Bagaimana jika seorang wanita berusia 26 tahun harus bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang bocil? apalagi bocil itu akan mati tidak lama lagi? WHAT?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Rish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JBK ~35
JADI BOCIL KESAYANGAN 35⏱️
Pagi ini matahari sudah bersinar terang di luar sana, sayangnya dua gadis bernama Allisya dan Rara malah masih tertidur sangat nyenyak. Bahkan mungkin saja mereka sama sekali tak peduli kalau nanti bangun kesiangan atau sejenisnya.
Berbeda dengan dua orang pemalas yang masih memejamkan matanya Bunga justru sudah bangun dan saat ini sedang memasak untuk dirinya sendiri juga dua temannya itu. Gadis itu hanya membuat nasi goreng, telur mata sapi, satu lagi ada sosis goreng dan tambahannya ada kerupuk simpel sekali pokoknya no ribet-ribet. Selesai menata makanannya di atas meja makan, Bunga melepas celemek yang ia pakai. Baru saja dia akan pergi ke kamar untuk membangunkan Allisya dan Rara tapi salah satu dari mereka sudah datang dengan wajah basah dan tatapan mata cerah karena melihat makanan.
"Wih enak nih kayaknya," kata Rara.
Bunga berdecak kesal saat melihat gadis itu langsung duduk dan mengambil makanan di atas meja, entah kenapa rasanya dia ingin sekali menampar wajah tanpa dosanya. Kek enak banget lo baru bangun langsung makan seenggaknya bantuin gua nyuci piring dulu kek, langsung makan aja udah kayak pembantu gua batin Bunga.
"Allisya mana?" tanyanya yang ikut duduk dan makan bersama Rara.
"Lagi meratapi nasib di kamar mandi," jawab Rara.
"Siapa yang meratapi nasib di kamar, enak banget mulutnya. Asal nyablak sini gua jahit biar gak asal nyablak kayak mulut tetangga, orang lagi mandi di bilang meratapi nasib."
Uhuk.... uhuk......
Rara reflek tersedak saat mendengar nada suara Allisya yang membuatnya cukup kaget, ia tak menduga kalau Allisya akan langsung datang dan menjawab ucapannya. "Ye elah pake kesedek lo Ra, padahal gua gak lagi ngagetin. Coba kalau gua kagetin apa gak langsung pindah alam lo?" canda Allisya yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari gadis itu.
"Hari ini kita pergi kemana dulu?" tanya Bunga di sela-sela kegiatan makan mereka.
"Gua pengen ke D**an yok? Gua pengen nyoba naik tornado," saran Allisya, "Habis itu kita nonton film pasti seru banget."
"YOOO GAS GAK SABAR BANGET GUA!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Krik krik krik krik
Itulah yang menggambarkan suasana Allisya dkk saat ini hening, tidak sesuai perhitungan mereka kalau minggu kali ini mereka akan quality time hanya bertiga. Nyatanya saat ini bukan hanya mereka yang berada di tempat hiburan ini, Edgar, Gio dan Vir juga ikut bersama mereka. Entah kena apa Edgar ini sampai dia mengajak sekertaris dan assisten pribadinya untuk ikut bersama mereka semua.
Allisya sebenarnya tadi gak papa lah kalau Edgar aja yang ikut tapi ini dua anak buahnya juga ikut agak menyebalkan asal kalian tau. Mereka itu udah kayak bodyguard yang membuat perhatian semua orang tertuju pada ketiganya. Quality time yang harusnya menyenangkan jadi menyengsarakan karena hadirnya tiga manusia berwajah datar itu. Oh jangan lupakan kalau Edgar ini Tuan Muda Grissham, nah hal inilah yang membuat mereka sering di kerubuni banyak lalat pengganggu yang sebenarnya mengincar Tuan Muda itu.
"Hancur udah quality time kita," gumam Rara yang hanya bisa di dengar oleh Allisya dan juga Bunga.
Gumaman Rara itu sontak mendapatkan anggukan setuju dari keduanya, mereka harus segera melakukan sesuatu atau quality time ini akan benar-benar hancur karena ulah manusia-manusia tembok tak berguna ini. Allisya sebagai pawang Edgar, ais pawang gak tuh yah pokoknya gitu ya man teman.
Tanpa banyak kata ia menyeret pria yang berdiri bak patung pancoran itu menuju salah satu wahana yang memang di incar oleh Allisya dkk dari tadi. Tornado, wahana yang bisa membuat siapapun pindah alam jika menaikinya setelah minum racun tikus.
"Ngapain kita?" tanya Edgar bingung.
Pria itu semakin bingunb saat ia di suruh duduk dan di pasangkan alat pengaman, bukan hanya dia tapi Gio dan Vir juga. Wajah kedua anak buah Edgar itu langsung pucat pasih saat pengaman sudan di pasang pada badan mereka. Allisya dkk puas sekali melihat wajah ketakutan mereka, salah siapa ganggu kena kan lo.... ahay
Tak butuh waktu lama wahana itu pun mulai bergerak dan......
"Aaaaaaaa Mama Rara terbang!!!"
"Lindungi hambaaaaa!!!"
"Mama All belum nikah!!"
"Telinga saya sakit denger kalian teriak!!"
"Pak Edgar tanahnya jadi jauh. PAK SAYA BELUM MAU BERANGKAT KE SURGA!!!"
"PAK SAYA BENTAR LAGI NIKAH, KASIAN CALON ISTRI SAYA!!!"
"JANTUNG GUA RASANYA BAKAL PINDAH KE PANTAT!!"
"EDGAR KALAU GUA JATOH, LO IKUT JATUH JUGA YA?"
"Sudah saya bilang jangan teriak!!"
"SYA KALAU GUA GAK MELEK LAGI BERARTI GUA PINGSAN. TITIP SALAM BUAT MAMA PAPA GUA YA."
Dan masih banyak teriakan heboh lainnya saat mereka menaiki wahana tersebut, dari mereka berenam Edgar nampak begitu tertekan karena mendengar teriakan-teriakan membahana dari orang-orang. Sepertinya setelaj dari sini ia harus segera memeriksa kondisi gendang telinganya masih aman atau udah jembol.
Setelah dari wahan Tornado mereka kembali menjajal berbagai wahana lainnya, Gio, Vir dan Edgar tetap harus ikut karena mereka lah yang bilang akan menemani Allisya dkk. Setelah puas dengan wahananya mereka kembali menonton film, film yang mereka tonton adalah film horor. Semua orang nampak begitu antusias bahkan Gio dan Vir, yamg terlihat tak bersemangat malah Edgar pria itu nampaknya ogah ogahan sekali saat menonton.
Beberapa menit kemudian........
Film telah berakhir, tapi yang Allisya heran Edgar tetap tak melepaskan genggaman tangannya. Wajah pria itupun nampak begitu tegang, ah ia rasa Edgar ini masih takut dengan adegan setan yang muncul tiba-tiba tadi.
"Hey kenapa?"
up up up up up up
up up up grazy uup dong thor 😷