(Sekuel dari Novel BUCIN DARI KECIL)
Suho Putra Sadewo seorang pria tampan yang kini usianya menginjak 24 tahun, dia anak seorang supir dan pelayan dari pengusaha terkenal asal jepang dan juga dia sudah di anggap seperti cucu sendiri karena kepribadiannya yang baik dan juga penurut berbeda dengan cucu cucunya yang lain.
Hingga ada suatu kejadian dimana dia harus menyelamatkan nama baik keluarga kakek angkatnya itu dari pubik karena satu satu cucu perempuannya terkena sekandal di kampusnya dengan cara menikahinya.
Shirene Putri Reeko Edlan dia gadis cantik berusaia 20 tahun, dia adalah cucu perempuan satu satunya dari seoramg pengusaha terkenal asal jepang yang bernama Henim Dirgantara Edlan, yang tak lain dia juga putri dari Reeko Dirgantara Edlan dan juga Teresia Namira.
Apakah benar jika Irene Dan Suho akan menikah, atau hanya akal akalan Suho agar bisa menyelamatkan nama baik kakek angkatnya?
Yuk kita baca kelanjutan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss.MH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 34
Ketika di dalam kelas Irene terus di buat gelisah, dia terus menerus memeriksa ponselnya untuk mengecek ada balasan pesan dari suaminya atau tidak, sampai sampai dia tidak fokus memperhatikan mata kulaih yang sedang di terangkan oleh dosen di depan kelas.
Wendy yang melihat kegelisahan sahabatnya dia pun menyenggol lengan Irene.
“Kenapa lo rine kaya gak tenang begitu?” Tanya Wendy.
“Ko ka Suho belum juga balas pesan gua ya wen?” Tanya Irene.
“Ya mana gua tahu, sudah di baca belum sama suami lo?” Tanya balik Wendy. Irene pun menganggukkan kepalanya. Karena dia melihat jika pesan yang ia kirim sudah centang biru itu berarti menandakan jika pesan yang dia kirim buat suaminya telah di baca.
“Kemungkinan ka Suho marah kali rine karena tahu lo di antar ke kampus sama mantan” jawab Wendy yang memuat Irene semakin khawatir jika yang di katakan oleh sahabatnya itu benar.
Sedangkan Suho 30 menit yang lalu dia sudah selesai meeting dengan para dewan direksi dan pemegang saham rumah sakit. Ketika dia hendak mengecek ponselnya dan ternyata ada pesan dari sang istri lalu dia membuka pesan dari istrinya tapi belum juga sempat dia membaca ada pasien kecelakaan yang baru saja datang hingga dia langsung menyimpan kembali ponselnya ke dalam jas putihnya itu dan bergegas untuk menangani pasien kecelakaan itu.
Selesai kelas Irene yang tadinya ingin menceritakan tentang Gigi sahabatnya kepada Wendy tapi tidak jadi karena pikiran dia terus tertuju kepada suaminya, dari tadi dia terus mengirim pesan tapi tak kunjung di balas. Akhirnya Irene memutuskan untuk bolos di mata kuliah selanjutnya dia tidak akan tenang jika tidak menemui suaminya sekarang.
“Wen, gua izin ya bilang aja tiba-tiba sakit gitu” ucap Irene bergegas membereskan buku bukunya.
“Mau kemana lo, katanya mau cerita tentang gigi ke gua?” Tanya balik Wendy.
“lain kali aja ya, gua mau ke rumah sakit sekarang, mau nemuin suami gua dari tadi gua kirim pesan gak di balas-balas sama dia pasti dia marah banget sama gua” jawab Irene.
“Ya sudah lo hati di jalan, kabarin gua kalau ada apa-apa” ucap Wendy, Irene hanya mengancungkan jempolnya sembari berjalan keluar dari kelas.
Dia langsung mencari taksi untuk menuju rumah sakit dimana tempat suaminya bekerja. Sesampainya di rumah sakit dia langgung menanyakan keberadaan suaminya kepada salah satu perawat di rumah sakit.
Seorang wanita cantik dengan berjas putih dan yang pastinya dia seorang dokter melihat kedatangan Irene di lobby menatap tidak suka, dia sudah menduga bahwa Irene akan menemui Dokter Suho ketika melihat salah satu perawat berjalan melewati dirinya di pun langsung memberhentikan langkah perawat tersebut.
“Sus, kamu lihat wanita yang di lobby itu, kalau dia menanyakan keberadaan dokter Suho bilang beliau sedang ada oprasi ya kemungkinan selesainya akan lama ya” ucap Dokter Rosa.
“Baik dok” sahut perawat rumah sakit.
Wanita tersebut adalah dokter Rosa salah satu dokter muda yang belum lama kerja di SJ Hospital dari awal dia kerja sudah tertarik kepada Suho makanya ketika dia mengetahui jika Suho sudah mempunyai istri dia merasa tidak suka kepada Irene setiap Irene berkunjung menemui Suho di rumah sakit.
Mendengar sahutan perawat dokter Rosa pun tersenyum licik lalu dia segera berlalu menuju ruangannya.
“Maaf sus, mau tanya Dokter Suho masih ada jadwal praktek gak ya?” Tanya Irene.
“Katanya sih Dokter Suho lagi ikut ke ruang oprasi mbak” jawab perawat tadi.
“Kira kira masih lama gak ya?” Tanya Irene.
“Kemungkinan sih bakalan lama mbak” jawa perawat.
“Ok makasih ya sus, kalau begitu saya permisi” ucap Irene lalu dia berjalan menuju dimana letak ruangan suaminya berada, dia menunggu di depan ruangan suaminya, walaupun sudah ada yang tahu kalau dia istri dari salah satu dokter di rumah sakit itu dia tidak mau sembarangan keluar masuk seenaknya ke ruang kerja suaminya.
Sedangkan Suho dia masih menangani beberpa pasien kecelakaan di UGD karena beberapa jam yang lalu telah terjadi kecelakaan mobil korbannya satu keluarga hingga membuat Suho keteteran karena ada beberapa dokter yang sedang berhalangan hadir.
Selesai menangani pasien di UGD Suho yang tadinya niat ingin kembali ke ruangannya untuk berganti pakaian tapi di urungkan niatnya karena tiba tiba dokter Rosa dan dokter Fadil mengajaknya untuk makan siang di kantin. Karena rasa lapar menyerang perutnya dan dia juga merasa tidak enak kepada teman temannya akhirnya dia menerima tawaran dokter Rosa dan juga dokter fadil untuk makan siang di kantin.
Sudah hampir setengah jam Irene menunggu suaminya di depan ruangan sampai dia tertidur, dia terbangun ketika ada yang memanggilnya.
“Loh nak Irene, kamu ngapain disini sayang?” Tanya Orang tersebut yang tak lain adalah Daddy Agung yang hendak pulang ketika berjalan melewati ruangan putranya dia melihat menantunya tertidur di kursi tunggu.
“Daddy” ucap Irene kaget dengan kedatangan Daddy mertuanya.
“Kamu ngapain disini, kenapa gak masuk ke dalam saja sayang?” Tanya Daddy Agung.
“Aku nunggu ka Suho dad, katanya dia lagi ikut oprasi” jawab Irene.
“Sudah kamu coba hubungin dia?” Tanya Daddy Agung mengerutkan keningnya, seingat dia putranya tidak ada jadwal operasi hari ini.
“Takut ganggu dad, tadi aku sudah chet tapi belum di balas” jawab Irene.
Mendengar jawaban menantunya lalu Daddy Agung meraih ponselnya yang ada di saku jasnya dan langsung menghubungi putranya.
“Hallo assalamualaikum dad” sahut Suho.
“Waalaikum salam, boy kamu hari ini ada oprasi?” Tanya Daddy Agung.
“Gak ada dad, memangnya kenapa?” Tanya balik Suho.
“Jadi kamu gak tahu dari tadi istri kamu nungguin kamu di depan rungan sampai ketiduran” ucap Daddy Agung.
“Irene ke rumah sakit dad, bukaannya dia lagi kuliah” ucap Suho tidak percaya.
Karena putranya tidak percaya dengan ucapannya lalu Daddy Agung menyerahkan ponselnya kepada menantunya.
“Hallo ka”
“Loh sayang ini bener kamu, kamu tunggu disitu ya kakak kesana sekarang” ucap Suho kemudian dia berbalik arah tidak jadi ikut dokter Rosa dan juga dokter Fadil untuk makan di kantin.
“Loh dok mau kemana?” Tanya dokter Rosa dengan mengapalkan tangannya dan Suho tidak mempeduliakn omongan temannya itu. Dia bergegas berjalan secepat mungkin agar cepat sampai di ruangannya, dari lorong rumah sakit dia bisa melihat istrinya yang sedang asik mengobrol dengan Daddy Agung di depan ruang kerjanya.
Ketika Suho sudah datang Daddy Agung langsung pamit untuk pulang dan Suho langsung membawa istrinya untuk memasuki ruangannya dan langsung mengangkat istrinya untuk duduk di ranjang pasien, Suho di kagetkan dengan istrinya yang tiba tiba memeluknya sembari menangis.
“Hiks...hikss..maafin aku ka, kakak jangan marah ya” ucap Irene sembari menangis dia juga tidak tahu akhir akhir ini sangat sensitif sekali mudah menangis dan mudah mengantuk.
“Heii kenapa nangis sayang, apa yang perlu di maafkan kan kamu gak salah apa apa” ucap Suho melarai pelukannya lalu tangannya terulur mengusap air mata istrinya dia baru menyadari jika salah satu pipi istrinya sedikit memerah.
“Ini kenapa merah sayang pipinya?” Tanya Suho.
“Eumm.., blush on iya blush on tadi aku pakainya ketebalan” ucap Irene bohong.
Suho tahu jika istrinya sedang tidak jujur, lalu dia meraih ponselnya di saku jas dia menghubungi Wendy sahabat istrinya.
“Kamu telpon siapa ka?” Tanya Irene.
“Wendy, mau tanya itu pipi kamu kenapa bisa merah begitu, kalau kamu gak mau jujur sama kakak” ucap Suho dengan tegas membuat Irene takut suaminya marah karena selama ini dia tidak pernah melihat suaminya marah dari dulu sampai sekarang.
apa masuk dalam cerita novel berikut nya ya Thor...