai anak Ayu yang bernama Leo, tapi sayang Elsa terjebak dengan cinta palsunya, ia benar benar mencintai Leo, di saat hari pernikahan Elsa dengan Leo, Elsa di paksa pergi meninggalkan Leo, hal itu membuat Leo marah dan membenci Elsa, tapi mereka di pertemukan kembali di saat Leo sudah menikah dan Elsa melamar kerja jadi pembantu di rumah Leo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35
Ika mondar mandir didepan pintu menunggu Rido pulang. Namun yang ditunggu tidak kunjung pulang, karena sudah mengantuk akhirnya Ika tertidur dikursi yang ada di teras rumahnya.
Ika merasa angin berhembus kearahnya, lalu ia membuka matanya. Ia memperhatikan tempatnya saat ini, setelah kesadarannya terkumpul Ika baru ingat kalau dia tertidur saat menungu Rido, ia segera melihat jam dinding, jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
"Kemana Mas Rido, kenapa ia tidak pulang, apa Mas Rido segitu marahnya sehingga ia tidak mau pulang?" gumam Ika. Lalu Ika masuk kekamar dan ia kembali tertidur.
**
Pagi harinya Rio segera membangunkan Rido.
"Do, bangun! Ini sudah pagi, kamu pulang sana! Ika pasti gelisah menunggumu dirumah," kata Rio.
"Iya Pa." jawab Rido. Lalu Rido pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah itu ia keluar dari kamar.
"Sarapan dulu! Baru pulang!" kata Rini.
"Iya Ma." jawab Rido. Lalu Rido ikut bergabung bersama mama dan papanya, mereka pun sarapan dengan tenang.
"Rido pulang dulu, Ma, Pa." kata Rido pamit setelah selesai sarapan.
"Iya, ingat kata papa semalam, tidak ada kata terlambat, kamu harus mencobanya!" kata Rio kembali mengulang perkataannya.
"Iya Pa." jawab Rido. Lalu Rido pergi.
"Semoga Rido bersama anak anaknya dari Ayu kembali rukun."kata Rio sambil memandang kepergian anaknya.
"Amin, semoga saja Pa, Mama jadi merasa bersalah karena Mama Rido dan Ayu berpisah." kata Rini dengan nada menyesal.
"Sudahlah Ma, tidak perlu diingat lagi! semua sudah berlalu, kita jadikan pelajaran kesalahan kita dulu agar kita tidak lagi mengulang dimasa depan!" kata Rio menghibur Rini. Rini pun menganggukkan kepalanya.
**
Sedangkan Rido saat ini sudah sampai dirumahnya, ia segera masuk kekamar, sesampainya di kamar ia mendapati Ika masih tidur, ia membiarkan Ika tidur, ia segera berkemas setelah itu pergi kerja.
Ika terbangun karena merasa haus, lalu ia membuka matanya, ia terkejut melihat matahari sudah tinggi, buru buru ia membersihkan badannya, setelah itu ia keluar dari kamar.
"Bi," kata Ika memangil pembantu.
"Iya, nyonya." jawab bibi sambil berlari menghampiri Ika.
"Siapkan sarapan untuk ku!" kata Ika.
"Iya nyonya." kata Bibi. Lalu Bibi pergi kedapur menyiapkan sarapan untuk Ika, setelah selesai ia membawanya ke meja makan tempat Ika berada.
Ika menyantap hidangan yang di buat Bibi, setelah selesai sarapan Ika kembali memangil bibi.
"Bi!" bibi segera berlari mendatangi Ika.
"Iya nyonya." bibi segera membereskan meja makan.
"Apa kamu tidak lihat Bapak pulang tadi?" tanya Ika karena ia melihat ada baju kotor suaminya di tempat pakaian kotor, tapi kenapa ia tidak membangunkannya pikir Ika.
"Bapak tadi pulang nyonya, tapi Bapak pergi lagi setelah ganti baju, mungkin Bapak pergi kerja." jawab bibi.
"Bapak tidak ada pesan apa apa sama kamu?" tanya Ika.
"Tidak nyonya." jawab bibi. Ika merasa sedih mendengar jawaban bibi.
"Kalau tidak ada lagi yang mau ditanyakan, Bibi kebelakang dulu." kata bibi.
"Iya." jawab Ika.
Seharian Ika gelisah, ia sudah mencoba menghubungi Rido tapi tidak diangkat.
Sore hanya Rido pulang kerumah, melihat suaminya sudah pulang Ika segera menyambut suaminya, tapi Rido masih tidak mau merespon, Rido cuek tidak perduli saat Ika menyapanya, hal itu membuat Ika marah, tapi Ika mencoba menahan amarahnya.
Setelah setelah membersihkan dirinya, Rido keluar dari kamar, Ika heran melihat suaminya berpakaian rapih.
"Mau kemana Pa?" tanya Ika.
"Keluar." jawab Rido singkat.
"Sudah selesai Wi?" tanya Rido.
"Sudah Pa." jawab Wiah. Lalu Rido dan Wiah pergi, Ika memperhatikan mereka sampai tidak terlihat.
"Kemana mereka ya, apa mereka mau makan diluar?" tapi kenapa aku tidak diajak?" Ika bertanya tanya dalam hati.
Sedangkan Rido dan Wiah saat sudah sampai di depan rumah Ayu, mereka langsung turun dari mobil.
"Assalamualaikum," kata Rido dan Wiah saat sudah sampai di depan pintu rumah Ayu.
"Wa, allaikumsalam." jawab Rizki dari dalam. Rizki terkejut melihat siapa yang datang, tidak biasanya pade Rido berkunjung, pikir Rizki.
"Silahkan masuk pakde!" kata Rizki.
"Iya," jawab Rido. Lalu Rido dan Wiah masuk.
Saat ini Rido dan Wiah duduk dikursi ruangan tamu.
"Pakde mau ajak kamu dan Adela makan diluar!" kata Rido.
"Kalau aku tidak bisa pakde, karena aku ada tugas kelompok sama teman teman ku, sebentar lagi temanku pasti menghubungi, kalau Kak Adela aku tidak tau, tunggu aku panggil kak Adela dulu, pakde tanya langsung saja sama kak Adela!" jawab Rizki.
"Ya sudah, kamu tanya dia!" kata Rido. lalu Rizki pergi ke kamar Adela.
"Kak, pakde Rido datang, ia mau mengajak Kakak makam diluar." kata Rizki. Adela terkejut mendengar perkataan adiknya.
"Ada angin apa papa Rido mengajakku makan malam."kata Adela dalam hati.
"Malah bengong lagi, cepat sana papa Rido sudah menunggu?" kata Rizki.
"Iya, sebentar." kata Adela. Lalu Adela pergi kedepan mendatangi papanya.
"Ada apa Pa? Kata Rizki Papa mencari ku?" tanya Adela.
"Papa mau ajak kamu makan malam." ujar Rido.
"Tunggu aku berkemas sebentar! sekalian pamit Mama." kata Adela.
"Iya," jawab Rido. Lalu Adela pergi kekamarnya.
Rido merasa senang karena Adela mau diajak makan malam.
Disinilah mereka sekarang, disebuah restoran mewah, Wiah dan Adela asik bercerita sedangkan Rido hanya mendengarkan cerita anak anaknya, Rido baru merasakan momen bersama anak anaknya, ternyata begitu menyenangkan.
"Seandainya Adnan ada disini pasti kebahagiaanku terasa lengkap, kenapa tidak dari dulu aku membawa anak anakku berkumpul seperti ini." kata Rido dalam hati, ia begitu menyesal mengabaikan anak anaknya selama ini.
**
"Kemana Rizki dan Adela? Kenapa rumah terasa sepi ya." kata Ria bertanya kepada Ayu.
"Rizki pergi kerumah temanya, katanya ada tugas kelompok, Adela pergi makan malam bersama kak Rido dan Wiah." jawab Ayu.
"Tumben Rido mengajak Adela makan malam." Ria merasa heran tidak biasanya Rido mengajak Adela makan malam.
"Aku juga tidak tau bude." jawab Ayu.
"Apa karena bude kemarin bilang sama Ika kalau Rido tidak mengurusi Adela dan Adnan ya." kata Ria menduga duga.
Ayu mengangkat bahunya tanda tidak tau.
"Bagus juga bude bicara seperti itu agar Rido sadar kalau ia selama ini telah mengabaikan Adnan dan Adela," kata Ria merasa senang. Lalu Ayu dan Ria sama sama tertawa mereka merasa lucu.
"Bagaimana dengan Ika ya?" kembali Ria bertanya.
"Tidak tau bude." jawab Ayu.
"Bude tidak bisa membayangkan wajah kesal Ika." kata Ria. Ayu tertawa mendengar perkataan budenya, melihat Ayu tertawa Ria ikut tertawa.
**
Ika menghubungi teman teman Rido menanyakan keberadaan suaminya, tapi mereka tidak tau dimana Rido, ia pikir Rido pergi ke pesta temanya karena itu ia menghubungi teman teman Rido, setelah tua Rido tidak bersama teman temanya, Ika semakin cemas, segala kemungkin ia pikirkan.
Ika mencoba menghubungi nomor Wiah tapi ponselnya tidak aktif, begitu juga dengan nomor ponsel Rido tidak aktif juga hal itu membuat Ika semakin dilanda penasaran kemana suami dan anaknya pergi.
padahal PP y Elsa adalah PP sambung Elsa
kesian nasib mu Elsa, seperti y sulit mendapatkan jodoh dirimu Elsa
ingat leo km dah Puy anak & istri 🤭
yakinlah klo yg km ambil adalah jodoh yg terbaik untukmu